MY POSSESSIVE LOVE

MY POSSESSIVE LOVE
Kejutan



Marsha dan Al saat ini sedang berada di balkon kamar mereka, setelah pulang dari rumah Arga mereka bergegas pulang untuk melepas rindu yang 2 minggu ini ngga ketemu.


Marsha saat ini duduk di pangkuan sang suami, tangannya melingkar ke leher kokoh sang suami.


"Yank, ko tumben kamu manja banget kaya gini, biasanya kalo diajak mesra-mesraan kaya gini kamu ngomel. "ucap Al memecah keheningan yang sejak tadi terbentang. Marsha menoleh ke arah suaminya lalu tersenyum.


" Iih malah senyum jawab dong! "lanjut Al gemas.


" Kamu ga suka? "tanya Marsha tanpa menoleh ke arah suaminya, ia tetap melihat pemandangan di luar yang beranjak malam, dan sudah terlihat kelap - kelip lampu malam.


Al malah mempererat pelukan di perut istrinya.


" Suka lah, suka banget malah, yank! "jawabnya sambil mengecup leher jenjang sang istri.


" Aku juga ga tau akhir-akhir ini sering banget kangen sama kamu, malah pengen banget dimanjain terus sama kamu. "jelas Marsha sambil menatap sang suami,lalu ia mengecup bibir suaminya sekilas. Hingga membuat Al mengerjap karena selama ini baru kali ini istrinya berinisiatif untuk menciumnya.


" Dingin,,, masuk yuk! "ucap Marsha sambil beranjak dari pangkuan sang suami. Namun saat ia hendak berjalan, tiba-tiba sang suami menggendongnya ala brydal hingga membuat Marsha memekik. Al membawanya masuk ke kamar dan menjatuhkan sang istri di ranjang, yang langsung dikurung oleh Al dibawah tubuhnya.


Al mulai mengecupi setiap inci tubuh sang istri hingga membuat istrinya melenguh, yang membuat Al makin berhasrat untuk menyatukan tubuhnya.


🍑🍑🍑🍑


Marsha sudah kembali melaksanakan KKN yang tinggal beberapa hari. Mereka melakukan semuanya dengan senang hati karena pihak warga disana juga menerima mereka dengan baik.


Waktu berlalu dengan cepat, walau bagi Marsha dan yang lainnya berasa lama. Hari ini mereka mengadakan acara perpisahan karena sudah waktunya bagi mereka untuk pulang dan melaporkan semua kegiatan ke pihak kampus.


Al, Rendi dan Jak sudah menunggu di sebuah warung dekat acara berlangsung. Mereka menunggu pujaan hati mereka untuk pulang setelah acara selesai.


Sekitar jam 3 sore acara baru selesai, Marsha dan sahabatnya pun pamit undur diri. Lalu mereka menghampiri Al dan temannya yang sudah menunggu sejak tadi.


Marsha langsung menghambur ke pelukan suaminya, bahkan membuat semua temannya jengah.


"Lepay banget si lo, Sha! "omel Sita yang saat itu sudah berada di depan kekasihnya.


" Bodo! "jawab Marsha cuek.


" Diih,, siapa dulu yang bilang benci sama cowo gila, eh sekarang malah lo yang gila! "lanjut Sita sambil terkekeh. Marsha hanya memutar bola matanya jengah, setelah itu ia masuk ke mobil suaminya.


" Buruan sapa yang mau ikut gue! "ujar Marsha sambil menutup pintu mobilnya dan mengeluarkan kepalanya ke jendela mobil.


Arga, Hikmah dan Azril yang ikut ke mobil Marsha, sementara yang lain ikut sama Jak dan Rendi.


Mereka sepakat sebelum pulang akan berkumpul dulu di kafe Hati yang sidah lama ga mereka kunjungi.


Rendi ternyata lebih dulu sampai di kafe Hati, lalu disusul oleh Al dan Jak. Mereka semua masuk dan mencari tempat lesehan agar lebih leluasa.


Akhirnya mereka mendapatkan tempat yang dimaksud, lalu mereka duduk disana dan memesan beberapa makanan dan minuman yang mereka suka. Tak menunggu lama makanan mereka datang, semua sibuk dengan makanan mereka sampai suara Rendi mendominasi dan membuat semuanya menoleh.


"Ekhem,,, maaf guys gue mau umumin sesuatu nih! "ucap Rendi sambil berdehem dan sesekali melihat ke arah Ayu yang menunduk.


" Apaan dah!"timpal Diki sambil menyuapkan kentang goreng ke mulutnya.


"Mmm,,,, bulan depan gue mau.... "ucap Rendi terputus lalu menoleh ke arah Ayu di sampingnya, dan menggenggam tangan mungil Ayu yang dingin.


" Diih cepetan napa bikin penasaran aza! "Omel Hikmah sambil meminum jus buahnya.


" Bulan depan gue mau nikah sama Ayu, gue sama Ayu udah sepakat buat ngejalanin hubungan ini dengan serius, jadi ga perlu ditunda-tunda juga. "lanjut Rendi yang hanya diangguki oleh Ayu.


" Hah! "jawab mereka serempak karena saking terkejut, bahkan Jak aza yang udah lama pacaran sama Sita belum bisa meresmikan hubungannya ke jenjang lebih lanjut.


" Serius lo, Ren? "Tanya Jak, yang tadi sempat terbatuk karena tersedak minumannya.


" Iya! "jawab Rendi pendek.


Setelah melihat keseriusan Rendi mereka pun percaya dan akhirnya kembali ke suasana ricuh mereka, yang kadang diselingi tawa.


Sekitar jam 8.malam mereka akhirnya pulang ke rumah masing-masing. Al dan Marsha hampir sampai ke rumahnya, namun tiba-tiba Marsha memintanya berhenti.


"Kenapa, yank? "tanya Al heran.


" Aku pengen beli kerak telor yang di ujung jalan tadi, yank! "ucapnya manja.


" Ko tumben sih, yank? Emang yakin kamu bakalan makan, bukannya kamu ga suka? "seloroh Al sambil menatap intens pada istrinya. Marsha hanya mengangguk dan Al pun memutar balik mobilnya, menuju penjual kerak telor yang dimaksud Marsha.


Setelah memesan satu kerak telor, Al langsung mengajak istrinya pulang. Al juga merasa ada yang aneh pada istrinya mulai dari sikapnya, sekarang soal makanan juga.


Setelah sampai rumah Al dan Marsha pergi ke kamarnya dan membersihkan diri, Marsha langsung terlelap karena lelah, sementara Al ke bawah menghampiri sang mamah dan papah yang sedang asyik menonton TV.


Al ikut bergabung bersama mereka dan duduk di samping sang mamah.


"Ko kamu ga tidur, Marsha mana?"tanya sang mamah sambil tetap fokus pada tontonannya.


"Marsha udah tidur, Mah, cape katanya! "ucap Al lalu mengambil cemilan yang ada di meja.


" Mah ada yang Al tanyain? "ucapnya serius yang membuat mamah dan papahnya menoleh.


" Kenapa Al? "ucap sang mamah.


Lalu Al pun menceritakan perubahan sikap sang istri semenjak KKN. Bahkan tentang makanan yang tadi Marsha makan pun ia tak lewatkan untuk diceritakan pada sang mamah.


Mamah dan papah Al hanya saling pandang lalu tersenyum.


" Bentar lagi, Pah! "ucap sang mamah antusias yang malah membuat Al mengerutkan keningnya.


" Bentar lagi apaan sih, mah? "tanya Al heran.


" Udah besok kamu beli testpeck ke apotik,atau sekarang aza deh tuh yang deket rumah ada kan! "ucap sang mamah.


Al hanya mengangguk dan langsung berangkat ke minimarket terdekat. Ia membeli apa yang disuruh oleh mamahnya.


Saat Al sudah sampai rumah, terlihat sang mamah sedang mondar-mandir. Al bahkan heran dengan sikap mamahnya.


" Mah,, ngapain sih? "ucap Al yang membuat sang mamah terperanjat kaget.


" Sini cepetan mana! "ucap sang mamah. Al pun memberikan barang yang tadi dibelinya.


" besok pagi kamu kasih ke Marsha pas bangun tidur, bilang air seninya tampung dulu di cup terus entar masukin alatnya. "jelas sang mamah yang diangguki Al.


" Udah sana kamu tidur, inget air seni pertama ya Al! "ucap sang mamah mengingatkan. Al pun mengangguk dan pergi ke kamarnya.


Saat ia masuk terlihat sang istri yang sedang mengucek matanya, lalu turun dari ranjang dan hendak ke kamar mandi.


" Eh, yank,, tunggu mau kemana?"ucap Al saat melihat istrinya tamoak sempoyongan menuju ke kamar mandi.


"Mau pipis Al, ngapa sih? "omelnya saat langkahnya dihadang sang suami.


Al pun langsung memeberikan cup kecil dan testpeck pada sang istri. Lalu bilang seperti apa yang dikatakan sang mamah. Walau sebelumnya Marsha tertegun tapi lama-lama ia mengerti apa yang dimaksud suaminya. Lalu ia pun bergegas ke kamar mandi sambil membawa 2 barang dari suaminya.


Marsha mengikuti apa yang dibilang suaminya, setelah ia mencelupkan testpeck pada cupnya, ia melihat ada 2 garis merah di sana. Marsha pun bergegas keluar dan memberikannya pada sang suami. Ia juga ngga tau maksudnya apa, munhkin juga karena Marsha masih dalam posisi setengah tidur.


Al langsung kembali ke bawah dan mengetuk pintu kamar sang mamah.


"Maaah! "panggil Al sambil terus mengetuk pintu kamar sang mamah.


" Iya, Al kenapa? "ucap sang mamah di balik pintu kamarnya. Al langsung memberikan alat tadi pada sang mamah ia ingin tau apa maksudnya.


Sang Mamah lagsung menutup mulutnya dengan telapang tangannya, ia hampir menangis lalu berteriak pada sang papah.


" Paaah,, bentar lagi kita bakal nimang cucu! "teriaknya yang membuat sang papah berlari mengahampirinya.


" Hah..! "


Bersambung.....


Ini tinggal beberapa part lagi menuju ending ya jan lupa like, komen sama love nya...


Oya bintangnya. Juga ya


Salam sayang dari author.. 😘 😘 😘