MY POSSESSIVE LOVE

MY POSSESSIVE LOVE
Doni



Kebahagian Alfan dan Marsha ternyata membuat Doni berantakan. Dia melempar semua barang yang ada di kamarnya. Wajahnya merah padam menahan amarah.



"Kamu harus jadi milik aku, Marsha Adelia!!! "teriaknya prustasi.



Doni yang terlahir dari keluarga kaya, namun orang tuanya hanya sebatas memenuhi kebutuhan dan keinginannya tanpa perhatian dan kasing sayang yang tercurah dari mereka. Membuat Doni menjadi anak yang sombong, arogan dan semua yang dia inginkan harus ia dapatkan dengan cara apapun.



Saat itu Doni mendengar dari adiknya, Dona bahwa Marsha dan Alfan akan berlibur ke villa Alfan. Dona merengek ingin pergi ke sana karena memang mereka pun memiliki villa di sana yang berjarak tidak begitu jauh dari villa Alfan.



"Kak, ayo dong liburan ke villa kita yang deket pantai itu, ada Alfan disana"rengek Dona pada kakaknya manja.



"Ngapain cuma liatin si Alfan liburan sama keluarganya doang, "ucap Doni malas.




" Iiih bukan sama keluarganya,sama temen-temennya kak, bahkan si cewe jadi2an juga diajak. "jelas Dona kesal.




" Ok.. Besok kita pergi"ucap Doni yakin.




"Berarti kamu juga ada disana, Marsha Adelia. "gumam Doni sambil menyunggingkan bibirnya licik.




Tapi rencana mereka hanya tinggal rencana karena tidak ada kesempatan bagi Dona maupun Doni untuk mendekati target mereka. Sampai akhirnya mereka kembali pulang.



Doni yang masih emosi karena Marsha telah menerima Alfan,terus berteriak-teriak di kamar meluapkan amarahnya. Ternyata hal itu sudah biasa bagi para pelayan di sana. Dari mereka tidak ada satu pun yang berani untuk mendekati tuannya.



Hari berlalu begitu cepat, sudah sebulan dari acara liburan itu sekarang para mahasiswa mulai aktif lagi kuliah.



Marsha yang saat itu berjalan ke perpustakaan bareng Sita, mereka mencari buku untuk referensi tugas mereka.



"Yaelah, baru masuk aza udah dapat tugas aza ini. "gerutu Sita sambil terus berjalan beriringan.



" Hooh, kesel gue mah masih pengen liburan. "jawab Marsha tanpa semangat.




Kebetulan saat itu Alfan sedang ada kelas jadi dia tidak mengikuti Marsha. Itu malah membuat Marsha happy, karena dia bisa bebas bareng temen-temen nya.


Tanpa mereka ketahui ada yang mengikuti mereka di belakang dengan jarak yang agak jauh.



Akhirnya mereka sampai di perpus dan mulai mencari buku refenrensi mereka dengan terpisah. Marsha berjalan ke arah sudut perpus yang memang agak sepi, tapi mo gimana lagi bukunya bertengger disana.



Marsha pun berjalan dan memilih buku yang tersedia di rak, sampai beberapa menit kemudian ada yang membekapnya dari belakang. Marsha terus berontak, tapi lama-lama kepalanya pusing dan semuanya gelap.



Nampak.cowo tinggi dengan pakaian hitam2 menggendong seorang gadis ke mobilnya dan melajukannya dengan cepat.




Di perpustakaan


Sita bingung mencari sahabatnya yang dari tadi ngga ketemu.



"Apa jangan2,Marsha duluan ya.? Tasnya juga ngga ada. "gumam Sita sambil berjalan keluar.




Di sebuah rumah kecil dengan halaman yang luas.



Doni membawa Marsha ke dalamnya, dan membaringkanya di ranjang.



Ya Marsha diculik. Doni saat di perpus. Doni terus menatap gadis didepannya.dengan penuh hasrat.



" Kamu akan jadi milik aku! "gumam nya dengan seringai.jahat.



Tiba2 Marsha siuman, dia memegang kepalanya yang masih pusing dan berusaha bangkit.



" Eh... Dimana gue? "ucapnya bingung sambil melihat ke sekeliling ruangan yang asing baginya.



" Udah bangun sayang! "ucap cowo tinggi sambil menyodorkan minuman ke Marsha.



" Lo... Ngapain lo disini? Kenapa gue bisa ada disini? "teriak Marsha kaget, sambil memundurkan tubuhnya ke kepala ranjang.





Marsha yang semakin ketakutan memeluk tubuhnya sendiri dan berteriak..



"Gue ngga mau, gue mau pulang! "ucapnya lantang.



Doni yang.tersenyum licik terus mendekatkan tubuhnya ke arah Marsha. Dia menarik kaki Marsha hingga Marsha terlentang,dan mengurungnya dengan.kedua tangannya.



" Kamu terlihat sexy, kalo ketakutan gini, sayang "ucap nya sambil mengelus pipi mulus Marsha.



" Lepaskan gue breng***k!! "teriak Marsha sambil mendorong dada Doni dengan kuat. Marsha terus berusaha berontak dengan apa yang dilakukan Doni. Marsha menangis saat keras saat Doni mengunci tangannya ke atas kepala dan berusaha mencium Marsha.



" Jangaaaan.... "teriak Marsha sambil terus memalingkan wajahnya.




" Ngga ada yang berani nolak.aku,hah! Apapun yang aku mau harus aku dapatkan! "ucap Doni penuh penekanan karena dia kesulitan dengan perlawanan Marsha.



Sreet....


Doni yang sudah kehabisan akal menyobek baju Marsha hingga bahunya yang putih terekspos.dengan nyata.



" Jangaaan, gue mohon! "teriak Marsha sambil terus berontak, sampai akhirnya Doni kewalahan dan itu dijadikan kesempatan Marsha untuk kabur. Marsha berhasil lari..tapi naas pintunya terkunci dari luar.



Doni.terus mendekati Marsha yang memggedor pintu agar dibuka.



" Toloooong..!!! "teriak Marsha.



Di kampus


Semua orang mencari Marsha, Alfan yang kalang kabut benar-benar prustasi dan khawatir. Al.merasa ada firasat buruk yang menimpa kekasihnya.



" Eh tadi.gue.liat,ada cewe digendong cowo tinggi, cuma dia pake masker, jadi ngga jelas tuh cowo.sapa"ucap.mahasiswi.yang duduk di kantin.



"Cewenya kaya gue kenal deh, yang dulu rebutan.sama Dona lo"ucap yang satunya.



Ternyata percakapan mereka didengar langsung oleh Al. Al pun menghampiri mereka dan langsung bertanya..



"Kemana cowo itu pergi hah! "ucap Al setengah berteriak.



" G.. Gue ngga tau, tapi arahnya kaya ke arah perkebunan teh deh"jawab mereka sambil berpikir mengingat arah mobil tadi.




Alfan langsung beranjak pergi dan memacu mobilnya dengan kecepatan tinggi. Dia ingat saat 2tahun lalu.Dona pernah mengajaknya ke perkebunan teh, dan ia punya rumah kecil disana tempat istirahat. Al yakin kalo yang menculik kekasihnya Doni, dari ciri2 yang disebutkan mahasiswi tadi.




"Breng***k..! Kalo terjadi apa2 sama Marsha lo mati di tangan gue! "umpat Al sambil memukul stirnya.



Akhirnya Al sampai di rumah tersebut terdengar samar2 suara orang minta.tolong.



"Toloooong...!"


"Jangaaaaan....!" teriak gadis itu sambil menangis.



Alfan langsung mendobrak pintu rumah itu dan mencari arah suara gadisnya.



Terdengar jelas dari kamar utama rumah itu, dan tergantung kunci.di.pintunya.



"Jangan...brengsek!!! "teriak Marsha sambil. Memukul dada Doni. Tapi Doni lebih kuat dari Marsha sampai akhirnya Marsha benar2 terhimpit. Saat Doni akan membuka paksa baju Marsha yang robek, tiba2...



Braaak...


Pintu terbuka dan. Alfan langsung naik pitam melihat adegan didepannya.



"Bangsaat!!! Buk.. Buk.. Buk...."teriak Al sambil langsung menendang dan.meninju Doni dengan brutal. Marsha yang saat itu benar2 ketakutan beringsut menyandar ke tembok dan memegang bajunya yang koyak berusaha menutupinya. Samnil menangis Marsha melihat Al memukul Doni membabi buta. Sampai akhirnya Doni terkapar di lantai.



"Kamu ngga papa kan sayang? "ucap Al sambil memakaikan jaketnya ke tubuh Marsha yanh berantakan.



" Aku takut, Al"ucap Marsha lirih. Marsha pun pingsan di pelukan Al. Al langsung membawanya keluar dan membawa Marsha dari.sana.