MY POSSESSIVE LOVE

MY POSSESSIVE LOVE
Balasan Alfan



Al terkekeh mendengar teriakan gadisnya di balik pintu kamar Marsha. Al lalu berlalu ke bawah meninggalkan kamae gadisnya yang terkunci.



"Padahal bentar lagi juga aku milikin kamu, yank! "gumamnya sambil menuruni tangga.


Di ruang tamu masih ada orang tua Al dan Marsha mereka masih terlihat berbincang.



" Pah, Mah Al ada tugas sama anak-anak, boleh kan Al pamit duluan? "tanya Al sopan.



" Emang mau kemana sih Al, buru-buru amat. "timpal Mamah Desi.



" Ada sesuatu mah, ga papa Al pake ojol aza mah, takutnya lama. "imbul Al.



" Ya udah kamu hati-hati di jalan ya Al! "ucap papah Wijaya. Al pun menyalami semua orang tua disana dan berpesan agar menyampaikan pada Marsha kalo ia pulang duluan.



Di kafe hati


Terlihat Jak, Randi dan Devan sedang duduk melingkar di sebuah meja kafe dekat jendela. Mereka terlihat berbincang diselingi tawa. Bahkan banyak cewe-cewe melirik antusias ke arah mereka.


Tak berapa lama terdengar sahutan dari orang yang mereka tunggu.



"Hai bro... Sorry gue telat, abis nganter calon mertua dulu! "ucapnya sambil duduk disamping Jak.



" Ngga papa kali brow! "ucap Jak. Mereka pun memesan makanan dan minuman yang mereka mau.



" Sebenernya apa sh Al yang mau lo omongin kayanya serius banget? "ucap Devan sambil menyedot minumannya.


Al pun mulai menceritakan tentang masalahnya yang dibuat oleh Dona. Tak lupa Al memperlihatkan foto-fotonya yang dikirim Dona dari ponselnya.



" Njiir menang banyak lo Al! "teriak Jak yang mendapat tabokan di jidat dari Randi.



" Sialan ini bukan gue woy,,,,! "pekik Al.



" Ya mau lo juga ga papa Al lumayan kali, montok gitu. "ledek Jak.



" Diih... Sana buat lo aza gue sih ogah! Gara-gara dia pernikahan gue ampir gagal. "bantah Al dengan mengepalkan tangannya.



" Terus rencana lo apa Al? "tanya Randi. Semua nampak fokus memperhatikan Al. Al merangkulkan tangannya pada Jak dan Randi demikaian juga dengan Devan, jadi tangan mereka saling merangkul dan Al membisikan rencananya pada mereka.



" Ok... Fix udah kita lakuin aza hati ini mumpung masih sore juga Al! "ucap Devan antusias. Mereka pun menganggukan kepala tanda setuju dengan ide Devan.



Di rumah Marsha


Mamah Cantika sedang menyiapkan makanan di meja makan, Marsha sendiri baru turun semenjak mengunci pintunya gara-gara Al. Setelah itu Marsha langsung tertidur, dan sekarang baru turun.



"Maaf, Mah Shasha ketiduran tadi. "ucapnya sambil memeluk mamahnya manja.



" Iya ngga papa kamu pasti cape, oya Al udah pulang tadi katanya ada urusan gitu. "jawab Mamah Cantika sambil terus menata makanan di meja makan.



"Hm" jawab Marsha sambil duduk dan menyicipi makanan yang ada. Seolah ia ngga peduli dengan apa yang dilakukan Al.



Tiba-tiba mamah Cantika menghampiri anak gadisnya dan menjawil hidungnya.



"Kamu tuh kenapa sih cuek banget sama Al, dia itu bentar lagi jadi suami kamu lo, Sha! "ucap sang mamah sambil duduk disamping Marsha.



" Lah terus Shasha harus kaya gimana sih, mah? "tanya balik Marsha.



" Nih ya kalo cewe lain, cowonya pergi tanpa pamit langsung pasti ngambek, atawa langsung nelepon, ini ko cuman hm doang? "lanjut sang mamah heran melihat tingkah anka gadisnya yang terlampau cuek.



" Aduh, Mah itu kan cewe lain, Shasha ngga gitu, lagian kan udah bilang juga ke mamah jadi ngapain diribetin sih"jawab Marsha sambil mulai memakan makanan yang ada disana. Mamah Cantika hanya menggelengkan kepala melihat tingkah sang anak.



Di kafe Hati


Al menunggu kedatangan orang yang hampir menggagalkan pernikahannya dengan geram.



"Jak gimana udah ketemu? "tanya Al lewat ponselnya. Al duduk bersama Devan sementara Jak dan Randi mencari Dona di rumahnya.


Sekitar 1 jam akhirnya Jak dan Randi berhasil membawa Dona ke hadapan Al.



"Lepasin gue!!! "bentak Al sambil menepis tangan Dona kasar.



" Kok gitu sih, sayang, kita kan udah ngelakuin semuanya bareng-bareng. "jawab Dona seolah dengan mengucapkan itu ia akan mendapatkan hati Al.



" Cih.. Murahan! "ledek Al.


Tiba-tiba Dona diseret Jak untuk duduk dan diapit oleh Devan dan Randi.


Al sudah mengeratkan rahangnya ia merasa muak melihat gadis yang ada di hadapannya.



" Sekarang lo ngaku, sama gue kalo fhoto itu cuman rekayasa ataw lo tau akibatnya. "ancam Al sambil menatap gadis di depannya.



" Maksud kamu apa sayang? Kita kan emang udah ngelakuinnya waktu itu! "jelas Dona seolah semua itu nyata.



" Jangan macem-macem, gue ngga pernah ngelakuin apapun sama lo! "bentak Al sambil hendak mencengkram wajah Dona, namun ia tahan. Tapi ternyata Jak yang memang udah tahu sebelumnya tentang fhoto itu, mencari tau siapa sebenernya yang ada di fhoto itu. Akhirnya Jak menemukan orang itu, termyata ia orang bayaran Dona, bahkan Jak juga sudah mengundangnya ke kafe hati.



Dona masih kekeh mempertahankan pendapat nya bahwa ia melakukan semuanya dengan Al.


Tak berapa lama datang seseorang yang membuat Dona tiba-tiba pucat pasi.



"Lo ngapain disini? "tanya Dona gugup. Al memperhatikan perubahan raut muka Dona yang pucat dan salah tingkah.



" Lo kenapa, Don? "ledek Al.



" Sekarang lo jelasin fhoto ini sama gue? "ucap Al pada laki-laki itu sambil melempar amplop berisi fhoto tak senonoh mereka. Cowo itu menjelaskan semuanya, bahkan saat mereka melakukannya pun ia jelaskan yang membuat Al dan yang lainnya bergidik ngeri. Tanpa mereka sadari Devan merekam semua percakapan mereka. Bahkan fhoto yang asli nya pun ada di ponsel laki-laki itu.


Dona mengepalkan tangannya geram, ia merasa kalah dan bodoh di hadapan Al.



"Tapi Al, aku sayang banget sam kamu! "bantah Dona sambil hendak merangkul ke arah Al, namun dicegah oleh Jak.



" Cih... Sayang kata Lo, terus rela ngasihin tubuh lo ke siapa aza? "ledek Al dengan mimik muka jijik.



" Jangan pernah ganggu hidup gue sama Marsha lagi, ataw vidio mesum lo akan tersebar di kampus! "ancam Al.


Dona lemas mendengar ancaman Al, ia ngga mau reputasinya hancur di kampus gara-gara kebodohannya.



" Maafin aku Al, aku ngga mau kamu nikah sama si Marsha cewe ingusan yang baru lo kenal. "ungkap Dona menumpahkan kemelut di hatinya.



" Pokoknya mulai sekarang jangan pernah ganggu hidup gue lagi titik!"bentak Al mulai gerah dengan ocehan Dona.



"Maafin aku Al! "ucap Dona lemas. Sementara laki-laki yang ada di fhoto itu mulai mendekati Dona dan ia bilang kalo ia akan bertanggung jawab atas kelakuannya.



" Apa-apaan ini? "Ledek Randi saat melihat adegan romantis di depannya.



" Lo bisa dapetin yang sayang sama lo! "ucap Al setelah melihat adegan di depannya.


Dona tersenyum dan beranjak pergi setelah pamit pada Al dan temannya, ia pulang bersama cowo itu.



" Apaan sih Al,masa gue liat orang jadian didepan gue"ungkap Randi ngenes.



"Kenapa lo suka sama si Dona? Kenapa lo ngga embat aza! "jawab Al cuek. Jak sama Devan tertawa lepas mendengar ucapan Al. Sementara Randi merajuk dan mulai meninggalkan kawannya yang masih terkekeh.



" Ran... Woy tungguin!!! "teriak Devan.



Sementara Al mengotak atik ponselnya dan mengirimkan sesuatu disana.




Bersambung.....



Mana komennya nih....


Jan lupa jempolnya ya



Salam sayang dari author😘