
Marsha terus berlari menghindari Al, ia menghampiri mamahnya yang masih menunggu papahnya. Saat Marsha sampai tiba-tiba dokter keluar dan mengabarkan kalo papab sudah siuman. Marsha tanpa menunggu lama langsung masuk ke ruangan papahnya dirawat.
"Pah, papah kenapa? "ucap Marsha sambil memeluk ayahnya yang sudah duduk bersandar pada kepala ranjang. Marsha memeluk papahnya erat sambil terisak nangis. Sebenernya ia sedih papahnya sakit, tapi juga ia tambah sedih setelah tau kejadian tadi tentang Al, semuanya tercurah dengan air mata yang mengalir deras dipelukan papahnya.
"Udah sayang, papa ngga kenapa-kenapa, tadi papah cuma kecapean aza. "ucap papah Rahadian sambil mengusap punggung anak kesayangannya. Mamah Cantika duduk di pinggir ranjang sambil mengelus rambut putrinya.
" Maafin Marsha,Pah! "ucapnya pelan ditengah isak tangisnya. Ia merasa bersalah karena calon suaminya yang beberapa hari ini akan dinikahinya menghianatinya. Marsha memendam semua beban itu di hatinya tanpa mau menyakiti orang tuanya.
Di luar kamar rawat
Al dan orang tuanya menunggu giliran untuk menjenguk papa Rahadian. Masih terlihat gurat kemarahan di wajah orangtuanya, Al juga terlihat kacau.
"Brengsek...! Ini pasti kerjaan Dona, cewe sialan! "umpat Al dalam hati sambil mengepalkan tangannya. Ia benar-benar takut kehilangan Marsha. Akhirnya mereka mendapat giliran menjenguk papah Rahadian. Tak berapa lama mereka pamit pulang. Sementara Marsha dan mamanya menunggu di rumah sakit karena papah Rahadian baru boleh pulang besok pagi.
Di rumah Al
Papah Wijaya langsung menarik Al dan menghempaskannya ke sofa.
"Coba jelasin kenapa kamu ngelakuin hal ini? Bikin malu keluarag! "geram sang papah dengan rahang yang mengeras. Al menghembuskan nafas kasar.
" Sumpah, Pah, Al ngga ngelakuin hal itu, mana mungkin Al mencoreng nama baik keluarga kita, Pah! "ucapnya sambil menjambak rambutnya sendiri. Sementara mama Desi membuka lagi amplop coklat dan memperhatikan fhoto di dalamnya dengan seksama. Saat melihat fhoto Al yang telanjang dada tiba-tiba mamah Desi mengkerutkan keningnya.
" Pah,, pah,, tunggu bentar deh, coba lihat sini fhotonya! "ucap sang mama sambil memperlihatkan fhotonya.
Papah Wijaya yang masih emosi nampak menghembuskan nafasnya kasar.
" Al coba kamu buka baju kamu, cepetan! "ucap sang mamah yang membuat Al heran.
" Ngapain sih, Mah? "omel Al menolak titah sang mama.
" Cepetan...! "teriak sang mama. Al pun pasrah membuka bajunya di depan kedua orang tuanya.
" Liat Pah, Al itu ada tahi lalat di bagian bawah dadanya, sedangkan di fhoto ini polos banget ngga ada apa-apa. "jelas sang mamah sambil membandingkan tubuh Al dengan yang ada di fhoto. Papah Wijaya melihat bolak - balik ke arah Al dan fhoto, ternyata benar tidak ada tahi lalat disana.
"Sial,,,siapa yang berani melakukan ini pada keluargaku!" teriaknya.
"Besok kita jelasin ke keluarga Marsha, Mah, kita jemput mereka dari rumah sakit besok! "tegas papah Wijaya. Al kembali memakai bajunya dan ia benar-benar geram dengan tingkah Dona yang keterlaluan, ia hatus membuat perhitungan dengan cewe itu.
Al beranjak ke kamarnya setelah pamit pada kedua orangtuanya. Di kamarnya ia menelepon sahabatnya untuk meminta bantuan.
"Pokoknya besok kita ketemu di kafe Hati! "ucap Al mengakhiri teleponya. Sementara Marsha masih sulit dihubungi. Al tau gadisnya pasti marah banget melihat semua fhoto itu.
Al ngga bisa tidur memikirkan gadisnya yang masih marah, apalagi kata2 Marsha sore tadi benar-benar menyakitinya saat ia bilang membenci dirinya. Sementara Marsha sudah terlelap akibat lelah menangis terlalu lama di pelukan sang papah.
Keesokan harinya sekitar jam 8,Marsha dan orangtuanya diperbolehkan pulang, papab pun diantar suster menggunakan kursi roda ke depan, sementara Marsha mencoba memesan taksi online tapi entah kenapa gagal terus, sampai terdengar suara klakson mobil di depan mereka. Saat Marsha melirik ternyata Al sudah ada dihadapannya.
"Yank..! "ucap Al lembut. Marsha langsung memalingkan wajahnya ke arah lain. Perasaanya masih nyesek liat Al didepannya.
" Ngapain lo kesini? "ketusnya tanpa melihat ke arah Al.
" Aku mau jemput kalian, sayang! "jawabnya lembut sambil hendak menggenggam tangan gadisnya.
" Jangan sentuh gue! "omelnya sambil memepis tangan kekar Al.
" Al. Ayo cepetan keburu siang! "teriak sang mamah sambil masuk ke mobil. Al yang mengemudikan mobilnya sementara para orangtua duduk di belakang, tapi tiba-tiba Marsha bilang pada mamahnya.
" Mah aku sama papah aza! "ucapnya sebelum masuk ke mobil.
" Udah deh, Sha kamu di depan aza, buruan keburu macet! "ucap sang mamah tanpa bantahan. Marsha pun pasrah dan duduk di samping Al. Sepanjang perjalanan Marsha tak membuka suara sedikitpun. Beda dengan jok belakang mereka tampak berbincang bahkan diselingi tertawa lepas.
" Yank..! "ucap Al sambil menyentuh lengan gadisnya yang tetap ditepis oleh gadisnya.
" Udah.nyetir aza lo,,, ngga usah tanya-tanya! "sewotnya sambil terus menatap ke arah jendela.
Al hanya bisa pasrah dan menghembuskan nafasnya kasar, ia benar galau saat ini.
Akhirnya mereka sampai di rumah Marsha dan disambut oleh Rangga dan Bang Jay beserta istrinya.
Mereka semua duduk di sofa, sementara Marsha langsung akan pergi ke kamarnya.
Saat akan menaiki tangga tiba-tiba mamah Desi memanggilnya.
"Sha, tunggu bentar ada yang mau kita omongin, sini sayang! "ucapnya lembut sambil menepuk sofa kosong disampingnya.
Marsha pun mengurungkan niatnya ia kembali kesana dan duduk disamping mamah Desi.
Papah Wijaya memimpin pembicaraan saat ini.
" Sebelumnya saya minta maaf pada keluarga pa Rahadian,terutama Marsha calon mantu kami. Sebelum kejadian pa Rahadian ke rumah sakit sebenernya ada orang yang mengiring fhoto tak senonoh tentang anak kami, sehingga pa Rahadian shok. "jelas papah Wijaya.
" Saya juga mengerti sebagai orangtua pasti menginginkan yang terbaik bagi putra dan putrinya, termasuk saya dan pa Rahadian tentunya, tapi disini saya mau menjelaskan kalo Alfan anak saya bersumpah tidak melakukan hal seperti di fhoto itu, sepertinya fhoto itu direkayasa, bukan saya membela anak saya, tapi saya mempunyai bukti yang nyata. "lanjutnya panjang lebar. Mamah Desi memberikan fhoto-fhoto itu pada keluarga papah Rahadian, semuanya tercengang dan ngga percaya dengan apa yang mereka lihat.
Tiba-tiba papah Wijaya menyuruh Al membuka bajunya didepan semua orang yang ada disana.
" Tapi, Pah_"ucap Al tak melanjutkan ucapananya karena dipotong oleh mamah Desi.
"Ayo Al, cepetan ini untuk membuktikan kalo kamu ngga salah, lagian Marsha juga sebentat lagi jadi istri kamu! "tegasnya. Al pun membuka bajunya di depan semuanya. Lalu mamah Desi menjelaskan perbedaan di fhoto dengan tubuh Al.
" Al itu memiliki tahi lalat dibawah dadanya sejak lahir, sedangkan di fhoto itu ngga ada sama sekali, jadi kami yakin kalo Al dijebak seseorang, dan tentu saja ingin menggagalkan pernikahan mereka"lanjutnya. Semua orang mengangguk paham dan merasa lega tapu tidak dengan Marsha. Ia masih merasa kesal dan jijik melihat fhoto itu. Mungkin juga karena Marsha cemburu.
"Nah sayang sekarang sudah jelas kan, kalo Al ngga mungkin ngelakuin hal itu! "lanjut mamah Desi pada Marsha yang masih menunduk. Marsha akhirnya mengangguk dan pamit ke kamarnya. Sebenarnya ia hanya menghindari Al. Tapi tanpa sepengetahuannya Al izin sama papah dan mamah Marsha untuk menyusulnya dan berbicara agar kesalahpahamannya tak berkelanjutan. Marsha sudah ada di kamarnya ia hendak mengganti bajunya. Saat ia membuka kancinga kemejanya yang hampir rampung tiba-tiba pintu kamarnya terbuka.
"Aaaaal.... Ngapain sih! "pekiknya sambil menutupi kemejanya yang hampir terbuka.
" Aku mau ngomonh, yank! "ucapnya sambil berjalan masuk dan menutup pintu kamarnya.
" Iiih keluar dulu! Aku mau ganti baju! "omel Marsha sambil memunggungi Al.
" Ngga papa kali, Yank orang bentar lagi juga aku bisa lihat semua milik kamu! "ucapnya santai sambil merebahkan dirinya di kasur.
" Keluar ngga? Atau aku marah lagi sama kamu dan batalin pernikahan kita! "ancamnya.
" Iih ko ngancem sih, yank! "omel Al sambil beranjak dan keluar dari kamar Marsha.
" Dasar Cowo Gilaaa!!!! "umpat Marsha sambil. Mengunci pintu kamarnya.
Bersambung...