MY POSSESSIVE LOVE

MY POSSESSIVE LOVE
Jatah



Al masih betah di kamar setelah membantu istrinya berpakaian. Sementara Marsha sedang menyisir rambut panjangnya yang masih agak basah, setelah itu ia memoleskan make up tipis agar tidak terlalu pucat. Al tak henti-hentinya memperhatikan sang istri dengan intens hingga akhirnya ia memeluknya dari belakang.


"Al iih engap, ini! "omel Marsha beralasan. Sementara sang suami malah asyik membenamkan wajahnya di ceruk leher sang istri.


" Diem deh yank, aku lagi nyaman banget kaya gini! "bisik Al yang membuat Marsha geli karena ia berbisik tepat di telinganya.


Semua berlangsung agak lama hanya keheningan yang terbentang diantara mereka, hingga suara perut menginterupsi mereka untuk segera mengisinya. Mereka pun tertawa geli.


" Iih ngerusak suasana aza! "omel Al sambil terkekeh. Marsha hanya tertawa puas mendengar omelan sang suami.


Al pun menggandeng istrinya untuk turun ke bawah dan sarapan yang sebenarnya kesiangan. Di bawah terlihat kelurga besar masih berkumpul di ruang keluarga. Mungkin mereka baru menyelesaikan sarapannya.


"Pagii semua...! "sapa Al sumringah sambil tak lepas menggenggam istrinya yang agak tertatih saat berjalan.


" Yaelah pengantin baru betah amat di kamar! "ledek Rangga.


" Berisik lo! "omel Marsha. Rangga tertawa puas sudah menggoda kakaknya.


" Udah sana sarapan dulu! "titah sang mamah menengahi perdebatan ade kakak yang pastinya lama kalo ngga buru-buru ditengahi. Al hanya terkekeh melihat istrinya yang kesal pada adenya. Ia pun langsung memebawa istrinyake meja makan dan menarik kursi untuk istrinya duduk.


" Sini biar aku ambilin! "ucap Al sambil mengambil piring istrinya.


" Ngga usah Al, harusnya aku yang layanin kamu! "ucap Marsha menahan piringnya.


" Udah ga papa sama aza, lagian aku tau kamu masih sakit kan? "bisiknya dengan nada menggoda. Marsha pun memukul lengan suaminya gemas.


" Iiih Aaal! "pekik Marsha menahan malu. Al pun menyiapkan sarapan untuk istti tersayangnya. Mereka sarapan bersama kadang Al memaksa istrinya untuk menyuapinya. Setelah selesai mereka ikut bergabung bersama keluarga yang lain. Semua tampak bahagia dengan cerita mereka masing-masing. Semua berlangsung lama sampai mereka lupa waktu. Hingga makan siang sudah hampir terlewati. Akhirnya mereka memutuskan untuk makan siang di rumah makan dekat rumah.


Di rumah Alfan


Terliahat suami istri memandang ke arah luar mereka duduk berdampingan di sofa ruang tamu.


"Pah, mamah kangen banget sama Al! "ucap mamah Desi sambil menyemderkan kepalanya di bahu suaminya.


" Sama Mah, papah juga kangen sama anak manja itu, oya gimana kalo mereka suruh tinggal disini aza? "jawab papah wijaya.


Sang istri pun mengangguk setuju dengan yang diusulkan suaminya.


" Ya udah kita tunggu aza Al pulang, sekarang dia pasti masih berkumpul sama keluarga istrinya. "lanjut sang papah.


Di rumah Marsha


Keluarga Marsha sudah kembali berkumpul di ruang keluarga.


" Mah, Pah, boleh kan besok Al sama Marsha berkunjung ke rumah Al? "tanya Al pada mertuanya. Mertuanya tersenyum sambil mengangguk dan berucap.


" Bukan boleh sayang tapi harus, apalagi sekarang Marsha itu udah tanggung jawab kamu, tolong bimbing dia ya! "ungkap sang mamah. Al pun tersenyum dan mengangguk.


" Al akan berusaha jadi suami yang baik buat Marsha pah, mah! "ucap Al sambil memeluk istrinya. Sementara Marsha hanya tersenyum menanggapi percakan orangtua dan suaminya.


" Oya kamu, Sha, harus nurut sama suami ingat ya, tugas istri itu taat sama suami! "lanjut sang mamah yang diangguki papah.


" Iya mah! "jawab Marsha singkat. Percakapan pun kembali rame dengan celetukan Bang Rafa yang tiba-tiba.


" Sapa nih yang semalem menang perang dunia ke 3?"ucapnya sambil mengerling jail pada Marsha. Al terkekeh sambil melihat istrinya yang tersipu malu.


"Yaelah Bang, pasti Bang Al lah orang tadi pagi aza kak Shasha ga bisa jalan. "timpal Rangga yang mendapat lemparan bantal sofa dari kakak perempuannya.


Semua yang ada disana tertawa geli menggoda pengantin baru yang masih terlihat malu-malu.


" Njiir muka gue!"gumam Marsha sambil memegang pipinya yang terasa panas. Sementara Al masih terkekeh melihat istrinya dengan pipi merahnya.


Godaan itu berlangsung hingga malam tiba. Setelah makan malam Al dan Marsha pamit ke kamar, ia hendak membereskan barang untuk dibawa besok ke rumah mertuanya.


" Yank, bawa bajunya jan banyak-banyak, katanya mamah udah nyiapin baju khusus buat kamu! "ucap Al sambil duduk disamping ranjang memperhatikan istrinya yang memasukan beberapa baju ke koper.


" Iya, lagian kan kita ngga lama juga disana? "jawab Marsha acuh.


" Kata sapa yank, kita kan ntar tinggal disana? "jawab Al sambil memainkan ponselnya.


Marsha yang tadinya sibuk langsung terdiam.


" Lo kok, gitu sih Al, aku masih pen sama Mamah, Papah, Rangga juga. "rajuknya sambil kembali memasukan pakaiannya.


" Inget lo ya, yank, istri itu harus nurut sama suami! "timpal Al.


" Emm gimana kalo seminggu - seminggu, yank? "rayu Marsha. Al menatap sekilas pada istrinya yang terlihat sangat menggemaskan.


" oke deh bagi-bagi jatah ya? "ucap Al yang diangguki sang istri dengan antusias.


" Tapi jatah aku juga banyakin ya! "lanjutnya dengan sensual.


" Jatah apaan emang, makan kamu Al, oke ntar aku tambahin porsinya deh! "ucap Marsha cuek.


Al yang gemas dengan jawaban sang istri langsung memeluk istrinya dan mendudukannya di pahanya.


" Aaaal.. Ngapain sih? "pekik Marsha sambil meronta minta diturunkan. Tapi Al malah memegang pergelangan tangannya dan berbisik.


" Diem,,, bukan jatah makan sayang, tapi jatah malam pertama yang belum kelar. "bisiknya sambil mengecup pelipis sang istri. Marsha yang kaget mendengar itu jadi mengomel.


“Iiiih dasar mesum!" omel Marsha sambil berontak agar diturunkan.


"Diem deh yank, jan gerak-gerak entar dia bangun! "ucap Al santai. Marsha yang masih belum ngerti dengan ucapan Al mengerutkan keningnya.


" Siapa Al yang bangun, jan bikin takut deh orang disini cuma kita berdua. "ucap Marsha heran. Al terkekeh pelan memdengar jawaban istrinya yang dirasa polos.


" Kalo dia bangun aku.yakin besok pasti kamu digendong lagi sama aku! "jawabnya santai, tapi membuat Marsha tegang.


" Nggak...! "pekik Marsha sambil berusaha turun dari pangkuan suaminya. Al pun tertawa puas sudah berhasil menggoda istrinya. Ia pun melepaskan istrinya untuk kembali membereskan barang yang tadi tertunda.


" Besok kita ke rumah mamah jam 9 pagi aza ya yank, biar ngga terlalu siang! "ucap Al setelah berhasil meredakan senyumnya.


" Iya terserah kamu aza. "jawab Marsha sambil menutup kopernya dan menyimpannya di sudut kamar.


" Besok aku ngga akan pernah izinin kamu keluar kamar aku. "ucap Al tiba-tiba sambil menarik sang istri ke pelukannya.


" Iiih ngapain, kamu mau sekap aku,,, ngeri banget sih Al"omel Marsha sambil memukul dada bidang suaminya. Al pun terkekeh geli dan mendekap istrinya ke dalam pelukannya.


"Udah sekarang kita istirahat, yank! "ucap Al. Marsha pun mengangguk dan mulai melelapkan tubuhnya di dada bidang suaminya.


" Eh tunggu bentar, yank, malam ini ngga dapet jatah apa? "bisik Al pada telinga istrinya.


" Nggaaa...! "pekik Marsha sambil langsung berbalik memunggungi suaminya. Al pun terkekeh melihat tingkah istrinya.


" Iya, iya... Yank, hadap sini dong! Dosa tau katanya munggungi suami! "bisik Al. Marsha pun pasrah ia kembali berbalik sambil menutup wajahnya.


Bersambung.....


Happy New Year 2020....


Jan lupa like dan komennya ya sayang....