
Marsha bangun lebih pagi, ia terlihat s7dah cantik dengan pakaian santainya. Dia bersemangat sekali pagi ini karena hati ini ia dan sang suami akan pergi ke pantai, tempat yang paling Marsha sukai. Sementara Al masih bergulung nyaman dalam selimutnya.
"Al bangun ih.. Udah siang, katanya mau jalan-jalan! "ucap Marsha sambil mengguncang bahu suaminya.
" Hmmm, masih ngantuk, yank! "gumam Al dengan suara parau,sambil menarik kembali selimutnya dan sekarang malah menutupi kepalanya.
" Iih katanya mo liburan, tapi malah tiduran tau gitu ngga usah jauh-jauh datang kemari! "omel Marsha kesal sambil menghentakan kakinya dan pergi keluar kamar.
Di bawah nampak bi Inah sedang menyiapkan sarapan di meja makan. Marsha pun menghampirinya.
" Pagi bi! "sapanya sambil ikut membantu membereskan makanan untuk sarapan.
" Pagi non, udah bangun, mana den Al nya ko sendirian? "tanya bi Inah.
" Ngga mau bangun dia bi, padahal aku pen liat sunraise. "jawabnya kesal sambil bersedekap dada.
Bi Inah malah terkekeh, mendengar jawaban nona mudanya.
" Den Al itu emang susah bangun pagi, non! "ucapnya sambil terkekeh.
" Ya udah non, sarapan duluan aza! "lanjutnya.
Marsha pun mengangguk dan mulai menyuapkn sarapannya. Setelah selesaai ia beranjak dan hendak pergi keluar. Namun saat akan membuka pintu bi Inah memanggilnya.
" Non, mau kemana? "ucapnya sambil tergesa menghampiri nonanya.
" Aku mau jalan ke pantai sendiri aza, bi, kesel juga nungguin orang tidur.! "jawab Marsha sambil membuka pintu.
" Tapi non, gimana kalo nanti den Al marah? "tanya sang bibi terlihat khawatir.
" Ngga akan bi, bilangin aza aku ke pantai duluan, jalannya juga aku udah tau kok, bi! "ucap Marsha menenangkan sang bibi yang terlihat khawatir.
" Ya udah dianter sama mang Diman aza ya non! "ucap sang bibi sambil langsung memanggil mang Diman unyuk mengantarnya.
Marsha pun pergi bersama mang Diman ke arah pantai, suasananya masih sama saat ia pertama kali menginjakan kakinya ke tempat ini. Angin yang berhembus menerpa rambut Marsha yang diikat dengan sembarang. Akhirnya mereka sampai di pantai. Marsha menghirup udara pagi hari di pantai dengan memejamkan matanya.
"Oya mang Diman pulang aza, kasihan bi Inah kali aza butuh bantuan, aku ga papa ko sendirian disini. "ucap Marsha sambil melihat ke arah mang Diman.
" Baik non, saya balik dulu, pekerjaan saya juga belum beres, biar nanti den Al saya kasih tau non udah disini! "ucapnya sopan lalu pergi meninggalkan Marsha.
Marsha menikamati pemandangan yang ada di hadapanya dengan takjub, ia berjalan sendiri menyusuri bibir pantai, sehingga kakinya basah terkena ombak kecil yang datang seolah mereka mengajak bermain. Walau Marsha suka pantai, tapi ia takut kalo harus berenang disana, karena sejujurnya Marsha emang ngga bisa berenang.
Ada beberapa anak kecil yang berlarian kesana kemari, ada juga yang bermain pasir, bahkan ada seorang anak perempuan tiba-tiba menarik tangan Marsha, ia mengajak Marsha untuk membuat istana pasir.
"Kak, ayo bikinin aku istana pasir! "rengeknya pada Marsha. Marsha sempat heran dan melihat sekeliling mencari dimana orang tua anak ini.berada.
"Kamu disini sama siapa, Dek?" tanya Marsha lembut sambil berjongkok mensejajarkan tingginya.
"Aku sama mamahdan papah, tuh disana! "ucap anak kecil itu sambil menunjuk ke arah sepasang suami istri yang sedang duduk di kursi santai.
Marsha pun mengangguk, dan anak itu kembali menarik tangannya untuk mengikutinya.
Terlihat beberapa mainan pasir disana.
Mereka pun mulai membuat istana pasir yang cukup besar sehingga anak kecil itu bersorak gembira.
Di Villa
Al baru membuka matanya, saat ia bangun tidak ada istrinya di kamar.
"Yank, kamu lagi mandi! "ucapnya parau sambil mengucek matanya yang sedikit perih.
Tak ada jawaban, bahkan suara gemericik air pun tak terdengar.
"Mungkin dia di bawah." pikirnya dan beranjak ke kamar mandi untuk membersihkan diri, karena kelelahan gara-gara semalam ia jadi bangun kesiangan.
Setelah mandi Al memakai pakaian santai karena ia dan sang istri akan menikmati hari ini di pantai. Al pun turun dan memanggil istrinya.
"Yank, kamu dimana! "teriak nya, tapi tetep tak ada jawaban yang membuat Al heran.
" Sayaaaaang...! "lanjutnya, sambil duduk di meja makan. Bi inah tampak menghampiri tuannya.
" Den, non Marsha udah pergi ke pantai duluan! "ucapnya memberi tahu.
" Hah! "jawab Al kaget.
" Iya, tadi pagi si non udah banguni aden, tapi katanya susah ga bangun-bangun adennya, dia terlihat kesal lo den. "jelas bi inah.
Al pun tanpa basa-basi langsung menyusul sang istri ke pantai, bahkan ia melupakan sarapannya.
" Nanti aza, bi! "jawab Al sambil berlalu.
Al melangkah cepat menuju pantai, ia khawatir pada istrinya, kadang ia berlari kecil agar segera sampai. Saat sampai di pantai terlihat banyak orang dengan kegiatan mereka masing-masing. Al mengedarkan pandangannya mencari sang istri.
Bahkan Al bebeapa kali menyapa orang yang salah, hingga ia menemukan seorang anak perempuan yang bersorak melihat istana pasir yang dibuat oleh seorang gadis cantik. Al pun bergegas menghampiri mereka, saat jaraknya hanya beberapa langkah lagi, ia tahu bahwa yang membuat istana pasir itu istrinya. Perasaannya lega saat melihat tingkah polos istrinya bersma seorang anak kecil.
Marsha yang pegal karena terus jongkok, akhirnya berdiri, dan tak menyadari kalo Al sudah ada di belakangnya. Tanpa aba-aba Al langsung memeluk perut rata istrinya dari belakang.
"Kok ninggalin aku sih, yank! "bisiknya, yang membuat teriakan Marsha berentidan berganti dengan omelan.
" Iiih kamu ngagetin tau Al! "omelnya sambil mencubit lengan suaminya. Adegan itu tidak luput dari perhatian anak kecil di hadapannya, yang membuat anak itu terkekeh.
" Kakak sama abangnya lucu! "celetuknya yang membuat Marsha dan Al sadar kalo ia sedang diperhatikan anak kecil.
" Awas lepasin, malu tau ada anak kecil! "ucap Marsha sambil melepas tangan suaminya.
" Kamu namanya siapa anak manis? "tanya Al sambil mengusak rambut berponi anak kecil itu.
" Delia, bang! "jawabnya antusias.
" Abang pacarnya kak Shasha ya! "lanjutnya polos yang membuat Al terkekeh.
" Bukan, abang suaminya. "jawab Al. Setelah itu tampak orangtuanya memanggil namanya.
" Terima kasih ya kak, abang udah mau nemenin delia main, delia pulang dulu ya udah dipanggil mamah. "ucapnya sambil mengecup pipi shasha dan Al.
Sekarang tinggal mereka berdua, Marsha hendak beranjak pergi dari sana meninggalkan suaminya, karena ia masih kesal pada suaminya yang telat bangun.
" Mau kemana sih, yank! "tanya Al sambil menarik lengan istrinya.
" Sana tidur, ngapain kesini! "gerutu Marsha.
" Maafin aku, yank, jan marah dong! "bujuknya sambil melingkarkan kembali tangannya di perut sang istri.
" Kamu mah ngeselin, katanya mau liburan malah rebahan! "gerutu Marsha.
" Iya, iya, maafin aku abis semalem aku cape banget yank, abis kamunya diem mulu kan aku jadinya yang kerja sendirian. "jelasnya yang malah mendapat cubitan keras di lengannya kembali.
" Aduh sakit, yank! "ucap Al sambil mengelus tangannya yang kena cubit.
" ngapain ngomongin yang begituan disini sih, ntar ada yang lewat denger lagi! "omelnya setengah berbisik. Al pun terkekeh memdengar ocehan istrinya.
" Ya udah, dimaafin kan? "lanjut Al.
" Oya kamu udah sarapan belum, yank? "imbuhnya karena ia merasa perutnya berontak.
" Udah, kamu sendiri? "tanya marsha yang mendapat gelengan kepala dari Al.
" Ngapain kesini, kalo belum sarapan? "omelnya lagi, pokoknya sepagian ini Al terus mendapatkan omelan sang istri gara-gara bangun kesiangan.
" Aku kahawatir sama kamu, yank, jadi aku langsung susul kamu ke sini! "jelas Al yang Marsha terharu. Padahal yang dialakukan Marsha hanya mengomeli suaminya, tapi suaminya malah mengkhawatirkan dirinya yang tidak apa-apa.
" Udah ayo pulang, kamu sarapan dulu! "ajak Marsha sambil menarik suaminya berbalik arah menuju ke villanya. Al pun menuruti sang istri dan kembali ke villanya.
Saat sampai di villa, Marsha langsung menyiapkan sarapan suaminya yang kesiangan.
" Udah cepetan makan, jan liatin aku mulu! "gerutu sang istri.
" Sarapan utama aku itu ya kamu, yank! "celotehnya. Marsha mengerlingakan matanya jengah.
" Aku nunggu di ruang tivi ya! "ucap Marsha sambil beranjak. Namun ditahan oleh sang suami.
" Ngga kamu disini nemenin aku, suapin ya! "rajuknya.
" Dasar manja! "gerutu Marsha sambil tetap melakukan apa yang dipinta suaminya.
" Nanti setelah makan siang kita jalan-jalan lagi deh, yank! "ucap Al disela makannya. Marsha hanya mengangguk dan berucap.
" Ngga rebahan lagi! "sindirnya.
" Kalo kamu maunya rebahan, ya hayu aku masih kuat ko yank! "godanya.
" Aaaal.... "gerutu Marsha. Yang membuat Al terkekeh.
Bersambung.....
Happy reading... Jan lupa like sama komennya ya 😊