
"Marsha Adelia" sapa suara bariton dari arah belakang tempat meja Marsha dan sahabatnya berkumpul.
Semua menoleh ke arah suara itu dan terkecuali Marsha yang namanya dipanggil.
"Sapa, sha, cakep bener? "bisik Resa yang duduk di sampingnya. Marsha mengerutkan dahinya saat melihat cowo tinggi di hadapnnya, walau ia merasa familiar tapi ia beneran lupa siapa dia.
Marsha pun memberanikan diri untuk bertanya.
" Maaf,, siapa ya? "tanya Marsha sopan. Cowo itu terkekeh lalu menghampiri meja Marsha dan ikut duduk diantara mereka.
" Kamu beneran lupa? "tanya cowo itu. Marsha hanya mengangguk mengiyakan karena ia beneran ga inget siapa dia.
" Aku temennya, Riyan, yang sering bantu kalian buat jalan! "jelasnya, yang membuat Marsha melongo.
" Bang Ipang! "pekik Marsha tertahan.
" Ko abang jadi beda, beneran deh, aku tadi lupa tapi berasa kenal sama muka abang. "lanjutnya.
" Kenalin dong woi! "sindir Sita sambil menatap takjub pada wajah cowo di hadapannya.
Marsha pun cengengesan mendengar sindiran temannya.
" Ayo bang kenalin, ini temen-temen kukiah aku! "ucap Marsha dan mempersilahkan pemuda itu memperkenalkan diri.
Mereka pun berkenalan satu per satu.
" Oya sekarang aku udah jadi TNI lo, sha, kalo Riyan dia kerja di perusahaan batu bara. "jelasnya.
" Yaudahlah bang, aku juga udah nikah ga usah bahas dia! "ucap Marsha sedikit canggung saat bang ipang terus bilang tentang Riyan sang mantan.
Bang Ipang pun mengerti, dan ia pun menjelaskan kalo beberapa bulan lagi ia akan melangsungkan pernikahannya dengan gadis pujaannya. Akhirnya Bang Ipang pun pamit karena sang calon sudah menunggu ya di meja lain.
"Gila lo, sha, ganteng banget tuh orang, boleh gue tikung ga sih? "cerocos Resa tiba-tiba, yang membuat semuanya heran, karena ga biasanya Resa antusias kaya gitu.
" Lo salah makan obat, sa? "gerutu Diki yang membuat semuanya menahan tawa, tapi akhirnya tertawa juga.
" Sialan! "omel Resa,lalu meminum minumannya.
" Lagian aneh biasanya lu kalem beud lah diantara kita! "timpal Arga yang memandang dengan sedikit berbeda ke arah Resa.
" Gue tuh dari dulu sukaaa banget sama TNI, pokonnya keren dah kalo menurut gue, cuman ortu gue ga pernah setuju kalo gue pacaran ama TNI. "cerosos Resa, tanpa ia tahu ada yang merasa cemburu dengan penuturannya.
" Katanya, kalo nikah sama TNI bakal sering ditinggal tugas, ortu gue ga mau! "lanjutnya.
" Ya udah lo sama gue aza, Sa! "ucap Diki dengan cuek.
" Dih apaan sih lo, ga nyambung! "gerutu Resa.
Mereka pun kembali beebincang seperti biasa. Lalu Marsha pamit ke toilet sebentar. Tak berapa lama Al sampai ke kafe hati. Lalu ia memberi pesan pada samg istri kalo ia sudah di kafe hati.
Al pun masuk dan mencari keberadaan sang istri beserta temannya. Arga yang saat itu menyadari kedatangan Al, lalu ia pun melambaikan tangannya ke arah Al. Al pun menghampiri mereka dan ikut duduk bergabung bersama mereka.
"Mana istri gue, ko ga ada? "tanya Al sambil mengambil cemilan entah dari piring sapa.
" Istri lo tadi jalan ama cowo ganteng beud dah! "jawab Diki sambil terkekeh. Karena mereka tahu kalo Al cemburuan banget sama Marsha. Jadi ia pun mengerjai Al dengan santainya.
"Jan macem-macem deh lo, ga mungkin istri gue kek gitu!" omelnya sambil kembali mengambil cemilan. Tak berselang lama terdengan omelan di belakang mereka.
"Iih dasar gila, dia yang nabrak gue yang diomelin, dasar aneh! "omel Marsha sambil berjalan cepat ke arah mejanya. Ia bahkan tak menyadari Al sudah memperhatikan dirinya daei tadi.
" Kenapa sih, yank? Ngomelin sapa emang? "tanya Al yang membuat Marsha mendongak melihat ke arah sumber suara.
" Al kamu kapan dateng? Ucap Marsha sambil duduk di samping suaminya.
"Jawab dulu dong, kamu kenapa? "ulang Al.
" Tadi ada cewe, jalan cepet-cepet terus nabrak aku, eh malah dia yang marah-marah! "ucapnya kesal. Al pun mengelus rambut istrinya dan bilang" udah lah yang penting kamu ga apa apa kan? "
Marsha mengangguk dan kembali seperti biasa.
" Iya..! "jawab Al singkat.
" Wah ada bos baru ni, traktir dong! "ucap Diki sambil menaikturunkan alisnya. Al hanya tertawa dan ia pun bilang.
" Udah kalian mau makan apa aza gue yang bayar! "
Mereka pun kembali memesan makanan yang mereka inginkan, lalu makan bersama sambil sesekali bercengkrama diselingi tawa.
" Eh ngomong-ngomong kalian kapan punya dede bayi? "tanya Sita di sela maknanya, yang malah membuat Marsha terbatuk.
Al pun memberikan air putih pada istrinya agar meminumnya.
" Pelan-pelan, yank! "ucap Al sambil mengusap punggung istrinya.
" Kita lagi usaha, ini tiap hari! "lanjut Al yang membuat semuanya tersenyum jahil, bahkan Diki dengan songongnya bilang
" Cieee.... Ga cape tuh tiap hari! "ucapnya sambil tertawa.
Marsha mencubit pinggang suaminya gemas, ia merasa malu dengan sikap suaminya yang lempeng-lempeng aza ngobrolin hal kek gitu.
" Makannya cepetan nikah! Biar tahu rasanya kaya gimana! "sindir Marsha.
Mereka pun tertawa bersama sampai akhirnya Resa mengingatkan kalo tadi ada undangan dari kakak kelasnya Marsha.
" Sapa yank? "tanya Al dengan tatapan tajam.
" Bang Ipang, Al, kakak kelas aku katanya beberapa bulan lagi dia nikah, ngundang kita buat dateng. "ucap Marsha santai, walau ia tau suaminya sedang mode cemburu.
Al pun akhirnya mengangguk dan kembali memakan makanannya. Karena Al masih harus ke kantornya, otomatis Marsha pun ikut ke kantor Al. Mereka pun pamit pada sahabatnya dan pergi ke kantor Al.
Di kantor
Keadaan kantor tampak sibuk dengan pekerjaan mereka masing-masing. Marsha mengikuti suaminya ke ruangannya, terlihat Aya juga sedang sibuk dengan laptopnya. Jadi ia hanya menyapa seperlunya.
Di ruangan Al Marsha duduk di sofa dengan menyandarkan punggungnya. Hari ini ia ti&ak terlalu lelah, hanya saja sedikit bosan dengan hari ini. Al sendiri mulai sibuk dengan laptonya.
Marsha pun membuka ponselnya lalu membuka aplikasi mamitoon, ia membaca novel yang belum beres ia baca. Sampai akhirnya ia ketiduran di sofa.
Al heran ko istrinya yang tadi haha hihi kenapa jadi diem. Saat ia menoleh ternyata istrinya sudah terlelap dengan ponsel masih di tangannya. Al pun menghampirinya lalu membuka jasnya dan menutupi tubuh istrinya dengan jasnya sebagai selimut. Lalu mengambil ponselnya dan menyimpannya di meja.
Sebelum kembali bekerja Al mencium kening dan bibir istrinya dengan lembut. Lalu kembali ke meja kerjanya dan mulai mengerjakan kembali pekerjaannya yang sempat tertunda beberapa menit.
Sekitar jam 5 sore semua karyawan sudah pulang, Al pun hendak membangunkan sang istri untuk pulang, saat ia hendak mengusap pipi istrinya, tiba-tiba pergerakan bola mata istrinya terbuka, dan ia pun mengerjapkan matanya yang sedikit perih.
"Nyenyak bobonya yank?" ucap Al lembut lalu mengecup pipi sang istri. Marsha yang masih mengumpulkan nyawanya hanya mengangguk, lalu duduk dengan tegak.
"Maaf, Al aku tidurnya lama ya? "ucapnya dengan suara serak khas bangun tidur.
" Ngga kok, daripada kamu bosan, lagian kerjaan aku juga udah beres, yu kita pulang! "ajak Al sambil mengambil tas sang istri.
" Aku ke toilet dulu bentar Al! "ucap Marsha sambil berdiri lalu pergi ke kamar mandi yang ada di ruangan itu.
Saat ia masuk terdengar jeritan Marsha dari dalam.
" Aaaaaaaaa...... "
Bersambung....
Hai hai. Aku balik... Semoga ga bosen dengan cerita aku ya...
Jan lupa like sama komennya...!
Terima kasih juga yang selalu setia baca cerita ini, selalu like dan komen semuanya terima kasih.
Tanpa kalian apalah.arti dari cerita ini.... 😘 😘 😘
Oya atu lagi... Grup chat aku masih sepi kali aza dari kalian minat masuk... Biar bisa ngobrol lebih dekat...