MY POSSESSIVE LOVE

MY POSSESSIVE LOVE
Dunia Mantan(2)



"Ngobrolin apaan sih rame banget!" tanya sang mamah.


Dua laki-laki di hadapannya menoleh sambil tersenyum.


"Ah biasa mah masalah cowok! "jawab sang papah yang diangguki putra semata wayangnya. Mereka pun ikut bergabung dan larut dalam obrolan ringan. Tak terasa malam mulai larut, mereka pun mulai memasuki kamar masing-masing untuk mengistirahatkan tubuh mereka yang lelah setelah seharian beraaktifitas.


Saat Al dan Marsha sampai di kamar, Marshaa langsung merebahkan tubuhnya dan memberi batas agar suaminya tidak terlalu berdekatan. Ia menghalangi bagian tengah ranjang deng 2 guling.


"Yank, ko gitu sih, masih kesel sama aku? "tanya Al heran saat melihat istrinya membatasi jarak tidurnya. Marsha hanya menoleh sebentar dan lanhsunh menutup matanya, walau sebenarnya ia tidak tertidur, ada banyak pertanyaan yang ingin ia utarakan pada suaminya.


Al pun merebahkan tubuhnya di samping guling, laluia menghadap ke arah istrinya, tangannya menyentuh lengan sang istri.


"Yank, belum tidur kan? "tanyanya sambil terus mengelus lengan istrinya. Marsha yang geli dengan kelakuan suaminya, hanya berdehem. Tanpa ia ketahui kalo guling yang menghalangi mereka sudah Al pindahkan ke sisi lain ranjang, jadi Al bisa dengan leluasa memeluk istrinya.


" All iih,,, awas aku masih kesel sama kamu! "omel sang istri sambil melepaskan pelukan suaminya. Al pun langsung membalik tubuh istrinya, sehingga sekarang mereka berhadap-hadapan.


"kamu masih kesel gara-gara aku tadi dipeluk Stevi?" godanya yang malah membuat Marsha tambah keki dengan pertanyaan itu.


"Yang aku pen tanyain, ngapain kamu masih nyimpen diary tentang cewe itu? "sewot Marsha, ia sudah tidak bisa menahan lagi apa yang ada dalam hatinya.


Al bukan menjawab ia malah terkekeh dan mengecup bibir istrinya sekilas, yang langsung mendapat omelan dari sang istri.


" Itu kan masa lalu, juga yank, aku juga udah ngga pernah baca atau nulis disana, malah aku lupa nyimpennya dimana?"jelasnya.


"Aku juga suka ya nulis diary, tapi setelah tunangan sama kamu, aky langsung membakar semuanya! "sindirmya.


" Iya sayang.. Kan udah dibilangin aku lupa nyimpennya, emang nemu dimana sih? "tanya Al sambil mengusap rambut istrinya.


" Ngga mungkin orang ada di lemari kamu? "jawabnya ga percaya. Al mengingat isi lemarinya tapi nihil, ia ngga pernah liat buku itu.


" Emang yang sebelah mana? "tanyanya penasaran. Marsha menunjuk lemari yang ia gunakan untuk menyimpan pakaiannya.


" Ooh di sebelah sana, ya, pantesan aku nyariin ngga ketemu! "godanya yang mendapat tabokan di bahu dari sang istri.


" Dasar nyebelin, tuh kan kamumasih suka sama dia? "gerutunya sambil berbalik membelakangi suaminya. Al pun terkekeh melihat istrinya yang cemburu. Seneng sih tapi kalo udah ngambek gini susah banget dibujuknya.


" Yank, dengerin dulu dong, sini! "ucap Al sambil membalikan tubuh istrinya kembali.


Al menarik nafas dalam dan mulai bercerita.


" Lemari itu, emang ngga pernah aku gunakan, jadi aku beneran lupa ada buku itu, lagian ni ya, mana bisa aku masih suka sama orang yang udah khianatin aku, yank! "jelasnya.


" Dulu memang aku suka sama dia, sebelum aku dikhianatin dan jauh sebelum aku ketemu sama kamu, yank! "lanjutnya. Marsha mencerna ucapan suaminya.


" Ya udah nih bukunya mau diapain? "tanya Marsha sambil memberikan buku itu dari atas nakas ke dada suaminya. Al pun memegang buku itu, ia juga beneran udah lupa rupa buku itu, kalo istrinya tidak memberikannya.


" Ya udah aku simpen aza buat kenang-kenangan deh! "godanya sambil mendekap buku diary coklat itu.


Marsha langsung mendorong dada suaminya dengan kesal.


" Udah sana tidur sama diary kesayangan! Awas jan deket-deket! "omelnya yang membuat Al menahan tawa.


" Ngga ah Yank enakan juga peluk kamu! "ucap Al sambil melingkarkan tangannya di perut rata sang istri.


" Kamu itu milik aku, yank, begitu juga aku, aku cuma milik kamu! "bisiknya pada telinga sang istri yang membuat Marsha kegelian.


" diary itu, mau kamu robek, buang bakar terserah kamu, karena itu udah ngga ada arti apa-apa dalam hidup aku, aku malah bersyukur kamu nemuin itu! "lanjutnya panjang lebar sambil mengeratkan pelukannya.


"Satu lagi? "ucapnya tapi ia masih ragu untuk bertanya.


" Apa yank? "ucap Al sambil mengecup hidung mancung istrinya, yang jaraknya memang hanya beberapa jengkal.


" Emmm... Kamu pernah ciuman sama dia? "ucapnya sedikit berbisik. Al pun terkekeh pelan dan mengingat kejadian beberapa tahun silam, saat Stevi tiba-tiba menciumnya di rumahnya.


" Iih malah bengong, ngebayangin jorok ya! "omel Marsha sambil menepuh bahu suaminya.


" Pernah! "jawabnya pendek.


"suka dong masnya?" sindir sang istri yang mulai mode cemburu lagi.


"Suka banget lah, apalagi dia panas banget yank! "godanya yang membuat sang istri memukul bahunya berkali-kali.


" Iiih jijik banget, enakan kamu dong ya, ciuman pertama aku direbut kamu! "omelnya. Al pun tertawa dan memeluk istrinya erat lalu mencium kening sang istri.


" Makannya aku pilih kamu, yank! "ucapnya.


" Sebenernya dia yang nyosor duluan, Stevi itu tipe cewek agresif, aku juga sempet kaget saat dia cium bibir aku. "lanjutnya.


" Ck.. Tapi dilanjutin juga kan? "gerutu Marsha. Al kembali terkekeh.


" Ya daripada mubazir"godanya yang kembali mendapat pukulan di bahunya.


"Ngga. Yank, cuma sama kamu aku nyosor, yang lain ngga! "ucapnya yang sekarang malah mendapat cubitan di perutnya.


" Aduh sakit, yank! Beneran Yank, cuma sama kamu doang! "lanjutnya sambil mengusap perutnya yang kena cubit.


Marsha pun terdiam, ia jadi teringat saat ia mendapat ciuman pertamanya di pantai, walau dibilang cuma nempel doang.


" Udah ya ngambeknya, yank, sekarang kita bobo yu! "ucapnya sambil menarik tubuh istrinya ke pelukanya.


Saat akan melelapkan tubuhnya tiba-tiba Al berbisik.


" Yank, malam ini aku ngga dapet jatah nih? "bisiknya. Bukanya dikasih ia malah mendpat cubitan lagi di pinggangnya.


" Ngga!! "omel Marsha. Al pun pasrah ia hanya tidur dengan memeluk sang istri.


" Ya udah besok lagi aza deh jatahnya! "bisiknya kembali.


" iih kamu mau tidur ngga sih? "omel sang istri sambil menatap ke arah suaminya yang tersenyum.


" Iya cantik! "jawab Al sambil langsung melumat bibir sang istri. Lalu akhirnya mereka pun terlelap. Al tak pernah melepaskan pelukannya pada sang istri, yang membuat Marsha merasa nyaman saat tidur.


Sekitar dini hari terdengar lagi suara teriakan


" Aaaaaaaaw...! "


Bersambung...


Al :Boleh dong komennya..sun.jauh buat readers tersayang


Marsha : jan lupa like nya juga ya... Makasih udah pantengin cerita aku 😘🤗