
Dua minggu setelah pernikahan Jak dan Sita. Hari ini adalah pernikahan antara Diki dan Resa. Mereka memang pasangan unik, apa-apa selalu bikin kejutan dari mulai pertama pacaran ampe sekarang nikah, nggak pernah ribut, tahu-tahu udah kirim undangan.
Geng Ambyar
Sita : woy udah pada di mana nih? Gue masih bedakan ini.
Marsha : Gue masih ngurusin baby Natitta
Arga : gue udah otw nih ma anak bini
Diki : awas kalo kalian telat, gue pecat lo semua jadi sahabat gue😠
Ayu :dih manten mah sana siap-siap ngapain lo nimbrung dimari😂
Sita : hooh ngapain si,, gue telat wajar masih anget-angetnya nih ma laki😀
Marsha : Diih elunya aja yang ganjen
Sita : emang lu masih ogah-ogahan aja ma laki, masa udah punya baby juga.
Marsha : ngapain lo bahas gue si
Arga : pantes Al sering cerita😂😂
Marsha : cerita apaan si, awas lo ntar gue tanya laki gue😑
Sita : udah ah ayo buruan gue udah siap.
Marsha pun menutup ponselnya, kemudian perhatiannya beralih pada sang suami yang sedang menggendong bayi cantiknya. Ia sedang merias wajahnya dengan sedikit make up.
"Kenapa sih, Yank, liatinnya gitu banget, aku emang ganteng." goda Al saat tak sengaja menatap ke arah sang istri.
"Diih, eh kamu ngapain cerita ke Arga soal kita?" sewotnya sambil tetap membubuhkan bedak ke wajahnya.
Al menatap sang istri dengan kening berkerut, kemudian menghampiri istrinya sambil menggendong baby Naritta yang mulai menarik-narik dasi sang papi.
"Cerita apaan si, Yank?" tanyanya sambil membenarkan baby Naritta di gendongannya.
"Emm, tentang aku yang katanya susah diajak_" Marsha tak meneruskan ucapannya. Sementara Al hanya terkekeh geli, ia ngerti maksud istrinya.
"Aku nggak pernah cerita ke siapa pun, Yank, udah ayo kita berangkat keburu siang!" ajak Al sambil menggandeng istrinya dengan satu tangannya karena satu tangan lagi menggendong putri kesayangannya.
Sekitar 30 menit perjalanan menuju acara akad antara Diki dan Resa,akhirnya mereka sampai. Tampak Arga melambaikan tangan ke arah mereka, di sana sudah berkumpul geng ambyar.
"Eh, Sita belum dateng ya?" tanya Marsha sambil duduk dan baby Naritta digendong oleh Ayu.
"Belum tuh, katanya lagi anget-angetnya tuh, jadi pen nyosor mulu!" seloroh Arga.
Baru saja Arga selesai ngomong, tiba-tiba Sita datang dengan suara bawelnya.
"Haai semua sorry ya gue telat!" teriaknya sambil memeluk semua teman cewenya. Sementara Jak berjalan dengan lunglai dari belakang.
"Lesu amat sih, bro!" sindir Rendy. Jak hanya menoleh sesaat kemudian duduk di samping Al dan Rendi.
"Ngapa si?" tanya Al penasaran.
"Belum kelar udah buru-buru ngajakin kemari!" ucapnya sedikit menggerutu.
Al dan Rendi sontak terbahak, bahkan Rendi menepuk pundak sahabatnya.
"Lagian ga tau waktu lo, mentang-mentang manten baru!" ucap Al sambil terkekeh.
"Kenapa si, ngakak nggak ajak-ajak!" timpal Ayu yang masih asyik menciumi pipi gembil baby Naritta.
"Urusan cowok, cewek mah diem aja!" jawab Jak.
"Dih... "
Tak berselang lama, acara akad pun dimulai, mereka semua jadi saksi tentang janji suci pernikahan antara Diki dan Resa.
Sekarang mereka tengah berkumpul, setelah para tamu undangan menikmati hidangan yang tersedia.
"Gue nggak nyangka, akhirnya lo berdua beneran nikah." ucap Marsha sambil mnyuapi makanan kecil ke putrinya.
"Lah lo beneran nggak percayaan ama gue, Sha!" sewot Diki.
"Ya, lagian lo dulu tuh petakilan, tiap ada cewek bening diikutin, digodain, mana ditolak mulu lagi." timpal Sita. Resa hanya terkekeh mendengar ocehan sahabatnya.
"Sue"
"Oya gimana nih manten baru udah dapat belom?" ucap Diki mengalihkan pembicaraan.
"Udahlah, banyak malah dapatnya!" jawab Jak yang langsung mendapat tabokan dari sang istri.
"Ntar malam giliran lo, Sa!" goda Sita sambil terkekeh.
"Gue nya juga lagi dapet!" jawab Resa cuek.
"Apa, yank?" timpal Diki sambil menoleh ke arah sang istri.
"Iya aku lagi dapet, jadi malam ini nggak ada malam pertama." jawab Resa sambil terkekeh, yang diikuti oleh semua sahabatnya.
"Ntar malem kita kirim foto pelukan ma istri lah buat manten baru!" oceh Al yang mendapat sahutan dari yang lain.
"Sue, bener lo pada ma gue!" sewot Diki.
Percakapan hangat dan ambyar pun berakhir, mereka semua pulang ke rumah masing-masing.
******
Malam menjelang, Diki dan Resa sudah membersihkan diri mereka masing-masing, setelah seharian menerima tamu undangan, badan mereka terasa lengket, juga lelah.
Diki mendekati sang istri, di atas ranjang pengantin mereka, Resa sedang asyik memainkan ponselnya.
"Yank, kamu beneran lagi dapet? Emang suka berapa hari tuh?" tanya Diki sambil mengambil ponsel sang istri dan menyimpannya di nakas.
"Aku biasanya 8 harian, Yank, mana dapetnya baru tadi pagi lagi, jadi puasa aja dulu ya!" kekehnya kemudian berbaring menyamping membelakangi suaminya.
"Buseet 8 hari, kalo cuma peluk cium aja boleh lah ya!" rayu Diki sambil memeluk sang istri dari belakang. Resa hanya mengangguk.
Baru juga Diki akan melelapkan tubuhnya sambil memeluk tubuh sang istri tiba-tiba notif dari ponselnya berbunyi beberapa kali.
"Iih sapa si, ganggu aja!" omel Diki sambil beranjak dan mengambil ponselnya di nakas. Kemudian membuka beberapa pesan yang masuk. Saat ia buka ternyata dari, Arga, Rendi, Al dan Jak. Entah apa yang mereka kirim sepertinya bukan chat tapi beberapa foto.
Saat ia membuka satu per satu Diki langsung melempar ponselnya ke kasur, sambil menggerutu.
"Apa-apaan ngirim begituan?" omelnya, yang tak menyadari sang istri sudah ikut beranjak duduk di sampingnya dan mengambil ponsel miliknya.
Resa terkekeh saat melihat foto yabg dikirim ke ponsel suaminya.
"Rajin amat mereka foto dengan fose gitu? Kalo ketauan istrinya pada diamuk tuh mereka, Yank!" jawab Resa menenangkan suaminya.
"Oya, kita balik kerjain mereka deh, kita kirim fotonya ke istri mereka, kan istri-istrinya udah pada bobo, biar besok pagi mereka rusuh!" lanjut Resa kemudian mengirim balik semua foto itu ke no ponsel istri Arga, Al, Rendi dan Jak.
"Pinteer!!" ucap Diki sambil menjawil hidung mancung istrinya.
"Udah ah, ayo kita bobo, tapi sebelum bobo boleh candu dulu ya!" bisik Diki sambil langsung menyergap istrinya dan menciumi wajah sang istri dari kening, mata, hidung, pipi, sampai akhirnya ke bibirnya. Hingga mereka puas dan akhirnya terlelap menggapai mimpinya.
Bersambung...
Bonchap lagi nih...
Happy Reading
Jan lupa like, komen, vote sama favorit ya🤗🤗🤗
Jangan dihapus dr favorit ya kalo yg udah pencet ❤️
Tetep jaga kesehatan dan di rumah aja