MY POSSESSIVE LOVE

MY POSSESSIVE LOVE
Renang



Al dan Marsha setelah balik dari pantai, mereka seharian di villa dengan nonton TV. Bahkan sekarang udah mulai sore hari.


"Bosen ih! "gerutu Marsha sambil memencet-mencet remot tv mengubah saluran dari yang satu ke yang lainnya. Al yang duduk disamping sang istri langsung menoleh pada sang istri saat tontonanya terganggu.


" ko dipindah-pindah sih, yank? "ucap Al heran. " Bosen Al, tontonanya ngeselin. "gerutu sang istri.


" Ya udah ikut aku yuk! "ucap Al sambil beranjak berdiri. Marsha mendongak melihat suaminya yang mengulurkan tangan."Kemana? " tanyanya sambil menerima uluran tangan suaminya. Al pun menarik sang istri. Mereka berjalan ke arah belakang villa.


Namun saat akan membuka pintu Al berhenti dan menyuruh sang istri menunggunya disana. Ia kembali ke lantai atas dan mengambil sesuatu. Tak berapa lama Al sudah kembali dengan membawa handuk dan jubah mandi, serta pakaian renang unyuk sang istri.


Marsha heran saat melihat benda yang dibawa oleh suaminya.


"Ngapain bawa itu? "tanyannya sambil menunjuk benda yang dibawa Al, bukannya menjawab Al malah menarik sang istri untuk mengikutinya. Saat sampai di pintu belakang, Al membuka pintunya dan nampaklah sebuah kolam renang yang cukup besar, yang dikelilingi oleh pohon pinang di pinggirannya sehingga terlihat indah dan sejuk, bahkan kursi malas pun ada di sana dengan payung besar yang menutupinya.


"Waaw,,, Al ko ga bilang sih, disini ada kolam, kereen banget! "ucap Marsha antusias." Dulu pas liburan kesini ngga ada kan? "lanjutnya sambil mulai memainkan air di pinggir kolam.


Al sudah membuka pakaiannya dan hanya mengenakan boxer, saat sang istri berceloteh.


" Udah ganti dulu bajunya, kita renang yank! "ucapnya sambil memberikan baju renang pada sang istri." Iih jawab dulu, ko dulu ga ngasih tau? "tanya sang istri penasaran. Al pun berdecak pelan," iya bawel, dulu saat liburan kolam ini masih direnovasi, yank! "jelasnya.


Marsha pun beranjak ke ruang ganti yang sudah tersedia disana, saat ia menggunakan baju renang yang diberikan suaminya. Dia terpana saat melihat tubuhnya yang terexpos di cermin besar di ruangan itu.


" Sexy banget gue ya! "gumamnya sambil memutar tubuhnya. Sampai akhirnya ia tersadar saat ketukan di pintu memanggil namanya." Yank udah belum? "panggil Al sambil mengetuk pintu ruang ganti.


" Udah, bentar! "jawab Marsha sambil menggunakan jubah mandi dan langsung membuka pintu. Al mengerutkan dahinya saat melihat sang istri dengan jubah mandinya.


" Kenapa liatnya gitu banget sih Al? "gerutu sang istri saat melihat Al mengerutkan dahinya heran. Al menunjuk jubah mandi yang dipakai sang istri." Ngapa sih Al? "tanya Marsha masih heran.


Al pun mendekati sang istri dan menarik tali jubah mandinya, lalu membukanya dan melemparnya sembarang. Marsha refleks menyilangkan kedua tangannya di depan dada.


" Kenapa ditutupi, yank, kamu cantik banget pake baju ini! "goda Al sambil mengecup bibir tipis sang istri. Tanpa aba-aba Al langsung menggendong istrinya ke pinggir kolam.


" Al kamu duluan aza sana! "ucap Marsha saat sang suami menurunkannya." yaudah" Al pun mulai berenang bolak bolak-balik mengelilingi kolam yang lumayan besar. Marsha bahkan terpana saat melihat sang suami berenang dengan lincah, apalgi otot perutnya yang memang sudah bagus membuatnya terlihat sexy.


Al yang mulai lelah berenang ke pinggir kolam dimana sang istri masih saja memainkan air tanpa turun. "Yank, ko diem aza sih, katanya mau renang malah maen air?" ucap Al sambil menyilangkan kedua tangannya di pinggir kolam. Marsha hanya terkekeh tanpa menjawab.


"Bantuin aku naik, yank! "ucap Al sambil mengulurkan tangannya, Marsha punlangsung meraih tangan sang suami dan menariknya dengan susah payah, tapi saat Al sudah naik ia malah menarik sang istri ke pelukannya dan mereka pun tercebur bersama," byuuuurr... ".


Marsha yang memang ga bisa berenang berusaha untuk naik ke atas permukaan air, namun Al langsung menggendongnya dan membawa ke permukaan air.


" Aaal....aku ga bisa berenang tau! "teriak Marsha sambil memukul bahu suaminya dan mengusap air di wajahnya. Al tertawa lepas saat mendengar omelan sang istri, dan ia batu tau kalau sang istri ga bisa renang." pantes cuma main air doang, ternyata ga bisa renang. "gumamnya dalam hati.


Al akhirnya membawa sang istri ke pinggir kolam dan mendudukannya disana. Al masih mengomel karena ada air yang masuk ke h8dung mancungnya sehingga membuatnya memerah. Al yang masih di dalam kolam memeluk pinggang sang istri dan mengcup hidung merahnya dan berlanjut ke bibir tpis sang istri.


"Aaal,,, iya, iya aku jawab! "ucap Marsha karena geli diciumi kaya gitu. Marsha pun mulai menceritakan pengalamannya saat pelajaran renang semasa SMA.


" Dulu, tiap pelajaran renang, aku suka bilang ke gurunya lagi "dapat", atau kalau ngga bilang lagi ga enak badan. "jelasnya sambil terkekeh." Terus gurunya percaya aza gitu? "tanya Al penasaran. Marsha hanya mengangguk.


" Nih ya kalo aku jadi gurunya, aku ga bakal percaya gitu aza, masa tiap renang alesannya sama. "gerutunya." Dih kenapa kamu yang sewot sih, Al. Aku juga ga sering-sering kali izinnya, kalo kolamnya ada yang selutut, ya aku maen air doang lah yang penting nyebur ke air. "lanjutnya sambil terkekeh.


" Coba aza, dulu aku ada disana, aku bakal bikin kamu kelelep. "ucap Al gemas sambil beranjak dari kolam dan duduk di samping sang istri.


" Iih jahat banget sih Al"omel sang istri sambil memukul lengannya.


"Iya, terus aku tolong lah, kan kamu pingsan, nanti aku kasih nafas buatan deh, sambil menyelam minum air kan, cantik lagi. "jelasnya sambil tertawa puas yang malah pukulan di bahunya makin keras dari sang istri.


" Dasar mesuuum! "teriak Marsha sambil memukul bahu suaminya berkali-kali. Sampai Al menangkap pergelangan tangan istrinya dan menariknya, sehingga wajah mereka begitu dekat. Al langsung melumat bibir tipis istrinya dengan lembut. Sampai mereka terbuai. Sampai akhirnya hujan menyadarkan mereka.


"Hujan Al buruan!"pekik Marsha sambil melepas pagutan suaminya paksa dan langsung berdiri dan berteduh ke kursi malas.


Al pun mengikuti sang istri, tak lupa ia memakaikan jubah mandinya pada sang istri yang terlihat kedinginan.


"Kita masuk yu, yank, ganti bajunya biar ga masuk angin! "ajak Al sambil menggandeng sang istri yang sudah kedinginan.


Sekarang mereka sedang berada di kamar sambil bergelung dalam selimut. Al juga sudah memesan coklat panas untuk mereka pada bi inah dan sedikit cemilan. Al memeluk tubuh istrinya erat untuk memberi kehangatan.


Tok.. Tok..tok...


Suara pintu diketuk dan terdengar panghilan dari bi inah.


"Den ini coklat panas sama cemilannya udah siap! "ucap bi inah. Al pun beranjak dari ranjangnya dan membuka pintu, lalu membawa pesannya yang sebelumnya mengucapkan terima kasih pada bi inah.


Al memberikan satu gelas coklat panas pada sang istri dan satu gelas untuknya, cemilannya ia simpan di atas nakas. Mereka menikmati coklat panas di bawah selimutnya, karena cuaca hari ini benar-benar dingin, ditambah hujan yang begitu deras.


Malam mulai beranjak, tapi hujan malah semakin deras.


"Hujan gini enaknya ngapain, yank? "ucap Al pada sang istri.


" Selimutan Al, dingin banget"jawab Marsha sambil mengeratkan selimutnya. Al tersenyum menggoda dan masuk kembali ke dalam selimut,lalu memeluk sang istri erat hingga inti tubuhnya bereaksi.


Bersambung....


Eeaaa.... Ngapain tuh udah kaya gitu...


Happy readingšŸ¤—