MY POSSESSIVE LOVE

MY POSSESSIVE LOVE
Bang Jay&Kak Tara



Kak Tara nampak terkulai lemas diatas ranjangnya, sepagian ini ia bolak-balik ke kamar mandi untuk mengeluarkan isi perutnya, yang jelas tidak ada apa-apa.



"Aduuh lemes banget aku, Bang? "ungkapnya pada sang suami yang sedang memijitnya.



" Sabar, Dek, demi anak kita! "jawab Bang Jay dengan khawatir. Bang Jay juga ngga pernah tahu kalo ternyata orang ngidam itu separah ini. Ia bahkan ikut bolak-balik mengantar istrinya ke kamar mandi untuk memijit tengkuknya.



" Kita ke rumah sakit aza, Dek, aku khawatir! "lanjut Bang Jay. Kak Tara hanya mengangguk, karena ia juga ngga tau harus bagaimana, ini hamil pertamanya dan pengalaman baru baginya.



Setelah mengganti bajunya Kak Tara keluar menuju suaminya yang nunggu di teras rumah.



" Udah siap, Dek? "ucapnya lembut sambil menggandeng istrinya. Kak Tara hanya mengangguk dan mulai mengenakan helmnya. Sekitar 30 menit mereka sampai di rumah sakit, dan mendapat no antrian, lalu mereka duduk di ruang tunggu yang sudah disediakan.


Kak Tara ternyata masih bolak-balik ke toilet saat ia menunggu gilirannya.


Akhirnya ia dipanggil mereka masuk ke ruangan dokter. Terlihat dokter perempuan cantik dengan memakai kacamata, wajahnya terlihat ramah. Di nametag nya tertulis nama Dr. ASYLA.


Bang Jay menjelaskan keadaan istrinya yang sering mual muntah di pagi hari.


Dokter tersebut hanya tersenyum lalu berkata.



"Bapa dan ibu jangan khawatir itu biasa bagi orang yang hamil muda, biasanya disebut morning sickness. "jelasnya. Lalu dokter itu memberi resep untuk ditebus di apotek rumah sakit.


Tak berapa lama mereka pun pulang,,, saat di perjalanan Bang Jay bertanya pada istrinya.



" Dek, mau langsung pulang atawa ke rumah mamah dulu? "tanyanya sambil mengelus tangan istrinya yang melingkar di perutnya.



" Ke rumah mamah dulu deh, Bang, aku kangen sama mereka. "ucap Kak Tara. Padahal baru 3 hari lalu mereka ke rumah papah sama mamah.



Akhirnya mereka sampai di rumah orangtuanya. Terlihat Mamah yang sedang masak untuk makan siang. Mamah sibuk sendiri karena Rangga dan Marsha mungkin masih di sekolah dan kampusnya.



"Mamaaaaa....! "teriak Kak Tara sambil menghambur ke pelukan sang mamah mertua yang seperti mamah kandung baginya. Tapi saat mencium bau masakan dan kompor yang menyala tiba-tiba Kak Tara merasa mual dan langsung beranjak ke kamar mandi.



" Jay, kenapa istri kamu, apa dia baik-baik saja? "tanya sang mamah khawatir. Bang Jay hanya mengangguk sambil menjatuhkan tubuhnya di sofa.



" Tara udah beberapa hari ini mual muntah terus, Mah, terus dia juga jadi ngga mau masak katanya bau banget, Mah, apalagi kalo liat kompor nyala. "jelas Bang Jay.



Mamah Cantika hanya tersenyum dan mengusap punggung anak sulungnya.



" Wanita hamil emang gitu, dulu juga mamah, waktu ngidam kamu gitu, malahan mamah pengen digendong sama papah"terangnya sambil terkekeh mengingat kejadian dulu saat ia ingin d8ge dong suaminya dari lantai atas ke lantai bawah.


Bang Jay terperanjat mendengar penjelasan mamahnya.



"Orang ngidam seaneh itu. Mudah-mudahan istri gue ngga aneh-aneh deh. "gumamnya dalam hati.



Saat makan siang pun tiba, mereka duduk di meja makan termasuk Kak Tara. Saat sedang melahap makan siangnya tiba-tiba di luar rumah terdengar suara berisik orang berbicara.



" Biar Jay aza yang lihat, Mah! "ucapnya sambil berlalu menuju ruang depan. Ternyata yang berisik itu Rangga dan Marsha juga Alfan yang mengikutinya dari belakang.




" Apaan sih, baru juga dateng, gue juga cape woy! "sewot Rangga sambil melempar tas kakaknya ke lantai. Sementara Al hanya terkekeh geli melihat gadisnya yang selalu menggoda adenya.



" Iiih ko dilempar sih tas gue? "gerutu Marsha sambil memungut tasnya di lantai. Tanpa mereka sadari Bang Jay udah berdiri didepan mereka dengan kedua tangannya melipat didadanya.



" Udah berantemnya? "ucap Bang Jay sambil menjewer kedua kuping adenya.



" Abaaaaang...!! "pekik keduanya. Al menahan tawanya melihat gadisnya yang nampak kesakitan karena dijewer kakanya.



" Ayo Al.. Masuk! "ucap Bang Jay sambil menggiting kedua adiknya ke meja makan tanpa melepas jewerannya. Al hanya mengangguk dan mengikutinya dari belakang.



" Lo kenapa ini? "tanya mamah heran melihat kedua anaknya dijewer.



" Tau nih, Mah, Bang Jay tiba-tiba jewer kuping aku, sakit tau bang! "gerutu Marsha sambil mengusap kupingnya yang kena jewer.



" Iya,, mah, sakit nih! "timpal Rangga melakukan hal sama dengan Marsha. Bang Jay hanya terkekeh.



" Abis dateng-dateng bukanya permisi atau salam ini malah berantem, emang kamu ngga malu, Sha, ada calon suami kamu, masa masih berantem aza? "jelas Bang Jay. Sementara Kak Tara hanya terkekeh geli melihat 3 ade kakak yang ia sayangi.


Mamah hanya menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah ketiga anaknya.



" Maaf ya Al, Marsha masih kaya anak kecil, ntar kamu yang harus bimbing dia sebagai suaminya!"tegas mamah pada Al.



"Pasti, Mah! "ucap Al yakin.



" Udah sekarang cepet makan keburu dingin! "titah sang mamah. Sementara Kak Tara belum bisa memasukan makanan yang tersedia, ia masih saja merasa mual, akhirmya ia mengambil buah-buahan yang ada di kulkas dan pindah ke ruang keluarga.



" Maaf, ya semua aku tinggal duluan"ucap Kak Tara sambil beranjak pergi ke ruang keluarga.



Tak berapa lama Marsha dan Al menghampiri kak Tara yang sedang asyik nonton TV.



"Kak,,ko ngga makan sih? "tanya Marsha sambil duduk disamping kaka iparnya diikuti oleh Al.



" Iya, de, kakak kalo liat makanan bawaannya mual, katanya sih bawaan orok ini. "jelasnya. Marsha hanya ber oh ria mendengar penuturan kakaknya.



" Oya,, gimana ujian hari ini lancar kan? "tanya Kak Tara.



" Lancar kok, kak, semuanya bisa Shasha selesaikan. "jawabnya mantap.



" Kalo kamu, Al? "lanjut Kak Tara.



" Lancar kok, kak, sukses pokonya, Al pen cepet-cepet libur. "ucapnya an