MY POSSESSIVE LOVE

MY POSSESSIVE LOVE
Makan Malam



Waktu berlalu begitu cepat, tapi hubungan Marsha dan Alfan makin dekat walo kadang sifat posesifnya bikin kesel Marsha. Tiap hari Alfan ngga pernah absen buat nemenin Marsha kemana pun.


Hari ini Marsha dan Al pulang kuliah,Marsha duduk disamping Al yanb fokus menyetir sambil memainkan ponselnya. Tiba-tiba Al memecah keheningan diantara mereka.



"Yank...! "



" Hm"jawab Marsha sambil tetep fokus pada ponselnya.




"Hari ini mamah ngajakin kita dinner di rentoran yang baru buka itu lo, katanya menunya enak2. "ucap Al sambil mengelus rambut gadisnya lembut.



"Emm... Tapi.." ucap Marsha yanh langsung dipotong oleh Al.



"Udah pokoknya kamu tenang aza, mamah udah nyiapin semuanya ko. "ucap Al sambil memarkirkan mobilnya di sebuah butik.



" Ayo, yank! "ucap Al sambil membukakan pintu mobil untuk Marsha.



Marsha pun pasrah mengikuti langkah Al. Mereka masuk ke sebuah butik yang ternyata milik mamah Al. Mereka disambut oleh seorang wanita paruh baya dan menyuruh pelayannya untuk membawa Marsha.


Marsha diajak ke ruang ganti sedangkan Al duduk di ruang tunggu sambil membuka ponselnya.


30 menit kemudian nampak seorang gadis keluar dengan dress hitam panjang dengan lengan pendek, rambutnya ditata sedemikian rupa agar terlihat lebih elegan dan cantik, make up nya juga pas tidak berlebihan, bahkan Marsha yang cantik terlihat sangat cantik hari ini. Alfan yang fokus pada ponselnya tak menyadari kehadiran gadisnya sampai seseorang memanggilnya.



"Al...! "ucap Marsha sambil menggenggam tangannya sendiri, ia nampak sedikit gugup hari ini. Alfan langsing menoleh ke arah suara dan langsung terpana saat melihat bidadari yang berdiri di depannya.



" Cewe siap sih nih, cantik banget "goda Al sambil memegang bahu Marsha agar menatap ke arahnya. Marsha hanya menunduk.



" Iih.. Apaan sih "ucap Marsha sambil memalingkan wajahnya. Al langsung menangkup kedua pipi gadisnya dengan lembut.



" Liat sini dong! Kamu beneran cantik banget hari ini, yank. "ucap Al sambil menatapnya dengan intens.



Al pun menggandengkan tangan Marsha ke tangannya, lalu mereka melangkah keluar menuju mobilnya, yang sebelumnya Al pamit dan berterima kasih pada wanita paruh baya dan pelayan yang mendandani Marsha.




Di dalam mobil.



"Kamu cantik banget sih, yank, ngga salah aku milih kamu buat jadi calon aku"ucap Al sambil mengecup punggung tangan Marsha yang sedari tadi ia genggam.


Marsha hanya tersenyum mendengar ocehan Al yang dari tadi terus memujinya. Walau memang Marsha akuin kalo hari ini dia berasa cantik banget.



"Oya, yank, kita langsung ke renstoran aza, mamaj sama papah udah nunggu disana katanya. "ucap Al lagi.



" Iya,,, emang ada acara apaan sih, Al? Tumben aku didandanin kaya gini. "ucap Marsha tanpa melihat ke arah Al.



" Emang kalo ngajak dinner mesti ada acara khusus gitu, yank? "jawab Al heran.



" Ngga juga sih, tapi perasaan aku ko ngga enak, Al. "ucap Marsha mengutarakan perasaannya yang dari tadi bikin ngga nyaman.



" Udah tenang aza, ngga ada apa2 ko, yank, kan ada aku! "ucap Al sambil mengelus rambut gadisnya dengan lembut.



"Eh anak mamah udah dateng, ayo duduk! Makanannya udah mamah pesenin pokonya yang spesial disini. "ucap Mamah sambil mengelus lembut punggung Marsha.



" Kamu canti banget, sayang "ucap mamah Al pada Marsha yang ditanggapi senyuman oleh Marsha. Entah apa yang merasuki Marsha hari ini, dia begitu deg-degan dan sepertinya sulit untuk mengeluarkan kata-kata. Entah karena baju yang dia pakai, atau karena make up dia yang terlihat sempurna hari ini.



"Siapa dulu dong pacarnya, Alfan Wijaya. "ucap Al sambil menepuk dada dihadapan semuanya, yang malah mendapat tabokan ditangannya.



" Aduh, yank, ko mukul sih! "ucap Al yang tanpa malu mengucapkan itu dihadapan orang tuanya. Mamah sama papah Al hanya terkekeh geli melihat tingkah anak semata wayangnya yang jadi bucin banget sama Marsha Adelia.



Akhirnya makanan pesanan mereka datang dan mereka pun makan malam dengan gembira yang kadang diselingi oleh suara tawa merek melihat tingkah Al.



"Al kapan kalian meresmikan hubungana kalian? Toh calon kamu juga udah terbaik menurut kami, dia cantik, baik, dari keluarga baik-baik, dan sederhana itu yang papah suka. "ucap Papah Wijaya tiba-tiba, yang membuat Marsha terbatuk saat minum.




" Pelan-pelan, yank! "ucap Al sambil mengusap punggung Marsha.



" Maaf.. "ucap Marsha. Dia benar-benar kaget dengan ucapan papah Al. Marsha masih belum siap untuk menikah, dia masih ingin bebas dan melanjutkan kuliahnya. Tapi tiba-tiba Al menjawab semuanya dengan entengnya.



" Kalo Al mah besok juga siap, pah! Gimana yank? "ucap Al sambil menoleh ke arah Marsha. Marsha hanya mengerjap tanpa menjawab pertanyaan Al yang mendadak.



" Gimana sayang? Mamah udah pengen nimang cucu nih. "goda mamah Al sambil mengayunkan kedua tangannya seperti menggendong bayi.



" Emm... Maaf mah, pah.!Shasha masih ingin fokus kuliah dulu. "ucap nya sambil terbata bahkan tangannya nampak dingin saat Al menggenggamnya.



Papah dan mamah Al hanya mengangguk dan tak memaksa calon mantunya untuk tidak terlalu memikirkan pertanyaannya.



Akhirnya mereka pulang, Al mengantar Marsha pulang ke rumahnya. Setelah berapa lama akhirnya mobil Al nyampe didepan rumah Marsha. Saat Marsha hendak keluar tiba-tiba Marsha ditarik Al hingga wajahnya sangat dekat dengan Al, marsha berusaha mendorong Al, tapi Al malah menarik pinggang Marsha dan tengkuk Marsha hingga sebuah kecupan mendarat di bibir mungil Marsha. Marsha yang kaget saat itu mematung tanpa perlawanan, hingga kecupan itu berubah jadi lumatan lembut di bibir Marsha. Marsha hanya diam saat itu hingga nafasnya sesak dan mendorong Al agar melepaskan pagutannya.



"Mmmmphh... Ah"desah Marsha terengah karena nafasnya sesak.



"udah Al"ucapnya sambil menunduk dalam pelukan Al. Al tersenyum dan mengangguk, ia merasa geli saat melihat gadisnya dengan rona merah di pipinya.



Al dan Marsha pun masuk ke rumah, lalu tak berapa lama Al pamit pulang.



Saat di depan pintu Al berucap



"Eh iya, mah, minggu depan orang tua Al akan dateng ke sini. "ucapan Al diangguki oleh mamah Marsha dan Al pun pulang....




Bersambung....


Nah lo mo ngapain ya...