
"Aaaaaw..." teriak Al, saat mendapati dirinya ada di bawah ranjang. Marsha yang saat itu masih terlelap langsung mengerjap bangun mendengar suara teriakan.
"Kamu ngapain dibawah? "tanya Marsha sambil mengucek matanya yang agak perih.
Al yang masih meringis beranjak naik kembali ke ranjangnya.
" Biasa yank, mimpi terjun payung. "ucap Al sambil nyengir. Marsha pun terkekeh pelan sambil menyuruh suaminya kembali tidur begitu pun dengan dirinya, ia kembali merebahkan tubuhnya yang masih ngantuk.
🍑 🍑🍑
Keesokan paginya, Marsha baru saja beres mandi, ia keluar dari kamar mandi dengan menggunakan jubah mandinya. Al masih juga rebahan di kasurnya, ia seolah malas untuk beranjak.
"Cepetan mandi gih! "ucap Marsha sambil mengambil baju gantinya.
" Yank, sini deh bentar! "panggil Al sambil menepuk kasur kosong disampingnya.
" Apa, Al! "tanya Marsha heran. Tanpa curiga Marsha pun menghampiri suaminya,kemudian duduk disamping Al yang masih rebahan juga. Saat Marsha duduk tanpa aba-aba Al langsung menarik istrinya hingga tersungkur ke dadanya.
" Iiih ngapain sih, Al! "omel Marsha sambil memukul dada suaminya. Al malah terkekeh dan malah menggulingkan tubuh istrinya hingga Al memerangkap tubuh sang istri.
" Aaal! "omel Marsha kesal.
" Udaranya dingin banget, yank! "ucap Al sambil membenamkan wajahnya ke bahu sang istri. Marsha tau kalo Al sudah kaya gini pasti ada maunya.
" iih berat tau, Al! "ucap Marsha sambil menahan dada suaminya.
" Sebentar aza, yank!"bisiknya sambil mulai menciumi leher sang istri.
"Ngga iih aku udah mandi! "omel Marsha.
" Nolak suami dosa lo, yank! "bisiknya lagi sekarang beralih ke pipi mulus sang istri. Ya udahlah pokonya akhirnya pertahanan Marsha kalah dan olahraga pagi pun dimulai.
Sekarang mereka sudah berada di bawah berkumpul bersama mamah dan papahnya. Tak berapa lama terdengar suara bel pintu depan.
"Siapa ya pagi-pagi gini? "tanya sang mamah sambil beranjak hendak membuka pintu depan.
" Biar shasha aza, mah"ucap Marsha sambil beranjak ke ruang depan. Saat ia membuka pintu, terlihat wanita paruh baya sepertinya seumuran sama mamah mertuanya.
"Ooh ini toh istrinya Alfan, ternyata biasa aza ya pih! "ucapnya sinis, yang membuat Marsha mengerutkan keningnya.
" Siapa, sha? "teriak sang mamah sambil menghampiri menantunya.
" Eh.. Yuli sini masuk! "ucap sang mamah ramah.
" Ini tantenya, Al, sha, ade sepupunya papah! "jelas sang mamah yang diangguki Marsha. Mereka pun masuk ke ruang keluarga dan disambut baik oleh Al dan sang papah. Sementara Marsha hanya duduk diam setelah menyalami tante dan omnya itu.
" Maaf ya, mas, waktu Al nikah, aku ngga dateng saat itu aku lagi di luar kota. "jelas om Danu suaminya tante Yuli.
" Ya udah ga papa yang penting doanya. "ucap sang papah.
" Oya istrinya Al itu, anak rekan mas yang mana? Yang punya perusahaan apa? "tanya tante Yuli, yang membuat Marsha semakin menunduk.
" Aku ngga jodohin mereka, Al yang mencari calon istrinya sendiri, bagi kami kebahagiaan Al itu no satu. "tegas sang papah yang mulai kesal dengan pertanyaan adik sepupunya. Al juga terlihat geram dengan pertanyaan tantenya yang pasti membuat sang istri tersinggung.
" Maaf, mah, pah, om, tante Al ke atas dulu, ayo yank! "ucap Al sambil mengajak sang istri. Marsha pun mengikuti suaminya. Saat mereka sampai di lantai atas, Al langsung memeluk sang istri.
" Maafin atas sikap tante aku ya, yank! "ucap Al sambil mengelus lembut rambut sang istri.
" Ngga papa ko Al"jawab Marsha.
"Aku juga heran, dari dulu tante Yuli itu selalu seperti itu, bahkan sering banget ikut campur urusan orang yang bukan urusannya. "jelasnya.
" Apapun yang terjadi kamu tetap milik aku, yank, aku akan tetap memilih kamu, kamu jangan khawatir. "ucap Al sambil melepas pelukannya dan memegang bahu istrinya, lalu mengecup bibir mungil sang istri dengan lembut.
Sementara di ruang keluarga 4 orang yang sudah tidak muda lagi itu masih berbincang.
" Eh kamu, Yul, ngomong tuh dijaga, Al sudah menentukan pilihannya, dan kami pun tau menantu kami dari keluarga baik-baik. "jelas sang mamah yang mulai kesal dengan sikap adik sepupunya itu.
" Oh ya kamu bawa koper gede gini mau kemana? "tanya sang papah
" Yaelah, Mas, aku kangen sama kalian, boleh kan aku nginep disini beberapa hari? "ucap tante Yuli.
" Boleh, tapi awas jangan bikin masalah! "tegas papah Wijaya, karena ia tau sifat adik sepupunya yang satu ini. Tante yuli pun berterimakasih dan langsung memeluk mamah desi.
" Udah sana beresin koper kamu di kamar biasa! "titah sang mamah. Setelah itu mereka beranjak ke dapur untuk membuat makan siang.
Al dan Marsha sedang duduk di sofa ruang tengah lantai atas, sambil memainkan ponselnya.
" Eh, Al bentar lagi kita masuk kuliah, lo, kamu udah siapin semuanya! "tanya Marsha, karena ia baru ingat masa aktif liburnya tinggal beberapa hari lagi.
" oya, ya,,,tinggal 3 harian lagi ya, yank! "ucap Al sambil menoleh ke arah sang istri. Marsha mengangguk mengiyakan.
" Aku bantuin mamah masak dulu ya, Al! "ucap Marsha saat melihat jam tangan. Al pun mengangguk tapi ternyata ia juga ikut turun bersama istrinya.
Di dapur tampak mamah dan tantenya sedang memasak, marsha merasa canggung saat menghampiri mereka.
" Mah, maaf tadi shasha abis beresin dulu bukunya Al! "ucap Marsha sambil menunduk.
" Ngga papa sayang, sini bantu mamah ngiris sayurannya! "ucap sang mamah.
" Alesan! "sewot tante Yuli. Marsha pun tak menghiraukan ucapan tante suaminya itu.
" Ngapa sih tuh tante-tante sewot banget sama gue? "gumam Marsha dalam hati.
Akhirnya mereka membereskan masakannya dan menyiapkannya di meja makan. Marsha membereskan semua makanannya di meja makan dengan rapih.
Sementara sang mamah memanggil yang lain untuk makan siang. Saat Marsha sedang menuangkan air ke dalam gelas tiba-tiba tante Yuli menghampirinya sambil menyenggol lengan Marsha, untung saja gelasnya tidak sampai jatuh dan tumpah.
"Heh kamu pake pelet apa sampai Al nempel banget sama kamu? "ucap sang tante dengan nada mengejek.
" Denger ya, Al itu udah saya jodohin sama anak pengusaha minyak, dia lebih canti, lebih sexy, tentu saja lebih kaya dari kamu, gara gara kamu Al jadi berpaling. "lanjutnya. Marsha yang saat itu menahan diri untuk tidak terpancing emosi, hanya diam tanpa memberi jawaban apapun pada sang tante.
" Udah tante ngomongnya! "ucap Al tiba-tiba di belakang tantenya.
" Eh, Al keponakan kesayangan tante!"ucapnya sok ngga terjadi apa-apa diantara ia dan istrinya.
"Udah deh, tan, jan suka ikut campur urusan Al! "ucapnya dengan sedikit meninggikan suaranya.
" Udah, yank ayo kita makan di luar aza! "ajak Al pada sang istri sambil menggandeng tangan istrinya. Saat Al akan keluar merek berpapasan dengan orang tua dan omnya.
" Lo mau kemana, Al? "tanya sang mamah.
" Al sama Marsha makan di luar mah, disini udah ilang nafsu makannnya! "jawab Al sambil tetap menggandeng tangan istrinya erat. Mamah dan papah Al ngerti dengan sikap putranya, pasti ada yang ngga beres dengan tantenya. Karena yang mereka tau, tantenya itu sering banget jodoh - jodohin putra semata wayangnya yang membuat Al kesal.
"ck...udah dibilangin jangan bikin masalah, belum juga sehari udah bikin rusuh. "gumam sang papah. Mereka pun berkumpul di meja makan dan memulai makan siang mereka dengan hening.
Setelah beres makan mereka tidak segera meninggalkan meja makan, karena papah wijaya tiba-tiba berkata.
" Yul...denger ya, Al itu udah punya istri, apapun keputusan dia, kami sudah merestui mereka, kamu jangan pernah lagi ikut campur urusan anak kami, satu lagi jangan pernah merendahkan menantu kami, karena dia sangat berharga bagi kami terutama Al. "jelasnya lalu beranjak berdiri meninggalkan ruang makan.
" Oya, saya pikir lebih baik besok kalian pulang saja, cukup hari ini kalian menginap disini.! "lanjut papah Al sambil menghentikan langkahnya.
" Makannya mih punya mulut tuh dijaga! "bisik om Danu memperingati istrinya.
Bersambung....
Komenan kalian adalah semangat buat aku... Yu banyakin komen sama likenya..!
Makasih🤗😘