
Pagi ini Marsha dan Al sudah rapih, dengan batik couple,Al yang terlihat gagah dengan batik warna coklat dan celana kain hitam, sementara Marsha dengan batik yang sama memakai dress panjang, walau perutnya masih rata karena baru masuk 2 bulan, tapi ia lebih senang menggunakan dress yang longgar karena lebih leluasa dan nyaman katanya.
Hari ini adalah pernikahan Rendi dan Ayu. Mereka sengaja berangkat pagi karena ingin menyaksikan akad nikah mereka yang sakral.
Orangtua Al dan Marsha pun turut diundang namun mereka sepakat akan bertemu di tempat pernikahan Rendi.
"Udah siap, yank? "tanya Al saat ia sudah memasang seatbelt pada istrinya. Marsha hanya mengangguk dan membuka pesan wa yang masuk.
Geng Ambyar
Sita : woii cepetan gw udah di lokasi.
Diki : gw lg otw
Marsha :sama
Arga :bntar lagi gw otw ma bini
Resa :tungguin di depan
Marsha pun menutup kembali ponselnya dan melirik pada sang suami yang fokus mengemudi.
Al yang merasa diperhatikan sang istri pun menoleh.
"Kenapa yank, aku ganteng ya? "ucapnya sambil terkekeh. Marsha hanya tersenyum dan bilang pada suaminya.
" Kamu inget kan aku pengen apa semalem? "ucapnya sambil tersenyum manis.
Al refleks menepuk jidatnya. Ia ingat saat sang istri kekeh pengen nyoba helm polisi.
" Emang ga ada yang lain, yank, di rumah kan ada helm aku! "ucap Al mencoba negosiasi dengan hati-hati.
" Ngga! "jawab Marsha sambil mengerucutkan bibirnya. Al pun ga bisa berbuat apa-apa kalo istrinya ini sudah ada kemauan.
" Iya, iya, ntar pulang dari nikahan Rendi aza, ya, takut telat. "ucap Al pasrah,namun diangguki sang istri dengan sumringah.
Akhirnya mereka sampai di tempat resepsi Rendi dan Ayu. Geng ambyar pun sudah ada disana, tinggal menunggu Arga yang katanya sebentar lagi nyampe.
Sekitar jam 8 pagi acara akad pun dimulai geng ambyar ikut duduk di kursi yang sudah disediakan untuk menyaksikan acara sakral tersebut.
Rendi mengucapkan ijab kabul dengan lancar yang membuat semua orang terharu. Ayu yang memakai kebaya putih terlihat sangat cantik dan elegan. Keduanya terlihat bahagia, apalagi Rendi.
Mereka sekarang sudah duduk di pelaminan dan menerima ucapan selamat dari para tamu, termasuk geng ambyar yang ikut antri.
Saat ini yang duluan salaman adalah Sita, kemudian, Resa,Devita, Marsha, Al, Diki, Jak lalu Arga.
"Selamat ya, Yu, kamu cantik banget deh hari ini! "puji Sita sambil memeluk sahabatnya. Lalu beralih ke Rendi, ia pun sama mengucapkan selamat.
Setelah itu lalu, Resa, Devita, dan Marsha.
" Semoga langgeng ya say! "ucap Marsha sambil memeluk sahabatnya erat." Cepet nyusul ya! "lanjutnya sambil mengelus perutnya.
Sekarang giliran para lelaki yang menyalami pengantin. Mereka terlihat bahagia dengan pernikahan sahabatnya yang dulu susah banget move on.
" Selamet ya bro, lakuin dengan lembut ya! "bisik Al sambil terkekeh yang langsung mendapat sikutan dari Rendi.
Giliran Jak yang mengucapkan selamat untuk sahabatnya.
" Selamat belah duren ya bro! "ucapnya sambil terkekeh yang membuat Rendi maupun Ayu menunduk malu, walau Rendi bisa mengatasinya dengan menyikut temannya, tapi sang istri jutru tidak bisa menyembunyikan rona merah di pipinya yang putih.
Mereka pun akhirmya memyantap hidangan yang sudah tersedia, sementara pengantin masih sibuk menyalami para tamu yang semakin banyak.
"Eh, Sha, lo ngidam apaan sih, katanya sih orang ngidam tuh aneh-aneh? "tanya Resa lalu menyuapkan makanannya.
" Ada deh! "jawab Marsha sambil melirik sang suami di sebelahnya.
" Dia ngidamnya pen dimanja sama aku, bahkan aku kemanapun ia ikut! "jawab Al sambil kembali menyuapkan makanannya.
" Waah asyik tuh, jatah nambah dong, Al! "timpal Jak cuek,yang langsung mendapat tabokan dari sang kekasih.
" Iya lah! "jawab Al sambil terkekeh yang malah mendapat cubitan dari istrinya.
" Diih apaan ngga lah! "sanggah Marsha. Walau ia manja tapi tetep aza kalo Al minta jatah mesti dirayu dulu, susah.
" Ada, banyak malah! "jawab Al cuek.
" Paan sih cerita dong gue penasaran? "timpal Sita yang sedari tadi asyik dengan makanannya.
Marsha hanya memutar bola matanya jengah dengan kekepoan sahabatnya. Tapi ia juga tidak marah dengan tingkah mereka malah ia merasa diperhatikan.
Al pun menceritakan semua keinginan sang istri, yang kadang terdengar tawa dari sahabatnya itu. Bahkan tentang helm polisi pun ia ceritakan.
"Serius lo, sha, pen make helm polisi, ngapain sih? "ujar Arga yang heran karena saat istrinya ngidam ia hanya meminta makanan.
Marsha hanya mengangguk dan tiba-tiba saja ia merasa mual setelah memakan makanannya.
" Aku ke toilet dulu ya! "ucap Marsha sambil menutup mulutnya, ia sudah tak tahan untuk memuntahkan makanannya. Al pun langsung menyusul sang istri yang berjalan tergesa.
" Hati-hati, yank! "ucap Al sambil menggandeng sang istri. Setelah ia sampai di toilet Marsha pun mengeluarkan semua yang ia makan, hingga dahinya berkeringat.
" Kita pulang sekarang aza ya! "ajak Al saat sang istri menyelesaikan urusannya di toilet. Marsha hanya mengangguk dan mengusap dahinya yang berkeringat.
Setelah sampai kembali ke tempat sahabatnya berkumpul Al dan Marsha langsung pamit pulang karena kondisi sang istri.
" Kita ke rumah papah dulu deh, Al aku kangen sama baby Naura. "ajak sang istri. Al pun mengangguk dan menuju rumah kediaman mertuanya.
Walau tadi mereka ketemu di pernikaha Rendi namun Kak Tara dan Rangga ga ikut karena saat ini baby Naura sedang aktif-aktifnya.
Saat di perjalanan menuju ke rumah papah Rahadian, di perempatan jalan ada patroli polisi, yang menertibkan pengguna jalan. Bahakan dari mereka ada yang kena tilang karena melanggar peraturan lalu lintas.
Marsha yang antusias saat itu menarik lengan baju suaminya dan menunjuk ke arah depan dengan dagunya.
Al yang mengerti maksud sang istri mengusap wajahnya gusar, lalu ia pun menepi ke pinggir jalan dan keluar dari mobil untuk menghampiri pak polisi yang sedang berdiri di belakang.
"Maaf, Pak! "ucap Al terbata, ia sedikit segan saat berhadapan langsung dengan abdi negara ini.
" Iya, pak, ada yang bisa saya bantu? "ucap pak Polisi itu ramah. Al pun tanpa basa basi langsung menceritakan maksudnya.
Polisi itu tertawa pelan saat mendengar penjelasan Al, lalu ia pun mengikuti Al ke mobilnya dan menyerahkan helm yang ia pake pada Marsha.
" Mungkin nanti anaknya pengen jadi polisi ya! "ucap polisi bernama Artur itu. Marsha hanya tersenyum dan mulai memakai helm itu lalu ia mengeluarkan ponselnya untuk selfi. Al dan polisi itu berbicang ringan sampai Marsha puas dan mau mengembalikan helmnya.
Sekitar 30 menit Marsha baru mau mengembalikan helm pak polisi tersebut, lalu mengucapkan terima kasih. Begitu pun Al ia berterimakasih atas kerja samanya untuk memenuhi keinginan sang istri.
Akhirnya mereka pulang ke rumah papah Rahadian. Ternyata disana sang mamah dan papah sudah duluan sampai. Marsha langsung menghambur ke dalam untuk mencari baby Naura yang katanya sudah mulai bisa berdiri sendiri.
Saat sedang asyiik bermain di bersama baby Naura terdengar di luar suara teriakan.
"BASOOO MOAAAL..! "
Marsha pun bergegas keluar dan memanggil.
" Mbaa Endaaaang belii! "teriak Marsha yanh diikuti oleh Al.
Mba Endang pun berhenti di depan rumah Marsha. Ia menanyakan kabar Marsha yang sudah lama ga ketemu.
" Bumbunya kaya biasa neng? "ucap Mba Endang sambil berbisik.
" Jangan mba, dibening aza, ga mau yang pedes sekarang. "jawab Marsha sambil terkekeh yang malah membuat mba Endang mengerutkan dahinya.
" Dia lagi ngidam mba. "ucap Al yang melihat ekapresi mba Endang.
" Ooh pantes selamet ya neng, sehat terus ya! "ucap mba Endang.
Mereka pun membawa beberapa mangkok baso ke rumah dan mulai menyantapnya bersama-sama.
" BASOO MOAAL"
BERSAMBUNG....
jan lupa like sama komennya ya... 😘
Sun jauh buat kalian semua...