MY POSSESSIVE LOVE

MY POSSESSIVE LOVE
Sakit



Sudah seminggu sejak kejadian itu, Marsha sakit. Dia hanya terbaring di kamarnya. Seperti hari ini Marsha sedang membaca buku di ranjangnya, dia malas untuk keluar dari kamar walau tubuhnya sudah membaik, tapi rasanya kamarnya lebih nyaman dibanding tempat lainnya.



Alfan terus menjenguk kekasih hatinya setiap pulang kuliah, ia ingin memastikan kalo Marsha tetap baik2 saja.



"Sore, sayang lagi ngapain? "ucap Al tiba-tiba masuk ke kamar Marsha sambil membawa nampan berisi makanan.



" Lagi tidur.. "ucap Marsha tanpa menoleh ke arah Al.



Alfan hanya tertawa mendapat jawaban gadisnya, yang malah membuatnya makin menggemaskan. Alfan berjalan ke arah Marsha dan duduk disamping Marsha sambil menyimpan nampan diatas nakas.



" Udah baikan kan, Sha? "tanya Al sambil mengusap lembut kepala Marsha.



" Hmm... "jawab Marsha sambil terus membaca bukunya. Alfan yang merasa dicuekin akhirnya mengambil buku bacaan Marsha dan menyimpannya di laci nakas.



" Iiih... Apaan sih, Al ganggu tau! "ucap Marsha sambil mengerucutkan bibirnya.



Alfan hanya tersenyum dan membalikkan tubuh gadisnya agar menghadap ke arahnya.


Alfan terus menatap gemas gadisnya yang sedang merajuk.



" Iih kok gitu sih, cantiknya ilang lo! "ucap Al sambil menangkup wajah Marsha. Marsha menatap malas pada Al. Al malah makin gemas dengan tingkah Marsha.



" Kamu ngga bosen apa tiap hari kesini mulu? "ucap Marsha tiba2.



Alfan mengerutkan keningnya heran mendengar pertanyaan Marsha.



" Ko bosen sih, sayang, aku malah seneng bisa ketemu kamu tiap hari"jawab Al sambil mengusap rambut Marsha lembut.



"Aku sayang banget sama kamu, Marsha Adelia"ucap Al dengan tegas. Marsha tersenyum mendengar ucapan Al.



"Apa gue udah mulai suka ya, sama Al? Ko gue merasa nyaman dengan sikapnya. "gumam Marsha.



" Udah sekarang makan dulu, buahnya sini aku suapin! "ucap Al sambil membawa buah dari nampan dan mulai menyuapkannya pada Marsha.



" Makasih, Al! "ucap Marsha.



Alfan heran dengan ucapan Marsha.




" Buat semuanya"ucap Marsha sambil memberikan suapan buah pada Al. Al terdiam sejenak karena ia heran dengan perlakuan Marsha, lalu Al langsung menerima suapan Marsha.



"Sekarang kamu tau kan kalo aku tuh emang sayang banget sama kamu"goda Al.



"Iya tapi posesif nya, ya ampyuun ngabisin orang"balas Marsha dengan memutarkan bola matanya.



Alfan kembali tertawa mendengar ucapan Marsha. Alfan benar-benar takut jika sampai harua kehilangan Marsha, walau Marsha galak tapi itulah yang disukai Alfan.


Marsha menghabiskan semua buahnya berdua dengan Al. Ini kali pertama Marsha bersikap normal layaknya seorang kekasih.



"Aku janji bakalan lindungin kamu, Sha! "ucap Al setelah menyimpan mangkuk bekas buah di nakas. Marsha hanya menanggapinya dengan senyuman dan beringsut menempelkan punggungnya ke kepala ranjang.




Satu jam Al berada di kamar Marsha, dia selalu merasa khawatir jika jauh dari Marsha. Sampai suara gaduh dari bawah membuat keduanya mendongak.



"Ada apaan ya, ko rame banget? "ucap Marsha sambil melihat ke arah Al yang juga menatapnya. Alfan pun berdiri dan berjalan ke arah pintu melihat apa yang terjadi di bawah. Saat Al keluar kamar nampak wanita paruh baya yang sangat ia sayangi di hadapannya.



" Mamah...! "ucap Al sambil berhambur ke pelukan sang mamah.



" Dasar manja, mana mantu mamah ko kamu ngga bilang sih kalo dia sakit? "ucapnya sambil menyentil kening anak semata wayangnya gemas.



" Yaelah, mamah sibuk mulu di butik, emang Al kapan coba ketemu mamah, tiap pulang juga Al ngga liat mamah"cerocos Al protes.









"