
Perkuliahan yang sudah berjalan seminggu, membuat para mahasiswa sibuk kembali, termasuk Al dan Marsha. Bulan depan Al mulai KKN. Sementara angkatan Marsha diumumkan ada akselerasi. Sehingga kuliah Marsha yang harusnya 4 tahun jadi 2,5 tahun.
Pagi ini Marsha dan Al berangkat ke kampus lebih pagi, karena ada pembagian tugas. Marsha semakin hari semakin sibuk, selain tugas yang bejibun, presentasi, bayaranpun yang biasanya per semester sekarang jadi 3 bulan sekali.
"Yank, ntar kalo aku KKN, kamu mau ttp dirumah apa di rumah papah Rahadian? "tanya Al sambil tetap fokus pada jalanan.
" Kayanya di rumah papah, duku, deh, yank, soalnya jarak ke kampus juga kan lebih deket dari rumah papah. "jawab Marsha sambip memeriksa beberapa tugas di pangkuannya. Al pun mengangguk sambil mengelus rambut istrinya lembut.
Tak berapa lama, mereka sampai di kampus, Marsha langsung pamit pada sang suami dan bergegas ke kelasnya. Ia sudah ditunggu teman-temannya untuk memberikan tugas.
"Sha buruan woi, bentar lagi masuk! "teriak Diki.
" Iya, iya, bentar ribet amat dah ah! "ucap Marsha sambil berlari cepat ke arah mereka. Kelas Marsha yang memang mata kuliahnya lebih banyak, membuat jadwal kuliah pun lebih padat yang biasa pulang jam 3 atau 4 sore, sekarang Marsha pulang sekitar jam 6 sore, bahkan sampai jam 6.30.
Al selalu menunggu sang istri di kantin, saat sang istri masih ada di kelas. Kantin kampus pun mengikuti jadwal mahasiswa yang pulang hampir malam itu. Sehingga di kantin masih ramai.
Jam 6 teng akhirnya kelas Marsha bubar, dengan wajah lelah, mereka berhamburan ingin segera pulang dan merebahkan tubuh mereka yang lelah.
Marsha menghampiri suaminya yang sedang duduk di salah satu bangku kantin.
"Hai, yank, nunggu lama ya! "ucap Marsha sambil duduk disamping suaminya, ia menyimpan beberapa buku tebal di atas meja kanti sambil sedikit membantingnya.
" Udah beres, yank! "jawab Al sambil mengelus rambut istrinya yang terlihat sangat lelah. Marsha mengangguk malas. Al pun mengambil alih tas serta buku sang istri unyuk dibawanya ke mobil.
Saat di perjalanan pun, Marsha terlelap tidur di mobil karena kelelahan. Al yang mengerti kondisi sang istri membiarkan istrinya tertidur.
Marsha terbangun saat tenggorokannya terasa kering, ia terbangun di tempat tidur kamarnya.
"Lo ko gw disini ya? Perasaan tadi di mobil. "gumamnya sambil menggaruk kepalanya yang ngga gatal.
" Kenapa, yank, ko bangun? "tanya Al sambil menghampiri sang istri. Marsha mendongak saat suaminya sudah berdiri di sampingnya.
" Aku mau minum, Al, eh tapi ko aku bisa disini sih, kan tadi di mobil? "ucapnya yang membuat Al terkekeh.
Sambil mengambilkan minum untuk sang istri, ia bergumam.
" Tadi kamu terbang, yank, kesini! "kekehnya yang malah mendapat gerutuan dari sang istri.
" Aku gendong kamu, yank, abis mau dibangunin kamunya nyenyak banget! "ucap Al sambil memberikan gelas berisi air ke istrinya. Marsha pun mengangguk dan saat ia merebahkan kembali tubuhnya, ia baru ingat kalo ada tugas buat besok. Marsha pun langsung beranjak dan berlari ke tas dan bukunya.
" Mau ngapain sih, yank? "tanya Al heran saat melihat istrinya berlari.
" Aku lupa, ada tugas buat besok dikumpulin, Al, bantuin dong! "rengeknya sambil mengeluatkan beberapa lembar kertas dari tasnya. Al pun menghampiri sang istri dan mengambil kertas\-kertas dari tangan sang istri.
" Aku bantuin, tapi kamu harus makan duku, yank, dari tadi kamu belum makan kan?"ucap Al serius.
"Besok pagi aza lah, yank! "jawab Marsha malas. Al menggelengkan kepalanya dan langsung mengajak sang istri ke bawah untuk makan sebelum melanjutkan mengerjakan tugas. Marsha pun akhirnya menuruti sang suami.
Al gemas melihat istrinya yang seperti ogah untuk makan, akhirnya dia menyuapi sang istri dengan telaten. Setelah itu baru mereka mengerjakan tugas yang harus dikumpulkan besok. Sekitar jam 11 malam mereka baru menyelesaikannya.
"Yank..! "panggil Al saat merebahkan tubuhnya di samping sang istri. Hanya gumaman yang ia dengar dari sang istri.
" Yank,, masa langsung bobo sih, ga ngapain dulu gitu? "bisik Al di telinga sang istri.
" Aku ngantuk banget, Al, cape!"jawab Marsha sambil langsung melanjutkan tidurnya. Al pun menghembuskan nafasnya berat. Ia juga mengerti dengan kesibukan sang istri, jadi malam ini ia hanya bisa memeluknya erat lalu terlelap.
Kesibukan Marsha terus berlanjut sampai akhirnya ia dan teman seangkatannya hatus magang di sebuh perusahaan. Sementara Al sudah berangkat ke tempat KKN yang ditunjuk oleh kampus. Selama satu bulan Al tidak bisa mengantar jemput sang istri karena ia ditugaskan di tempat lain, walau satu masih satu kota.
Marsha juga sudah minta izin sama mertuanya kalo selama Al KKN, ia tinggal dulu bersama orang tuanya.
Marsha, Sita, Resa dan Diki ditugaskan magang di perusahaan yang menyalurkan tenaga kerja ke luar negri di kapal pesiar. Nama perusahaannya Pratama Cruise Ship Training. Perusahaan ini melatih para calon pekerja di pelayaran luar negri.
Mereka bertugas mengajar bahasa asing bagi calon pekerja. Pesertanya dari berbagai kalangan, bahkan ada juga yang sudah menjadi manajer di tempat kerjanya, tapi karena ingin mencoba ke luar negri, ia mengundurkan diri dan daftar di sini.
" Buset, Sha, kelas gue rata-rata bapa-bapa semua, gw ampe dibilang bocah! "cerocos Sita sambil meminum jus jeruknya.
Marsha terkekeh geli, tapi sebenarnya sama saja dengan kelasnya walau ada anak yang baru lulus SMA 2 orang, tapi rata-rata memang sudah banyak yang berumahtangga.
" Oya, yang bimbing lo cewe apa cowo, Sha? "tanya Diki yang baru ikut gabung.
" Katanya sih cewe, tapi gue belum ketemu sama dia, namanya kalo ngga salah Mei"ucap Marsha sambil memakan makan siangnya yang sisa sedikit.
"Kalo, lo, Ki, cewe apa cowo? "tanya Sita penasaran.
" Cewe dong, katanya sih paling cakep dah, sekalian biar bisa gue gebet dah, kali aza nyantol! "celotehnya yang mendapat lemparan sedotan dari ketiga teman cewenya.
" Peranakan buaya dasar! "omel Resa yang saat itu baru menyahut.
" Oya kalo lo, Sa, kelas lo kek gimana? "tanya Sita.
" Ya gitu lah 11,12 ama kalian! "jawabnya cuek.
Mereka pun menyelesaikan jam makan siang mereka denga lancar di hari pertama.
" Pratama itu, nama pemiliknya kali ya, katanya sih ganteng, Sha! "cerocos Sita sambil berjalan ke ruang tempat khusus bagi yang magang.
" Bodo amat, gue mah, mau dia ganteng atau ngga, toh gue udah punya laki, emang lo mau duain kak jak lo itu, Ta? "jawab Marsha cuek sambil terus berjalan menuju ruanganya.
" Iya juga, ya, yakali kalo ganteng mah kita disini ga bosen-bosen amat lah, bisa liat yang bening! "lanjut Sita sambil terkekeh.
Sementara Resa hanya tertawa mendengar ocehan kedua temannya. Resa memang tipe orang sedikit bicara banyak bekerja. Jadi dia jarang berkomentar jika memang hal itu tidak dianggap penting.
Selama magang Marsha dan teman-temannya berangkat pukul 7 pagi dan pulang pukul 3 sore.
Pada suatu hari Marsha pergi ke kantin bersama sang pembimbing Kak Mei namanya, ia enggan dipanggil ibu, katanya usia kami hanya terpaut 3 tahun saja. Resa dan Sita juga bersama pembimbing mereka masing-masing karena ada beberapa hal yang harus dikerjakan.
Marsha juga sudah merasa akrab dengan kak Mei karena sifat kak Mei yang welcome dan tidak membatasi saat bergaul dengan mahasiswa yang magang.
Hari itu tiba-tiba Marsha kebelet, dan ia meminta izin pada Kak Mei untuk ke toilet, tas dan ponselnya ia tinggalkan di meja kantin.
Berbarengan dengan itu Al sangat merindukan sang istri, jadi ia langsung menelpon sang istri, karena ia tahu, sekarang jam makan siang pasti istrinya sedang makan siang di kantin.
Kak Mei yang mendengar ponsel Marsha terua berdering akhirnya, ia mengambil ponsel Marsha dan menjawabnya, ia hendak memberi tahu kalo Marsha sedang di toilet, karena ia tahu yang menelpon Marsha suaminya.
Perlu kalian ketahui, Kak Mei itu orangnya agak tomboy, bahkan suaranya pun sedikit ngebas, sehingga jika di telpon hampir mirip suara laki-laki, padahal ia juga sudah menikah dan mempunyai seorang anak.
"Halo,, maaf Marsha nya lagi ke toilet. "ucap kak Mei langsung pada intinya.
Al yang mendengar suara lelaki dari ponsel sang istri langsung membentak.
" Siapa lo, ngapain sama istri gue, kenapa hp istri gue ada di tangan lo? "cerocos Al tanpa memberi kesempatan kak Mei berbicara.
" Saya, Mei, pembimbing Marsha di tempatnya magang, mas! "jawab Kak Mei tenang. Sampai akhirnya Marsha datang dan heran saat melihat ponselnya di tangan kak Mei. Kak Mei pun langsung memberikan ponselnya dan bilang kalo suaminya menelpon.
Marsha pun antusias menerima ponselnya dan langsung memanggil suaminya dengan bahagia. Tapi bukannya disambut Marsha malah diomelin katanya kalo sang istri pergi berduaan dengan seorang cowo.
Marsha berusaha menjelaskan kalo ia sedang bersama pembimbing magangnya, tapi tetap saja Al ngga percaya sampai akhirnya telponnya terputus. Marsha yang merasa ngga enak pada pembimbingnya meminta maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi.
Kak Mei memaklumi, dan ia meminta maaf karena berani mengangkat telponnya. Mereka pun kembali bekerja sampai jam pulang. Marsha masih merasa kesal pada sang suami yang tidak percaya pada perkataannya.
"Dasar possesive, kalo cemburu suka tanpa alasan, masa iya gue pacaran ama cewe, sory ya gue ga belok! "gerutu nya pelan saat ia sampai di depan rumahnya. Saat masuk rumah Marsha terkejut karena ada yang memanggilnya.
" Marsha Adelia! "
Bersambung.....
Happy reading,,,,
Ko ngomong - ngomong komennya makin dikit aza sih... Padahal komenan dan like kalian adalah semangat buat aku...