
Al yang sudah resmi menyandang status sarjana, sekarang mulai bekerja di perusahaan cabang milik sang papah. Marsha juga kembali disibukan dengan tugas kuliah dan presentasi.
Al tetap mengantar jemput sang istri, karena jadwal masuk dan pulang kuliah Marsha sama dengan jam kerja Al, secara Marsha yang kukiah akselerasi jadi setiap hari lebih dipadatkan.
Kecuali hari sabtu Al libur sehingga dia bisa lebih banyak waktu bersama sang istri, walau masih harus mengantar jemput kuliah dulu.
"Yank, ikut dulu yuk, ke kantor aku! "ucap Al sambil fokus menyetir. Marsha yang sedang fokus pada ponselnya menoleh dengan mengerutkan keningnya heran.
" Ngapain emang? "tanya Marsha.
" Mau aku kenalin sama orang kantor, oya sekretaris aku cewe lo! "godanya sambil melirik sang istri. Marsha memutar bola matanya jengah.
" Emang kalo cewe, aku harus bilang wow gitu? "gerutu Marsha yang membuat Al terkekeh. Lalu mengusak rambut sang istri lembut.
" Aku ga mau kamu ntar cemburu kalo liat aku jalan sama dia, kalo kamu udah kenal kan akunya nyaman. "Jelas Al sambil mengusap rambut istriny kembali.
" Ya udah, lagian jam pertama ini kosong katanya dosennya gak hadir. "ucap Marsha sambil memasukan ponselnya pada saku blezer nya.
Mereka pun melanjutkan perjalanan ke kantor Al tanpa berbincang lagi. Tak berapa lama akhirnya mereka sampai di kantor Al. Mereka disambut dengan ramah oleh karyawan di sana. Al langsung menuju lift khusus untuk para petinggi kantor, dan memencet tombol lantai atas untuk menuju ke ruangannya.
Saat lift terbuka terlihat lorong yang luas dan ada meja di dekat ruangan Al, yang sudah diisi oleh perempuan cantik. Ia pun berdiri dan menyapa atasannya.
Saat Marsha mengangguk ia seperti mengenal wanita yang menjadi sekretaris suaminya itu.
"Kenalin, yank ini Aya sekretaris aku! "ucap Al sambil merangkul bahu sang istri.
" Ayaa,,, kamu apa kabar? "ucap Marsha antusias sambil merangkul sekretaris suaminya itu. Hal ini sontak membuat Al bingung.
" Kamu kenal, yank? "tanya Al heran melihat 2 perempuan di hadapannya.
" Aya ini temen kecil aku, Al! "ucap Marsha tanpa melihat ke arah sang suami.
" Kamu apa kabar, Ay? Lama ga ketemu. "ucap Marsha sambil duduk di kursi dan ditariknya agar berdampingan dengan Aya.
" Baik, kamu sendiri gimana, sha? Ko bisa sih nikah sama bos? "ucap Aya antusias.
" Ah biasa aza, dia kakak kelas aku di kampus. Kamu sendiri udah nikah? "tanya balik Marsha.
" Udah, sha, lagi program pengen punya momongan aku. "jawabnya.
Aya memang 2 tahun lebih tua dari Marsha, namun karena sahabatan dari kecil, mereka jadi hanya memanggil nama, katanya kagok kalo dibilang kakak.
Aya itu cantik kaya artis Fairus. Dulu waktu kecil ia sering dijahili oleh anak cowo sampe ia harus ngumpet di tiang listrik. Marsha juga heran ngapain ngumpet disana pan keliatan ya.
Marsha pun asyik ngobrol dengan Aya sampai tak sadar kalo sang suami udah ga ada diantara mereka.
"Aku seneng banget bisa ketemu kamu, Sha, apalagi sekarang kamu itu istri bos aku, kita tukeran no hp aza ya biar bisa kontekan terus. "ucap Aya sambil mengeluarkan ponselnya.
" Oke,, sekalian aku nitip laki aku ya, kalo petakilan ama cewe lain kabarin aku! "bisiknya sambil terkekeh.
" Tenang aza, laki kamu itu jutek, ngomongnya aza irit, kadang aku mesti tranlate dulu apa yang dia bilang. "jawabnya berbisik juga sambil cengengesan.
Saat melihat jam tangan, ia baru sadar kalo mereka cukup lama berbincang hingga melupakan pekerjaannya.
" Ya ampun, sha aku kan kerja disini, aku kerja dulu ya, ntar kabar-kabari lewat telpon ya! "ucap Aya sambil mengambil beberapa berkas di atas meja dan mulai memeriksanya.
" Udah reuniannya, anteng banget ampe lupa am aku! "celoteh Al saat melirik sang istri masuk ke ruangannya.
" Diih, kamu mah suka gitu, masa sama cewe cemburu sih! "omel Marsha sambil duduk di sofa. Al pun beranjak dari kursi kerjanya dan menghampiri sang istri dan duduk di sampingnya.
" Aku seneng kamu ternyata kenal sama sekretaris aku, apalagi dia temen kamu, jadi ga ada alasan kamu buat cemburu kan, kalo nanti aku ada meeting sama dia. "celoteh Al yang membuat Marsha menatap jengah.
" Nih, ya yang sering cemburu tuh siapa, ga kebalik nih? "sindir Marsha. Al hanya terkekeh dan mengecup bibir istrinya sekilas. Sehingga membuat Maraha mengerjap kaget.
" Aku emang selalu cemburu, tiap kali liat kamu ngobrol sama yang lain, apalagi sampai haha hihi kaya tadi"ucap Al sambil memeluk pinggang sang istri.
"Cemburu itu boleh, tapi jan berlebihan, karena yang berlebihan itu ga baik, Al! "ucap Marsha sambil melihat jam tangannya.
" Iya, sayang! "ucap Al sambil mencium pipi istrinya gemas.
" Udah ah, ayo anterin aku ke kampus dulu, ada presentasi hari ini. "ucap Marsha sambil melepas pelukan sang suaminya dan beranjak berdiri.
Al pun mengikuti sang istri lalu mengambil kunci mobilnya di atas meja. Sebelum pergi Al berpesan pada sekretarisnya bahwa ia akan mengantar istrinya dulu ke kampus sebentar.
Aya pun mengangguk dan tersenyum pada Marsha.
Akhirnya Marsha sampai di depan kampus, Al mengusap rambut istrinya lembut.
"Nanti kalo pulang kabarin aku, yank! "ucap Al lalu mengecup kening istrinya.
" Semoga presentasinya lancar ya, yank! "lanjutnya. Marhsa hanya mengangguk dan tersenyum lalu beranjak keluar mobil. Al pun pamit dan kembali ke kantornya.
Marsha sudah ditunggu oleh sahabatnya di kelas. Mereka sedang mempersiapkan untuk presentasi hari ini.
" Hai guys, gue ga telat kan? "teriak Marsha saat ia sudah berada di depan sahabatnya.
" Ngga nyantai aza, ada tugas, sha udah gue copy in tadi! "ucap Sita.
" Ok "jawab Marsha lalu duduk di bangkunya. Saat mereka sedang sibuk dengan bahan untuk presentasi, tiba-tiba dosen wali mereka datang ke kelas, dan mengumumkan kalo hari ini ada rapat dosen, sehingga semua Mahasiswa diperbolehkan pulang dan mengerjakan tugas di rumah.
"Setdah tau gini, gue tadi di kantor laki gue aza! "omel Marsha. Sambil beranjak.
" Ya sudah sih, kita jalan aza yuk, udah lama juga kita ga jalan bareng kan? "usul Diki yang diangguki oleh semuanya.
Marsha pun mengabari Al terlebih dahulu dan meminta izin untuk pergi bersama teman-temannya. Setelah diberi izin Marsha pun berangkat mengikuti temannya.
Tempat yang mereka tuju adalah kafe Hati. Mereka kangen suasana disana karena sudah lama juga ga bisa nongkrong bareng.
Saat mereka sampai di sana mereka memilih tempat lesehan agar bisa lebih leluasa. Saat mereka asyik dengan makanan yang mereka pesan tiba-tiba ada seseorang yang memanggil.
"Marsha Adelia"
Bersambung....
Terimakasih masih mau baca novel aku yang masih berantakan.
Jan lupa komen sama like nya ya... Kalo mau ngobrol lebih dekat boleh ikut gc(grup chat) di NT ya...