MY POSSESSIVE LOVE

MY POSSESSIVE LOVE
Dunia Mantan



Al dan Marsha hendak memasuki mobil mereka, saat Al akan membukakan pintu untuk istrinya, terdengar panggilan seorang cewek.


"Alfaaan....! "teriaknya sambil menghambur ke pelukan Al. Al dan Marsha sangat terkejut, terutama Marsha yang melihat suaminya dipeluk cewek lain di depannya di tempat umum pula.


" Lepasin gue! "bentak Al sambil menepis tangan cewek itu kasar.


" Kok gitu sih,yank?kamu ga kangen sama aku? "ucapnya tanpa peduli ada Marsha yang menatapnya tajam. Al menatap tajam pada cewek dihadapannya.


"Kangen.. Cih...!" ledek Al, sambil merangkul istrinya ke pelukannya.


"Ini istri gue! "tekannya sambil memeluk sang istri. Stevi ya nama cewek itu, dia adalah mantan Al yang memilih bertunangan dengan cowok lain. Stevi yang saat itu masih berusaha untuk bergelayut manja di lengan Al, tiba tiba melepaskan tangannya dan melirik sinis pada Marsha.


"Ck.. Beneran dia istri kamu, aku ga percya, aku yakin kamu masih cinta sama aku! "ucapnya bangga. Marsha yang mulai jengah dengan keduanya.


" Udahlah selesaikan dulu urusan kalian aku nunggu di mobil, Al! "ucap Marsha sambil membuka pintu mobilnya, tapi saat akan masuk cewek itu menariknya dengan kasar.


" Apaan sih? "ucap Marsha jengkel sambil menepis tangannya.


" Lo jan kecakepan dulu ya, Al pasti bakal balik ke gue, karena selama ini dia masih cinta sama gue! "ucapnya lantang. Al mulai geram dengan tingkah mantannya itu.


" Cukup, sekarang lo pergi dari sini, atau gue bisa bertindak kasar sama lo! "bentaknya sambil menyuruh istrinya memasuki mobil.


" Al tapi...! "ucap Stevi yang terpotong karena Al sudah memasuki mobilnya dan langsung memacunya dengan kecepatan agak tinggi.


" Yank, aku beneran ga ada apa-apa sama dia! "ucap Al saat berenti di lampu merah. Marsha hanya diam tanpa menjawab, bahkan menoleh pun tidak.


Saat itu Marsha mengingat sebuah buku diary yang ditemukannya saat ia membereskan pakaiannya di lemari Al. Buku itu ia baca saat Al sedang tertidur pulas. Isinya tentang persaannya pada sang mantan yang bernama Stevi. Bahkan foto cewe itu masih tertempel rapi di halaman bukunya. Sehingga saat ia tadi bertemu langsung dan apalgi kata-katanya yang bilang bahwa Al masih mencintainya berputar terus di kepalanya. Mungkin saja suaminya itu masih punya rasa sama mantannya, toh buku diarynya pun masih tersimpan rapi. Padahal Marsha juga yang memiliki banyak buku harian, setelah ia bertunangan dengan Al ia membakar habis semua buku itu, dan melupakan perasaan masa lalunya.


"Yank...! "panggil Al sambil mengelus tangan istrinya. Marsha mengerjap kaget dan langsung menoleh ke sekeliling yang ternyata mereka sudah sampai di halaman rumahnya. Tanpa basa-basi Marsha langsung membuka seatbeltnya dan langsung keluar tanpa menghiraukan Al yang memanggilnya.


"Yank, tunggu! "panggil Al sambil langsung mengejar istrinya. Untungnya orangtua mereka tidak ada di ruang tamu, mungkin di ruangan lain, sehingga adegan itu tidak diketahui oleh orangtuanya. Al menyusul istrinya ke kamar. Ia langsung membuka pintu kamarnya, untungnya ngga dikunci sama Marsha. Istrinya nampak keluar dari kamar mandi.


"Yank,,, dengerin aku dulu! "ucap Al sambil meraih tangan istrinya.


" Udahlah aku juga tau kamu masih cinta kan sama dia, status aku emang istri kamu, tapi mungkin aza kan kamu main di belakang aku! Ucapnya panjang lebar. Perkataan Marsha membuat Al sedikit geram, ia langsung mencengkram kedua tangan istrinya dan medorongnya ke belakang hingga punggung Marsha membentur tembok.


"Jangan pernah ngomong kaya gitu lagi, aku ngga pernah sekalipun hianatin kamu, yank! "ucapnya sedikit membentak, yang membuat Marsha mengernyit takut.


" Tapi..! "ucapan Marsha terpotong karena Al langsung menautkan bibirnya ke bibir Marsha, bahkan ia melumatnya dengan penuh gairah hingga Marsha kelabakan karena kehabisan nafas.


" Al..! "panggil Marsha dengan nafas masih terengah saat Al melepas pagutannya.


" Aku ngga mau denger kamu ngomong kaya gitu lagi, yank! "ucapnya tegas sambil kembali memagut bibir istrinya, namun ia lakukan dengan lebih lembut dari sebelumnya. Marsha pun pasrah dan membiarkan suaminya. Al memeluk Marsha erat sambil membenamkan wajahnya di ceruk leher Marsha.


" Aku ngga mungkin khianatin kamu, yank! Aku sayang banget sama kamu! "bisiknya.


" Terus ngapain kamu masih nyimpen diary kamu tentang si Stevi - Stevi itu? "ucap Marsha sinis. Al pun terkekeh ia tau istrinya ini sedang cemburu.


" Cemburu mbaknya! "godanya sambil menangkup wajah sang istri yang ditekuk.


Marsha menepis tangan suaminya dan hendak beranjak dari tempat itu, tapi Al menahannya dengan memeluk istrinya dari belakang.


" Iya makannya aku peluk kamu, aku mau hapusin bekas dia! "ucapnya santai.


" Iiih ngga sana mandi!! "teriak Marsha, yang malah membuat Al terkekeh geli.


" Aku lagi musuhan, yank, sama air, tau kenapa dia dingin banget hari ini! "ucapnya sambil terus membenamkan wajahnya di bahu sang istri.


" Apaan... Sih ga jelas! "sewot Marsha.


" Cemburunya cantik banget sih, yank! "goda Al. Saat mereka masih berdebat, yang satu ingin lepas, dan yang lain ingin menyatu. Terdengar teriakan sang mamah dari bawah.


" Al, Sha, sini makan malam dulu sayang! "


Al pun menjawab dengan teriakan pula.


" Iya bentar mah, nanggung! "teriaknya yang mendapat tabokan dari sang istri.


" Iiih udah tuh dipanggilin, mamah! "pekik Marsha yang masih kesulitan melepaskan pelukan suaminya.


" Iya, ayo! "ucap Al sambil melepas pelukannya, tapi saat Marsha akan membuka pintu Al tiba-tiba kembali melumat bibir istrinya dengan cepat.


" Aaal! "teriak Marsha, karena Al langsung melesat keluar menghindari tabokan istrinya lagi.


" Kalian kenapa sih, berantem? "tanya sang mamah heran saat melihat Al berlari dari lantai atas.


" Ngga mah, ngga apa-apa! "ucapnya sambil terkekeh. Saat itu Marsha juga sudah berada di belakang mereka.


" Kamu ngga kenapa - kenapa kan, sha? "tanya sang mamah heran melihat menantunya memasang muka kesal.


" Ngga mah, aku ngga apa apa kok!"ucapnya sambil tersenyum. Al sudah lebih dulu duduk di meja makan, disana sudah ada sang papah yang juga menunjukan wajah heran.


"Kenapa Al? "tanyanya.


" Biasa lah pah, pengantin baru! "jawab Al sambil terkekeh, sang papah pun tertawa mendengar jawaban anaknya, yang ternyata sudah memiliki istri ini. Di matanya Al masih terlihat seperti Al kecil yang manja.


" Kamu bermain lembut kan Al? "bisik sang papah sambil tersenyum.


" Iya dong, pah, lembut aza dia kesakitan! "bisiknya yang membuat dua wanita di hadapnya berdehem.


" Bisik-bisik apa sih, bikin penasaran aza? "tanya sang mamah sambil duduk disamping suaminya. Sementara Al langsung menggeser kursi untuk sang istri.


" Ah biasa mah, urusan cowok, ya kan Al! "jawab sang papah sambil mengedipkan matanya pada sang putra.


" Ya udah cepetan makan dulu, entar kita lanjut lagi ngobrolnya! "titah sang Mamah yang langsung diangguki oleh semuanya.


Mereka makan malam dengan khusu tanpa ada sedikit pun obrolan. Setelah mereka beres makan malam, sang mamah dan Marsha membereskan bekas makan mereka, dan Marsha langsung mencuci piring agar dapur tetap bersih. Setelah itu baru mereka menyusul ke ruang keluarga. Disana tampak Al dan papah sedang tertawa puas membahas sesuatu.


"Ngobrolin apaan sih rame banget! "tanya sang mamah.