
Al dan Marsha sedang di perjalanan menuju rumah papah Wijaya. Al selalu menggenggam tangan istrinya dengan erat. Sesuai rencana mereka berangkat pukul 9 pagi, setelah pamit pada mamah dan papah juga keluarga yang lain. Kini mereka menunggu lampu merah yang belum juga berubah hijau.
"Yank, mau beli makanan dulu ga? "tanya Al uang melihat istrinya hanya memainkan ponsel.
" Hmm... Terserah kamu aza, yank! "jawab Marsha. Al pun mengangguk dan mencium punggung tangan istrinya. Akhirnya mobil berjalan kembali, untungnya jalanan tidak begitu macet hari ini sehingga perjalanannya terasa lancar. Tak berapa lama Al memberhentikan mobilnya di depan minimarket.
" Ayo, yank k8ta beli makanan dulu sambil bawain buat mamah juga! "ajak Al sambil membuka pintu mobil untuk istrinya. Marsha pun mengikuti suaminya. Al memeluk istrinya posesif seolah ingin mengumumkan pada semua orang kalo ia miliknya.
" Al jan kaya gini napa, malu tau diliatin orang! "omel Marsha yang bukannya diturutin malah makin dieratin.
" Bodo amat yank, sama orang toh kamu istri aku! "jawab Al santai. Akhirnya Marsha pun pasrah dan mulai memilih beberapa makanan untuk sang mamah dan untuk mereka, tentu saja Marsha memilih makanan pedas yang mendapat penolakan dari Al.
" Yank, ih masa pedes semua entar kamu sakit perut lagi! "omel Al yang melihat istrinya mengambil makanan pedas aneka ragam. Marsha hanya menatap sekilas pada suaminya lalu kembali memilih makanan yang tidak pedas untuk suaminya.
" Udah ngomelnya, Masnya! "ejek Marsha. Al gemas dengan tingkah istrinya, lalu mengeratkan pelukannya dan mencium pipinya sekilas.
" Aal iih! "pekik Marsha jengkel, karena suaminya mesum ga tau tempat. Al hanya terkekeh dan berbisik.
" Makannya nurut sama suami, kalo enggak dimanapun aku hukum kamu kaya tadi! "
Marsha pun memutar bola matanya jengah.
" Iya, iya suamiku nih aku juga udah milihin makanan kesukaan kamu yang ngga pedes! "timpal Marsha. Al pun bergegas membawa ttoli belanjaannya ke kasir.
Semua belanjaannya sudah disimpan di bagasi sekarang mereka melanjutkan perjalanannya.
" Oya katanya mamah udah siapin baju khusus buat kamu lo yank! "ucap Al tiba-tiba sambil tetap fokus menyetir.
" Emang baju khusus buat apa gitu, bakal ada acara lagi? "tanya Marsha penasaran.
" Bukan buat acara sih, yank, tapi katanya khusus buat pengantin baru biar cepet punya dede bayi! "ucap Al dengan nada menggoda.
" Apaan baju biar cepet punya dede bayi, emang kamu udah siap punya bayi? "tanya Marsha serius. Al antusias saat mendengar pertanyaan istrinya.
" Aku siap lahir batin, yank! "jawabnya tegas.
" Tapi kan kita masih kuliah, Yank! "ucap Marsha ragu. Al pun menggenggam tangan istrinya dan menciuminya.
" Iya sayang, tapi kan bentar lagi aku juga wisuda, terus soal kerjaan papah sudah menyiapkannya untuk aku, kamu tenang aza yank, aku ga mungkin bikin kamu sedih, cita-cita aku tuh pengen bikin kamu bahagia! "ungkap Al panjang lebar. Marsha pun tersenyum bahagia mendengar ucapan manis sang suami. Tak berapa lama mereka sampai di halaman rumah keluarga Wijaya.
" Siang, mah, pah! "sapa Al dan Marsha yang disambut pelukan oleh sang mamah.
" mamah udah nungguin dari sayang! "ucap sang mamah sambil merangkul menantunya.
" Oya mamah udah masakin makanan kesukaan kalian, yu kita makan siang bareng! "lanjutnya. Sementara Al dan papah wijaya mengikuti 2 wanita kesayangannya dari belakang dengan kantong belanjaan di tangan Al. Mereka pun makan siang bersama tanpa membereskan dulu koper baju Marsha di kamar Al. Mereka makan bersama sambil sedikit bercengkrama. Sekitar 1 jam mereka menghabiskan waktu makan siang hanya karena mamah yang terus bercerita tentang betapa kangennya mamah pada mereka, padahal baru seminggu doang ngga ketemu.
Akhirnya mereka pindah ke ruang keluarga dan kembali bercerita, bahkan Marsha pun menceritakan tentang kebiasaan tidur Al yang membuatnya terjun dari ranjang. Mamah Desi tertawa puas mendengar keluhan menantunya.
" Iiih udah dong mah aib itu mah! "rajuk Al sambil melingkarkan tangannya di perut istrinya. Marsha yang masih terkekeh tiba--tiba mendengar bisikan di telinganya.
" Kamu puas banget ya, yank ngetawain aku, awas ntar! "bisik Al. Marsha terkesiap saat mendengar bisikan suaminya.
" Eh iya kalian istirahat dulu aaza gih! Oya, Sha, mamah udah siapin baju buat kamu udah mamah simpen di kamar Al ya! "ucap sang mamah sambil menepuk pundaknya. Al pun menyeringai jahil saat mengajak istrinya ke kamarnya.
" Kamu kenapa senyum-senyum kaya gitu? "tanya Marsha sambil berjalan menaiki tangga. Al tidak menghiraukan ucapan istrinya, ia menarik koper istrinya dan menggandeng istrinya dengan cepat. Saat sampai di kamarnya Al langsung mengunci pintu kamarnya. Marsha mengerjap saat melihat tingkah suaminya, ia terngiang saat Al bilang akan mengurungnya di kamar.
"Ngapain dikunci sih, Al? "omel Marsha sambil membereskan pakaiannya. Saat akan menyimpan pakaiannya ke dalam lemari yang sudah ditunjukan Al, ia terpaku pada beberapa box lumayan besar di atas kasur Al.
" Yank, siniii! "panggil Al sambil menyuruhnya duduk disamping ranjang dekat box tadi. Marsha pun melangkah mengikuti perintah suaminya.
" Coba buka yank, pasti ini hadiah dari mamah! "titah Al sambil menunjuk box di hadapannya. Marsha perlahan membuka box pertama, saat ia melihat apa di dalamnya ia tertegun melihat pakaian tipis warna hitam, dengan daleman berupa tali.
" Baju apaan ini, tipis banget! "pekik Marsha sambil menutup kembali boxnya. Al penasaran dengan isinya ia pun inhin melihatnya, tapi istrinya kekeh untuk ngga liat itu, justru makin dilarang kan makin penasaran. Al pun berhasil merebut box itu dari istrinya dan saat membukanya, ia tersenyum mesum sambil menaik turunkan alisnya.
"Kenapa? Jan macem-macem deh al? "gerutu Marsha melihat tingkah suaminya.
" Nanti malem pake ya, yank, pasti kamu sexy banget pake ini! "ucapnya dengan nada sensual.
" Ngga ah,ntar masuk angin aku Al, pake kaya gituan! "balas Marsha sambip bergidik. Al pun terkekeh geli melihat tingkah istrinya.
" Ya udah coba buka box lainnya! "ucap al penasaran. Marsha pun mengikuti titah suaminya ia membuka beberapa box lainnya, tapi ternyata isinya hampir sama semua, cuma ada 1 yang menurut Marsha agak normal, gaun tidur pendek tanpa lengan tapi ngga transparan. Ternyata disana juga ada memo dari sang mamah mertua
"Pake semua ya sayang, mamah pengen cepet gendong cucu, mamah akan tau kalo kamu ngga pake ini! "
Marsha pun menghela nafas berat, ia merasa bingung dengan tingkah mertuanya. Lain dengan Al ia tertawa puas dalam hati atas ide sang mamah.
" Kamu mau istirahat, yank, apa mau jalan-jalan? "tanya Al sambil mendekati istrinya yang terlihat frustasi dengan box-box dari sang mamah.
" Aku istirahat dulu.deh,Al!masih cape soalnya. "ucap Marsha sambil membereskan semua boxnya ke meja belajar Al.
" Ya udah sini peluk! "ucap Al sambil merebahkan tubuhnya di kasur.
" Iih ngga gerah gini! "tolak Marsha jengah.
Al pun terkekeh geli melihat tingkah istrinya yang sulit banget diajak mesra-mesraan. Marsha masih berdiri di samping ranjangnya, ia ragu untuk merebahkan dirinya disana. Sementara Al tersenyum mesum melihat istrinya. Tiba-tiba
" Aaaaal..... "pekik Marsha.
Bersambung.....
Al :Mana dong komennya sayang... 😘
Marsha:Iiih dasar gombal... Jan lupa likenya ya🤗