
Pagi ini Kak Tara diperbolehkan pulang oleh pihak rumah sakit, Al sudah menjemput mereka dengan mobilnya, bahkan sang papah pun ikut menjemput membawa mobilnya.
Kak Tara duduk di kursi roda dan di dorong oleh Bang Jay, sementara bayinya digendong oleh sang mamah. Mereka berjalan menuju mobil Al.
Karena sekarang ada bayi kecil, papah Rahadian memutuskan kalo bang jay dan Kak Tara semetara tinggal di rumah mereka. Sehingga sekarang mereka menuju ke rumah sang mamah.
Akhirnya mereka sampai di kediaman Rahadian. Bayi kecil itu ditidurkan di kamar kak Tara dan Bang Jay. Marsha selalu mengikuti bayi itu, bahkan Al juga sampai terabaikan.
Saat ini Marsha duduk di tepi ranjang sambil mengelus pipi gembil bayi bang Jay. Kak Tara berbaring di samping bayinya.
"Kak emang ngelahirin itu sakit ya? "tanyanya tiba-tiba sambil tetap fokus pada sang bayi.
" Pokoknya rasanya istimewa deh, dek! Ntar juga kamu ngerasain!. "jawabnya sambip menatap bahagia sang buah hati.
Lalu tiba-tiba Al dan Bang Jay masuk ke kamar mereka.
" Yank, kamu ga kangen apa sama aku, dari tadi yang dielus baby nya doang! "rajuk Al sambil duduk di samping sang istri. Bang Jay dan Kak Tara menahan tawa mereka.
" Apaan sih, cuma semalem doang, Al! "gerutu Marsha tanpa menoleh ke arah sang suami.
" Udah ntar kita bikin atu yang kek gini, biar kamu ga cuekin aku! "goda Al yang langsung mendapat tabokan dari sang istri. Sementara bang Jay dan kak Tara akhirnya tertawa mendengar ucapan adik iparnya, yang emang bucin dari dulu.
" Oya, bang nama anaknya mo sapa nih? "tanya Al mengalihkan pembicaraan.
" Aku belum nemu yang pas, bang? "ucap kak Tara pada sang suami. Bang Jay pun nampak belum menemukan nama yang tepat buat buah hatinya.
" Ntar aza kita cari lagi yang bagus, aku juga belum nemu, Dek! "jawab bang Jay pada sang istri.
Mereka pun kembali berbincang ringan hingga diselingi tawa karena kekonyolan kedua adiknya, yang atu bucin, yang atu lagi galak. Pasangan somplak emang.
Sementara di dapur para mamah menyiapkan makan siang mereka.
Setelah lama di kamar sang abang, akhirnya Al dan Marsha keluar karena kak Tara akan menyusui sang bayi yang mulai bangun dan menangis.
Al mengajak Marsha ke taman belakang dan duduk di gazebo.
"Yank, kalo nanti kita punya baby, kamu mau cewe apa cowo? "tanya Al sambil menatap ke depan seolah membayangkan sesuatu.
" Emm, kalo aku sih pengennya cewe, biar aku ada temen, soalnya selama ini aku cewe sendirian, sebelum ada kak Tara. "jelasnya sambil menatap ke arah yang sama dengan sang suami.
Al pun menoleh pada sang istri dan mencium pipinya lembut.
" Kalo gitu kita harus berusaha siang malem biar bisa cepet dapat baby kaya bang jay! "godanya sambil menaik turunkan alisnya.
" Oya nama yang bagus buat baby bang jay, sapa ya? "tanya Marsha tiba-tiba.
" Mana aku tahu, yank? "balas Al cuek.
Setelah menikmati pemandangan taman belakang, panggilan buat mereka pun terdengar.
" Al, Sha, ayo kita makan dulu! "teriak sang mamah dari arah pintu belakang.
Mereka pun makan bersama, sementara kak Tara lebih dulu makan karena ia harus menyusui sang baby.
Makan siang pun berlangsung tanpa ada percakapan. Hanya denting sendok dan piring yang beradu memecah kesunyian mereka.
Setelah makan siang selesai. Mereka pindah ke ruang keluarga dan berbincang tentang baby bang Jay yang lahir dengan sehat dan sempurna.
"Oya, pah, abang belum nemu nama yang cocok buat baby? "ucap bang jay pada sang ayah.
Mereka pun akhirnya berdiskusi mencari nama yang cocok untuk sang baby. Namun semua yang disarankan belum membuat bang Jay puas. Sehingga ia masih memikirkan nama yang bagus untuk buah hatinya.
Waktu berjalan begitu cepat, tak terasa hari menjelang malam, membuat mamah Desi dan papah Wijaya pamit untu pulang. Sementara Al dan Marsha untuk beberapa hari izin menginap disini.
Baby bang Jay ternyata anak yang manis, ia tidak rewel, bahkan sang baby lebih banyak tidur, sehingga membuat kak Tara bisa beristirahat dengan baik.
Ternyata mempunyai baby tidak semudah yang dilihat, setelah Al dan Marsha menginap beberapa hari, mereka sering mendengar tangisan baby di tengah malam, yang otomatis membuat sang ibu kak Tara hatus bangun dan menyusuinya.
Kak Tara dan Bang Jay selalu menjaga baby bahkan, bang Jay sering terlihat bergadang untuk membantu sang istri.
Kadang2 Marsha juga membantu menggendong baby bang jay, ia diajarkan oleh sang mamah bagaimana cara menggendong bayi. Walau ada rasa takut, tapi ia merasa sangat nyaman saat menggendong makhluk kecil di tangannya.
Sudah seminggu nama buat baby belum juga nemu. Hingga membuat semua orang memanggilnya dengan sebutan baby saja.
Marsha dan Al bahkan sudah mencari beberapa nama di internet untuk bayi perempuan, tapi kata bang Jay, ah terlalu susah kaya orang bule.
Nama pun belum juga diberikan untuk sang bayi.
Bersambung.....
Boleh dong cariin nama yang bagus buat baby nya bang Jay, aku bingung ni...
Yang cocok ntar aku pake namanya dan ucapan. Terima kasih pasti aku post disini
Makasih.... Semuanya bantu aku nyari nama ya...