MY POSSESSIVE LOVE

MY POSSESSIVE LOVE
Kaget



Terlihat keluarga Al dan Marsha sedang duduk melingkar di ruang tamu rumah Al. Mereka baru saja menyelesaikan ritual sarapan pagi. Al duduk di samping Marsha, ia seolah ngga mau jauh dari gadisnya. Bahkan kalo ia ngga malu rasanya ingin memeluk gadisnya dengan erat.


Setelah mereka berbincang ringan akhirnya papah Wijaya memulai pembicaraan yang serius.



"Al, Shasha, kami sudah sepakat setelah kalian selesai UAS semester ini, kami akan menikahkan kalian demi kebaikan kalian, terutama Marsha, papah ngga mau kejadian kemarin terulang lagi. "ujarnya panjang lebar, sambil menggenggam tangan istrinya.


Al dan Marsha kaget mendengar keputusan yang diambil oleh orang tua mereka yang dirasa terlalu mendadak.



" Papah beneran mau nikahin Al sekarang? "ucap Al dengan fokus menatap papahnya yang mengangguk mengiyakan. Al yang sebelumnya melongo sekarang tersenyum sumringah. Lain Al lain juga Marsha. Marsha masih terpaku mendengar ucapan papah Wijaya, ia ngga percaya kalo harua nikah secepat ini, dia masih mau kuliah, masih mau bebas, tapi kekhawatiran orangtuanya akan kejadian kemarin memang membuat keluarganya shok apalagi Marsha yang mengalaminya langsung.



"Mah, emang harus sekarang Shasha nikah? Kan masih kuliah? "bisik Marsha sambil memarik ujung baju mamahnya yang duduk disampingnya. Mamahnya hanya mengangguk sambil tersenyum lalu mengusap kepala putrinya lembut.


Bisikan Marsha ternyata didengar oleh papahnya.



" Kan kuliah sambil nikah ngga papa, Shasha! "ucap papahnya.



" Tapi.... "ucap Marsha belum sempat menyelesaikan kalimatnya sudah dipotong sama mamah Desi.



" Udah sayang, tenang aza kaliah masih tetap kuliah ko, kalian harus melanjutkan kuliah kalian sampai beres, tapi kalian juga harus cepet2 ngasih mamah cucu ya! "ucap Mamah Desi semangat, yang malah membuat Marsha menelan salivanya. Sementara Al tersenyum miring sambil berbisik pada Marsha.



" Dengerin, yank, kita harus ngasih cucu buat mereka"bisiknya yang membuat Marsha merinding dan refleks mencubit lengan Al.



"Aaaw sakit, yank! "pekik Al sambil mengelus lengannya yang kena cubit.



" Iih kalian ini, masa mau jadi manten masih berantem aza, awas lo kalo ntar udah nikah kalian berantem lagi, mamah ngga segan2 jewer kuping kalian berdua! "ucap mamah Cantika, yang membuat semua orang disana tertawa kecuali Marsha. Ia masih shok denga semuanya.



" Aduuh gimana nasib gue, masa nikah sekarang2 sih, mana Al mesum banget lagi? "gumam Marsha dalam hati, dan tanpa sadar menggeleng-gelengkan kepalanya.



" Kenapa, yank? "tanya Al heran melihat gadisnya.



" Ngga.. "jawabnya pendek.



" Karena semua udah sepakat dengan pernikahan ini, tugas kalian hanya kuliah, belajar dan menyelesaikan UAS kalian, biar kami para orangtua yang mengurus semua persiapannya, oya satu lagi kalian boleh mengundang teman2 kalian. "tegas papah Wijaya mengakhiri pembicaraan mereka.



Setelah itu Al izin mengajak Marsha untuk ngobrol di taman belakang. Mereka berdua pu meninggalkan para orangtua yang masih sibuk dengan rencana mereka tentang pernikahan anak-anaknya.


Al dan Marsha duduk di gazebo taman belakang rumahnya. Marsha masih terlihat pendiam setelah pembicaraan tadi.



"Yank,,,! "panggil Al sambil menarik tangan gadisnya dan mengecupnya lembut.


Marsha hanya melirik sebentar ke arah Al dan kembali menatap lurus ke depan.



" Apa kamu ngga mau nikah sama aku, yank? "lanjutnya hati-hati.



" Ngga... Bukan gitu Al, tapi ini terlalu mendadak menurut aku, kan kita masih kuliah, belum kerja juga, kalo aku nikah sama kamu berarti aku udah jadi tanggung jawab kamu, Al, aku takut aku jadi beban buat kamu"ucapnya lirih. Al menangkup pipi gadisnya dan menatapnya dengan intens.




Sekitar jam 11 akhirnya keluarga Marsha diantar pulang ke rumahnya, karena Rangga ditinggal di rumah sendirian. Al masih istirahat di rumah setelah mengantar calon istrinya ke depan.



Di rumah Marsha


Rangga lagi asyik main ponsel di sofa besar ruang tamu. Sampai akhirnya ia dikagetkan dengan tepukan di jidatnya, siapa lagi pelakunya kalo bukan Marsha.



"Apaan sih, sakit tau! "gerutunya sambil mengusap jidatnya. Marsha hanya terkekeh dan duduk disamping adik kesayangannya.



" Rangga, telpon Bang Jay suruh kesini sekarang ada hal penting yang harus dibicarakan! "titah papah Rahadian. Rangga pun langsung menelepon abangnya, dan tak berapa lama Rangga menganggukan kepala, seolah mengatakan kalo abangnya akan dateng hari ini.



Sekitar jam 3 sore abangnya baru nyampe rumah orang tuanya. Dia sedikit tergesa-gesa karena ia merasa terlambat mematuhi ucapan orangtuanya untuk datang segera.



"Maaf, Pah, Mah, tadi tiba-tiba Tara muntah-muntah dan aku membawanya dulu ke rumah sakit. "terangnya pada orangtuanya. Tara yang ikut juga tampak terlihat pucat.



" Ngga apa-apa, Jay, tapi Tara ngga kenapa - kenapa kan? "tanya sang mamah sambil mengelus kepala menantunya lembut.



" Ngga, Mah, tapi sebentar lagi Mamah sama Papah bakalan nimang cucu? "ucap Bang Jay sumringah. Mamah sama Papah begitu bahagia mendengar kabar baik ini, seolah bulan ini menjadi bulan berkah bagi keluarga mereka, ia akan Menimbang cucu dan akan menikahkan anak gadis satu-satunya.



" Papah bahagia dengernya, Jay, jaga istri kamu dengan baik, satu lagi kabar baik bagi keluarga kita, Marsha akan menikah dengan Al setelah mereka menyelesaikan ujiannya semeter ini"ucap Papah Rahadian panjang lebar. Bang Jay, kak Tara dan Rangga nampak shok tapi akhirnya mereka menarik bibirnya bahagia.



"Cie.. Cie... Calon manten! "ledek Rangga.



" Diem lo...! "sewot Marsha.


Mereka lalu membicarakan perihal pernikahan Marsha yang tinggal sebentar. Semua bekerja sama membagi tugas agar acara pernikahannya lancar.



Marsha dan kak Tara ngobrol di kamar Marsha sambil terus mengelus perut kakaknya yang masih rata.



"Yang sehat ya baby! "ucap Marsha yang sebentar lagi akan dipanggil tante.




Rencana orang tua adalah rencana terbaik bagi anak-anaknya...



Bersambung.....




Mana.nih yang masih nunggu up nya novel aku....


Jan lupa like dan komennya ya nulis 2 hurup aza " up" udah bikin aku seneng



Terimakasih buat readers yang setia sama cerita ini.... 😘