
Waktu berlalu begitu cepat, tak terasa ujian Al da Shasha selesai dan sekarang mereka sedang menikmati liburan yg super sibuk. Lah kok sibuk? Ya iyalah pernikahan mereka tinggal beberapa hari lagi. Al antusias menghadapi hari pernikahannya dengan gadis impiannya. Sementara Marsha masih sedikit ngga percaya kalo ia sebentar lagi akan menyandang status seorang istri Alfan Wijaya.
"Yank, hari ini jadwal kita fitting baju sama fhoto prewed di butik mamah. "ucap Al sambil fokus menyetir. Marsha hanya mengangguk dan kembali fokus pada ponselnya yang lagi rame banget bahas soal pernikahannya di grup ambyarnya.
Sita
Sha, gue pen cepet2 liat lo nikah, pasti cantik banget dah ah✅
Resa
Iya, semoga langgeng ya say✅
Ayu
Gue mesti ngado apa nih buat manten✅
Diki
Yang penting buat gue cerita malam pertama lo, sha✅
Arga
Iya bener cerita ke kita ya✅
Marsha
Dih ngapain gue cerita ke lo✅
Sita
Eh, Sha katanya malam pertama tuh sakit tau✅
Marsha
Njirr jan nakutin ngapa✅
Diki
Ya elah, Ta, kaya pernah aza lo✅
Sita
Eh bambang gue denger dari temen gue yaang udah nikah, katanya sakit banget dah pokonya.✅
Marsha
Ya udah gue ngga usah malam pertama aza deh, serem gue✅
Arga
Ngga bisa juminten,nolak suami dosa tau, lagian itu udah hak suami lo✅
Marsha
Iiih ganti topik deh, gue jadi ngeri ngomongin yang kaya gitu ✅
Diki
Yaelah, Sha ntar juga lo suka kalo udah nyobain ✅
Tanpa ia sadari Al sedang menatapnya intens, dan mobil sudah berenti di depan butik mamahnya.
"Anteng banget, yank! "ucap nya sambil mencoba melihat ponsel Marsha. Marsha yang kaget langsung menutup ponselnya dan menatap ke arah Al yang hampir bersentuhan saking deketnya.
" Al iih... Ngagetin tau! "omel Marsha sambil memundurkan wajahnya. Al hanya terkekeh melihat reaksi gadisnya.
" Lagian serius amat lagi ngomongin apaan sih? "tanyanya sambil mengajak Marsha keluar dari mobil. Marsha hanya menggelengkan kepalanya dan beranjak keluar dari mobil. Al memang sempat heran saat melihat gadisnya sedikit pucat saat membaca pesan di ponselnya. Dia sempat khawatir takut ada sesuatu terjadi. Tapi ia buru2 menepisnya dan akan menanyakan langsung pada gadisnya saat semua kegiatan hari ini selesai.
Baju yang mereka coba semua sesuai dengan ukuran tubuh Al dan Marsha sehingga tidak perlu ada perombakan lagi.
Marsha dan Al mengikuti arahan fhotografer saat mengambil foto prewed mereka. Baju yang mereka kenakan sekitar 5 pasang jadi Al dan Marsha pasti bolak-balik untuk mengganti pakaian. Mamah Desi memang merencakan semuanya dengan sempurna, bahkan baju pengantinnya semua terlihat mewah dan elegan.
Sekitar jam 3 sore mereka baru menyelesaikan semuanya.
"Yank, kita mo kemana dulu, setelah kita makan? "tanya Al sambil memasangkan seatbelt pada gadisnya.
" Terserah kamu deh, aku ikut aza. "jawab Marsha yang terlihat kelelahan. Al hanya mengangguk dan mulai menjalankan mobilnya. Marsha masih kepikiran akan ucapan Sita yang bilang malam pertama itu menyakitkan.
" Kalo nyakitin, kok, banyak yang nikah sih?. "gumamnya dalam hati.
" Yank...! "ucap Al lembut sambil fokus pada jalan di depan.
" Kamu kenpa ko diem aza dari tadi, kamu ga papa kan? "tanya Al khawatir.
" Ngga aku cuma cape aza Al, kamu ga usah khawatir. "jawab Marsha. Al hanya mengangguk dan mengusap lembut kepala gadisnya lalu kembali fokus menyetir.
Akhirnya mereka sampai di rumah makan padang langganan mereka, Al pun memesan 2 porsi makan sesuai selera masing2. Tak berapa lama pesanannya datang,mereka paun langsung melahap makan siang mereka yang terlambat tanpa banyak bicara, hanya suara sendok dan garpu yang mendominasi mereka.
Sekitar 30 menit mereka di rumah makan padang dan akhirnya mereka kembali ke mobilnya dan memulai kembali perjalanan mereka.
"Mau kemana sekarang, Al? "tanya Marsha yang melihat Al memutar mobilnya ke arah yang berlawanan dengan jalan pulang.
" Kamu ikut aza, pasti suka, ok! "jawabnya sambil mengedipkan sebelah matanya. Marsha hanya mengangguk dan mengikuti kemana Al akan membawanya. Tiba-tiba suara ponsel Marsha bersering tanda ada panggilan masuk.
" Iya, Mah. "jawab Marsha. Marsha yang semula santai tiba-tiba mendadak panik saat mendengar kabar dari mamahnya.
" Iya, iya, Shasha pulang sekarang, Mah! "jawab Marsha sambil menutup sambungan telponnya.
" Kenapa, yank? "tanya Al heran melihat gadisnya panik.
" Papah, Al, papah masuk rumah sakit. Ayo pulang Al, aky khawatir.!"ucapnya sambil menahan buliran bening di matanya.
"Iya, iya. Ayo! "jawab Al sambil memutar balik arah menuju rumah gadisnya. Marsha tampak shok mendengar papahnya masuk rumah sakit, ia khawatir akan keadaan papahnya yang tiba-tiba sakit, padahal hari pernikahan mereka tinggal menghitung hari.
Akhirnya mereka sampai di rumah. Marsha langsung menemui mamahnya yang sedang menunggunya di ruang tamu.
"Papah kenapa, mah? "tanya Marsha sambil menghambur ke pelukan sang mamah.
" Ngga tau, tadi mamah dapet telpon dari rumah sakit, katanya papah tiba-tiba jatuh di tempat kerjanya. "jelas sang mamah.
" Ayo, mah kita ke rumah sakit sekarang! "ajak Al. Mereka pun bergegas pergi meninggalkan rumah dan berangkat ke rumah sakit.
Di rumah sakit sudah ada papah wijaya dan mamah Desi yang tampak gusar. Saat mereka melihat ke arah Al terlihat sorot kemarahan pada anak semata wayangnya itu.
Al heran melihat kedua orang tuanya yang terlihat murka.
"Mah, Pah! "sapanya sambil menyalami kedua orang tuanya. Laly tiba-tiba Al ditarik sama papah Wijaya dan Mama Desi.
" Apa maksud kamu, Al? "tanya sang papah dengan geram. Al masih bingung dengan pertanyaan papanya.
" Kenapa, pah? "tanya Al heran. Tiba tiba papah wijaya mengeluarkan amplop coklat dan melemparkannya ke Al. Al membukanya dan ia shok atas apa yang dilihatnya, disana ada fhoto dirinya dan Dona bertelanjang dada dan saling berpelukan di atas ranjang. Al melihat semua fhotonya dan Dona dengan adegan yang tidak senonoh.
"Sumpah Mah, Pah, Al ngga ngelakuin hal ini sama Dona, Demi Tuhan! "jawab Al sambil mengguncang bahu mamahnya yang terisak.
Mamah Desi tak menggubris perkataan anaknya ia masih shok melihat foto-foto itu.
Tanpa mereka sadari Marsha sudah berdiri di belakang mereka dan melihat foto yang berserakan di kursi tunggu. Dadanya tiba-tiba sakit, air matanya langsung meluncur deras ke pipinya yang mulus.
Marsha akhirnya terduduk lemas dibelakang Al yang masih membujuk mamahnya.
Al menoleh ke belakang saat terdengar suara jatuh di belakangnya.
"Yank... Sumpah aku ngga ngelakuin hal itu! "ucapnya sambil hendak memeluk sang gadis.
" Jangan sentuh gue...! "teriak Marsha sambil memundurkan tubuhnya.
" Yank...! Dengerin aku dulu! "ucap Al frustasi. Tapi Marsha dan kedua orang tuanya masih belum bisa menerima semua ia lihat.
" Gue benci sama lo! "teriak Marsha sambil berlari meninggalkan Al.
" Yank... Tunggu!! "
Bersambung