
Hari ini Marsha diperbolehkan pulang setelah dirawat sekitar 1 minggu. Marsha pulang dijemput oleh supirnya papah Wijaya.
Marsha merasa senang bisa kembali pulang ke rumahnya, tidur di kamarnya yang nyaman. Sekitar jam 8 pagi mobil yang dibawa supir papa Wijaya sudah ada di depan rumah sakit, Marsha masih duduk di kursi roda dan diantar oleh suster, diikuti ole mama dan Rangga.
"Hai, yank udah siap pulang? "ucap suara bariton yang selama seminggu ini tak mengganggunya.
" Al...! "teriak Marsha tertahan, sambil melongo melihat cowo posesifnya sudah berdiri di depannya. Al hanya terkekeh melihat gadisnya yang kaget.
" Emang kamu udah baikan, Al? "timpal mamah Cantika sambil mengusap lengan kekar Al.
" Udah mah, nih aku udah bisa jemput Marsha. "jawabnya.
Akhirnya mereka pun pulang menuju rumah Marsha. Al dan Marsha duduk berdampingan sementara, mamah di depan, Rangga duduk di jok paling belakang, karena ia beralasan ingin tiduran, ngantuk karena selama seminggu ini tidur malamnya terganggu. Al memeluk pinggang Marsha posesif, seolah takut kalo Marsha pergi.
"Yank aku kangeeen banget sama kamu! "bisiknya di telinga Marsha, yang membuat Marsha kegelian dan menimbulkan rona merah di pipinya.
" Kan kita sering chatan sama telponan"ucap Marsha sambil menyembunyikan pipinya yang merah. Al hanya terkekeh pelan sambil menatap penuh hasrat pada gadis disampingnya.
Mamah yang juga kelelahan akhirnya ketiduran juga di mobil. Hal ini membuat Al bebas menggoda gadisnya.
"Aku kangen bibir kamu. "bisiknya sensual yang malah mendapat cubitan di lengannya.
" Jan macem2 deh Al! "jawab Marsha ketus setelah mencubit Al dengan cukup keras. Al kembali terkekeh pelan sambil memelukan kedua tangannya di pinggang Marsha, dan kepalnya ia labuhkan di pundak Marsha.
Hal itu malah membuat Marsha makin salah tingkah. Marsha berusaha melepaskan pelukan Al tapi malah pelukan itu makin erat.
"Al sakit tau, aku susah nafas ini! "omel Marsha. Al pun melonggarkan pelukannya tanpa melepaskannya.
" Udah kamu istirahat aza, ntar kalo udah nyampe aku bangunin, "ucap Al sambil terus menelusupkan wajahnya di leher Marsha.
" Iih... Geli tau Al, udah lepasin deh"gerutu Marsha sambil menjauhkan wajahnya. Ternyata yang tidur malah Al. Marsha membuang nafas kasar.
"Dasar nyebelin... Nyuruh tidur, malah dia yang ngimpi. "gerutunya setengah berbisik.
Akhirnya mereka sampai di rumah Marsha. Mamah dan Rangga udah bangun saat mobil berenti, tapi Al malah terlihat nyenyak di bahu Marsha.
" Al.. Al... Banguuuun... Ih berat tau"ucap Marsha sambil menepuk-nepuk lengan Al. Marsha benar-benar udah ngga nyaman, bahunya mulai pegel, tangan dan kakinya juga masih terasa sakit. Tapi Al malah dengan nyenyaknya tidur di pangkuan Marsha. Al yang tek bergeming membuat Marsha kesal setengah mati.
"Banguuun manjaaa! "teriak Marsha sambil mencubit lengan Al keras.
" Aaaaw... Sakit, yank! "teriak Al tertahan sambil mengusap lengannya yang terkena cubitan. Marsha hanya memutar bola matanya jengah.
" Aku juga sakit tau, emang kamu ngga berat apa, kaki aku kram nih, tangan juga pegel. "omelnya sambil mengggerakan kepalanya ke kiri dan kanan.
Tanpa aba-aba Al pun langsung turun dari mobil dan menggendong Marsha ala bridal.
Marsha yang tersentak kaget atas perlakuan Al, langsung memukul bahu Al.
" Ngapain sih, turunin ngga! "gerutunya. Al tak menghiraukan omelan gadisnya, ia langsung masuk dan mendudukan Marsha di sofa ruang tamu, yang sudah ada papah dan juga calon mertuanya. Marsha benar-benar malu saat tau di ruang tamu sudah ada keluarganya dan keluarga Al. Sementara Al bersikap biasa saja.
"Mamah udah siapin makanan buat makan siang kita. "ucap Mamah Desi yang diangguki oleh papahnya.
" Kamu cepet sehat lagi ya sayang! "lanjutnya sambil mengelus rambut panjang Marsha. Sementara yang ditanya hanya mengangguk, karena ia masih merasakan panas di pipinya akibat ulah Al yang membuatnya malu.
"Mah, Pah, Shasha istirahat dulu ya di kamar. "pamitnya sambil berdiri dan mencoba untuk berjalan naik ke tangga, tapi baru 2 langkah ia hampir terjatuh karena masih ada rasa sakit di kakinya. Refleks Al menggendong Marsha lagi dengan ala bridal.
Saat Marsha akan protes, tiba tiba Mama Desi berujar.
"Udah sayang ngga papa, daripada kaki kamu makin sakit. "ucap nya, yang malah membuat Marsha tambah malu.
Al pun menggendong Marsha ke lantai 2,dan mulai membaringkan Marsha di ranjangnya.
" Kamj lumayan berat juga, yank.. Hhh"ucap Al sambil terengah dan membanting tubuhnya di ujung ranjang.
"Ya lagian suruh sapa gendong aku. "omelnya sambil memalingkan wajahnya menahan malu.
Al bangkit dan mendekati gadisnya.
" Aku rela ko yank, jangankan gendong kamu ke lantai 2 ke lantai 10.juga aku sanggup. "gombalnya.
" Iih gombal.. "ucap Marsha jengah.
" Udah ah aku mau bobo ngantuk. "lanjutnya sambil membaringkan tubuhnya kembali dengan nyaman.
" Yaelah masa langsung bobo sih, yank? Ngga ngasih imbalan dulu apa udah gendong kamu. "ucapnya sambil mendekatkan wajahnya ke wajah Marsha.
Marsha yang kaget langsung membekap mulutnya sendiri sambil berucap.
" Jan modus deh, pamrih amat sih! "gerutunya. Tapi Al ngga menghiraukan omelan gadisnya ia malah membuka tangan Marsha dari bibirnya dan menggenggamnya. Lalu ia pun mencondongkan bibirnya ke bibir Marsha yang tinggal beberapa inci lagi, saat Marsha akan memalinhkan wajahnya, Al buru2 menangkup kedua pipi Marsha dan berhasil mencium bibir Marsha yang terasa manis dan sudah menjadi candunya. Mulanya hanya mengecup lama-lama jadi lumatan lembut yang membuat Al terlena dan membuat nafas mereka terengah. Marsha menarik nafas banyak2, ia merasa sesak saat Al menciumnya.
"Udah Al"ucap Marsha pelan.
"Dikit lagi deh, yank! "rajuknya sambil melahap bibir Marsha kembali. Marsha akhirnya pasrah dan mulai menerima setiap lumatan yang diberikan, ia juga sedikit rindu dengan ciuman Al. Setelah cukup lama akhirnya mereka melepas pagutannya. Al pun mulai beranjak dan duduk di samping ranjang.
"Sekarang kamu tidur ya, biar cepet sembuh, aku ke bawah dulu mungkin langsung pulang. "ucapnya lembut sambil mengusap rambut Marsha dan mengecup keningnya lama.
" Selamat istirahat honey! "lanjutnya dan beranjak pergi meninggalkan kamar Marsha.
Marsha mengangguk dan tersenyum lalu mulai memejamkan matanya yang memang sudah terasa berat.
" Aku sayang kamu, Al"gumamnya....
Bersambung.....
"