MY POSSESSIVE LOVE

MY POSSESSIVE LOVE
Sanjaya Alfarizi



Sanjaya Alfarizi dia anak sulung dari papah Rahadian dan mamah Cantika. Bang Jay panggilannya orangnya cuek banget, bahkan terkesan jutek. Tapi kalo di rumah ia sangat hangat dan menyayangi kedua adenya Marsha Adelia dan Rangga Lesmana. Bang Jay membuka usaha di bidang miniatur clay/lilin mainan, ia bisa membuat miniatur berbagai jenis makanan,alat transportasi dan sebagainya. Ia merintisnya dari sejak kuliah.



Saat ini Bang Jay udah nikah sama Kak Tara seorang wanita cantik dan sederhana. Kak Tara pintar masak dan kelebihannya itu ia jadikan usaha sampingan. Ia membuka lapak jualan online makanan baik itu cemilan, kue ulang tahun, bahkan katering juga jika ada yang pesan selalu ia jalankan. Mereka sudah menikah ketika Marsha masih SMA. Namun sampai saat ini masih belum dikaruniai seorang buah hati. Namun hal itu tak membuat mereka putus asa. Sekarang Bang Jay dan Kak Tara sudah memiliki rumah sendiri hasil dari kerja keras mereka. Rumahnya agak jauh dari rumah Marsha tapi masih satu kota.


Hari ini bang Jay dan Tara hendak ke rumah Marsha karena ia tau Marsha akan pulang dari rumah sakit hari ini.



"De, kita ke rumah mamah sekarang ya, kamu udah nyiapin semuanya kan? "ucap Bang Jay pada istrinya dengan panggilan sayang de.



" Udah bang! "jawab kak Tara sambil memasukan beberapa bungkus makanan pada paper bag yang sudah disediakan. Lalu mereka pun berangkat dengan motor matik kesayangan mereka tak lupa mengunci dulu rumahnya. Rencananya mereka akan menginap 2 hari karena kebetulan Bang Jay lagi libur.


Mereka selalu terlihat mesra dan harmonis dimana pun. Sekitar 20 menit perjalanan akhirnya mereka sampai dirumah papah Rahadian. Rumah sudah terlihat ramai saat mereka masuk ke ruang tamu, ada mamah sama papah juga ada calon mertua Marsha. Mereka pun menyalami para orangtua satu per satu.



"Shasha nya dimana, mah? "tanya kak Tara sambil memeluk mamah mertuanya. Kak Tara memang dekat dengan mamah mertuanya.



" Ada di kamar tuh sama Al. "jawab mamah nya lempeng.



" Iih ngapain di kamar dua duaan, mah? "tanya kak Tara heran. Lalu beranjak naik ke atas. Saat sampai di depan kamar Shasha, ia pun mengetuk pintu kamarnya dan mulai masuk saat terdengar suara di dalam menyuruhnya masuk. Nampak Al sedang duduk disamping ranjang Marsha sambil mengelus rambut Marsha yang sedang terbaring.



"Iiih pacaran mulu...! "gerutu kak Tara dibuat seolah sedang kesal.



" Kak Taraaa,,, shasha kangen! "teriak Marsha yang langsung berusaha duduk dan merentangkan tangannya. Kak Tara langsung menghambur ke ade iparnya dan merangkul adenya dengan sayang. Al hanya menatap 2 wanita di hadapannya dengan jantung yang masih dag dig dug. Karena saat Kak Tara mengetuk pintu Al sedang asyik mencium bibir mungil Marsha.



"Set dah.. Untung ngga ketauan gue"gumamnya dalam hati. Al yang merasa canggung akhirnya memutuskan pamit ke bawah dan membiarkan 2 ade kaka itu berbincang.



"Kalo gitu, Al pamit dulu ya Kak! "ucap Al sambil beranjak menuju pintu. Marsha hanya mengangguk sementara kak Tara tersenyum ke arah Al


" kakak minjem dulu Marsha nya ya, Al! "ucapnya sambil tetap merangkul Marsha. Al hanya mengangguk dan akhirnya pergi meninggalkan mereka.



" Gimana nih keadaan adenya kaka udah baikan kan? "ucap Kak Tara.



"Lumayan, kak, tapi kakinya masih suka sakit sih kalo dipake jalan." ujar Marsha. Kak Tara hanya mengangguk sambil mengusap rambut Marsha.



"Yang sabar, ya, oya maaf waktu kamu di RS kakak ngga jenguk kamu, saat itu lagi banyak yang order makanan sama katering sampe kakak juga kewalahan, tapi kakak selalu nanyain perkembangan kamu ko ke bang Jay, oya satu lagi sebagai tanda maaf, kakak udah buatin makanan kesukaan kamu, yang pedes kan. "cerita kak Tara panjang lebar.



" Ngga papa kok, kak, aku juga ngerti. "ucapnya sambil meluk kakanya.


Tak berapa lama datang Bang Jay ke kamar Marsha sambil membawa cemilan yang tadi kak Tara bilang.



" Cepet sembuh ya, dek! Nih makanan kesukaan kamu, tapi jan dulu banyak-banyak makan pedesnya. "ucap Bang Jay sambil mengusak rambut adiknya.



" Iih abang, bawel banget kayak Al, ngga bolehin shasha makan pedes. "gerutunya sambil mengerucutkan bibirnya.



" Diih mentang2 udah punya Al masa abang disamain sama dia. Oya Al sama mamah papahnya udah pamit pulang barusan. "balasnya sambil memeluk istrinya. Marsha memgangguk dan berujar kembali.





" Bagus dong, De, kan kalo sakit kamu juga yang rasain. "ucap Bang Jay.


Mereka pun terus bercerita tentang semua yang mereka alami bahkan terdengar selingan gelak tawa yang lepas. Sementara Rangga masih betah di kamarnya dengan kepala nempel di bantal, mata terpejam dengan nafas teratur. Dia mengganti tidurnya sekarang yang seminggu ini terganggu. Bahkan ia belum tau kalo abangnya ada di rumah mereka.



Tak terasa waktu sudah masuk malam hari, kak Tara dan mamah sibuk di daput menyiapkan makanan untuk makan malam hari ini. Rangga yang baru bangun bergegas ke kamar mandi dan mengguyur tubuhnya dengan air dingin agar badannya segar dan fresh.



"Bang kapan dateng? "ucap Rangga saat berpapasan dengan abangnya di dapur. Ternyata ia ngga menyadari keberadaan Kak Tara di dapur yang ia lewati saat akan mandi.



" Dari tadi siang, dek. "jawab bang Jay sambil mengusak rambut basah adeknya.



" Kak Tara ngga ikut? "tanyanya masih belum ngeh kalo Tara ada dibelakangnya.



" Aduuuh, Rangga, masa kakak dari tadi disini ngga keliatan"celetuk kak Tara dari belakang. Rangga sempat kaget untung aja handuknya ngga melorot.



"Eeh, kak maaf ngga liat. "ucapnya sambil salah tingkah . Rangga pun bergegas ke kamarnya memakai baju dan ikut bergabung dengan keluarganya yang komplit malam ini. Mereka semua makan malam bersama, bahkan Marsha juga ikut ke bawah, ia dipapah sama Rangga untuk pergi ke bawah...



" Cepet sembuh, Kak! Gue kesepian tau. "gerutu Rangga sambil memapah Marsha.



" Kesepian kenapa kan ada mamah, papah, bahkan sekarang bang Jay sama kak Tara ada disini. "ucap Marsha heran sambil mengerutkan keningnya.



" Sepi.gue ngga ada temen berantem hahaha.. "jawab Rangga yang mendapat tabokan dari Marsha.



" Diih jan galak dong ntar gue tinggalin sini biar jalan sendiri, ngesot-ngesot dah ah! "ucap Rangga.



" Awas lo berani ninggalin gue, gue bejek2 lo ntar. "pekik Marsha. Dan pertengkaran pun mereka mulai sampai akhirnya bang Jay menghampiri mereka dan memisahkan 2 orang yang saling ejek itu, dan memapah Marsha ke meja makan.



" Kalian tuh, sehari aza akur kenapa sih, dari dulu berantem mulu, kalo ngga ada 1 bilang kangen tapi kalo ada berantem mulu, berisik tau. "omel Bang Jay sambil duduk kembali disamping istrinya.



" Rame lagi, bang! "ujar sang istri tiba-tiba. Mamah papah hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah ade kakak yang beda karakter itu.



Bang Jay merasa beruntung terlahir dari keluarganya dan mempunyai istri yang akrab dengan mamah dan adenya. Walaupun belum dikaruniai seorang anak tapi semuanya tak membuat ia putus asa.




Bersambung....



Ayo dong kasih masukan mau gimana nih lanjutannya..


Oya readers maunya up tiap hari apa jarang2 nih...