MY POSSESSIVE LOVE

MY POSSESSIVE LOVE
Makhluk Kecil



Waktu berjalan begitu cepat, sebulan lagi Al akan wisuda sementara Marsha akan wisuda tahun depan.


Pagi ini Marsha dan sang mamah mertua sedang duduk di ruang keluarga sambil mebahas model pakaian yang akan digunakan untuk acara wisuda Al.


Mereka membuka majalah fashion yang tertera banyak model pakaian wanita dan pria. Keduanya asyik memilih pakaian yang mereka suka,hingga sebuah dering ponsel mengalihkan perhatian mereka dari majalahnya.


"Mamah, nelpon, mah! "ucap Marsha saat ia melihat sang mamah yang memanggilnya. Ia pun mengangkat telpon dari sang mamah setelah izin pada sang mertua.


Percakapan mereka terlihat serius sampai akhirnya Marsha bilang," iya, aku kesana sekarang, mah! ",dan sambungan telpon pun terputus.


" Ada apa? "tanya mamah Desi.


" Kak Tara mo lahiran, mah, Marsha mau ke ru mah sakit boleh? "jawabnya sambil menyimpan ponselnya diatas meja.


" Ayo, mamah ikut, ajak Al sana, biar papah nanti mamah kabarin buat nyusul! "ucap sang mamah sambil membereskan majalah ke bawah meja, dan beranjak ke kamarnya untuk mengganti baju.


Marsha beranjak ke lantai atas untuk memanggil sang suami. Saat sampai di atas terlihat sang suami sedang duduk di sofa dengan laptop di pangkuannya.


"Al, ayo cepetan! "ucap Marsha sambil menuju ke kamarnya dan mengganti baju. Al yang heran dengan tingkah istrinya hanya menoleh sebentar dan kembali fokus pada laptopnya.


Saat Marsha keluar dari kamarnya dan sudah siap untuk pergi, ia melihat ke arah sang suami masih tetap berada tempatnya.


"Aaal, iiih kamu tuh cepetan! "ucap Marsha kesal, ia juga sebenernya bingung kenapa cuma kata" cepetan", yang keluar dari mulutnya.


"Apa, sih, yank? Cepetan apa, emang ga puas semalem. "ucapnya tanpa menoleh ke arah sang istri.


" Apaan sih, ga jelas! "omel Marsha. Ia pun menghampiri sang suami dan menarik lengannya.


" Cepetan, kita harus ke rumah sakit, Kak Tara mau melahirkan! "jelasnya sambil terus menarik lengan sang suami.


" Bilang dong, dari tadi, kamu cuma bilang cepetan doang, mau ngapain aku kan ngga ngerti. "ucap Al sambil menutup laptopnya dan berdiri.


" Aku kira cepetan kaya semalem! "lanjutnya sambil terkekeh yang malah mendapat tabokan dari sang istri.


" Udah ayo, kamu udah mandi kan? "tanya Marsha sambil mendorong sang suami ke arah tangga.


Al kadang gemes dengan tingkah istrinya yang selalu terburu-buru. Ia berbalik badan dan mengahadap sang istri. Lalu memegang bahunya dan mencondongkan wajahnya, lalu berbisik


" Kamu mau aku ke rumah sakit pake boxer kek gini? "bisik Al yang membuat Marsha membulatkan matanya dan akhirnya tertawa saat sadar sang suami hanya mengenakan boxer dan kaos.


" ngga udah sana ganti dulu! "jawab Marsha sambil terkekeh dan mendorong sang suami ke kamarnya.


" Aku nunggu di bawah, ya! "lanjutnya sambil melangkahkan kakinya menuju tangga, tapi tangannya ditahan oleh sang suami, dan menariknya untuk ikut ke kamar.


" Ngapain sih, Al! "omel Marsha saat ia didudukan di tepi ranjang. Al hanya tersenyum jahil dan langsung menciumi sang istri bertubi-tubi, sampai Marsha kehabisan nafas.


" Aaaal,,,! "teriak Marsha sambil mendorong dada suaminya.


" Kamu tuh gemesin abisnya! "ucap Al sambil berlalu ke arah lemari dan mengambil pakaiannya.


Tak berapa lama mereka telah siap dan sekarang berada di lantai bawah, sang mamah sudah menunggunya sambil menelpon seseorang yang tak lain adalah suaminya.


Mereka pun berangkat ke Rumah Sakit yang diberitahukan mamah Cantika. Sekitar 30 menit perjalanan mereka sampai ke tempat tujuan.


Terlihat mamah cantika, papah rahadian, dan Bang jay menunggu di luar ruang persalinan. Bang Jay terlihat berantakan dengan rambut dan baju yang acak-acakan bahkan terlihat bekas cakaran di lengannya.


"Bang, abis tawuran di mana berantakan banget? "tanya Al cuek saat ia duduk di samping abangnya, setelah menyalami mertuanya.


" Sialan, gue abis kena jambakan istri gue, ternyata istri mau lahiran tuh lebih nyeremin dari tawuran tau ga sih! "omel sang abang yang mendapat kekehan dari Al.


" Gue bilang, sabar eh malah dicakar, baju gue ditarik ampe kek gini, kuat banget tenaganya! "lanjutnya.


" Perjuangan seorang istri tuh bang. "jawab Al enteng, walau dalam hati ia juga ngerasa ngeri gimana ntar kalo istrinya lahiran, ga lahiran aza dia udah galak.,pikirnya yang membuat ia bergidik.


Percakapan pun berlangsung hingga sebuah panggilan dokter mengalihkan perhatian mereka.


" Saya"ucap Bang Jay sambil berdiri dan menghampiri sang dokter.


"Istrinya mau ditemenin, ayo cepet sebentar lagi anaknya lahir! "ucapnya lalu masuk kembali ke ruangan bersama Bang Jay.


" Aduuuh, bang sakiit! "teriak Kak Tara sambil mencengkram tangan suaminya erat.


" Iya, sabar sayang, demi anak kita! "ucap bang jay, sambil menciumi kening sang istri yang penuh dengan keringat.


" Ayo tarik nafas bu! "ucap sang dokter. Kak Tara menuruti ucapan sang dokter terus menerus seperti yang dianjurkan, sampai akhirnya perjuangan itu tergantikan dengan suara tangisan bayi.


" Bayinya perempuan, pak, bu! "ucap sang dokter dan langsung memberikan bayinya pada suster setelah mendapatkan suntikan imun pertamanya. Sang dokter mengurusi ibunya yang terkulai lemas.


" Makasih, sayang!"ucap bang Jay sambil mencium dahi sang istri yang basah dengan keringat. Setelah sang bayi dibedong, suster memberikanya pada bang Jay untuk diadzani.


Mamah Cantika, Papa Rahadian, Mamah Desi, Marsha dan Al pun diperbolehkan masuk untuk menjenguk cucu dan keponakan mereka.


"Baby nya cewe, mah! "ucap Bang Jay sambil memberikan sang bayi pada mamahnya.


" Iiih,, cantik banget ponakan ate! "ucap Marsha girang sambil mengelus pipi mungil sang bayi. Al pun ikut mengelus pipi bayi mungil itu.


Hingga sore hari mereka baru pulang, sementara Kak Tara baru bisa pulang besok, sehingga mamah Desi pulang duluan. Marsha sendiri meminta izin pada sang suami dan mertuanya untuk menginap disini bersama orang tuanya dan bang Jay.


Al pun mengizinkan dan besok mereka akan menjemputnya kembali.


"Bang selamet ya, udah jadi pahmud! "ucap Marsha girang saat duduk di samping sang abang yang masih berantakan.


" Apaan pahmud? "tanyanya sambil mengerutkan dahi, lalu kembali melihat ke box bayi di sampingnya.


" Papah muda yaelah, bang hitu doang ga tau! "gerutu Marsha yang mendapat kekehan dari kak Tara.


Bang Jay hanya menatap sekilas ke arah adiknya dan kembali melirik makhluk kecil yang sedang tertidur pulas.


" Ntar kamu asuh anak gue ya, Dek! "ucap bang jay tiba-tiba.


" 1 jam 200 rebu ya bang! "ucap Marsha memberi penawaran.


" Njiir mahal amad, ga usah dah,bisa bangkrut gue! "gerutu sang abang.


" Yaelah pelit amad sing bang! "rajuk Marsha sambil menatap makhluk kecil di sampinh abangnya.


Percakapan konyol pun terus berlanjut hingga, ketukan di pintu membuyarkan mereka. Termyata Rangga yang datang, dengan menenteng keresek berisi makanan untuk makan malam.


Sebelum Rangga ke rumah sakit, sang mamah berpesan agar membelikan makan malam untuk mereka santap.


"Ciieee yang jadi pahmud, selamet ya, bang! "ucap Rangga sambil memeluk sang abang. Lalu setelah melihat dengan seksama ke arah sang abang yang berantakan.


" Lah ini pahmud abis tawuran dimana, kucel amad? "celotehnya yang membuat seisi kamar itu tertawa.


" Sue,, ade kandung sama ade ipar sama aza! "gerutunya.


" Nih, yan ntar juga kalian bakal tau gimana rasanya ngadepin istri lahiran, apalgi lo, de, lo itu udah galak, gimana ntar lahiran ya? "ucap Bang Jay sambil merangkul pundak Marsha.


Kedua adiknya hanya melongo mendengar ucapan sang abang, sementara kak Tara hanya terkekeh geli melihat sang suami yang memang berantakan gara-gara dirinya.


Bersambung....


Mon maaf ya lama banget up nya, authornya lagi mabok ini...


Boleh dong komen dan like nya yang banyak biar aku bisa nulis banyak...


Nunggu komenan banyak nih...