
Marsha, Sita, Ayu dan Resa sudah berkumpul di gazebo taman belakang rumah Marsha sambil mengerjakan tugas mereka.
Baby Naura yang sempat mereka gendong bergantian sekarang sedang tidur di pangkuan ibunya.
"Gimana udah beres pan tugasnya, coba sha periksa dulu takut ada yang kelewat! "ucap Sita sambil memberikan beberapa lembar kertas ke Marsha. Marsha pun memeriksa tugas kelompok mereka dan mengacungkan jarinya membentuk huruf o.
Mereka pun berbincang ringan melepaskan penat setelah mengerjakan tugas yg bejibun. Sampai suara teriakan terdengar
"BASOOOO MOAAAAL! "
Marsha pun bergegas ke depan sambil mengajak teman-temannya.
" Ayo kita beli baso, biar seger nih otak! "ajak Marsha sambil berlari ke depan dan memanggil mba Endang kang baso.
" Mbaaa beliii! "teriak Marsha dari teras rumah, yang otomatis membuat mba Endang dan sang suami menghentikan grobak bakso nya.
" Eeh si eneng, sini neng mau berapa mangkok? "tanya mba Endang ramah.
" 4 aza, mba, shasha mau bumbuin sendiri ya, mumpung ga ada laki! "ucap Marsha sambil terkekeh. Teman-temannya yang lain pun ikut cara Marsha mereka membumbui bakso mereka masing-masing dengan tingkat kepedasan yang berbeda pula.
Setelah selesai dan membayar bakso, mereka membawa mangkok bakso masing-masing kembali ke gazebo, karena Marsha sengaja memakai mangkok yang ada di rumah agar bisa menikmati bakso dengan santai tanpa ditungguin kang baso.
Sementara papah dan mamah Marsha asyik berbincang di ruang keluarga bersama kak Tara dan bang Jay juga Rangga.
"Gimana hubungan lo ama kak Jak, Ta? "tanya Ayu memulai percakapan sambil memakan bakso mereka.
" Dia udah ngelamar gue, katanya setelah gue lulus dia dan keluarganya mau dateng ke rumah menentukan tanggal pernikahan kita. "ucapnya dengan bahagia.
" Oya gue heran ama si Diki ngapa tuh bocah, jadi kalem kek gitu? "tanya Marsha sambil mengusap dahinya yang berkeringat.
Ayu dan Resa saling pandang lalu berdehem. Sita dan Marsha tak luput memperhatikan tingkah kedua temannya yang sedikit aneh.
" Kenapa sih? "tanya Marsha dan Sita berbarengan.
" Emm... Sebenarnya gue sama Diki,,, emmm"ucap Resa tidak melanjutkan kalimatnya yang malah membuat ketiga temannya makin penasaran.
"Kenapa iih ko ga dilanjut sih? "omel Sita gemas.
" Kita udah,,,, jadian! "ucap Resa sambil menundukan kepalanya menyembunyikan pipinya yang merona.
" Serius lo, Sa? "ucap Marsha dan Sita berbarengan lagi hanya Ayu yang diam dan nampak biasa saja.
" Kapan ko bisa? "tanya Sita penasaran.
Resa pun menceritakan saat pertama Diki suka padanya, saat mereka pergi ke villa nya Al yang pertama, waktu Marsha ditembak Al. Namun Resa tak menanggapi ucapan Diki, karena yang ia tahu Diki suka bercanda.
Sampai akhirmya saat mereka di kafe dan bertemu dengan bang Ipang kakak kelasnya Marsha. Diki akhirnya mengutarakan lagi perasaannya pada Resa, karena ia merasa cemburu saat bilang Resa suka sama TNI.
"Pantesan jadi kalem gitu tuh anak, biasanya rusuh palagi kalo liat cewe bening. "cerocos Sita yang mendapat sikutan dari Marsha.
" Katanya sih dia godain cewe, mau narik perhatian gue, karena saat itu gue belum ada rasa apa-apa sama dia ya udah gue mah cuek aza. "jelas Resa sambil terkekeh.
" Bagus deh kalo gitu, tapi lo cocok juga sih sama Diki. "timpal Marsha.
" Ternyata cowo berisik juga sukanya sama yang kalem ya! "ucap Ayu yang dari tadi hanya menyimak.
" Nah sekarang lo, Yu, udah punya cowo juga kan? Gue perhatiin lo sering jalan bareng ma kak Rendi. "cerocos Sita sambil menatap ke arah Ayu. Ayu yang mendapat tatapan dari ketiga temannya jadi salah tingkah dan memalingkan mukanya.
" Kak Rendi temen laki gue pan ini? "tanya Marsha masih belum ngeh, karena ternyata semenjak menikah, dia jadi jarang berkumpul bareng temen-temennya ini, sehingga banyak ketinggalan berita tentang mereka.
" Emm,,, gue emang lagi deket sama kak Rendi, tapi kita cuma deket doang ko, gue juga takut buat jatuh cinta sama dia, karena selama bareng dia, seringnya ngomongin mantan dia yang ninggalin dia gitu aza katanya. "jelas Ayu sambil menundukan wajahnya, ada rasa kecewa disana.
" Gue yakin lo bakalan dapet yang terbaik, Yu, kalo emang dia jodoh lo pasti dia akan mencintai lo dengan tulus. "ucap Marsha bijak, karena melihat dari raut wajah Ayu ia yakin kalo Ayu suka sama kak Rendi.
Mereka pun berpelukan saling menguatkan, sementara bakso mereka sudah tandas dari mangkoknya dan disimpan di sisi gazebo yang kosong.
Lama2 suasana kembali cair dengan ocehan Sita yang menanyakan tentang First kiss nya Resa dan Ayu.
" Yakali masa iya belum pernah, kaya gue nih first kiss gue pas gue SMA sama cinta pertama gue, tapi sayang dia khianatin gue. "cerocos Sita dengan muka sedikit kesal mengingat masa lalunya.
" Terus Marsha dia mah first kiss nya ama lakinya, tau kan lo pas di pantai deket villa Al, disono! "lanjutnya yang mendapat tabokan dari Marsha. Sementara Ayu dan Resa tertawa mendengar ocehan Sita.
" Jan tawa, entar laler masuk noh! "omel Marsha.
" Gue belum pernah lah pacaran aja kagak pernah gue. "ucap Ayu santai.
" Seriusan lo gak pernah pacaran? "tanya Marsha heran. Ayu hanya mengangguk. Ayu dibesarkan oleh ibunya dan neneknya karena sang ayah sudah lama meninggal sejak Ayu masih SMP. Jadi selama sekolah ia membantu sang ibu menjual makanan ringan dan tidak ada waktu untuk bermain apalagi jalan-jalan seperti anak-anak seusianya.
Akhirnya mereka mengerti dan berdoa semoga Ayu mendapatkan jodoh terbaiknya.
"Nah lo, Sa, gimana si Diki suka nyosor ga sih? "lanjut Sita memecah keheningan yang sempat berlangsung beberapa menit. Resa yang mendengar itu jadi salah tingkah yang membuat semua temannya curiga.
" Ngapain sih ngeliatinnya gitu amad? "gerutu Resa." Iya,, iya gue cerita," lanjutnya.
"First kiss gue sama cinta pertama gue yang TNI, tapi sayang karena mamah ga setuju akhirnya gue putus, apalagi dia juga dipindah tugas ke provinsi lain. "ungkap Resa yang mendapat anggukan daei ketiga temannya.
" Oya laki lo gimana, Sha? "ucap Sita mengalihkan pada sang tuan rumah.
" Gimana apanya sih? "omel Marsha yang mendapat kekehan dari ketiganya.
" Itu babang Al pan sebelum nikah juga mepet terus sama lo, apalagi sekarang lo udah jadi istrinya gimana tuh? "goda Sita.
" Yaa gitu lah,,, ngapain gue mesti cerita ke kalian sih, "gerutu Marsha.
" Pasti hot banget ya dia?"bisik Resa.
"Apaan,,, ih udah lah jan bahas dia. "timpal Marsha sambil menyembunyikan rona di pipinya.
Saat mereka terus menggoda Marsha tiba-tiba ponsel Marsha berdering dan ternyata vidio call dari suaminya.
" Bentar laki gue vc nih! "ucap Marsha sambil merapihkan rambutnya yang sedikit berantakan.
" Cieeee.... "goda ketiga temannya.
" *Hallo, yank lagi ngapain? Aku baru nyampe nih! "ucap Al sambil tersenyum senang.
" Nih baru beres ngerjain tugas sama anak-anak! "balas Marsha sambil mengarahkan ponselnya ke arah teman-temannya dan mereka pun melambaikan tangan sambil say halo pada Al.
" Ya udah ntar jangan begadang, eh bentar deh ko bibir kamu ampe merah gitu sih? "tanya Al curiga saat melihat bibir sang istri merah dan sedikit bengkak.
" Emm ga papa ko Al...
"Kita abis ngebaso Al pedees banget menghilangkan penat abis ngerjain tugas yang bejibun! "teriak Sita lempeng yang membuat Marsha sedikit gugup.
" Yank... Awas ya makan pedes mulu! Mentang2 aku jauh, ntar aku pulang liat aza! "ancam Al yang membuat Marsha salah tingkah dan kesel banget sama Sita.
" Iya,, iya ngga udah yah, kamu pasti cape kan istirahat gih, aku juga mau istirahat besok kan kuliah lagi, salam buat mamah sama papah ya! "ucap Marsha.
" Ya udah nanti kalo aku pulang kamu aku jemput. Ya yank, miss U. Mmmmuuuaah! "ucap Al yang dibalas sama oleh Marsha dan mereka pun mengakhiri vc nya*.
" Sitaaaa,,, lo gila ya, gue udah susah payah buat nyembunyiin lo malah ngomong! "omel Marsha sambil menggelitiki Sita tanpa ampun.
Mereka pun akhirnya tertawa bersama dan masuk ke rumah lalu membantu sang mamah menyiapkan makan malam.
Bersambung....
Aku dataaaang.....
Happy reading ya jan lupa like sama komennya.... 😘 😘
Jan bosen ya.... Walau up nya agak lama...