MY POSSESSIVE LOVE

MY POSSESSIVE LOVE
Takut



Alfan yang kalang kabut mencari Marsha, akhirnya duduk di taman kampus.



"Kamu dimana sih, Sha? "ucap Alfan prustasi.



Alfan bahkan sudah menanyakan ke semua temennya tapi ngga ada yang tau, bahlan sekarang suasana kampus sudah mulai sepi, sampai tiba-tiba..



" Jangaaaan...! "suara teriakan gadis yang ketakutan membuat Alfan berlari menuju arah suara.



" Marshaaa...! "gumam Alfan.



Saat sampai dibelakang kampus nambak seorang cowo tinggi berusaha memeluk gadis yang dikurungnya di sebuah pohon.



" Bang**t..!!! "teriak Alfan sambil menendang cowo tinggi itu sampai terhuyung. Tanpa memberinya kesempatan Alfan langsung meberi pukulan membabi buta pada cowo iti sampai terkapar di tanah.



Sedangkan Marsha terduduk lemas sambil maenangis dan menutupi bajunya yang terbuka.



"Jangan pernah sentuh milik gue, baji****n?! "teriak Alfan sambil meraih kerah baju cowo itu yang bernama Doni.



Akhirnya Doni pingsan dengan darah mengucur dari hidungnya.



" Sha, kamu ga papa kah? "ucap Alfan sambil menutupi tubuh Marsha dengan jaketnya.



Marsha terus menangis dan mempererat cengkraman di bajunya.



" Udah, Sha tenang ada aku disini, maaf aku terlambat datang"imbuh Alfan sambil membantu Marsha berdiri dan mengambil tas Marsha.



"Aku takut, Al... Hiks... Hiks... Hiks...! "ucap Marsha sambil menenggelamkan kepalanya di dada bidang Alfan.


Alfan yang kaget dengan perlakuan Marsha langsung memeluk Marsha dengan lembut sambil bilang..



" Iya, Sha maafin aku, kamu jangan takut, aku bakal terus lindungin kamu"ucap Alfan sambil mengusap rambut Marsha dengan lembut.



Alfan langsung membawa Marsha meninggalkan kampus yang sudah sepi itu.



"Sha, kamu pulang ke rumah aku dulu ya, biar mamah yang gantiin baju kamu"ucap Alfan sambil menoleh ke Marsha yang menatap kosong ke arah jendela.



"Aku takut, Al". Ucap Marsha lirih sambil mengeratkan pegangannya pada jaket Al yang ia kenakan.



"Tenang, Sha! Kan udah aku bilang aku bakalan lindungin kamu"jawab Al sambil mengelus rambut Marsha lembut.



"Udah pokoknya sekarang kamu ikut aku aza ke rumah, mamah kamu udah aku kasih tau kok kalo kamu makan malam dulu sama aku jadi pulangnya agak telat"lanjut Al panjang lebar.



"Kok, lo tau no mamah gue "ucap Marsha dengan mengerutkan kening dan menatap ke arah Al.



" Ko pake lo-gue lagi sih, enakan aku-kamu"goda Al sambil terkekeh.



"Iih...jawab dulu"kesal Marsha.



"Waktu aku jemput kamu, mamah kamu tiba-tiba ngasih no nya ke aku, terus bilang gini "Al simpen no tante ya, kalo ada apa-apa sama Shasha kabarin tante, kali aza dia bandel" ucap Al sambil terkekeh.



"Iih mamah..! "teriak Marsha kesal.



" Udah deh ngga usah digituin bibirnya, ntar aku khilaf. "goda Al sambil mendekatkan wajahnya ke telinga Marsha.



" Apaan sih, jangan macem macem "ucap Marsha sambil mendorong Alfan, memang saat itu sedang lampu merah jadi mobil Alfan berhenti.



" Terus gimana, sekarang ke rumah aku ya? "ucap Alfan.



" Ngga mungkin juga gue pulang dalam keadaan kayak gini, ntar mamah pasti khawatir. "gumam Marsha.



" Gimana, Sha"lanjut Alfan membuyarkan lamunan Marsha.



Marsha hanya mengangguk pelan.



"Ok..!! "teriak Al girang.



Di rumah Alfan.



Mama Alfan sedang menyiapkan makan malam yntuk keluarganya tiba2 dari depan ada yang berteriak memanggilnya.



" Maaaaaaah.... Al pulang"ucapnya sambil menyimpan tas miliknya dan Marsha diatas sofa.



"Eh.. Anak mamah udah pulang "sambutnya sambil memeluk anak kesayangannya.



Sedangkan Marsha yang berdiri di belakang Alfan hanya menunduk sambil ******* tangannya.




" Kamu ngapain calon mantu mamah, hah! "teriak mamah Al sambil menjewer lagi kuping Alfan.



" Aduuh, ampuun, Mah! "teriak Alfan sambil memegang kupingnya yang dijewer.



" Al ngga ngapa2in, mah, sumpah.! "teriak Al kesakitan.



Mama Alfan pun melepaskan jewerannya dan menghapiri Marsha yang menutup bibirnya menahan tawa, karena ini kali kedua liat cowo gila itu dijewer mamahnya.



" Maaf, tante Al cuma nolongin aku. "ucap Marsha sambil ******* tangannya.



Al pun menceritakan kejadian di kampus tadi, Marsha hanya menunduk manahan tangisnya, karena mengingat kejadian tadi membuatnya sangat ketakutan.



Mamah Al pun memeluk Marsha dengan lembut.



" Udah sayang sini ikut mamah! "ucap mamah Al sambil menuntun Marsha menuju lantai 2.



Marsha hanya pasrah mengikuti mamah Al tanpa bantahan. Sedangkan Al masuk ke kamarnya dan bergegas mandi.



30 menit kemudian.



Alfan dan papahnya sedang menunggu di meja makan sambil berbincang ringan. Sampai suara mamah mengalihkan perhatian mereka.



"Udah lama nunggu ya? "ucap Mama sambil menggandeng tangan seorang gadis dengan dress putih selutut tangan panjang, dia terlihat sangat anggun dan cantik.



Alfan dan papahnya hanya melongo melihat 2 wanita di depannya, terlebih Alfan yang tak berkedip melihat Marsha dengan kagum.



"Udah Al, biasa aza liatnya! "ucap Mamah tiba-tiba, membuyarkan lamunan Alfan.



Ya Marsha didandanin dengan sangat anggun oleh Mamah Al bahkan mata sembabnya duka tak terlihat lagi karena polesan make up mamahnya, yang terkesan natular.



Marsha pun digandeng mamah Al dan di persilahkan duduk disamping Alfan. Refleks Alfan menarik kursi untuk gadis cantiknya.



Marsha pun duduk dan mereka memulai makan malam mereka tanpa obrolan sedikit pun.



Setelah mereka menyelesaikan makan malamnya, mereka pindah ke ruang keluarga dan berbincang ringan.


Marsha pun merasa nyaman dengan sambutan hangat dari keluarga Al terutama mama Desi mamahnya Alfan.



Akhirnya Alfan mengantar pulang Marsha le rumahnya, setelah Marsha mengucapkan terimakasih pada mamah dan papahnya Al dan berpamitan.



Di mobil Alfan.



"Kamu cantik banget, Sha"ucap Al sambil melirik Marsha.



"Kamu, kenapa tadi ngga nunggu aku sih, sha? "lanjut Alfan yang penasaran dengan gadisnya yang tiba-tiba menghilang di kampus.



" Gue tadinya mo kabur lewat gerbang belakang biar ngga pulang bareng lo, eh malah ketemu pacar lo sama kakanya yang stes itu. "ucap Marsha sewot.



" Pacar? Kamu cemburu ya! "goda Alfan sambil menaikturunkan alisnya.



" Makanya jangan kabur dari aku dong, Sha. Pantesan mamah kamu bilang kamu tuh bandel"kekeh Alfan.



"Apaan sih, udah ah"sewot Marsha kesal.



"Udah dibilangin jangan digituin bibirnya, sayang"goda Al sambil mengusak lembut rambut Marsha.



Akhirnya mereka sampai di rumah Marsha, dan Alfan pun langsung pamit pulang karena udah malam.



Hari ini hari yang melelahkan bagi Marsha..




Bersambung.....



Mon maaf ya author mo curhat dulu bentar


Kenalkan nama author IRMA MARMANINGRUM jadi pas buka aplikasi ini fb author lg keblok soalnya lupa sandi xixiix... Jadi ini pake akun suami...



Semoga menghibur jan lupa like sama komennya ya



Timamakasih