
Bagi seorang Alfan berada disamping Marsha tiap hari adalah suatu keharusan, tak terkecuali Malam minggu tak pernah ia lewatkan, walaupun Marsha kesa, tapi Al ngga peduli yang penting bisa bareng sama gadis kesayangannya. Seperti hari ini Marsha males banget buat ketemu sama Al.
"Pokoknya hari ini gue ngga mau ketemu dia. Tiap hati diikutin mulu gerah gue"gumam Marsha di kamarnya. Biasanya Al selalu dareng tepat jam 8 malem, kalo ngga ngobrol di rumah, pasti Al ngajak Marsha jalan ke luar. Tapi untuk sekarang mood Marsha sedang anjlok. Pokoknya Marsha saat ini bener-bener ngga mau ketemu Al. Sebenernya Marsha masih kesal dengan Al gara2 kejadian kemarin di kantin.
Semuanya berawal saat jam makan siang, seperti biasa Marsha dan sohibnya pergi ke kantin. Kantin ramai seperti biasa. Saat sedang menunggu pesanan makanannya, tiba2 Marsha kebelet, lalu dia permisi buat ke toilet. Karena ngga ada yang mau nganter akhirnya Marsha berjalan sendiri.
Di lorong arah ke toilet, nampak 2 orang saling bepelukan di dekat tangga, cowonya nampak membelakangi Marsha sedangkan cewenya dengan mesra mencumbu cowonya.
"Iih... Kaya ngga ada tempat lain aza. "gumam Marsha sambil berlalu, tapi ia merasa kenal dengan sosok cowo yang dia lihat tadi.
" Kok.. Gue berasa familiar sama tuh cowo tapi sapa ya? "gumamnya sambil memegang pangkal hidungnya di depan washtafel toilet.
Saat keluar nampak Alfan yang telah berbincang dengan cewek cantik di dekat tangga. Entah apa yang mereka bicarakan namun mereka tampak akrab dengan senyum merekah dari keduanya.
" Apaa,,, jadi yang pelukan tadi Alfan? "pekik Marsha tertahan, entah apa hatinya merasa sakit bahkan bulir bening di matanya mulai jatuh.
" Cih,, semua cowo sama aja, ngga bisa liat cewe bening dikit langsung nyosor, jijik gue pernah dipeluk2 sama dia. "gerutu Marsha sambil berlalu dan mengusap air matanya. Marsha benar-benar merasa hatinya berantakan setiap mengingat adegan tadi.
Saat pulang Alfan seperti biasa menunggu Marsha di parkiran. Marsha yang saat itu sudah meliahat Alfan di parkiran sedang bersandar ke mobilnya. Dia melambaikan tangan ke arah Marsha, tapi Marsha buru2 memalinhkan wajahnya dan berjalan melewati Al tanpa menyapanya.
Alfan yang heran dengan tingkah gadisnya yang tiba-tiba mengabaikannya langsung mengejar Marsha dan menarik tangannya.
"Sha, mo kemana sayang, ko nyuekin aku, auo pulang! "Ajaknya sambil menarik Marsha le arah mobilnya.
" Lepasin,, deh, udah gue mo pulang bareng Sita. "ucap Marsha ketus.
" Kamu kenapa sayang? "ucap Al sambil menatap lekat pada gadisnya.
" Udah deh... Gue mau pulang sendiri titik"tegas Marsha sambil berlalu meninggalkan Alfan. Alfan bener-bener ngga ngerti dengan sikap Marsha hari ini. Tapi Al juga tidak bisa berbuat banyak kalo Marsha udah buat keputusan kaya gitu.
Alfan pun membiarkan Marsha pulang bareng Sita, tapi Al tetep mengikuti Marsha sampai rumahnya.
Saat Marsha akan membuka pintu rumahnya tiba-tiba, tangannya ditarik dari belakang. Marsha benar-benar kaget dn menoleh ke arah belakang.
"Ngapain sih ngikutin gue? "ucap Marsha ketus sambil melepaskan tangannya dari Al.
" Kamu kenapa sih. "ucap Al kesal.
" Pikirin aza sendiri"ketus Marsha sambil beranjak pergi, tapi tubuhnya ditarik Al dan disandarkan di tembok. Al mengurungnya dengan kedua tangan kekarnya.
"Ngapain sih lo?"ucap Marsha kaget dan berusaha mendorong Al, tapi Al ngga bergeser sedikit pun, dia menatap Marsha dengan tajam, membuat Marsha bergedik takut.
"Lepasiiin..! "teriak Marsha. Tapi Al buru2 membekap mulut Marsha. Al bener2 udah habis kesabaran menghadapi Marsha hari ini, dan ia ngga tau apa sebabnya.
" Jangan teriak, Sha, ntar orang kira aku ngapa-ngapain kamu lagi! "ucap Al kesal.
Al pun melepas bekapannya pada Marsha. Al lalu memeluk Marsha erat. Sambil mengelus rambut Marsha lembut.
" Kamu kenapa sayang? Jangan bikin aku takut! "bisiknya.
Marsha hanya diam tanpa membalas pelukan Al, malah dia berusaha melepaskan pelukannya, tapi Al malah mempererat pelukannya.
" Aku cape"ucap Marsha.
"Ya udah sekarang kamu masuk terus istirahat ya sayang! "ucap Al sambil melepas pelukannya, saat Al akan mengecup kening Marsha, ia langsung berpaling dan pergi masuk meninggalkan Alfan.
" Udah sana pulang! "teriak Marsha sambil menutup pintu.
Sekarang udah hampir jam 8 malam, Marsha masih anteng diem di kamar dengan baju santai, rambut diikat sembarang bahkan wajah polos tanpa make up, tapi tetap terlihat cantik.
" Sha, sekarang Al kesini kan? "tiba-tiba mamah masuk ke kamar Marsha yang ngga dikunci.
Tiba - tiba Rangga teriak dari bawah
" Kaaaak... Bang Al dateng nih! "teriaknya dari bawah.
Marsha tetep cuek dengan teriakan Rangga bahkan mamahnya pun ia abaikan. Mamah yang heran melihat tingkah gadis kesayangannya, mengelus rambut Marsha dan bertanya
" Kamu lagi berantem sama Al?"tanyanya lembut.
Marsha hanya diam tak menjawab mamahnya, bahkan sekedar mengangguk atau menggeleng pun tidak. Akhirnya mamahnya beranjak dan sebelum keluar ia berkata
"Ya udah kamu istirahat ya, sha biar mamah yang nemuin Al"
Alfan yang datang dengan pakaian rapi duduk di sofa ruang tamu, ia berbincang ringan sama Rangga dan papah Marsha. Sampai akhirnya mamahnya Marsha dateng dan ikut bergabung dengan mereka.
"Maaf Al,Marsha nya lagi ngga mau ketemu. "ucap mamah cantika terbata.
" Emang kalian lagi berantem, Al? Dalam hubungan itu berantem hal yang wajar ko, asal jangan keterlaluan dan egois! "lanjut mamah cantika.
" Ngga sih tante, tapi dari kemarin Marsha terus ngindarin aku. "jawab Al jujur.
" Terus sekarang Al kesini pengen ngeberesin semua kesalahpahaman diantara kita, karena jujur Al ngga mau Marsha jutekin terus. "lanjutnya.
" Ya udah karena Marsha ngga mau turun, kamu naik aza ke atas kali aza dia mau ngomong sama kamu, awas jangan macem macem! Ucap mamah Cantika.
"Boleh tente? "ucap Al sumringah, yang diangguki oleh Mamah dan papahnya Marsha. Al pun beranjak naik ke lantai 2,dia mengetuk pintu kamar Marsha lembut. Tak ada jawaban dari dalam, dengan perlahan Al membuka pinyu kamar Marsha pelan, nampak gadisnya sedang membaca buku dengan earphone menempel di kupingnya. Rambutnya yang diikat sembarang, kaosnya yang longgar memperlihatkan bahunya yang putih, dengam celana pendek selutut membuat gadisnya terlihat lebih sexy, apalagi tak ada make up yang menempel di wajahnya, cantiknya terlihat alami.
Al pun masuk pelan-pelan sambil menutup kembali pintu kamarnya. Dia menghampiri gadisnya yang tak menyadari kehadirannya. Al menatap lekat wajah cantik gadisnya. Dia tersenyum melihat tingkah gadisnya yang tak menyadari juga kehadirannya. Sampai akhirnya Al duduk disampig Marsha, dan membuat gadisnya menoleh.
"Aaaa.... Ngapain disini? "teriak Marsha kaget dan langsung melempar bukunya ke arah Al.
Alfan hanya tersenyum dan menyimpan buku yang mengenai dadanya. Alfan terus menatap gadisnya dengan senang.
" Kamu cantik banget, Sha"! Ucapnya sambil meraih tangan gadisnya, yang langsung ditepis oleh Marsha.
"Ngapain sih kesini, udah dibilang ngga mau ketemu juga. "ketus Marsha.
" Kamu kenapa sayang dari kemarin kaya gini terus. "ucap Al lembut berusaha agar tidak terbawa emosi oleh sikap Marsha.
" Udah sana sama cewe lo aza sana, jangan sama gue!"ucapnya tiba-tiba yang membuat Al termenung mendengar ucapan gadisnya.
"Kan cewe aku kamu, sha. "ucapnya heran.
Marsha yang udah ngga bisa nahan lagi gejolak di hatinya akhirnya mengeluarkan unek-unek di hatinya.
" Ck..cuma aku, terus cewe yang kamu peluk2 kemarin? Gerutu Marsha sambil mengerucutkan bibirnya.
Alfan tersentak mendengar penuturan Marsha.
Bersambung....
Masa iya Al yang posesif gitu bisa selingkuh ya...