
3 hari setelah acara lamaran Marsha. Keluarga dari pihak papah sama mamah Marsha. Suasana rumah Marsha nampak ramai karena selain om dan tante Marsha ada juga sodara sepupu Marsha yang seumuran Marsha.
Saat itu mereka akan mengadakan acara makan-makan di taman belakang. Saat itu Marsha sedang asyik bercerita dengan 2 sodara sepupu cewenya. Tiba tiba mamah berteriak memanggilnya..
"Shaa, tolong beliin ini di supermarket! Anterin aza sama bang Rafa biar cepet. "ucap mamah Cantika sambil memberikan daftar belanjaan yang harus dibeli. Bang Rafa pun mengambil kunci motornya dan mengajak Marsha pergi. Sekitar 15 menitan mereka sampai di supermarket, mereka pun masuk dan langsung mengambil bahan2 yang ditulis di daftar belanjaan. Mereka berbelanja saling beriringan bahkan kalo dilihat seperti pasangan kekasih, padahal mereka sepupuan. Tanpa mereka sadari ada orang sedang menggertakan giginya dan menatap penuh kemarahan dan cemburu pada mereka.
"Udah beres kan semua kan, Sha? "tanya bang Rafa sambil berjalan menuju kasir.
" Udah bang, beres semua. "jawab Marsha. Akhirnya mereka membayar di kasir dan langsung pulang menuju rumah Marsha. Tanpa Marsha sadari kalo Al mengikutinya dari belakang. Alfan tidak mau menghampiri Marsha saat Marsha sudah sampai depan rumahnya, ia hanya memukul setirnya dan berbalik arah.
"Kamu pergi sama sapa sih, Sha? "geramnya menahan amarah. Alfan pulang dengan muka ditekuk, bahkan mamahnya heran melihat anak semata wayangnya yang datang dengan muka kesal seperti itu.
" Kamu kenapa, Al? Jelek amat mukanya? "tanya mamah Al sambil menggoda putranya. Tapi bukannya dijawab Al malah melewati mamahnya gitu aza dan langsung pergi ke kamarnya.
" Siaal... Pantes kamu ngga bales pesen aku, Sha. Ternyata kamu lagi maen sama cowo lain. "teriak Al sambil mengepalkan tangannya meninju tembok kamarnya.
" Aaaaarrghh...! "
" Padahal bentar lagi kita tunangan, kenapa kamu malah maen di belakang aku. "gumamnya.
Di rumah Marsha.
" Sha, hp kamu bunyi terus tuh dari tadi. "ucap Bang Jay. Marsha baru ingat kalo saat ia pergi ke supermarket hpnya tertinggal di meja ruang tamu.
" Iya, bang! Tadi lupa dibawa. "jawab Marsha sambil pergi mengambil hpnya. Saat membuka hpnya terdapat banyak panggilan tak terjawab dari Al sampai 20 kali, pesan juga nyampai puluhan.
COWO GILA
Kamu kemana sayang ko ngga angkat telepon aku✅
Hanya itu yang Marsha baca terlebih dahulu..
Marsha
Maaf Al, tadi aku abis belanja dulu disuruh mamah✅
Tapi setelah beberapa menit, jam tetap tidak ada balasan dari Al. Marsha sempat heran biasanya Al selalu langsung menjawab pesan Marsha.
"Ko tumben ya, Al ngga bales, lagi sibuk kali ya. "gumam Marsha di tengah acara makan-makan bersama keluarga besarnya.
Sampai malam pun Al ngga menghubungi Marsha, bahkan ketika ditelepon Marsha pun hp Al malah ngga aktif. Marsha yang memang ngga tau masalahnya apa akhirnya ia pun tidur bersama sodar sepupunya.
Keesokan harinya
Marsha yang sudah siap berangkat ke kampus ngga ada tanda-tanda akan dijemput Al. Akhirnya bang Rafa nawarin buat nganterin Marsha ke kampusnya.
"Ayo dianterin sama abang aza, Sha, sekalian mau jalan-jalan. Kali aza nemu yang bening"selorohnya sambil memutarkan kuci motornya di jari telunjuk.
"Iya hayu... Di kampus Shasha juga bening-bening, Bang! "balasnya sambil terkekeh.
Marsha terus memikirkan Al yang sulit dihubungi bahkan ngga dateng menjemputnya.
Akhirnya Marsha sampai di kampus, sebelum masuk ia pun melambaikan tangannya ke abang sepupunya. Marsha pun berjalan masuk dan menuju kelasnya, saat di depan kantin nampak Al sedang menatapnya dengan kesal.
"Al,, ko kamu ngga jemput aku? "ucap Marsha sambil mengahampiri Al yang masih berdiri disana. Al hanya menatapnya dengan sinis. Lalu berlalu tanpa menjawab pertanyaan Marsha. Marsha mengerutkan keningnya dan saat akan mengejar Al tiba-tiba Sita menariknya dari belakang.
" Sha.. Buruan pak Bangbang udah di kelas, mai lo dikasih tugas lagi. "ucap Sita sambil setengah berlari. Marsha pun hanya melihat Al sekilas lalu langsung berlari mengikuti Sita.
Di kelas Marsha nampak ngga fokus menerima semua penjelasan dosen, hingga jam makan siang tiba. Al ngga juga menghampirinya di kantin.
" Kenapa sih, ko jadi kaya gini? "gumam Marsha mengacak rambutnya frustasi.
Sekitar jam 4 sore akhirnya kampus merah bubar, dan Marsha juga pulang dengan pikiran yang masih ambyar memikirkan sikap Al yang dingin. Ketika sampai parkiran tiba-tiba ada yang menarik tangannya dengan kasar dan menyeretnya masuk ke mobil. Marsha yang berontak kaget saat melihat orang yang menyeretnya adalah Al.
"Al..? "ucap Marsha kaget.
Al hanya menoleh sekilas dan langsung melajukan mobilnya dengan agan cepat. Marsha benar-benar takut melihat Al seperti itu.
Sampai akhirnya sampai di rumah Al, saat itu keadaan rumah Al nampak sepi mungkin Mamah dan papah Al masih belum pulang. Al menarik Marsha masuk ke dalam dan sedikit menyeretnya.
"Al,, sakit! "ucap Marsha sambil berusaha melepaskan cengkraman Al di tangannya. Tapi Al malah makin mengeratkannya hingga sampai di kamarnya. Marsha didorong ke dinding dan dikurung oleh kedua tangan Al. Dengan mata penuh amarah Al langsung mencium bibir Marsha dengan agak kasar sampai Marsha berontak dan berusaha melepaskan diri dari Al. Dengan mata berkabut Al terus memaksa Marsha hingga Marsha menangis, tapi Al ngga memperdulikan teriakan dan tangisan Marsha.
Sampai akhirnya Al melepas ciumannya untik menarik nafas sebanyak - banyaknya. Marsha ngga menyiakan kesempatan itu, ia pun mendorong dada Al, dan berusha keluar dari kamar Al, tapi Al tak memberinya kesempatan ia malah menarik Marsha dan mendorongnya ke ranjang king size Al hingga terlentang. Al langsung ******** Marsha yang ketakutan.
"Al.. Jangaaan,, aku mohon! "ucap Marsha sambil menangis dan mendorong dada Al agar menjauh. Tapi nafsu sudah menguasai Al saat itu, ia ngga peduli teriakan Marsha, tangisan Marsha yang ia pikirkan bahwa Marha haris jadi miliknya. Al langsung mencium bibir Marsha lagi, melumatnya dengan lembut, walau Marsha berusaha memalingkan wajahnya tapi ditahan oleh Al. Tangan Al mulai membuka kancing atas kemeja Marsha yang ditahan oleh Marsha dengan sekuat tenaga.
Saat Al melepaskan ciumannya Marsha berteriak
"Jangaaan.. Al, kamu bikin aku takut, jangan! "teriak Marsha sambil tubuhnya bergetar ketakutan ia mengingat kembali kejadian saat Doni akan melecehkannya.
Al yang tersadar langsung bangkit dan mengacak rambutnya frustasi.
" Aaaaarrghh...! "teriaknya.
Marsha benar-benar ketakuatan ia bangun dan terduduk sambil memegang kemejanya yang terbuka. Marsha menangis sambil menelungkupkan wajahnya diantara lututnya.
Alfan yang tersadar akan tindakannya langsung mendekati Marsha dan memeluknya, tapi langsung ditolak oleh Marsha.
"Jangan sentuh aku! "tolaknya sambil menjauh dari Al.
" Maafin Aku, Sha! "ucap Al sambil terus berusaha merangkul kelasihnya.
" Jangaan,,, aku mohon jangan sakiti aku, Al! "ucap Marsha sambil terus menangis.
" Kenapa kamu tega nyakitin aku, Al? "lanjutnya.
" Siapa cowo yang bareng kamu kemarin? "ucap Al tiba-tiba dengan mata penuh intimidasi.
Marsha mendongak dan mencoba mengingatnya.
" Maksud kamu siapa? "tanya balik Marsha.
Al mengeratkan rahangnya dan memegang bahu Marsha lalu mengguncangnya.
" Kamu kemarin mesra-mesraan sama cowo siapa dia? Bahkan tadi dia mengantar kamu ke kampus. "ucapnya dengan penuh amarah.
Marsha akhirmya tau siapa yang Al maksud. Ia melepaskan cengkraman tangan Al di bahunya.
" Sakit,, Al.!"ucap Marsha.
"Jawaab, Sha! "bentak Al. Marsha makin merasa tidak mengenali orang di depannya.
" Dia abang Rafa sepupu aku, Al"jawabnya sambil menahan rasa sakit di tubuh dan hatinya.
"Bohong..! "bentak Al sambil mencengkrang bahu Marsha kembali.
" Cemburu itu boleh tapi jangan buta"ucap Marsha penuh penekanan.
"Aku bukan cewe yang suka selingkuh, ingat itu Al! "lanjut Marsha penuh penekanan. Marsha pun menepis tangan Al dan beranjak pergi. Dia merasa sakit dengan apa yang dilakukan Al hari ini.
" Kalo kamu ngga percaya kamu bisa dateng ke rumah aku sekarang, disana sedang ada keluarga besar aku, tapi jangan harap kamu bisa ketemu aku. "ucap Marsha sambil menghentikan langkahnya tanpa menoleh ke arah Al. Lalu Marsha pun pergi, ia pulang dengan kendaraan umum.
Sementara Al hanya diam mematung ia mencerna semua perkataan Marsha. Ia menyesal kenapa bisa berbuat bodoh dengan melakukan hal yang menyakiti Marsha.
"Bodooh....! "teriak Al sambil memukul wajahnya sendiri. Dia benar-benar menyesal dia ingin mengejar menemui kekasihnya tapi ia urungkan karena ia yakin saat ini Marsha sedang membecinya.
Bersambung....