MY POSSESSIVE LOVE

MY POSSESSIVE LOVE
Rendi - Ayu



Malam ini Ayu sudah berada di rumah Rendi, karena setelah acara resepsi selesai Rendi langsung memboyong istrinya ke rumah keluarganya.


Ayu sedang mengeringkan rambut panjangnya setelah ia membersihkan dirinya yang terasa lengket. Sementara Rendi baru saja selesai mandi, ia keluar hanya menggunakan handuk yang melilit di pinggangnya.


Rendi menghampiri sang istri yang sedang asyik mengeringkan rambutnya tanpa menyadari kedatangannya. Ayu tiba-tiba berdiri dan langsung nerbalik hendak menyimoan handuk ke tempatnya, namun tanpa ia duga, Ayu malah menubruk dada bidang suaminya yanh telanjang hingga mengaduh.


Rendi terkekeh sambil memegang bahu istrinya agar tidak terjatuh.


"Emang kamu ga liat aku? "ucapnya sambil terkekeh dan menatap intens pada sang istri yang mengusap dahinya.


" Eeh,, maaf, Kak, ga sengaja aku kira kakak masih mandi. "jawab Ayu tergagap dengan rona merah mulai muncul di pipinya karena melihat dada telanjang suaminya. Hal itu termyata tak luput dari perhatian Rendi, sehingga ia makin gencar menggoda sang istri dengan mencondongkan wajahnya ke wajah sang istri.


Ayu yang salah tingkah langsung mendorong dada suaminya dan bilang kalo ia akan menyimpan handuk dulu, lalu ia berlari ke belakang sang suami. Rendi hanya terkekeh melihat tingkah istrinya lalu ia pun berlalu ke lemari pakaian dan membawa piyama tidur lalu mengenakannya.


Ayu sengaja berlama-lama saat menyimpan handuk, ia memberi kesempatan pada suaminya untuk berganti baju. Sampai suara teriakan memanggilnya.


"Sayaang, cepet sini ngapain sih disana? "ucap Rendi sambi duduk di atas ranjang king size nya. Dia menyandarkan tubuhnya ke kepala ranjang.


" Iyaa, bentar, Kak! "jawab Ayu gugup, ia sebenernya bingung harus ngapain. Sampai akhirnya ia memutuskan untuk keluar dan menghampiri suaminya. Ia sempat terkejut saat melihat suaminya sudah duduk bersandar di atas ranjang, bahkan ia mengajak Ayu untuk ikut naik ke sana dan duduk di sampingnya.


Ayu masih gugup saat perlahan ia menghampiri suaminya, yang tersenyum padanya dan menepuk kasur di sebelahnya untuk ia duduki.


Dengan sedikit ragu Ayu mulai menaiki ranjang dan ikut duduk di samping suaminya. Tanpa aba-aba Rendi langsung melingkarkan lengannya ke pinggang Ayu dan melabuhkan dagunya di bahu sang istri yang membuat Ayu terperanjat kaget.


"Makasih ya, udah mau nerima aku jadi suami kamu. "bisik Rendi yang membuat Ayu meremang. Untuk menghilangkan kegugupannya Ayu menjawab ucapan suaminya.


" Seharusnya aku yang makasih, Kak, karena kakak udah milih aku untuk jadi istri kakak, walau kakak tau aku hanya seorang cewe biasa. "jawab Ayu panjang lebar, ia memang merasa beruntung bisa bersanding dengan seorang Rendi yang notabene anak orang kaya.


Rendi malah makin mengeratkan pelukannya dan mulai menciumi pipi istrinya dengan lembut. Ayu merasakan detak jantungnya berantakan dengan perlakuan suaminya. Saat Rendi akan mengecup bibir ranum istrinya tiba-tiba sebuah panggilan dan ketukan di pintu membuat mereka terperanjat.


"Reen,, ini mamah, buka dulu bentar! "teriak sang mamah dari luar pintu. Ayu refleks memukul bahu suaminya sementara Rendi berdecak kesal.


" Apaan sih mamah, ganggu aza! "gerutu Rendi sambil beranjak dan bergegas membuka pintu, sementara Ayu hanya terkekeh geli melihat tingkah suaminya.


" Ngapain sih, mah, malam pertama ini elah! "cerocos Rendi saat membuka pintu kamarnya, sang mamah hanya tersemyum geli lalu ia memberikan paper bag kepada Rendi.


" Iya, mamah tau, makanya mamah kesini, udah sana samperin istri kamu kasih ini ke dia. "ucap sang mamah sambil menunjuk paper bag yang sudah ada di tangan Rendi.


Rendi mengerutkan keningnya sambil melihat paper bag di tangannya.


" Udah sana, mamah yakin kamu bakal suka! "ucap sang mamah sambil menepuk bahu anaknya." Oya jangan lupa kunci pintunya ya, Ren! "lanjutnya kemudian berlalu meninggalkan Rendi yang masih memperhatikan paper bag di tangannya.


" Nih dari mamah katanya buat kamu! "ucap Rendi lalu kembali duduk di samping istrinya. Ayu menerima papaer bag dari suaminya lalu bertanya," apa ini? "tapi bukan mendapat jawaban ia malah disuruh untuk membuka apa isinya.


Ayu pun membuka isi paperbag tersebut, ia membawa dan merentangkan baju transparan warna hitam dengan bunga-bunga kecil di pinggirnya.


" Apaan sih nih! "ucap Ayu sambil kembali memasukan lingeri tersebut ke tempatnya, sementara Rendi tersenyum kecil sambil menatap penuh hasrat pada istrinya.


" Ngapain liatin aku kaya gitu sih, Kak? "tanya Ayu saat melihat tingkah suaminya yang sedikit berbeda.


" Kamu udah siap kan? "tanya Rendi sambil menaikturunkan alisnya. Ayu sedikit tergagap tapi ia juga tau itu sudah kewajibannya, dengan ragu ia menganggukan kepalanya.


Rendi langsung menyergap istrinya hingga Ayu terkurung di bawah kungkungan suaminya.


" Kaaaak,,,! "pekik Ayu saat dirinya sudah berada di bawah kungkungan sang suami.


" Kenapa sayang? "ucap Rendi lembut sambil mengelus pipi lembut istrinya. Ayu memang tidak memyembunyikan ketakutannya, apalagi saat ia mendengar dari sahabatnya kalo yang pertama itu menyakitkan.


" A,, aku takut, Kak! "ucapnya lirih. Pernyataan itu membuat Rendi sedikit tidak tega tapi ia meyakinkan kalo semuanya akan baik-baik saja.


" Ga papa, sayang, memang yang petama mungkin akan sedikit sakit, tapi lama-lama juga ga. "jelas Rendi lalu mulai mengecup bibir ranum istrinya, ia tau bahwa sang istri belum berpengalaman, maka dari itu ia melakukannya dengan lembut dan pelan-pelan.


Ayu merasakan perasaan yang berbeda saat suaminya mulai mencium bibirnya, melumatnya dengan lembut sampai ia kehabisan nafas, lalu pagutan itu terlepas untuk memberi waktu mengambil nafas sebanyak-banyaknya.


Rendi mulai menciumi leher istrinya, dan tangannya mulai membuka kancing piyama istrinya satu per satu, walau Ayu sempat menolak tapi Rendi meyakinkan kalo ini tidak akan apa-apa. Rendi terus mencumbi setiap inci tubuh istrinya yang sudah polos, bahkan Ayu juga mulai bisa menikmatinya, sampai ia merasa melayang.


Saat Ayu mulai terengah menahan gejolak yang ada di dalam dirinya, Rendi mulai menanggalkan piyamanya dan bersiap untuk menyatukan dirinya dengan sang istri.


Ayu tersentak kaget saat pusat intinya terasa perih dan sakit, bahkan buliran bening itu meluncur tanpa kompromi, tapi Rendi berusaha selembut mungkin, lalu ia menciumi bibir dan leher sang istri sebagai pengalihan rasa sakit yang diderita sang istri.


Sampai akhirnya merasa terbakar, dan ia pun mengerang melepas apa yang ada dalam tubuhnya, sementara Ayu mengerang dan mencakar bahu suaminya. Rendi pun terkulai lemas diatas tubuh sang istri sambil terengah, lalu berucap, "makasih sayang". Ayu mengangguk dan memeluk leher suaminya.


Malam semakin larut, dan pergumulan mereka ternyata masih berlangsung, sampai akhirmya mereka terlelap dalam kehangatan pelukan.


Bersambung.....


๐Ÿ™ˆ๐Ÿ™ˆ๐Ÿ™ˆtolong ya jan dibully....


Jan lupa like sma komennya