
Hari ini merupakan hari istimewa bagi Alfan Wijaya dan Marsha Adelia. Karena hari ini mereka akan mengikat sebuah janji suci pernikahan untuk hidup bersama.
Rumah Marsha
Terlihat orang sibuk merapikan semua hal yang telah mereka siapkan dari mulai makanan, pelaminan, kursi tamu, bahkan semua hal kecil pun tak terlewatkan. Sementara di kamar pengantin, terlihat Mrsha sedang dirias dengan begitu cantik oleh penata rias terkemuka di kotanya, tentu saja itu rekomendasi dari sang mamah mertua yang mengurus semuanya. Marsha didandani bak bidadari, kulitnya yang putih mulus menambah kecantikan alami yang terpancar begitu indah. Gaun yang digunakan untuk akad berwarna silver. Bahkan di rambutnya tersemat mahkota kecil yang menunjukan bahwa ia seorang ratu hari ini.
Di rumah Alfan
Tampak seorang lelaki dengan tuxedo berwarna silver,ia terlihat gagah dengan pakaian yang pas di tubuhnya. Rambutnya terlihat sangat rapih, wajahnya juga memancarkan kebahagian dan terlihat bercahaya. Siapa lagi kalo bukan Alfan Wijaya, calon pengantin pria.
Terlihat keluarga sudah berkumpul dan siap-siap untuk berangkat ke tempat mempelai wanita.
Al yang sudah ikut bergabung bersama keluarganya menunggu instruksi sang papah untuk berangkat. Sebelumnya semua kado dan seserahan yang begitu banyak sudah disimpan di mobil.
Sekitar jam 8 mempelai pria mulai berangkat menuju kediaman mempelai wanita.
COWO GILA
Yank aku berangkat sekarang😍✅
Kesayangan
Hati2 di jln✅
Marsha sudah mengabarkan kalo Al dan keluarganya sudah di perjalanan. Semua orang disana bersiap-siap menyambut kedatangan calon mempelai pria di depan rumah. Sementara Marsha masih didandani dengan periasnya. Karena pengantin wanita biasa dirias paling akhir. Karena ia keluar saat akan akad jadi masih ada waktu.
Mamah Cantika sudah dirias lebih dulu karena ia akan menyambut calon mantunya.
Sekarang semua orang sudah menunggu di bawah, di atas hanya ada Marsha dan perias juga 2 sepupunya yang menunggu Marsha.
"Gue kok deg-degan gini sih! "ucap Marsha pada Hana.
" Tenang, Sha, ga akan apa-apa! Aduuuh lo cantik banget deh sumpah! "balas Hana sambil mencubit pipi Marsha pelan.
" Emang kemarin-kemarin kemana aza lo? Baru tau gue cantik! "timpal Marsha sambil terkekeh.
Tak berapa terdengar suara MC kalo mempelai pria telah sampai. Marsha jantungnya tiba-tiba marathon, seolah ia ingin loncat keluar.
" Aduuuh kenapa jantung gue berantakan gini sih! "gumamnya sambil memegang dadanya.
Acara sambutan dan prosesi sebelum akad nikah berlanjut tanpa kehadiran Marsha. Ia tetap menunggu di kamarnya. Hingga sekitar jam 10 Rangga menyusul Marsha ke kamarnya dan mengabarkan kalo acara akad akan dimulai. Marsha digandeng Hana dan Rangga ke bawah.
"Widih ternyata kakak gue cakep juga kalo dandan kaya gini! "goda Rangga sambil setengah berbisik.
" Berisik lo! "omel Marsha. Marsha mulai menuruni tangga dengan sangat anggun karena gaun yang ia kenakan lumayan berat. Al terlihat menunggu gadisnya dengan tidak sabar, ia terus menatap ke atas tangga agar segera bisa melihat gadisnya.
" Waw... Apa ia itu cewe gue, kenapa kaya bidadari, cantiiiik banget! "gumam Al dalam hati sambil tersenyum.
Marsha pun duduk disamping Al dan berhadapan dengan penghulu.
" Kamu cantik banget sih, yank! "bisik Al di telinga Marsha, yang membuat Marsha blushing.
Akad pun berlangsung dengan khidmat sampai seruan " SAH" bergema di ruangan tempat akad itu berlangsung. Saat ini Al dan Marsha sedang berhadapan dengan memegang kotak perhiasan berisi satu set perhiasan berlian. Al menyerahkan mas kawinnya dan mencium kening Marsha, sementara Marsha mencium tangan sang suami sebagai simbol bakti pada suami. Acara pun berlangsung dengan lancar. Kini Al dan Marsha sudah bersanding di pelaminan bagaikan raja dan ratu sambil menyalami semua tamu yang antri bersalaman untuk mengucapkan selamat.
Tiba-tiba Sita and the geng datang menyalami mereka.
"Selamet ya, Sha, akhirnya belah duren juga! "teriak Sita yang langsung dibekap sama Jak.
" Ya, Sha selamet ya, semoga bahagia selalu, cepet dapet momongan ya! "timpal Resa.
" Jan lupa bagi-bagi cerita malam pertama ya, Sha! "seloroh Diki yang diangguki Arga.
" Udah cepetan woy, ngantri ini malu tau! "omel Ayu yang jengah mendengar ocehan temannya yang memggoda manten.
" Selamet ya, sha, pokoknya wish U all the best buat kamu sama Al! "lanjut Ayu.
Akhirnya mereka pun berlalu karena tamu semakin banyak, sampai Marsha pegel banget akibat sepatu yang ia pakai lumayan tinggi.
" Ya udah kamu duduk aza, yank! "bisik Al.
" Tapi kan tamunya masih banyak, masa iya duduk. "omel Marsha.
" Tunggu bentar! "ucap Al sambil membisikan sesuatu pada mamahnya.
Tak berapa lama Marsha dan Al pun disuruh ke atas untuk ganti baju.
" Akhirnya.. Aku bisa duduk! "ucap Marsha lega saat sampai di kamarnya, ia membuka heelnya dan duduk di kasur. Sementara Al hanya terkekeh melihat Marsha yang kelelahan.
" Udah sini aku pijitin! "ucap Al sambil memijit kaki Marsha lembut. Sementara perias sudah menyiapkan pakaian ganti untuk mereka.
" Sapa dulu nih yang ganti mas nya apa mbaknya dulu? "tanyanya karena melihat Al sedang memijit kaki istrinya.
" Kamu dulu deh Al, aku masih pegel! "ucap Marsha. Saat Al melepas jasnya dan akan melepas kemeja yang ia gunakan tiba-tiba Marsha teriak.
" Al ngapain buka disini sih, sana di kamar sebelah! "omel Marsha.
" Ya ampun, yank, kamu lupa aku itu suami kamu, ntar juga liat! "godanya. Sementara perias hanya terkekeh melihat perdebatan pengantin baru di depannya.
Marsha pun memalingkan wajahnya saat Al kekeh mengganti baju disana. Tak berapa lama Al sudah kembali memakai pakaian dengan warna biru.
" Sekarang giliran mbaknya, ayo! "ucap sang perias.
" Kamj ke bawah duluan gih! "ucap Marsha pada Al yang malah duduk disampingnya.
" Ntar aza bareng kamu, yank! "ucapnya enteng.
" Terus kamu disini ngapain? "omel Marsha.
" Ya nungguin kamu, sayang! "ucapnya penuh penekanan.
" Udah deh Al, jan macem-macem, aku malu tau ganti baju di depan kamu! "ucap Marsha sambil setengah berbisik, karena ia melihat perias itu udab mesem-mesem nahan tawa.
" Hey kamu tuh istri aku, apa yang kamu miliki ya udah milik aku lah, yank! "jawabnya enteng.
" Ya udah sih mbak, biarin aza toh udah halal juga kan? "ucap perias itu menengahi. Marsha pun akhirmya pasrah, dengan keadaan.
Untungnya Marsha selalu pake tangtop dan shot pendek selutut, jadi pas ganti baju, dalemannya ngga keliatan.
Sementara Al hanya terkekeh pelan saat menyaksikan istrinya mengganti gaun yang lumayan ribet, terlihat jelas wajah istrinya yang malu, dan kesal akan kehadirannya. Sekitar 30 menitan akhirmya mereka sudah siap dengan gaun baru mereka dengan warna senada. Mereka kembali ke kursi pelaminan dan kembali menyambut ucapan selamat dari para tamu. Acara berlangsung hingga sore hari, karena tamu dari rekan kerja papah Wijaya ternyata hadir semua.
Akhirnya acara pun selesai dengan sukses. Marsha dan Al terlihat kelelahan. Akhirnya mereka mengganti baju mereka dengan baju rumahan yang lebih santai. Semua tamu sudah pulang sekarang yang tinggal hanya keluaraga.
Sekitar jam 6 sore keluarga Al pun pamit pulang. Mamah dan papah Al memeluk erat kami bergantian.
"Yang rukun ya, sama cepet kadih kami cucu! "ucap mamah desi yang diangguki papah Wijaya.
" Siap Mah, Al akan berusaha siang malam, biar cepet ngasih mamah cucu! "ucap Al semangat dan malah mendapat cubitan dari Marsha.
Bersambung....
Min maaf ya up nya lama kemarin abis hajatan dulu, jadi author sibuk banget xixiix...
Jan lupa komen sama like nya....