MY POSSESSIVE LOVE

MY POSSESSIVE LOVE
Obsesi atau Cinta



"Shiit...!" teriak suara cowo tinggi itu di kamarnya sambil melempar apa saja yang ada di depannya. Dia merasa kesal saat mendengar laporan dari anak buahnya kalo Marsha sekarang sudah ada di rumahnya. Sebelumnya Doni ingin menemui gadisnya saat di rumah sakit, tapi saat itu Doni banyak urusan yang harus diselesaikan, sampai akhirnya Marsha pulang dari Rumah Sakit.



Doni juga bingung dengan perasaannya terhadap Marsha selama ini. Semenjak pertemuan pertamanya saat ia berantem sama Al, Doni benar-benar tertarik pada Marsha dan ingin memilikinya. Bagi Doni tak ada sesuatu pun yang tak bisa ia miliki bagaimanapun caranya, termasuk Marsha. Saat Doni menginginkan seorang gadis, ia harus mendapatkannya dengan cara apapun, selama ini tak pernah ada gadis yang menolak pesonanya apalagi jika mereka tau siapa Doni sebenarnya.



Doni selalu memaksakan kehendaknya pada setiap gadisnya, tapi rata-rata mereka menerimanya dengan senang hati. Beda saat ia memaksakan kehendaknya pada Marsha, ia seolah ingin berbuat selembut mungkin bahkan bibir Marsha pun belum ia sentuh karena penolakan yang terus Marsha lakukan.



"Ada apa sama gue? Kenapa gue kaya gini? "gumam Doni sambil mengusak rambutnya kasar. Saat ini yang ia inginkan Marsha Adelia.



Di rumah Marsha



Marsha sedang melatih kakinya untuk berjalan di taman belakang, ia dipapah sama Rangga karena Al saat itu lagi kuliah.



" Pelan-pelan napa sih lo, sakit tau! "omel Marsha pada Rangga yang memapahnya. Rangga memutar bola matanya jengah.



" Udah sana jalan sendiri, cape gue diomelin mulu!"gerutu Rangga sambil hendak melepaskan pegangannya pada kakaknya.



"Jangan.. Jangan... Iya maafin gue deh. "ucap Marsha sambil memegang lengan adiknya. Marsha berusaha berlatih lagi, ia ingin berjalan seperti biasa lagi, ia pen kuliah lagi.




Di sudut pohon dekat dengan taman belakang rumah Marsha, nampak cowo berbaju hitam-hitam mengawasi mereka bahkan beberapa kali mengambil gambar mereka.



"Bos saya sudah kirimkan fotonya! "ucapnya lewat telepon. Lalu ia mengangguk dan beranjak pergi dari sana.



Di tempat lain nampak Doni sedang membuka ponselnya dan mengamati sebuah foto yang baru dikirim anak buahnya.



" Kamu makin cantik, sayang! "gumamnya sambil mengelus foto Marsha pada ponselnya yang sedang dipapah Rangga.


Doni nampak menyeringai puas seolah ia mendapatkan sesuatu.



" Ini kesempatan gue buat dapetin lo, cantik! "seringainya sambil menggenggam erat ponsel nya.



🍑 🍑



Tak terasa Marsha sudah seminggu tinggal di rumah dan hari ini ia mulai masuk kuliah, walau kakinya masih agak sakit, tapi ia kekeh ingin masuk kuliah. Marsha menunggu jemputan Al di ruang tamu sambil memainkan ponselnya.


Tak berapa lama Al datang dengan mobil kesayangannya.



"Udah siap, yank? Yakin nih mo kuliah? "tanya Al khawatir.



" Iya bawel, aku kangen sama anak2. "ucap Marsha cuek. Sementara mamah menghampiri mereka sambil membawakan air minum.



" Udah mah ngga usah repot2, Al sama Marsha mo berangkat sekarang ko! "ucap Al sambil meneguk minuman yang dibawa mamah Cantika. Marsha yang melihat itu mendelik.



" Iih dasar...! "gerutunya.


" Mah, shasha berangkat dulu ya! "lanjutnya sambil mencium tangan dan kedua pipi mamahnya. Al juga mencium tangan mamah Cantika dan beranjak pergi.



Selama di perjalanan Al terus menasihati gadisnya kalo2 tiba-tiba sakit, harus langsung menghubunginya. Bahkan kalo boleh Al ingin masuk ke kelas Marsha agar ia bisa memastikan kalo gadisnya baik-baik saja.



"Iyaaa, baweel! "ucap Marsha sambil menjawil idung mancung Al. Al terpaku saat Marsha tiba-tiba memperlakukannya seperti itu. Tak berapa lama mereka sampai di parkiran kampus. Saat Marsha hendak keluar, Al menarik lengan Marsha sehingga kembali duduk.




" Iya sayang hati2 ya, jan lari-larian dulu! "ucapnya sambil.mengusak rambut Marsha.



" Dih emang aku anak keci apa? "balas Marsha sambil merapikan rambutnya yang berantakan gara-gara Al. Hari ini Marsha membiarkan rambutnya tergerai.



Marsha pun mulai masuk ke kelasnya dan disambut oleh sohibnya yang kangen banget sama Marsha.



" Shaaa,,, gue kangen banget sama lo, gimana kaki lo udah baikan kan? "cerocos Sita sambil memeluk Marsha erat.



" Aduuh, Ta, gue engap ini ngga bisa nafas. "ucap Marsha yang dipeluk Sita erat sampai nafasnya sesek. Mereka pun akhirnya duduk melingakar dengan yang lain. Jam pertama ternyata dosen ngga hadir, jadi bebas, hingga akhirnya jam makan siang tiba.



Di kantin kampus


Nampak Al menghampiri Marsha yang duduk bareng temen-temennya sambil melahap bakso yang sudah tersedia di mejanya.



"Yank, jan pedes2, kan baru sembuh! "ucap suara bariton yang Marsha kenal. Marsha mendongak saat sedang menumpahkan sambel ke mangkuknya.



" Iya, sayaang. "ucap Marsha dibuat manja. Ia jengah dengan kebawelan Al hari ini.



" Kamu mau pesen bakso juga, Al! "tanyanya. Al hanya menggelengkan kepalanya dan duduk disamping Marsha, yang otomatis membuat Diki pindah.



" Gini amat ya, jadi jomblo! "ucap Diki saat pindah duduk di sebrang Marsha.



" Ngapa. Sih lo? "ucap Resa.disampingnya.



"Ya ngenes gue liatin mereka pacaran mulu. Tiap hari." cerocosnya. Marsha refleks melempar sedotan di gelas es jeruknya.



Di sebuah gudang kampus nampak cowo berpakaia hitam2 memakai topi dan masker sehingga menutupi wajahnya.


Dia membuka ponselnya dan mengetikan sesuatu disana.


Tak berapa lama nampak Marsha dan Resa menuju ke arah gudang dengan panik. Saat mereka masuk tiba-tiba



"Buk...! "


Suara pukulan di punggung mereka membuat keduanya tak sadarkan diri. Terlihat 2 orang membopong keduanya dan memasukannya ke mobil hitam yang terparkir di belakang kampus.



" Kamu bakal jadi milik aku, sayang! "ucapnya sambil mengelus pipi Marsha yang pingsan disampingnya. Mereka melajukan mobilnya dengan cepat dan menuju sebuah rumah mewah yang terletak jauh dari kampus.



Marsha dibaringkan di tempat tidur king size sebuah kamar yang luas. Lalu lelaki itu memanggil pelayan wanita.



"Tolong ganti bajunya dengan yang itu, dandani dia dengan cantik! "ucap cowok itu sambil menunjuk pakaian seperti kebaya di kasurnya.



Sementara Resa terikat di sebuah kursi dengan kondisi masih pingsan juga.


Cowo itu menghampiri Resa dan tersenyum.



Bersambung.....



Mesti diapain ya tuh orang... Gemes gue