
Nampak seseorang mengepalkan tangannya dengan geram sambil melempar foto dinner Marsha dan keluarga Alfan.
"Bren****k!!! Jangan harap lo dapetin milik gue! "geramnya.
Doni yang sudah kembali ke rumahmya setelah mendekam di sel tahanan beberapa lalu, ia sudah bebas karena dijamin oleh papahnya yang memang orang kaya. Doni selalu mengawasi gerak - gerik Marsha lewat anak buahnya. Dia benar-benar sudah terobsesi dengan Marsha. Namun yang membuatnya kesal Al selalu mengikuti kemana pun Marsha pergi hingga ia kesulitan untuk mendekati Marsha.
"Sebentar lagi kamu bakal jadi milik aku, cantik. "ucapnya sambil melihat foto Marsha.
Doni merencanakan sesuatu untuk mendapatkan Marsha dengan cara apapun.
Di kampus merah
" Ta,, tungguin gue, ngapa sih? "ucap Marsha setengah berlari, mereka sedang menuju kantin.
Sita saat itu ntah kenapa mood nya jelek banget, biasanya bawel, sekarang diem2 bae. Mukanya juga kusut banget.
" Napa sih lo, Ta, jelek banget mukanya hari ini? "cerocos Marsha,yang diabaikan Sita.
Mereka pun duduk di meja kantin dekat jendela. Sita hanya menopang dagunya sambil mengingat kejadian semalam.
Malam itu Sita diajak jalan sama Jak ke taman kota,. Jadi setelah pengembalian hp Sita diam2 mereka sering ketemu dan jadi tambah deket, bahkan Sita sering cerita tentang Marsha biar Al tau gimana Marsha. Saat itu Jak tiba-tiba mengungkapkan isi hatinya pada Sita..
"Ta, sebenernya aku suka sama kamu, apa kamu mau jadi pacar aku? "ucapnya sambil menggenggam tangan Sita yang mendadak dingin. Saat Sita alan menjawab tiba-tiba daei arah belakang Jak datang cewek tinggi, langsing bak model menghampiri Jak dan memeluknya mesra.
" Sayang aku nyariin kamu tau dari tadi, kata prang ruman kamu ke taman, ya udah aku kesini. "ucapnya sambil terus meluk Jak yang nampak pucat.
Sita yang saat itu memang sudah suka sama Jak, hatinya merasa berantakan dan langsung menepis tangan Jak dan berlari pergi.
" Bodooh..! Ngapain lo suka sama dia. "umpatnya sambil mengusak rambutnya kesal. Saat itu teman-teman nya heran melihat tingkah Sita yang ngga biasa, mereka semua bertanya lewat kode mata tapi semuanya hanya menggeleng tak tau.
Sekitar jam 4 sore kelas beres, Sita saat itu buru2 beranjak pergi, walau pamit dulu sama temen-temen nya. Semuanya masih belum tau apa yang terjadi sama Sita.
Akhirnya mereka semua pulang, tinggal Marsha yang nunggu Al.
COWO GILA
Tunggu bentar, yank, aku ngasihin dulu tugas ya✅
Marsha
Ok✅
Marsha pun nunggu di kanti sambil pesan minuman. Tanpa ia sadari ada orang ya g sedang mengawasinya dan mulai mendekati Marsha.
"Hai, cantik boleh duduk? "ucap cowo tinggi yang tiba-tiba duduk di depan Marsha. Marsha mendongak dan semua badannya menjadi lemas dan kaku, keringat dingin mengucur dari pelipisnya.
" L... Lo..ngapain disini"ucap Marsha bergetar sambil memegang tasnya menarik ke dadanya dengan erat. Marsh benar-benar ketakutan ia mengingat kembali kejadian di rumah perkebunan teh itu. Cowo tinggi itu Doni dia duduk di depan Marsha dengan senyum penuh kemenangan. Marsha ingin berlari tapi seolah ada paku menancap di kakinya.
"Aku mau minta maaf, Sha. "ucap nya sambil memasang muka memelas,tapi tentu saja itu hanya akting.
Alfan berlari menuju kantin, dia mencari gadisnya, saat masuk nampak Marsha sedang berhadapan dengan cowo yang memunggungi Al.
" Kamu sama sapa, Sha? "geram Al kesal, posesifnya muncul saat melihat Marsha berdua dengan laki-laki lain. Saat itu Marsha menoleh ke arahnya dan berteriak.
" Aaaall, tolong! "teriak Marsha yang masih tetap duduk terpaku.Al kaget mendengar teriakan Marsha, lalu cepat2 berlari ke arahnya.
" Ada apa, yank? "ucap al sambil menghampiri Marsha yang terlihat pucat, Marsha langsung memeluk Al dan berdiri di belakang Al sambil memeluk Al kuat.
Saat Al melihat ke arah depan nampak Doni sedang tersenyum penuh kemenangan.
" Lo lagi hah? Belum puas lo bikin cewe gue trauma hah? "geram Al sambil meraih kerah baju Doni. Alfan hampir saja meninju wajah Doni yang tampak mengejek, tapi tiba-tiba Marsha berteriak
" Udah, yank, kita pulang! "sambil menarik tangan Al. Marsha benar-benar ketakutan ia ingin segera pergi dari sana. Al pun menuruti perkataan gadisnya lalu bergegas pergi dari sana.
Doni tertawa puas setelah mereka pergi. Doni benar-benar ingin memiliki Marsha seutuhnya. Baru kali ini ia terobsesi sama cewe, biasanya semua cewe gampang ia dapatkan,, tapi todak dengan Marsha.
"Permainan baru dimulai sayang. "ucapnya dengan seringai licik di bibirnya.
Marsha saat itu benar2 ketakutan trauma yang sudah ia hilangkan dengan susah payah tiba-tiba datang lagi dengan datangnya pelaku dihadapannya. Tubuhnya masih sedikit bergetar walau Marsha sekarang sudah aman berada disamping Al. Al khawatir melihat keadaan gadisnya yang masih ketakutan, ia pun menyentuh bahu Marsha untuk menenangkan, tapi bukannya menenangkan ia malah membuat Marsha teriak
"Jangaaan..! "teriaknya sambil beringsut menjauh. Al kaget dengan reaksi Marsha lalu ia pun menepikan mobilnya, dan berusaha membuat Marsha tenang.
" Yank,, ini aku Alfan, kamu jangan takut! "ucapnya sambil berusaha merengkuh tubuh gadisnya. Marsha yang tersadar langsung memeluk erat tubuh Al, dia menangis tersedu rasa takutnya akan kejadian waktu itu terbayang kembali.
" Aku takut, Al"ucapnya sambil terisak.
"Kenapa dia balik lagi, aku ngerasa ngga aman kalo tiba-tiba dia datang lagi disaat kamu ngga ada. "lanjutnya sambil terus memeluk Al dan menyembunyikan wajahnya di dada bidang Al.
" Aku bakalan lindungin kamu, yank, aku akan terus berada di samping kamu. "ucap Al sambil mengelus pucuk kepala gadisnya dan memberi kecupan disana.
" Maafin aku, udah nyuruh kamu nungguin aku, untuk sekarang dan seterusnya aku ngga bakalan lagi buat kamu nunggu aku, yank! "lanjutnya. Marsha hanya mengangguk dan mulai melepas pelukannya.
" Kok dilepas sih, yank? "goda Al yang mendapat tabokan di lengannya.
" Ayo, pulang, aku ngantuk. "ucap Marsha dengan mata sembab dan idung merah yang nampak sangat menggemaskan di mata Al.
Al pun mengangguk dan mulai melajukan mobilnya dengan pelan, hingga membuat Marsha tertidur. Al hanya terkekeh pelan melihat gadisnya yang tertidur dan mengusak rambutnya lembut.
"Aku sayang banget sama kamu, yank! "ucap Al sambil mencuri mencium pipi Marsha. Tak berapa lama mereka pun sampai dirumah Marsha. Marsha yang sudah terlelap membuat Al ngga tega buat ngebangunin, akhirnya Al pun menggendong Marsha masuk ke rumahnya. Bahkan mamah, papah sama rangga sempat khawatir kenapa Marsha sampai digendong gitu, tapi Al menceritakan kalo Marsha kelelahan dan mengantuk. Tentunya masalah pertemuan dengan Doni tak ia ceritakan.
Setelah itu Al pun pamit pulang dan membiarkan gadisnya tidur dengan nyenyak.
Bersambung...