
Marsha yang saat itu belum tertidur kembali memdengar teriakan sang mertua, yang membuatnya terperanjat dan langsung lari ke lantai bawah.
Saat menuruni 2 tangga terakhir kakinya malah keselimpet hingga membuatnya nyaria terjatuh kalo Al tidak langsung menangkapnya.
"Ngapain sih, yank, lari-lari kek gitu?" omel Al sambil tetap memeluk pinggang sang istri yang hampir jatuh tadi. Jantungnya benar-benar berdegub kencang, karena ia tau kalo sekarang dalam perut sang istri ada nyawa yang sedang tubuh dari benihnya.
"Abis mamah kenapa teriak sih, aku kan khawatir takut kenapa-kenapa? "jawab Marsha sambil menatap sang suami. Lalu sang mamah dan papah datang mengahampiri mereka.
" Kenapa Al? "tanya Mamah cemas.
Al pun menoleh ke arah orang tuanya yang terlihat cemas.
" Ini mah, Marsha masa lari-lari dari atas ampe tadi ampir jatuh untung Al gercep, kalo ngga ga tau deh gimana? "oceh Al dengan nada kesal, yang membuat Marsha tertunduk.
" Maaf, mah, abis tadi Shasha denger mamah teriak jadi aku langsung lari. "jelas Marsha menyesal.
Mamah dan Papah Al pun mengerti dengan kekhawatiran Marsha, lalu mereka mengangguk, dan sekarang menyuruh Al dan Marsha untuk istirahat.
Al pun tanpa aba-aba langsung menggendong sang istri ke kamarnya. Bahkan pekikan sang istri tak ia hiraukan.
Setelah mereka sampai di kamar, Al langsung membaringkan sang istri di ranjang.
"Aal, ngapain digendong sih, malu tau sama mamah, papah! "gerutu Marsha saat Al ikut berbaring di sampingnya.
" Udah sekarang, kamu istirahat, yank, besok kita harus pergi pagi! "jawab Al lembut sambil memeluk istrinya dan mengelus perut rata sang istri.
" Mau kemana emang? "tanya Marsha penasaran, tapi bukannya dijawab Al malah memejamkan matanya dan mengelus pipi sang istri," udah tidur, yank! "ucapnya.
Marsha akhirnya mengikuti ucapan suaminya, walau ia sebenarnya kesel juga kok ngga dikasih tau sih, pikirnya. Ia melelapkan tubuhnya di pelukan suaminya.
🍑🍑🍑🍑
Keesokan paginya, Al dan keluarga sudah siap untuk berangkat ke rumah sakit.
"Oya, Al yang semalem kamu kasih ke aku apaan sih? "tanya Marsha baru ingat kalo semalem ia diberikan alat oleh Al ntah untuk apa, mungkin karena Marsha masih setengah tidur jadi dia lupa apa yang dilakukan semalem.
Al menoleh ke arah sang istri saat ia mengemudikan mobilnya. Lalu tersenyum dan mengusap rambut sang istri tanpa menjawab. Sementara di belakang sang mamah terkekeh geli melihat tingkah menantunya.
"Kamu beneran ga inget, Sha? "tanya sang mamah sambil terkekeh. Marsha pun menoleh ke belakang dan menggelengkan kepalanya.
" Aku beneran lupa, mah, tapi aku udah ngelakuin apa yang disuruh Al, tapi udah itu aku ga inget, abis ngantuk banget, sampai akhirnya mamah teriak. "jelas Marsha.
Perjalanan mereka berlangsung tanpa percakapan yang berarti sampai akhirnya sampai di tempat tujuan. Marsha kembali terkejut saat tau ternyata mereka mengunjungi rumah sakit.
" Sapa yang sakit, yank? "tanya Marsha sambil mengerutkan keningnya. Al hanya menggelengkan kepalanya dan mengajak sang istri turun.
Al dan keluarga sudah daftar ke spesialis kandungan. Marsha juga hanya mengikuti mereka tanoa bertanya lagi, karena apa yang ia tanyakan selalu dibalas dengan senyuman oleh suaminya.
Setelah menunggu lumayan lama akhirnya Marsha dipanggil, ia pun masuk ke ruangan dokter bersama suami. Al bahkan memberikan tespeck pada dokter, lalu Marsha pun di0eriksa dengan detail.
Setelah selesai memeriksa sang istri dokter kembali ke mejanya, begitu juga Marsha, sekarang Marsha dan Al duduk berhadapan dengan dokter. Dokter yang ramah itu tersenyum dan mulai berkata.
"Selamat ya Pak Alfan Anda akan menjadi seorang ayah. "ucapnya sambil mengulurkan tangan pada Al.
Al menerima uluran tangan dokter itu, dengan sorot mata bahagia.
" Terimakasih, Dok! "ucap Al, lalu mereka pu keluar, Marsha masih terlihat ga percaya dengan apa yang didengarnya.
" Yank, kamu beneran hamil, aku bakal jadi papi dan kamu jadi mami, yank! "ucap Al sambil memeluk Marsha dan mengelus perut rata istrinya.
Mamah dan papah Al menunggu di luar dengan tidak sabar.
" Gimana Al? "tanya Mamah penasaran. Al hanya mengangguk sebagai jawaban dari pertanyaan sang mama.
Akhirnya mereka pun pulang, dan mampir ke rumah Marsha untuk memberi tau kabar gembira ini.
Saat di perjalanan Marsha merasa sangat mual hingga Al menghentikan dulu mobilnya di SPBU untuk ke toilet.
"Kamu ga pa pa yank? "tanya Al khawatir saat melihat sang istri terus mual-mual hingga wajahnya pucat.
🍑🍑🍑🍑
2 minggu setelah diperiksa Marsha makin menunjukan tanda-tanda ngidam yang kadang bikin Al puyeng. Seperti hari ini tiba-tiba Marsha ingin makan masakan Al, mau tidak mau Al harus memasak untuk sang istri, walau ia ngga tau cara masak seperti apa.
"Yank, jan aku lah yang masak ntar kalo ga enak gimana? "rajuk Al saat sang istri kekeh ingin dimasakin nasi goreng oleh suaminya.
" Ya udah kalo ga mau, aku ga mau makan! "gerutu Marsha sambil mengerucutkan bibirnya. Memang sejak Marsha hamil ia jadi lebih manja pada suaminya. Bahkan kemana pun Al pergi ia tak pernah absen untuk ikut.
Akhirnya Al pasrah ia membuka internet bagaimana cara membuat nasi goreng yang enak. Sementara Al berjibaku denga n alat dapur, Marsha duduk di meja makan sambil memainkan ponselnya.
Setelah 30 menit akhirnya nasi goreng buatan Al jadi, ia menyajikan sepiring nasi goreng di meja makan di hadapan sang istri. Padahal ia hanya memasak sepiring nasi goreng, tapi dapur berantakannya kaya abis perang.
Marsha mencium aroma lezat nasi goreng yang dibikin oleh sang suami. Ia pun mulai menyuapkan satu sendok nasi goreng tersebut. Saat ia mengunyahnya rasanya lumayan lah bisa di makan, tapi ternyata Marsha hanya memakan sekitar 5 sendok karena setelahnya ia mual lagi dan harus memuntahkan apa yang barusan ia makan.
Al sangat khawatir saat istrinya terus muntah-muntah.
"Yank,, ga enak ya nasi gorengnya sampai kamu muntah-muntah kaya gitu? "sesal Al. Namun ternyata Marsha menggelengkan kepalanya, bukan karena makanannya tapi memang setiap ia makan sesuatu, setelahnya langsung mual.
Al pun menyuruh istrinya untuk istirahat, lalu ia membereskan dapur yang sudah ia berantakin tadi.
Sang mamah yang saat itu baru datang habis dari butik, melihat Al sedang mencuci piring di dapur.
"Ngapain kamu Al? "tanya mamah sambil menahan senyum. Karena hari ini bibi yang biasa beresin rumah sedang ga masuk anaknya sakit.
" Lagi dance mah! "jawab Al jengah karena melihat sang mamah yang akan menertawakannya.
" Dih ko ngambek sih ntar gantengnya ilang! "goda sang mamah.
" Tadi Marsha minta dimasakin nasi goreng mah, eh baru juga 5 sendok udah mual-muntah lagi, emang ga bakalan apa-apa mah? "tanya Al panjang lebar.
" Tenang itu bawaan bayi kalo udah lewat 4 bulan ga bakalan gitu lagi kok, lagian kalo diperhatiin dia manja banger ya ama kamu, Al? "jawab sang mamah. Al hanya mengangguk mengiyakan.
Waktu beranjak malam, Al terlihat lelah setelah seharian menuruti kemauan sang istri.
Saat ini mereka sedang duduk di ranjang dengan tubuh bersandar pada kepala ranjang. Al memeluk sang istri dan mengusap lembut perut ratanya.
"Udah sekarang kamu istirahat, yank kasian baby nya pasti cape tuh seharian. "ucap Al. Marsha menatap sang suami dan tiba-tiba berucap.
" Yank,, aku pengen_"Marsha tidak melanjutkan ucapannya karena melihat ekspresi Al.
"Mau apa sih, yank, jan nasi goreng lagi lah ya! "ucap Al memelas.
Marsha menggelengkan kepalanya sambil tersenyum lalu melanjutkan ucapannya.
" Aku pengen pake helm polisi yank! "
" Hah! "
Bersambung....
Tinggal beberapa part lagi ya,, pantengin terus....
Makasih udah setia baca novel amatir aku
Sun online buat reader semua 😘😘😘