
Aduh author minta maaf ya, sebenernya cerita episode sebelumnya belum selesai, karena author masak dulu.. Tapi pas diliat lagi udah direview aza sama mangatoon...
Yu lanjutin cerita yang gantung disini....
📓📓📓
Marsha yang saat itu masih berada di kamar, samar mendengar suara wanita yang ia kenal tapi bukan mamahnya. Saat Marsha akan turun dari ranjang untuk melihat siapa yang datang, tiba tiba pintu kamarnya terbuka..
"Jangan turun, sayang! Udah kamu tiduran lagi. "ucap Mamah Al sambil menghampiri Marsha dan menyuruhnya untuk rebahan. Al mengikutinya dari belakang, bahkan paph, mamah sama Rangga juga ikut masuk ke kamar Marsha.
Marsha hanya menuruti perintah mamahnya Al.
"Maafin mamah ya, baru bisa jenguk, sayang!. "ucap mamah Al sambil mengelus pucuk kepala Marsha dengan lembut.
" Ini semua gara-gara Al yang telat ngasih tau, mamah. "gerutunya sambil mencubit lengan putranya.
" Ko aku sih, mah"bantah Al sambil mengusap tangannya.
Mereka semua tertawa melihat tingkah ibu dan anak di hadapannya. Oya mereka juga sudah memperkenalkan diri mereka masing-masing di bawah. Mereka tampak akrab karena Mamah Al memang tipe wanita yang ramah dan mudah bergaul,sama halnya juga dengan mamahnya Marsha.
"Maaf tante ngerepotin tante sampai jauh2 dateng ke rumah aku. "ucap Marsha sopan.
" Ko, tante sih, panggil mamah, oke sayang! "sanggah Mamah Al sambil menggelengkan kepalanya, bahwa ia tidak merasa direpotkan.
Mamah Al terus duduk di samping Marsha sambil mengusap rambut Marsha tanpa henti, ia benar-benar sudah merasa pada anak perempuan ini. Makannya mamah Al terus berusaha agar Al tetap bisa bersama Marsha, apalgi setelah tahu keluarganya sangat baik.
Tak terasa malam pun tiba, mereka semua masih betah menemani Marsha di kamar.
"Aduuh keasyikan ngobrol, mamah sampai lupa masak buat makan malam! "tiba-tiba Mamah Marsha berteriak sambil menepuk keningnya.
" Udah, jeng... Kita delivery aza, saya juga ikut makan malam disini, boleh kan? "ucap mamah Al sambil mengeluarkan ponselnya dan memesan makanan.
" Tentu saja boleh, jeng, dengan senang hati"jawab mamah Marsha sambil beranjak hendak ke lantai 1.
"Kamu mau makan bersama di bawah atao disini, Sha? "ucap Mamah sebelum beranjak keluar kamar.
" Marsha di kamar dulu aza, Mah masih agak pusing. "jawab Marsha.
" Marsha masih betah disuapin sama aku, Mah"timpal Al tiba-tiba sambil menaikturunkan alisnya menatap Marsha.
Mereka semua akhirnya ke bawah menunggu pesanan makanan sambil berbincang ringan. Sementara Al masih menunggu Marsha di kamarnya.
" Ngapain masih disini sih, Al!? "sewot Marsha.
" Kan makanannya belum dateng, sayang! Ko dateng lagi sih galaknya, jadi makin cinta. "goda Al.
" Jangan mulai deh..! "ucap Marsha jengah
Tiba-tiba Rangga masuk membawa npan berisi makan malam dan obat Marsha.
" Nih, bang, suapin ya kakak gue, susah udah dasarnya manja mah"celoteh Rangga sambil memberikan nampan pada Al, yang dipanggilnya bang.
"Diem lo! Berisik! "balas Marsha sambil melempar bantal pada ade kesayangannya.
Al hanya tertawa melihat tingkah ade kakak di depannya. Mereka selalu membuat Al merasa bahagia dengan celotehan yang mereka ucapkan.
" Udah, sini makan dulu, cepet keburu dingin! "ucap Al sambil menyendokan makanan dan hemdak disuapkan ke Marsha.
" Sini aku bisa sendiri! "bantah Marsha sambil memalingkan wajahnya menghindari makanan yang diberikan Al.
" Udah deh, sayang tinggal nurutin aku kenapa sih, ayo cepetan.. Aaaa! "ucap Al tanpa bantahan dan menyuruh Marsha membuka mulutnya. Akhirnya Marsha pun makan disuapin Al tanpa penolakan, lalu meminumkan obatnya dan menyuruh Marsha istirahat.
" Cepet sembuh ya, sayang! "ucap Al sambil mengusap pucuk kepala Marsha dn tiba-tiba mencium kening Marsha dengan lembut. Marsha yang saat itu memejamkan matanya langsung mengerjap kaget dengan tindakan Al barusan yang membuat jantungnya berdetak lebih cepat. Al pun beranjak keluar kamar dan menutup pintu kamar Marsha dengan pelan.
Marsha bukannya tidur, ia malah berusaha menenangkan jantungnya yang belum berhenti maraton.
"Aduuuh ko gue jadi deg-degan gini ya,? "gumamnya sambil memegang dadanya.
Di ruang tamu Marsha...
Namapak keluarga Marsha dan mamah Al juga Al sedang berbincang setelah merek makan malam, tentu saja Al makan malam sendirian karena sebelumnya menyuapi dulu Marsha. Setelah itu baru ikut bergabung bersama yang lainnya. Tepat jam 8 malam Al sama Mamahnya pun pamit untuk pulang. Perkenalan mereka berjalan dengan baik. Bahkan hubungan Al dan Marsha sudah mendapatkan lampu hijau dari mereka.
Marsha sendiri sudah terlelap dan berkelana le alam mimpinya. Marsha yang selalu sulit untuk mendapatkan restu mamahnya jika pacaran ternyata dengan mudah didapatlan oleh seorang Alfan Wijaya yang dulu selalu membuat Marsha kesal.
Bersambung....
Maaf ya kalo kadang ngga suka nulis nama mamahnya soalna kadang author suka lupa sama nama tokohnya... 😁