MY POSSESSIVE LOVE

MY POSSESSIVE LOVE
Naritta Ella Zulsia Wijaya



Setelah wisuda Marsha full menjadi seorang istri di rumah, bukan ia malas untuk mencari kerja mengamalkan ilmunya, tapi kondisi kehamilannya yang semakin membesar memaksa dirinya untuk tetap tinggal di rumah.


Sekarang tak terasa usia kehamilan Marsha sudah masuk ke sembilan bulan tinggal menunggu sebentar lagi, untuk kelahiran cucu pertama keluarga Wijaya.


Al juga semakin posesif pada sang istri, dan lebih memperhatikan setiap apa yang dilakukan sang istri. Bahkan saat ia baru sampai kantor pun, ia langsung menghubungi sang istri dan menanyakan keadaannya.


🍑🍑🍑🍑


Pagi ini Marsha sedang berjalan-jalan di taman dekat rumah Al, ditemani sang suami yang kebetulan sedang libur.


Sambil berjalan Marsha berpegangan pada lengan suaminya, karena saran dokter ia harus sering jalan-jalan agar nanti lahiran lancar.


"Kamu mau makan apa yank, tuh di sebelah sana banyak yang jualan makanan? "ucap Al sambil mengelus perut buncit istrinya.


" Aku mau makan bubur ayam aja deh, Al kayanya enak. "jawab Marsha sambil menunjuk tenda penjual bubur Ayam.


Al pun mengangguk dan mengajak sang istri menuju ke sana.


Mereka duduk bersebelahan di kursi yang sudah tersedia, dan memesan 2 porsi bubur ayam.


Sambil menunggu pesanan mereka datang Al dan Marsha berbincang ringan tentang nama untuk anak mereka.


"Kamu udah dapet belum nama buat anak kita, yank? "tanya Al sambil mengelus perut buncit istrinya yang seolah menjadi hobby barunya.


" Belum sih masih nyari aku, Al, aku pengen nama terbaik buat anak kita. "jawabnya sambil menautkan jemarinya di atas meja.


Akhirnya pesanan mereka datang, lalu Al dan Marsha pun mulai menyuapkan makanan ke mulut mereka. Marsha bahkan menghabiskan 2 porsi bubur ayam, karena setelah masa ngidamnya lewat nafsu makannya bertambah dan membuat badannya tambah berisi.


"Mau nambah lagi? "tanya Al, tapi langsung mendapat gelengan dari istrinya. Al pun langsung membayar.


Al dan Marsha pun melanjutkan acara jalan pagi mereka, sampai tiba-tiba Marsha mengeluh perutnya sakit.


" Aduh Al, perut aku sakit banget! "ringisnya sambil memegang perut buncitnya, Al tampak panik dan langsung mengajak istrinya pulang sambil memegang perutnya. Untungnya jarak ke rumah mereka dekat, jadi Al berusaha memapah sang istri untuk sampai ke rumahnya.


Saat ia sampai d rumah Al langsung berteriak ke mamahnya.


"Maaaah, Marsha ni! "teriak Al sambil terus mengusap perut istrinya. Marsha masih tampak meringis menahan sakit.


Sang mamah yang sedang ada di dapur langsung berlari ke arah teriakan putranya.


" Kenapa sih Al bikin kaget aja ? "gerutu sang mamah sambil berlari ke arah putranya yang sedang mengelus perut istrinya yang terlihat meringis menahan sakit.


Sang mamah langsung panik saat melihat kondisi menantunya. Dia jadi sibuk sendiri dengan mondar-mandir kesana kemari yang membuat Al makin kalut.


"Mamah ngapain sih? "omel Al melihat sang mamah yang terus bolak-balik kaya setrikaan.


" Aduuuh Aaal sakiiiit! "teriak Marsha sambil mencengkram kuat lengan suaminya.


Sang papah yang baru datang dari taman belakang, langsung berlari ke ruang depan karena mendengar teriakan menantunya.


Saat ia sampai, terlihat sang istri hanya mondar-mandir dan Al meringis karena lengannya terkena cakaran Marsha.


"Mamah ngapain malah kek gitu buruan kita ke rumah sakit, kayanya Marsha mau lahiran Mah! "ajak sang papah sambil menyambar kunci mobil di atas nakas.


Marsha makin menjerit saat perutnya terus berkontraksi, otomatis Al menjadi pelampiasan rasa sakitnya dengan cengkaraman di kerah bajunya, lengannya, bahkan rambutnya juga kena jambak sang istri.


Sementara sang mamah langsung membawa perlengkapan Marsha dan babynya yang sudah ia sediakan jauh-jauh hari. Al menggendong sang istri ke mobil sang papah, sambil terus rambut Al menjadi pelampiasannya.


"Aduuh, yank, jangan jambak rambut napa, sakit bener ini! "ucap Al sambil terus berjalan menuju mobil sang papah. Setelah semuanya siap sang papah langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, karena ia tidak mau terjadi apa-apa pada keluarganya terutama menantu dan cucu pertamanya.


" Sakiiiit...! "teriak Marsha saat perutnya kembali berkontraksi. Al masih duduk di samping sang istri karena tangannya digenggam erat oleh sang istri sampai Al juga sedikit meringis.


Sekitar 30 menit mereka sampai di rumah sakit, dan perawat langsung membawa berangkar untuk membawa Marsha. Mereka berlari ke ruang persalinan. Al juga ikut karena Marsha tidak melepaskan tangan suaminya.


Marsha berjuang di ruang persalinan ditemani oleh Al, bahkan Al juga ikut tegang saat Marsha masih belum berhasil melahirkan bayinya. Marsha berjuang sekuat tenaga bahkan peluh membasahi wajah dan lehernya.


Papah Wijaya dan Mamah Desi menunggu di luar banhkan mamah Cantika dan Papah Rahadian pun sudah ada disana karena ia ditelpon oleh papah wijaya.


Mereka menunggu di luar sambil berdoa agar Marsha dan babynya selamat. Semuanya tampak tegang menunggu kabar baik dari dokter, bahkan sekarang sudah jam 2 siang tapi belum juga ada kemajuan, masih terdengar Marsha teriak kesakitan.


Al terus berusaha memberi kekuatan pada sang istri, ia mencium pucuk kepala istrinya dan berdoa agar babynya cepat lahir, dan istrinya tidak kesakitan lagi. Ia mnyangga tubuh sang istri dari belakang.


"Tarik nafas dulu lalu hembuskan ya, Sha,,! "ucap dokter.


" Sebentar lagi babynya akan lahir."lanjutnya dan Marsha pun mengikuti arahan dokter tersebut. Marsha pun mengangguk dan mempersiapkan tenaganya lagi untuk melahirkan babynya.


Sekitar jam 5 sore akhirnya perjuangan Marsha untuk melahirkan sang baby berhasil. Suara tangisannya begitu nyaring sehingga Al dan Marsha tak kuasa menahan buliran bening di matanya.


"Makasih sayang! "ucap Al sambil mencium kening istrinya yang berpeluh.


" Selamat ya, baby nya perempuan, bb nya 3,5kg,dan panjangnya 50cm."jelas sang dokter sambil menggendong baby Marsha lalu menyerahkannya pada suster untuk dibersihkan dan dibalut dengan selimut.


Al membiarkan istrinya berbaring untuk beristirahat, sementara dirinya buru-buru keluar untuk menemui orangtuanya.


"Mah, Pah, baby Al udah lahir dia perempuan cantik banget! "teriak Al sambil memeluk papah mamahnya. Mereka pun bergantian melihat keadaan Marsha dan babynya.


Setelah baby dan Marsha dibersihkan sekarang, Marsha dipersilahkan untuk menyusui baby nya untuk pertama kalinya. Sang mamah dan mamah mertua yang membantu mengajari Marsha.


" Ga papa sayang untuk yang pertama memang sakit, tapi nanti juga ngga, asi pertama bagus untuk imun baby sayang. "jelas sang mamah.


Karena hari sudah malam dan Marsha juga sang baby belum boleh pulang akhirnya mereka menginap di rumah sakit.


Al juga sudah mengabari sahabatnya dan geng ambyar juga.


Malam ini Marsha sudah pindah ke ruang rawat vip, ia ditemani keluarganya.


"Kamu udah makan Al? "tanya Marsha pada sang suami di sampingnya. Al mengangguk dan mengusap rambut istrinya.


" Anak kita cantik banget kaya kamu, yank! "ucap Al sambil terus mengelus rambut istrinya.


" oya kamu mau makan kan, sini biar aku suapin. "lanjutnya. Tapi Marsha menggeleng.


" Kenapa? "


" Aku masih kenyang, Al, lagian babynya juga udah bobo juga, jadi aku ga perlu ngasih asi. "


" Ya udah sekarang kamu juga bobo ya! "ucap Al sambil mengecup kening dan wajah sang istri. Marsha pun mengangguk dan mulai memejamkan matanya.


Sekitar jam 1 dini hari, suasana hening hanya suara hembusan nafas teratur dari orang yang terlelap tidur. Namun tiba-tiba suara tangisan bayi terdengar nyaring.


"Eeeeeaaaaak..... "suara tangis baby Al menggema di kamar tempat Marsha dirawat. Marsha langsung membuka matanya, dan melihat ke arah box bayi. Ia masih belum bisa untuk berdiri dan mengambil babynya.


Untungnya sang mamah bangun dan langsung memeriksa baby Al, ternyata dia pipis, setelah diganti popok, ia pun diberikan ke Marsha untuk diberi asi.


Keesokan pagi


Marsha dan keluarga baru diperbolehkan pulang nanti siang, karena dokter akan memeriksa kondisi Marsha dan bayinya dulu.


Baby Al sudah cantik dengan bedong yang membungkus tubuh mungilnya. Marsha juga sudah mengganti bajunya dan membersihkan dirinya. Sekarang ia akan sarapan dulu karena jadi busui ternyata gamapang lapar juga.


"Kalian udah memilih nama untuk baby cantik ini? "tanya papah Wijaya.


Al dan Marsha saling pandang, lalu Al menggeleng tapi Marsha tiba-tiba menyahut dengan mantap.


" NARITTA ELLA ZULSIA WIJAYA"


Al takjub dan suka dengan yang diberikan istrinya untuk sang putri.


Sebelum sang papah melanjutkan ucapannya tiba-tiba pintu kamar rawat itu diketuk.


Setelah dibuka ternyata para sahabat mereka datang.


Ada Sita dan Jak, Rendi dan Ayu, Diki dan Resa, Isma, Hikmah, Azriel, bahkan Kak Mei pun datang bersama Yoona sang putri,Aya dan suaminya tak lupa mba Endang dan suami


Mereka semua datang untuk menjenguk Marsha dan babynya bahkan mereka membawa beberapa hadiah untuk sang baby.


"Namanya siapa, sha? "tanya Kak Mei dengan suara basnya, yang membuat Al menoleh dan ingat sesuatu.


" Naritta Ella Zulsia Wijaya, kak Mei! "jawab Marsha sambil tetap menggendong sang baby.


" Oya yank, kenalin nih kak Mei pembimbing saat aku magang waktu itu. "ucap Marsha dengan sedikit penekanan, agar Al tau kalo rasa cemburunya dulu itu ga beralasan.


Al pun mengulurkan tangannya sambil tersenyum dan berterima kasih karena sudah mau menjenguk istri dan purtinya.


Giliran mba Endang yang sekarang melihat baby Naritta.


"Cepet sehat lagi ya neng, biar bisa makan baso mba endang lagi,! "ucapnya sambil mengelus pipi gembil baby Naritta yang terlelap tidur di pangkuan ibunya.


Satu per satu mengucapkan selamat pada Al dan Marsha dan mendoakan semoga cepat sehat kembali. Setelah berapa lama akhirnya mereka semua pulang.


Al mendekati istrinya dan memeluknya dari samping,ia seolah melindungi istri dan putri cantiknya.


Tak berselang lama Marsha dan keluarga pun diperbolehkan pulang, mereka pulang ke rumah papah Wijaya.


Saat ini Marsha sedang berada di kamar barunya di lantai bawah, karena sang mamah khawatir kalo Marsha harus bolak-balik ke lantai atas.


Saat ini Marsha sedang menyusui baby Naritta, smbil mengusap pipi gembilnya, dan sedikit meringis karena ternyata masih juga terasa sakit walau sudah seharian kemarin ia memberi asi.


Tiba-tiba Al datang lalu mengahampiri sang istri di atas ranjang, dan memeluk mereka berdua dari samping. Lalu ia berbisik


"I LOVE U SO MUCH! "


" I LOVE U TOO, MY POSSESSIVE LOVE"


The End..


Terimakasih untuk semuanya yang sudah baca "MY POSSESSIVE LOVE"


kritik dan saran kalian merupakan motivasi bagi aku sebagai author amatir ini.


Sun online yang selalu like dan komen di setiap episodenya.


Tungguin cerita baru aku ya... 😘 😘 😘 😘