
Al yang selalu tidur tak luput jatuh dari ranjang ternyata kebawa sampai ia nikah, malam ini yang jadi korban adalah istrinya. Ia tidur entah bagaimana sampai sang istri jatuh terjungkal ke bawah ranjang hingga teriak.
"Aaaaaaaaw.. Sakiit! "teriak Marsha sambil memegang pinggangnya. Al terkaget lalu ia turun menghampiri sang istri.
" Aduuh maafin aku, yank! "ucapnya dengan suara serak khas bangun tidur sambil membopong sang istri ke kasur.
" Eeh ngapain tidur disini? "tanya Marsha heran. Al hanya menggeleng jengah.
" Kamu lupa, sekarang itu malam pertama kita, tadi siang kan kita udah sah jadi suami istri. "jawab Al gemas. Marsha tertegun sebentar dan akhirnya ia mengingat semuanya.
" Aduuh ini sakit banget Al, kamu tuh tidur kek gimana sih sampai aku jatuh kaya gini! "omel Marsha yang merasakan sakit di pinggangnya. Al hanya terkekeh sambil mengusap tengkuknya.
" Udah sini aku pijitin! "jawab Al sambil mulai memijit pinggang istrinya.
" pelan-pelan ih sakit tau! "gerutu sang istri, mungkin ia lupa ini tengah malam, pasti suara mereka terdengar jelas karena suasana hening.
" Iya sayang! "ucap Al sambip melingkarkan tangannya di perut sang istri. Marsha langsung terdiam saat merasakan ada pergerakan aneh di tengkuknya.
" Al ngapain sih? "pekik Marsha karena sekarang Al bukan hanya menyusuri tengkuknya tapi lehernya juga.
"Ini malam pertama kita sayang, apa kamu siap?" ucapnya serak di telinga Marsha. Marsha seperti terpaku ia mematung tanpa menjawab ucapan suaminya. Al mulai bergeriliya dengan tangannya, tapi berhasil ditahan oleh Marsha.
"Aduh Al, pinggang aku masih sakit juga, besok aza ya? "ucapnya sambil berusaha melepaskan tangan suaminya.
" Nolak suami dosa lo, yank! "jawab Al yang membuat Marsha terkesiap. Al terus merayu istrinya untuk berbaring kembali, berhasil sih, tapi istrinya malah terlihat tegang.
" Al.. Emm katanya malam pertama itu sakit, apa iya? "tanya Marsha polos dan dengan sedikit waspada karena suaminya sudah berada diatas tubuhnya mengurngnya. Al berpikir sejenak.
" Aku juga ngga tau, yank, ini juga pertama kali untuk aku! "ungkapnya. Marsha sedikit ragu untuk mengiyakan ditambah lagi pinggangnya masih sakit juga gara-gara jatuh. Al menatap istrinya lekat, tanpa menunggu lama ia langsung melahap bibir merah istrinya yang terlihat menggodanya dari tadi. Al juga berusaha melepas kancing piayama istrinya satu per satu walau istrinya mempertahankan.
"Aku ngga bakaln nyakitin kamu yank! "bisiknya setelah melepas pagutannya. Marsha merasa malu banget saat pakaian atasnya sudah terbuka dan hanya menampakan underwear hitamnya.
" Aku malu banget, Al! "bisiknya sambil menutupi wajahnya dengan kedua tangannya. Al menikmati apa yang ada dihadapannya. Ia berusaha menenangkan istrinya. Tak berapa lama hal itu pun terjadi, tapi hanya sebentar karena Al kaget melihat istrinya menangis dan kaget saat melihat ada darah disana.
"Maafin aku, yank, sakit banget ya! "ucap Al sambil pindah ke samping sanh istri. Marsha hanya mengangguk dan membenamkan wajahnya di dada Al dengan selimut menutupi tubuhnya sampai leher. Al pun mengecup kening sang istri.
" Udah bobo lagi yu, yank, besok aza kita lanjutin. "bisik Al yang mendapat tepukan di bahunya. Al terkekeh geli melihat gadisnya yang masih tampak malu. Tak berapa lama mereka pun kembali terlelap ditandai dengan nafasnya yang teratur.
Marsha bangun lebih dulu, saat ia menggerakan tubuhnya, ia merasakan sakit di area sensitifnya, sakit dan perih, ditambah lagi pinggangnya juga masih sakit. Al masih terlelap dengan melingkarkan tangannya di perut rata Marsha. Marsha melepaskan tangan Al pelan-pelan agar tidak terbangun,tapi bukannya lepas Al malah mengeratkan pelukannya dan membawa tubuh istrinya ke pelukannya.
"Al.. Awas dulu aku mau ke kamar mandi ih! "ucap Marsha sambil mencubit lengan suaminya.
" iih kamu mah, cepetan aku mau ke kamar mandi. "rengek Marsha pada Al yang masih belum mau melepaskan pelukannya.
" morning kiss dulu dong! "ucap Al sambil menujuk pipinya. Marsha pun jengah dengan tingkah Al yang ternyata mesum banget pas udah nikah. Marsha pun mencondongkan wajahnya ke pipi Al hendak menciumnya tapi, lagi-lagi Al berbalik dan melahap bibir manis istrinya. Al makin memperdalam ciumannya sampai tubuhnya beralih di tas tubuh istrinya. Marsha memukul bahu suaminya akan berhenti dan melepaskan pagutannya.
"Sekali lagi ya yank! "bisiknya parau. Marsha mengerjap kaget, ia juga masih merasakan sakit.
" Ngga Al masih sakit tau! "gerutu Marsha sambil menahan dada suaminya. Al menggeleng dan malah melelapkan kepalanya di ceruk leher istrinya.
" Al iiih berat! "omel Marsha.
" Please yank! "bujuknya dengan mata berkabut. Marsha yang masih merasakan sakit terus berusaha melepaskan diri, tapi apa daya kekuatan suaminya lebih besar dibandingkan dengannya. Marsha pun pasrah, ia menahan rasa sakitnya dengan menggigit bibirnya sendiri, bahkan bahu Al pun terkena cakarannya. Al tau mungkin ini sangat menyakitkan dibandingkan cakaran di tubuhnya. Sekitar setengah jam mereka baru menyelesaikan kegiatan paginya. Nafas mereka masih memburu. Al bangun dan memakai jubah mandinya. Sementara Marsha masih terbaring kasurnya, ia merasakan sakit di sekujur tubuhnya.
"Kamu disini dulu ya, yank, aku dulu mandinya! "ucap Al sambil mengusap rambut istrinya lembut dan mengecup keningnya. Marsha hanya mengangguk sambil mengeratkan selimutnya. Al pun berlalu untuk mandi ke lantai bawah. Di bawah terlihat orang rumah sudah bangun bahkan mamah Cantika sedang menyiapkan sarapan di meja makan.
"Eh udah bangun Al? "tanya sang mamah.
" Iya, mah! "jawab Al sambil beranjak ke kamar mandi. Ia mulai membersihkan dirinya dengan air dingin.
" Ternyata merawanin tuh susah banget ya, tapi gue suka. "Gumamnya dalam hati sambil mengingat semua kejadian semalam dan pagi ini. Sekitar 15 menit Al sudah beres dengan ritual mandinya, ia bergegas ke kamar untuk melihat keadaan istrinya. Saat sampai di kamar, terlihat istrinya sedang berusaha duduk sambil memegang selimut yang menutupi tubuh polosnya.
"Yank, masih sakit ya? "tanya Al khawatir. Marsha hanya mengangguk tanpa menjawab.
" Tunggu bentar, aku pake baju dulu, ntar biar aku gendong aza ke kamar mandinya! "ucap Al sambil bergegas mengambil pakaiannya. Setelah selesai Al memakaikan jubah mandi pada istrinya, saat Marsha bergerak sedikit saja, rasanya sangat sakit dan perih.
" Udah yank sini aku gendong aza! "ucap Al saat melihat istrinya berusaha berdiri.
" Aku malu kali Al, masa digendong sih? "ucap Marsha sambil meringis.
" Ngapain malu sih.. Aku ini suami kamu, mereka juga pasti ngerti yank! "bujuk Al dan langsung menggendong istrinya ala bridal ke bawah. Untungnya orang rumah tiba-tiba sepi entah pada kemana. Marsha pun masuk ke kamar mandi dibantu Al. Bukannya Al keluar ia malah menutup pintu kamar mandinya dan berdiri disana menunggu istrinya mandi.
"Ngapain disini? Cepetan keluar! "pekik Marsha. Bukannya keluar Al malah membantu istrinya mandi, walau dengan sekuat tenaga ia menahan hasratnya, karena ia tahu istrinya masih kesakitan. Acara mandi pun sedikit lama gara-gara Al terus mencuri ciuman istrinya yang mendapat omelan dari istrinya.
Bersambung...
Aduh... Mon maaf ni ya mungkin agak gimana bacanya tapi ngga pulgar *** ya... Moga aza direview cepet2...
Jan lupa happy new year nya ya....
Dari author juga ngucapin HAPPY NEW YEAR 2020 untuk semua pembaca setia novel akoh dan mangatoon 😘🎉🎉