MY POSSESSIVE LOVE

MY POSSESSIVE LOVE
Fix



Al kaget saat ada tangan yang melingkar di perutnya, saat berbalik Al terkejut kenapa gadisnya tidur disini?


Al akhirnya tersenyum lebar dan mulai memeluk gadisnya dengan erat seolah tak ingin lepas tapi tiba-tiba



"Bruuuuuk...! "



" Aaaaw....! "ringis Al yang sudah berada di lantai dengan gulingnya. Al mengucek matanya dan mencari gadisnya tapi nihil yang ia lihat hanya guling kesayangannya.



" Njiir gue cuma mimpi. "umpatnya sambil beranjak akan berdiri, namun saat akan berdiri tiba2 papah Wijaya membuka pintu kamarnya.



" Kamu kenapa, Al? "ucapnya sambil berlari membatu anaknya berdiri. Al hanya cengengesan dan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.



" Ngga papa, Pah, Al cuman mimpi"ucapnya malu-malu.



"Mimpi apa sih ampe jatuh kaya gitu, Al? "tanya papah Wijaya sambil terkekeh pelan.



" Tapi luka kamu ngga papa kan? "lanjutnya sambil menunjuk perban di perut Al dengan khawatir.



" Ngga, Pah, aku baik-baik aza. "jawabnya sambi duduk di kasurnya.



" Ya udah kamu tidur lagi gih, agak tengah tidurnya biar ngga terjun lagi heheh! "ucap Papah Rahadian sambil tersenyum lebar. Ia selalu menganggap Al sebagai putra kecilnya yang manja. Sambil menyelimuti Al dan mengusap kepalanya papah Wijaya akhirnya meninggalkan kamar Al.


Al yang sudah ditinggalkan papahnya bukannya tidur ia masih terbayang saat ia memeluk Marsha saat tidur.



Di bawah nampak Mamah Desi, mamah Cantika juga papah Rahadian sedang berbincang. Saat melihat Papah Wijaya turun, mamah Desi langsung bertanya.



"Al kenapa, Pah? "tanyanya khawatir. Paph Wijaya hanya terkekeh dan duduk disamping istrinya.



" Biasa, Mah, Al terjun dari kasur"ucapnya santai sambil terus tertawa. Semua orang disana tak tahan menahan tawanya.



"Anak itu, ngga berubah, padahal udah punya tunangan juga"omel mamah Desi sambil terkekeh. Sementara orang tua Marsha saling pandang menanggapi tingkah calon menantunya.


Tak berapa lama mereka kembali serius dan membahas hal yang tadi sempat tertunda.



"Oya bagaimana kalo Al sama Marsha kita nikahkan tahun ini saja, semua demi kebaikan mereka, saya khawatir sama Marsha yang terus diganggu oleh laki2 baji***n itu"geram papah Wijaya sambil mengepalkan tangannya, ia ingat bagaimana calon menantunya itu hampir dilecehkan oleh lelaki itu.


Semua mendengarkan ucapan papah Wijaya dan mengangguk-anggukan kepalanya setuju.



"Bagaimana kalo seminggu lagi kita nikahkan mereka, Pah, mamah udah ngga sabar pengen nimang cucu! "ucap Mamah Desi antusias.



" Sama kami juga menantikan seorang cucu. "ucap Papah Rahadian sambil menggenggam tangan istrinya.



" Seminggu itu terlalu cepat, Mah, memangnya persiapan pernikahan itu gampang, papah ingin yang sempurna untuk anak semata wyang papah. "ucap Papah Wijaya tegas.



" Gimana kalo pas libur kuliah mereka, Pah, kan sebentar lagi mereka UAS, pasti kan itu mereka libur. "ucap mamah Desi antusias. Sementara orang tua Marsha hanya mengangguk setuju, mereka menyerahkan semuanya pada pihak laki-laki.



" Oke fix, kalo gitu kita tentukan hari dan tanggalnya besok, serta tempat resepsinya. Sekarang kita semua istirahat. "tegas papah Wijaya sambil beranjak. Akhirnya semua kembali ke kamar masing2 dan mulai melelapkan tubuhnya yang kelelahan setelah seharian menyelesaikan insiden anak-anaknya.



Keesokan paginya di dapur rumah Al. Terlihat semua wanita sibuk menyiapkan sarapan sementara para papah sedang berbincang ringan di meja makan. Al sendiri masih diam di kamarnya.



"Sha tolong bangunin Al, gih! "teriak mamah Desi sambil menyiapkan makanan ke meja makan.



" Iya mah! "balas Marsha sambil menyimpan gelas yang akan diisi jus.


Marsha pun pergi menaiki tangga, dan melangkah menuju kamar Al.



" Aduuh kenapa gue yang mesti bangunin sih! "gumamnya sambil mengetuk pintu kamar Al.



" Al kamu udah bangun kan? "ucapnya settengah berteriak. Al yang memang sudah bangun dari tadi, bahkan sudah ke kamar mandi, langsung pura-pura tidur mendengar gadis kesayangannya memanggilnya.



" Apa belum bangun ya? "gumamnya lalu membuka pintu kamar Al dan masuk ke dalam, terlihat Al memunggunginya dengan ditutup selimut sampai dadanya. Marsha mendekati Al hendak membangunkanya, saat ia memegang bahu Al lalu mengguncangnya sedikit, tiba tiba tangannya ditarik Al hingga tubuhnya sedikit menimpa Al.





" Ayo buruan banguuun, ditungguin dibawah tau! "ucapnya sambil terus menahan tubuhnya agar tak terlalu dekat dengan Al, tapi bukanya bangun Al malah berbalik menghadap Marsha jadi sekarang wajah mereka begitu dekat.



" Morning cantik! "ucap Al sambil langsung mengecup kening Marsha. Marsha yang kaget langsung terpundur dan melepaskan tangannya.



" Pagi-pagi itu ngasih morning kiss, bukannya ngomel, yank! "ucap Al santai sambil duduk.



" Apaan morning kiss, kita itu belum nikah, jan macem2 deh! "omel Marsha sambil berbalik dan hendak keluar kamar, walau sebenernya hatinya seneng banget, mukanya juga udah merah makanya ia langsung berbalik.


Al tertawa puas melihat gadisnya yang ngomel tapi selalu terlihat cantik di mata Al.



" Tungguin dong, yank! Aku kan masih sakit, bantuin berdiri kek! "ucap Al manja.



" Iih dasar manja, tadi kamu juga udah mandi kan itu bisa berrdiri. "gerutu Marsha sambil menghentikan langkahnya tanpa menoleh ke arah Al.



" Yah, yank, jatoh nih jatoh! "teriaknya sambil akann menjatuhkan tubuhnya ke bawah. Marsha menghentakan kakinya dn berbalik lalu membatu Al berdiri.



" Udah ayo cepetan! "ucap Marsha sambil mengalungkan tangan Al ke bahunya. Tangan Marsha melingkar di pinggang Al, sementara yang satunya memegang tangan Al.


Al memeluk Marsha posesif lalu mencium pelipis Marsha disampingnya.



" Kamu tuh berat tau! "omel Marsha sambil terus memapah Al keluar kamar. Pas nyampe tangga tiba-tiba ia melepaskan pegangannya pada Al.



" Ko dilepas sih, yank, jatoh nih! "omel Al.



" Udah pegangan sama pagar tangga aza, sih, manja banget! "ucap Marsha sambil akan berlalu meninggalkan Al, tapi belum sempat melangkah Al langsung menarik kaos yang pakai Marsha.



" Iiih apaan sih, Al! "pekik Marsha karena tubuhnya tertarik ke belakang.



" Mau papah aku, atau aku cium disini! "ancaamnya di telinga Marsha yang membuatnya geli.



" iih ngancem, ogah! "tolak Marsha sambil melepaskan tangan Al di bajunya, tapi bukannya lepas Al malah menarik pinggangnya dan mencondongkan wajahnya, hendak mencium Marsha.



" Iya. Iya aku bantu kamu, awas mukanya jan deket2 serem! "gerutu Marsha sambil kembali memapah Al. Sementara Al hanya terkekeh melihat gadisnya yang cemberut.



Akhirnya mereka sampai di ruang makan.



" Kok lama, Sha, susah bangun ya Al nya? "tanya mamah Desi.



" Manja mah, Al nya. "ucap Marsha sambil menatap Al jengah. Sementara yang ditatap hanya terkekeh.



" Ya udah makan sarapannya entar ada yang mau kita omongin. "lanjutnya.



Bersambung......




Mon maaf ya kemarin ngga up, authornya lagi ada acara keluarga jadi seharian ngga pegang hp.



Semoga menghibur


Jan lupa kasih like and komennya ya



Salam sayang dari author.... 😘