
Al dan Marsha masih duduk bersama keluarga besar Marsha sambil berbincang. Hingga akhirnya Marsha berucap.
"Al kamu mandi duluan gih! Aku mo beresin baju kamu dulu! "ucap Marsha sambil beranjak hendak ke lantai atas menuju kamarnya.
" Kita bareng aza, yank! "bisiknya sambil mengikuti istrinya ke atas.
" Iih.. Ngapain sih? "omel Marsha sambil mempercepat langkahnya. Al terkekeh karena berhasil menggoda istrinya. Saat sampai di kamar pengantin, terlihat dekorasi yang indah bahkan suasananya terlihat romantis. Marsha langsung mengambil koper Al dan mulai merapikan baju-baju Al ke lemarinya. Sementara Al hanya duduk di pinggir ranjang memperhatikan istrinya yang sibuk membereskan pakaiannya.
"Ngapain sih masih disini? Cepetan mandi, emang ngga gerah apa? "omel Marsha yang melihat Al hanya duduk-duduk.
" Bareng aza yu, yank! Udah halal ini! "ungkapnya dengan nada menggoda.
" Ngga! "pekik Marsha. Lalu ia pun berlalu mengambil jubah mandinya, dan hendak beranjak pergi ke kamar mandi.
" Udah kalo ngga mau mandi, aku dulu aza yang mandi, badan aku udah lengket gini ngga nyaman. "ucap Marsha sambil hendak membuka pintu, tapi saat akan memutar hendel pintu, Al langsung memeluknya dari belakang.
" Bentar lagi deh, yank, masih kangen tau akunya! "bisiknya ke telinga Marsha yang membuat pipinya bersemu merah.
" Iiih... Al aku tuh gerah tau, jan peluk - peluk dulu deh! "sergah Marsha sambil berusaha melepaskan pelukan suaminya. Tapi bukan Al kalo nyerah gitu aza buat lepasin pelukan.
" Bentar aza, yank! "ucap Al sambilempererat pelukannya. Dia melelapkan kepalnya di bahu istrinya dan mulai menciumi pelipis istrinya.
" All... Please deh! "Rajuk Marsha. Al pun melonggarkan pelukannya dan berbisik.
" Aku bakal lepasin kamu, tapi cium aku dulu!"balas Al sambil membalikan tubuh istrinya. Marsha mengerjap dan pipinya terasa panas.
"Ayo dong, mau dilepasin apa mau gini aza? "lanjut Al sambil mencondongkan pipinya ke arah Marsha. Marsha pun akhirnya mengalah ia berjinjit hendak mencium pipi suaminya, tapi saat akan mendarat di pipi tiba-tiba Al berbalik dan langsung mencium bibir istrinya dengan lembut, lalu melumatnya, hingga ia ngga mau untuk melepas pagutannya. Sampai akhirnya pukulan di dadanya memaksa untuk berhenti dan melepaskannya.
"Iiih... Al aku susah nafas tau! "omel Marsha sambil membekap mulutnya sendiri. Al tertawa lepas saat melihat istrinya mengomel.
" Udah ah awas aku mandi dulu! "lanjut Marsha sambi mendorong tubuh suaminya agar menjauh. Marsha pun pergi ke bawah untuk membersihkan tubuhnya yang terasa lengket. Sekitar 15 menitan ia sudah menyelesaikan ritual mandinya. Saat ia keluar dari kamar mandi ia merutuki dirinya sendiri.
"Aduuh dasar oon, kenapa bisa lupa bawa baju ganti sih? "gumamnya sambil menepuk jidatnya sendiri.
" Kamu kenapa, Sha? "tanya Mamah tiba-tiba yang sudah berdiri di hadapannya sambil membawa secangkir teh.
" Eh.. Mamah ngagetin aza, ga papa ko mah. "jawab Marsha sambil beranjak hendak ke kamarnya. Saat sampai di depan pintu kamarnya, ia ragu-ragu untuk membuka pintu kamarnya.
" Al.. Kamu masih di dalem? "tanya Marsha sambil mengintip di balik pintu kamarnya, tak ada jawaban dari dalam kamarnya. Marsha pun bernafas lega dan mengendap masuk ke kamarnya, saat ia menutup pintu tiba-tiba ada tangan kekar memeluknya dari belakang, yang membuat Marsha nyaris berteriak kalo tidak langsung dibekap sama Al.
"Iiiih Aaallll.... Ngapain sih ngagetin aku mulu! "pekik Marsha dengan kesal sambil mengerucutkan bibirnya. Al hanya terkekeh sambil terus mempererat pelukannya. Dia menciumi pelipis Marsha terus menerus sampai Marsha merasa geli.
" Udah Al, cepetan mandi dulu gih! "ucap Marsha sambil menjauhkan kepala Al dari bahunya. Dia juga merasa risih karena saat ini ia hanya mengenakan jubah mandi to, tanpa daleman gara-gara tadi lupa bawa. Al bukannya melepaskan istrinya ia malah mendorong istrinya ke atas ranjang, dan mendudukannya disana. Lalu ia duduk disamping istrinya yang terlihat sangat sexy dimata Al dengan jubah mandinya, rambutnya yang basah ia tutupi dengan handuk.
"Udah Al cepetan mandi gih, keburu malem, soalnya disini kalo mo air anget mesti masak air dulu.! "ucap Marsha lembut sambil berbalik ke arah Al. Akhirnya Al pun mengangguk dan mencium bibir istrinya sekilas lalu berlalu hendak ke bawah untuk mandi. Marsha pun akhirnya bisa tenang mengganti pakaian tidurnya tanpa gangguan Al. Karena lelah Marsha merebahkan tubuhnya di ranjang yang sudah dihias sedemikian rupa. Ia tidak tertidur hanya merelaxkan tubuhnya yang penat sambil memejamkan matanya. Tapi entah ia ketiduran ataw gimana yang jelas saat Al masuk ke kamarnya, ia tak menyadarinya hingga sebuah kecupan menyadarkannya. Marsha tersentak saat Al sudah mngungkung dirinya. Ia berhadapan langsung dengan wajah Al yang tersenyum tampan.
"Kamu berniat menggodaku sayang? "tanya Al dengan suara serak. Marsha mengerjap kaget, ia masih mengumpulkan nyawanya yang tadi sebagian hilang.
" Al-"ucap Marsha dan terpotong langsung karena Al sudah mendaratkan ciumannya di bibir istrinya yang terlihat kaget tapi justru menggemaskan bagi Al. Marsha yang tersentak akhirnya mulai membalas ciuman Al, walau mungkin masih amatir, karena ini pertama kalinya ia membalas ciuman kekasihnya yang sekarang sudah sah menjadi suaminya. Mereka terhanyut dengan ciumannya sampai suara ketukan dan panggilan menyadarkan mereka.
"Al, Sha, ayo cepetan turun kita makan malam bareng! "ajak Bang Jay di luar. Marsha dan Al tidak menjawab panggilan abangnya, Al malah memperdalam ciumannya seolah ia enggan untuk melepasnya. Sampai akhirnya Marsha menepuk bahu suaminya agar melepaskan pagutanya.
" Kenapa sih, yank? "tanya Al heran.
" Udah, Al, aku engap banget ini, laper lagi! "jawab Marsha yang membuat Al tertawa geli. Al pun beranjak duduk dan mengatur nafasnya yang masih terengah.
" Udah ayo kita ke bawah, kasian yang lain udah pada nunggu! "ucap Al sambil meraih tangan istrinya dan menggandengnya ke bawah.
Makan malam pun berjalan dengan berisik karena semua sepupunya menggoda pengantin baru. Apalagi saat Bang Jay cerita dia manggil ngga nyahut. Sekitar jam 10 malam Marsha sudah benar-benar ngantuk ia sudah beberpa kali nguap.
"Mah, Pah, shasha tidur duluan ya, ngantuk banget! "ucap Marsha sambil beranjak.
" Ya udah sana kamu istirahatin sayang, kamu juga Al cepet sana tidur! "ucap sang mamah. Mereka berdua pun berlalu ke kamarnya di lantai atas. Marsha yang memang sudah ngantuk langsung membaringkan tubuhnya di kasur, ia lupa kalo sekarang ia sudah punya suami. Al pun ikut berbaring di sampingnya dan menghadap ke arah istrinya yang baru terlelap. Dengan jailnya ia mencolek idung mancung Marsha.
"Yank,,, masa langsung tidur sih, ga ngapain dulu gitu? "bisik Al sambil mengelus pipi istrinya.
" Aku ngantuk banget,,, "ucapnya lemah dan kembali terlelap.
Al pun pasrah dan ia hanya puas memeluk tubuh istrinya dengan erah, merengkuhnya dan memberikan kenyamanan.
Tak berapa lama Al pun ikut terlelap karena ngantuk mulai menyerangnya, lagian dia juga sebenarnya lelah setelah acara seharian.
Ketika tengah malam kisaran jam 1 ataw jam 2 dini hari. Terdengar teriakan
"Aaaaaaaaw... Sakit"
Bersambung....
Yah malam pertamanya ketiduran...
Mana yang masih nungguin cerita aku...
Oya boleh dong ngasih happy new year buat MY POSSESSIVE LOVE
Makasih buat semua... 😘