MY POSSESSIVE LOVE

MY POSSESSIVE LOVE
Curhat



"Shaa... Ntar gue maen ke rumah lo ya!" teriak Sita sambil merangkul Marsha yang baru datang ke kelas.


Marsha mengertutkan keningnya heran melihat Sita yang udah balik kaya biasa.



"Eh.. Sapa lo? "ucap Marsha sambil memasng ekspresi aneh, seolah bertemu orang ngga dikenal. Sita langsung mengeructkan bibirnya



" Iiih... Marsha gue Sita, masa lupa sama gue? "rajuknya. Marsha menahan tawanya melihat tingkah Sita.



" Lagian kemarin aza lo cuekin gue, ngapa sih lo? Terus tiba-tiba sekarang teriak2 happy gitu kaya abis menang lotre"cerocos Marsha.


Sita hanya tertawa lebar menanggapi luapan kekesalan Marsha.



"Iya2 gue minta maaf, makannya ntar gue maen kerumah lo ya, ada yang mau gue ceritain. "ucap Sita sambil mengajaknya duduk. Mereka pun duduk berdampingan kaya biasa. Kelas berjalan dengan lancar, bahkan presentasi Marsha dan Sita pun sukses. Tak terasa sudah masuk jam makan siang, seperti biasa Marsha and the gengs masuk kantin dengan tempat duduk yang sama dekat jendela. Tak berapa lama datang Alfan, Jak, Rendi dan Devan. Devan tak terlihat selama ini ternyata ia ada urusan keluarga di luar kota dan sekarang ia datang kembali dan bergabung dengan Alfan.



"Kangen gue sama kalian! "ucap Devan sambil merangkul semua temannya. Mereka saling merangkul dan pergi duduk dekat meja Marsha. Devan sudah tau kalo Al sudah jadian sama Marsha tapi merek belum tau kalo Jak udah jadian sama Sita. Makan siang mereka lalui dengan canda tawa bahkan Alfan yang biasanya mepet Marsha hari ini izin dulu soalnya kangen sama Devan.



"Yank, hari ini aku bareng anak 2 dulu, ya soalanya Devan udah balik. "ucap Al yang menghampiri Marsha di mejanya, Marsha hanya mengangguk dan tersenyum lebar.



" Makasih, yank! "ucap Al sambil mencium tangan Marsha.



Sekitar jam 3 sore kampus merah sudah bubar dikarenakan ada rapat dosen. Marsha yang saat itu berjalan bareng Sita menuju parkiran, nampak Al sudah menunggunya sambil menyender pada mobilnya.



" Yuk, kita pulang, yank! "ucap Al sambil membuka pintu mobil untuk Marsha. Marsha mengangguk dan langsung berucap



" Oya, Al, Sita boleh ikut kan, soalnya dia mau ke rumah aku dulu. "jelas Marsha sambil menunggu respon Al. Al mengangguk dan mempersilahkan Sita duduk di belakang.



" Boleh dong, yank. "jawab Al sambil mengusap pucuk kepala Marsha. Marsha pun masuk ke mobil dan Al melajuka nya dengan kecepatan sedang. Setelah berapa lama akhirnya nyampe di rumah Marsha. Sita langsung turun dari mobil Al sambil mengucapkan terimakasih, saat Marsha akan turun tangannya ditahan sama Al.



"Yank, maaf ya hari ini aku ngga mampir dulu, soalnya anak2 mo pada ngumpul di rumah Devan. "jelasnya sambil menatap ke arah Marsha dengan lembut.



" Iya, ga papa kok, ntar aku bilangin ke mamah. Lagian aku kan ada Sita juga. "jawab Marsha penuh pengertian. Al tersenyum lebar ia benar2 makin sayang sama Marsha.



" Makasih, yank! "ucap Al sambil buru2 mengecup kening Marsha. Marsha yang kaget hanya mengerjap dan langsung mencubit lengan Al.



" Jail"ucap Marsha sambil beranjak ke luar. Sita yang asyik main ponsel tak melihat kejadian barusan di mobil Al, sampai akhirnya ia kaget saat Marsha menggandengnya masuk. Mereka disambut oleh mamah cantika. Sita benar-benar suka kalo udah ada di rumah Marsha selain mamah cantika yang baik ia juga sering dibikinin makanan yang enak2.


Setelah berbincang sebentar sama mamah, akhirnya mereka pergi ke lantai 2 tepatnya ke kamar Marsha.



"Ta, lo mo mandi dulu ngga? Bajunya pake punya gue aza. "ucapnya sambil membawa handuk hendak ke kamar mandi. Sita mengangguk dan bilang



" Ya, lo aza dulu, ntar gue"ucapnya sambil tetap fokus pada ponselnya. Marsh akhitnya berlalu meninggalkan Sita. Tak berapa lama Marsha udah balik ke kamar dengan baju rumah yang nyantai, sambil membawa nampan berisi makanan.



"Cepaetan sana mandi, handuknya udah gue simpen di kamar mandi!"ucap Marsha sambil menyimpan makanan di atas nakas dekat ranjang, yang membuat Sita berselera.



"Makan dulu dah, Sha! Ngiler gue. "ucap Sita sambil mencomot salah satu makanannya. Marsha hanya menggeleng dan mulai menyisir rambutnya dan mencepolnya agar lebih singset.



Tak berapa lama, akhirnya Sita pergi mandi dan Marsha menunggunya sambil membaca buku. Akhirnya Sita selesai mandi dan masuk ke kamar Marsha dengan baju Marsha.



"Sha,, gue udah jadian sama kak Jak. "ucap Sita tiba-tiba sambil duduk dekat Marsha dengan makanan ditangannya.


Marsha yang tersentak mendengar ucapan Sita langsung menoleh ke arah Sita dengan ekspresi heran.



" Beneran lo, Ta? "tanyanya memasang wajah nggak percaya.




"Akhirnya temen gue ngga jomblo lagi. "teriaknya tertahan sambil merangkul sahabatnya. Mereka pun bercerita banyak tentang kekasih mereka masing-masing, sampai malam pun tiba.



" Sha, gue nginep sini aza ya, takut gue pulang malem2 gini. "ucap sita tiba-tiba.



" Boleh dong, Ta, tapi lo udah izin sama mama lo belum? "tanyanya.



" Udah, tadi gue nelpon ko pas lo lagi mandi. "jawabnya. Mereka pun kembali bercerita sampai makan malam pun dijemput sama Rangga.



Di rumah Devan



Nampak 4 cowo ganteng duduk melingkar di sebuah meja. Mereka tampak asyik bercengkrama sambil mamakan cemilan dan beberapa minuman soda.



" Dev, ngapain aza lo selama disana, ngga kangen apa sama kita? "ucapa Al sambil membuka bungkus makanan. Yang lain hanya mengangguk mengiyakan.



" Gue bantuin bokap gue, ngurusin perusahaannya yang ditipu sama sekretarisnya bokap gue. "jawab Devan serius. Mereka hanya ber oh ria setelah mendengar jawaban Devan.



" Eh ngomong2 ko bisa lo jadian sama cewe galak itu, Al? "tanyanya penasaran. Al langsung melempar kacang ke arah Devan.



" Sialan lo bilang cewek galak, cantik tau! "gerutunya. Tiba-tiba Jak menyela obrolan mereka.



" Gimana ngga dapet orang dipepet terus coy! "gelaknya. Mereka tertawa bersama walau Al masih kesal.



" Tapi yang jelas mereka udah dapet lampu ijo dari masing2 keluarga, tinggal dihalalin aza. "cerocos Jak.



" Jadi maksud lo, cewe gue haram."gerutu Al sambil nabok Jak. Mereka pun tertawa mendengar ocehan Jak yang kadang memang konyol.



"Ngomong2 lo udah pada punya cewe belum siih? "tanya Jak sok.



" Jan belagu, lo sendiri udah dapet belom? "ujar Rendi yang sedari tadi diam.



" Gue..? Udah lah gini2 pelet gue kenceng man! "celotehnya yang mendapat jitakan dari Devan.



" Songong lo! "ujar Devan sambil membayangkan kekasihnya yang masih ada di luar kota untuk kuliah. Sementara Rendi masih belum bisa move on dari mantannya yang udah jelas2 nikah sama cowo lain.



" Besok deh gue kenalin sama cewe gue ok! "tukas Jak sambil tersenyum lebar. Ucapannya hanya diangguki malas oleh ketiga temannya yang sering kena tipu sama Jak, yang bilang mo ngenalin cewek. Kaya dulu pernah kejadian mo ngenalin cewe pas dikenalin eh ternyata tuh cewe udah punya cowo, mana cowonya dateng lagi, tuh Jak bukan dapet selamat dari temannya malah berusaha menyelamatkan diri dari amukan cowo si cewe tadi.




Bersambung.....



Mana dong komennya... Nulis next aza udah bikin aku seneng...