MY POSSESSIVE LOVE

MY POSSESSIVE LOVE
Wisuda



Pagi ini Marsha sudah rapih dengan kebaya model bumil yabg membalut tubuhnya yang semakin berisi. Perutnya juga sudah terlihat membuncit, dan aura kecantikan seorang ibu hamil terpancar jelas d8 wajahnya dengan polesan make up tipis.


Al dan kedua orangtuanya juga memakai pakaian formal, mereka seperti akan mengahadiri sebuah acara penting.


"Yaank,,, udah beres belum! "teriak Al dari bawah memanggil sang istri yang masih betah di kamarnya.


" Iya, bentaar! "jawab Marsha sambil menyambar tas tangannya di atas nakas.


Kemudian ia pun turun menghampiri sang suami yang sudah mengulurkan tangannya. Karena semenjak istrinya hamil Al tambah posesif padanya, ia ga mau terjadi sesuatu pada istri dan calon babynya.


"Cantik banget sih bumil ini, istrinya siapa sih? "goda Al sambil menggandeng tangan sang istri dan mengecup hidung mancung istrinya.


Marsha hanya terkekeh menanggapi candaan suaminya, sampai ia lupa kalo ia masih menuruni tangga, dan kakinya keserimpet karena sepatu yang ia kenakan juga agak tinggi.


Al sigap memegangi tubuh sang istri yang hampir terjatuh, bahkan ia juga sedikit menggerutu karena kecerobohan sang istri yang masih belum juga berubah.


"Hati-hati, yank! "gerutu Al sambil memeluk tubuh sang istri. Marsha senyum terpaksa karena ia tau ini kesalahan nya.


Pas Al liat ke sepatu yang dipakai sang istri, wajahnya langsung merah padam memendam amarah yang hampir meledak.


" Ganti sepatunya! "ucapnya tegas tanpa ada bantahan. Marsha pun mengangguk dan berjalan ke arah sofa lalu membuka sepatunya, sementara Al bergegas kembali ke atas untuk mengambil sepatu yang lebih nyaman untuk istrinya.


" Kamu udah siap sayang! "tiba-tiba sang mamah datang dengan menenteng tas tangan. Berbarengan dengan itu Al datang sambil menenteng sepatu pantofel untuk sang istri.


Sambil memakaikan sepatu ke istrinya Al menggerutu dan mengadu pada sang mamah.


" Masa Marsha mo pake sepatu hak tinggi kayak gitu, udah tau dia lagi hamil, ada baby Al mah disana! "gerutunya lalu membantu sang istri berdiri.


" Iya sayang ga boleh pake sepatu hak tinggi dulu, kalo kamu jatuh gimana? "ucap sang mamah lembut sambil mengusap punggung menantunya.


" Iya mah, tadi Marsha lupa, soalnya sepatu itu udah aku siapin jauh-jauh hari buat acara wisuda ini. "jelasnya. Al hanya memutar bola matanya jengah, lalu ia pun mengajak semuanya untuk berangkat dan menjemput keluarga Marsha.


Si dalam mobil Al masih juga memggerutu, dengan kecerobohan istrinya.


" Udah sih, ngomel mulu dari tadi, entar gantengnya ilang lo! "goda Marsha sambil mengelus lengan suaminya lembut. Al menoleh sekilas walau ia tersenyum juga.


" Iya makannya kamu tuh jangan macem-macem deh, inget di perut kamu itu ada anak aku, anak kita, yank! "ucap Al walo masih setengah menggerutu.


" Iya, iya aku kan udah bilang kalo aku lupa, saking senengnya aku hari ini wisuda! "ucap Marsha antusias.


Selama Marsha hamil Al memang lebih cerewet dan sering mengomel kalo Marsha melakukan hal yang bisa membahayakan dirinya dan babynya.


Tak terasa mereka sudah sampai di rumah keluarga Rahadian. Mereka sudah menunggu di teras depan, baby Naura juga ikut namun bang Jay tetap harus kerja.


Mereka berangkat ke tempat acara wisuda itu berlangsung. Marsha digandeng sang suami menuju tempat duduk para wisudawan. Di setiap kursi sudah tertera nama masing-masing peserta. Sementara para tamu undangan duduk terpisah di belakang peserta.


Acara berlangsung lancar bahkan Marsha dan geng ambyar ternyata merupakan mahasiswa terbaik tahun ini.


Sekitar jam 3 sore acara baru selesai. Al dan keluarga berencana merayakan dulu keberhasilan Marsha dalam meraih predikat mahasiswi terbaik tahun ini. Mereka akan merayakannya di restoran yang terkenal di kita S ini.


Al juga ternyata sudah menyiapkan hadiah untuk sang istri. Saat mereka sampai di tempat tujuan karena sebelumnya, Al sudah membooking tempat di restoran tersebut, al bahkan sudah memesan makanan istimewa yang ada di sana.


Saat semua sudah berkumpul Al berdiri dan mengajak istrinya untuk berdiri juga. Marsha agak heran dengan apa yang dilakukan oleh suaminya, namun saat ia masih bingung Al tiba-tiba mengeluarkan kotak perhiasan berwana biru dari saku jasnya.


"Yank, makasih ya udah jadi istri yang baik buat aku, bahkan kamu juga udah memberikanku calon baby sehingga sebentar lagi aku akan menjadi seorang papa. "ucap Al sambil menggengam tangan sang istri lalu membuka kotak perhiasan yang ternyata berisi kalung dengan liontin berinisial AM.


Marha membekap mulutnya sendiri ia terharu dengan apa yang suaminya katakan dan berikan. Al lalu memasangkan kalung di leher jejang istrinya dan mengecup kecing sang istri dengan penuh kasih sayang.


Akhirnya mereka menyantap hidangan yang sudah mereka pesan, walau kadang baby Naura yang sedang aktif membuat kekacauan yang menggemaskan.


Sekitar jam 8 malam mereka akhirnya pulang le rumah yang sebelumnya mengantar dulu papah Rahadian ke rumahnya.


Marsha yang sudah kelelahan langsung merebahkan dirinya di kasur kamarnya,tanpa mengganti baju dan membuka sepatunya.


Al yang melihat itu langsung menggelengkan kepalanya dan membuka sepatu sang istri.


"Mandi dulu, yank, baru kamu tidur! "bisik Al sambil ikut berbaring di samping sang istri dan berbisik di telinganya.


" Iya bentar lah, yank, aku cape banget ini! "ucap Marsha sambil tetap menutup matanya dengan lengannya.


Al akhirnya berinisiatif mengangkat tubuh istrinya, hingga ia memekik.


" Al ngapain sih? "omel Marsha sambil memukul bahu suaminya karena kaget.


" Kita mandi bareng! "bisiknya dengan suara serak. Yang membuat Marsha menggeleng.


" Ngga mandi sama kamu bakalan lama! "tolak Marsha sambil terus berontak.


" Udah ini hadiah kedua dari aku, yank! "bisik Al lagi sambil langsung ******* bibir sang istri yang menggodanya dari tadi.


Mereka pun melakukan ritual mandi dengan sedikit lebih lama. Sekitar satu jam mereka baru selesai dengan ritual mandinya. Marsha masih tetap digendong oleh Al saat keluar dari kamar mandi. Lalu mereka memakai piyama tidur dan hendak beristirahat.


Saat mereka smtengah berbaring melepaskan rasa lelah, tiba-tiba Al memeluk istrinya dan kembali berbisik.


"Yank,,, sekali lagi ya! "


" Ngga iih cape Al! "omel Marsha sambil menarik selimut sampai ke bahunya.


" Bentar aza!


"Ngga bentar kamu tuh lama! "


" Atuh lah yank! "


" Ngga...! "


" Iya, iya,...! "


Al pun akhirnya mengalah dan hanya memeluk tubuh istrinya yang sekarang lebih berisi.


Saat tengah malam tiba-tiba Marsha berteriak


" Aal.... "


Bersambung...


Hahai... Ini part-part akhir ya...


Semoga kalian tetap baca dan suka atas hasil ngehalu aku...


Setelah ini tamat akan ada cerita baru tunggu ya...