MY POSSESSIVE LOVE

MY POSSESSIVE LOVE
Cemburu



Marsha yang melihat Al mematung, membuatnya makin kesal, sehingga ia beranjak keluar dari kamar tanpa menghiraukan Al yang masih diam seribu bahasa. Marsha pergi ke gazebo halaman belakang yang menjadi tempat favorit keduanya setelah kamar. Marsha duduk sendiri sambil menatap langit yang bertabur bintang. Al yang tersadar kalo gadisnya sudah ngga ada di hadapannya langsung turun ke bawah, namun ia tak melihat Marsha di antara keluarganya yang asyik menyaksikan siaran televisi.


Alfan pun bergegas ke halaman belakang, nampak gadisnya sedang duduk sambil menatap langit yang terasa begitu indah malam ini. Alfan pun mengahampiri Marsha dan duduk di samping gadisnya.



"Sha...! "ucap Al lembut. Marsha tak menjawab panggilan Al, bahkan menoleh pun ngga. Alfan berbalik ke arah gadisnya lalu menarik bahu Marsha agar melihat ke arahnya. Marsha yang sedang kesal memalingkan wajahnya dari Al. Al sekarang menangkup wajah Marsha agar dia melihat ke arahnya.



"Sayang, dengerin aku! Yang kamu lihat itu ngga seperti yang kamu pikirkan. "ucap Al lembut sambil menatap lekat ke arah gadisnya yang masih diam. Al menarik nafas dalam dan melanjutkan penjelasannya.



" Dia itu Reva adik sepupu aku, dia baru aza daftar di kampus kita, kalo ngga salah jurusannya juga sama dengan yang kamu ambil, kami memang akrab, aku sudah anggap dia seperti adik kandung aku sendiri, kamu juga tau kan kalo aku anak tunggal. "imbuhnya panjang lebar. Marsha akhirnya menatap ke arah mata Alfan, ia mencari kejujuran disana. Namun apa yang dilihat Marsha Al memang jujur.



" Jangan bohong, kalo genit ya genit aza. "ucap Marsha karena ia gengsi untuk mengakui kesalahpahaman nya.



"Iih.. Jelek banget sih cemburu nya." goda Al sambil memyentil hidung mancung nya Marsha.



"Yeey... Siapa yang cemburu sih. "balas Marsha sambil memalingkan wajahnya. Namun Al menangkup kembali pipi Marsha ke arah nya. Marsha hanya diam menatap mata coklat milik Al yang membuatnya nyaman. Tiba-tiba Al mencondongkan wajahnya ke wajah Marsha, Marsha yang kaget langsung mengerjapkan matanya ketika ada benda kenyal dan lembab menyentuh bibi mungilnya. Marsha terdiam saat sentuhan itu menjadi lumatan lembut sampai Marsha kesulitan bernafas, dan memukul dada Al.


Al yang tersadar langsung melepaskan ciumannya. Marsha memegang bibirnya dan pipinya terasa panas.



"Manis. "ucap Al sambil memegang bibirnua dengan ibu jarinya. Al mengusap lembut rambut gadisnya yang masih terlihat merona.



" Makasih kamu udah cemburu sama aku, aku ngga mungkin nyakitin kamu. "lanjutnya sambil mengusap rambut Marsha lembut.



Marsha hanya diam tanpa membalas perkataan Al, dia masih mengatur detak jantungnya yang tiba-tiba maraton gara2 kejadian barusan.



" Udah sana pulang udah malem! "ucap Marsha tiba-tiba sambil beranjak dari sana aka masuk ke rumah.


Al hanya tersenyum dengan ucapan gadisnya yang saat itu benar2 terlihat sangat sexy, dengan rambut yang sedikit berantakan.



" Oke, aku pulang tapi kamu udah ngga marah lagi kan sama aku? "ucap Al sambil ikut berdiri mengikuti Marsha.



" Udah lah cepetan pulang, aku ngantuk. "jawabnya sambil berjalan masuk ke rumah.



" Kamu makin cantik, kalo lagi cemburu gitu, sini peluk dulu! "goda Al sambil merentangkan tangannya.



" Idiih ngarep"timpal Marsha sambil berlari masuk. Al hanya tertawa melihatnya, ia bahagia karena Marsha udah ngga marah lagi padanya.



Al pun pamit pada orangtua Marsha, sedangkan Marsha ngga menemui Al lagi ia langsung masuk ke kamar dan merebahkan dirinya di kasur.



Marsha pov



"Dasar cowo posesif... Gue ampe ngga bisa lepas dari dia. "gumam Marsha sambil menelungkupkan wajahnya ke bantal. Marsha teringat kembali kejadian tadi di gazebo,,,,



" Apa itu ciuman kedua gue? "bisiknya sambil menyentuh bibirnya dengan jari. Marsha terus membayangkan kejadian tadi bahkan ia jadi ngga bisa tidur Gara-gara itu.




Alfan akhirnya sampi rumah, dia langsung masuk ke kamar nya dan merebahkan dirinya di ranjang.



Alfan pov


" Gue bener bener udah jatuh cinta sama dia, apalagi saat liat dia tadi yang terkesan berantakan tapi malah membuatnya lebih cantik. "gumamnya. Alfan tiba-tiba mengingat kejadian di gazebo tadi. Alfan tersenyum sendiri sambil memegang bibirnya dengan ujung jarinya.




🍑 🍑🍑



Hari minggu adalah hari beres2 buat Marsha. Ia membereskan semuanya, mulai dari kamarnya yang kaya kapal pecah, terus rumah, lanjut nyuci baju sama sepatu, pokoknya hari ini dia beresin semua sampai jam 12 siang. Marsha yang kelelahan meminta perutnya untuk diisi. Seperti biasa mamah masak dibantuin Rangga. Marsha memang sering bantuin mamah beres2 tapi dia paling males kalo disuruh masak.



"Maaah, Shasha laperr! "teriaknya dari depan. Marsha baru aza beres membersihkan halaman depan.



" Berisiiik,,, woy! "teriak Rangga dari dapur sambil membawa makanan untuk disimpan di meja makan.



Marsha yang membanting tubuhnya di sofa tak membalas teriakan Rangga, ia sangat kelelahan.



Makan siang pun berlangsung dengan sedikit kgaduhan yang dibuat oleh Rangga dan Marsha yang rebutan ayam goreng.


Mamah dan papahnya hanya tersenyum sambil geleng2 kepala melihat tingkah keduanya.



Hari minggu tanpa Alfan membuat Marsha merasa bebas. Sekarang dia leyeh-leyeh di kamarnya sambil memainkan ponselnya.



Drrt.. Drrtt.. Drrtt...



COWO GILA


Yang kita jalan yu..! ✅



Marsha mendengus kesal baru juga ia merasa bebas. Marsha pun membalas wa dari Al.



Marsha


Ngga ah cape. ✅



COWO GILA


Ok.. Kalo gitu kamu istirahat ya😍✅



"Dasaar cowooo gilaa! "teriak Marsha tertahan.




Bersambung