MY POSSESSIVE LOVE

MY POSSESSIVE LOVE
Mulai Nyaman



Semenjak kejadian itu, Alfan jadi tambah posesif pada Marsha, padahal Marsha belum memberi kepastian pada hubungan mereka. Tiap hari Marsha tetap diantar jemput ke kampus, bahkan hari libur pun Alfan sengaja main ke rumah Marsha, yang tentu saja membuat Marsha jengkel tapi tidak dengan mamah Cantika mamahnya Marsha. Seperti hari libur sekarang, Marsha yang berniat leyeh-leyeh di kamar karena seminggu ini dia sangat penat dengan Ujian Akhir Semester. Tiba tiba mamah berteriak...



"Shaaa... Al udah dateng nih, buruan turuun! "teriak mamah dari bawah.




" Aaaaarghh.... Kesel gue ngga bisa apa sehari aza ngga ganggu gue "umpat Marsha kesal. Dia pun tak menghiraukan teriakan mamahnya yang terus memanggilnya. Marsha malah menarik selimutnya, dan pura-pura tidur.



" Bodo amat ah, pokoknya hari ini gue pengen me time"gumamnya sambil memasang earphone mendengarkan lagu kesukaannya.



Ceklek....! Tiba - tiba pintu kamar Marsha terbuka tanpa disadari oleh Marsha.


Namun Marsha merasa ada yang duduk disamping ranjangnya..



"Udah deh, Mah, Shasha ngga mau ketemu tuh cowo gila, Shasaha ngga pokoknya, udah sana mamah aza "ucap Marsha tanpa membuka selimutnya.



" Kok, tumben ya, mamah diem-diem bae? "gumam Marsha sambil perlahan membuka selimutnya.



" Aaaaaaaaaaa.... Ngapain lo disini? "teriak Marsha sambil menarik kembali selimutnya.




" xixiixi... Ni cowo gila kamu udah disini, gimana dong? "ucap Alfan sambil menarik selimut Marsha.




" Keluaaar.... "teriak Marsha sambil mempertahankan selimutnya.




" Ngga bisa, Sha, mamah kamu udah nyuruh aku bawa kamu ke bawah,"ucap Alfan sambil terus menarik selimut Marsha sampai terbuka.



"Kamu tetep cantik ya, Sha"goda Alfan. Sambil terus menatap Marsha dengan pakaian kaos longgar, celana pendek, rambut yang diikat sembarang, tapi terlihat sexy.



"Apaan sih lo, udah deh jan modus, sana keluar "sewot Marsha sambil mengerucutkan bibirnya.




" Wah bisa khilaf nih, "ucap Alfan sambil mendekatkan wajahnya ke Marsha,dan berbisik.



" Ikut aku ke bawah atau aku cium kamu"goda Alfan.




"Iiiih... Amit-amit, jauh2 lo dari gue"teriak Marsha sambil. Mendorong Alfan.



"Ayo, sha atau mau aku gendong? "ucap Alfan sambil menggerakkan alisnya.





" Aaaaarghh dasar nyebelin..!iya gue turun sana lo duluan! "ucap Marsha sambil beranjak dari ranjangnya.




" Ngga ah mo bareng kamu"jawab Al santai.




Marsha menghentakan kakinya kesal dan berjalan ke arah pintu dengan cepat, tanpa melihat jalan sampai akhirnya kakinya kesandung karrpet.



"Aaaw...!"teriak Marsha kaget, tapi tangan kelar Al telah melingkar di pinggangnyaenahan Marsha agar ngga jatuh.



"Hati2 sayang! "ucap Al khawatir.




" Udah deh jan lebay gitu gue ngga papa, lepasin tangan lo! "titah Marsha tetep jutek.




" ngga akan"jawab Alfan sambil mengeratkan pelukannya di pinggang Marsha.




"Jangan macem2 deh, Al"gerutu Marsha sambil berusaha menyingkirkan tangan kekar Alfan.




"Sapa yang macem2 sih, Sha, cuma satu macem doang "ucapnya sambil terkekeh.



" Lepasin..! "teriak Marsha.




Tiba2 mamah berteriak dari dari bawah..




" Kenapa Sha, ko teriak2? "ucap mamah santai.




" Ini tante Marshanya ngga mau turun, katanya pengen digendong sama aku"teriak Alfan jail.




"Dasar cowo gilaa...! "umpat Marsha kesal.




" Ngga Mah, aku turun sekarang ini, Alfan katanya pengen nyobain lipstik aku"teriak Marsha ngga kalah jail.



Alfan yang mendengar itu tertawa lepas lalu menyeringai ke arah Marsha.



"Iya, Sha aku pengen nyobain lipstik di bibir kamu. "bisiknya sambil mendekatkan wajahnya ke Marsha.




Marsha langsung membekap mulut Alfan dan mendorongnya kuat sampai pelukan di pinggangnya terlepas. Kesempatan itu tak disiakan Marsha, ia langsung berlari ke pintu dan teriak.






Alfan hanya terbahak melihat tingkah gadisnya yang selalu membuatnya gemas.





Di bawah nampak mamah dan Rangga sedang sibuk menyiapkan makan siang. Rangga walaupun jail dan petakilan tapi dia itu pinter masak lo. Marsha aza kalah sama ade nya.



Akhirnya mereka makan siang di taman belakang rumah, ceritanya kaya piknik gitu.




Alfan yanh terlihat makin akrab dengan keluarga Marsha, membuat Marsha sedikit nyaman apalgi liat mamah yang selalu tertawa tiap ngobrol bareng Alfan.



"Eh... Iya tante boleh ngga Al, ajak Shasha liburan ke pantai? Bareng temen-temen yang lain juga ko tan,? "ucap Alfan ditengah2 percakapan mereka.




" Boleh dong, asal kamu jagain Shasha baik-baik ya! "jawab mamah yang diangguki papah juga.



" Yaelah, bang! Masa kak Shasha doang yang diajakin liburan gue ngga nih"timpal Rangga.




"Udah, de, lo aza sana yang liburan gue mah ogah ah. Gue pengen liburan gue bebaaas tanpa pengganggu"timpal Marsha sambil mengarahkan matanya pada Alfan yang tersemyum.




Mamah tiba-tiba menyela obrolan anaknya



"Udah, Sha,, kamu ikut aza udah lama kan ngga maen bareng temen2. Mumpung libur lagian sekarang kamu tuh udah dewasa juga udah mamah bolehin pacaran kok, apalagi sama... "ucap mamah sambil meliril Alfan.




" Tutumbenan mamah maksa gue buat liburan, dulu aza pengen nongki2 padahal deket, Ya Allah susahnya minta ampun"gumam Marsha.




"Tapi temen-temen gue boleh ikut, pan? "ucap Marsha tiba-tiba.



" Boleh dong, Sha, kamu boleh ngajakin siapa aza, tambah banyak orang tambah rame kan? "jawab Alfan antusias.




" Ok deh kalo gitu gue ikut, "ucap Marsha yang langsung dapet ucapan makasih dari Alfan.




" Kita berangkat besok, Sha, jadi besok akmu aku jemput ya, ngga usah banyak2 bawa baju toh cuman 3 hari kita disana, "jelas Alfan yang memdapat anggukan dari Marsha.



" Oya, de lo ikut gue aza ya! "ucap Marsha pada Rangga.



" Tumben lo ngajakin gue, ogah ah palingan ada maunya tu mah, lagian besok gue mah belum libur ada praktek di sekolah"timpal Rangga.




"Yaelah izin aza 3 hari biasanya juga lo mah bolos"balas Marsha yang entah kenapa maksa banget biar adenya ikut.




"Terus gue disana jadi nyamuk gitu yang cuma liatin orang pacaran, et dah kak... Tega banget sih lo! "selorohnya.




" Lagian sapa yang pacaran, monyong! "balas Marsha sambil nabok lengan adenya.



Perdebatan ade kakak itu selalu lama berakhir lalo udah dimulai. Sampai akhirnya mamah menjewer kuping kedua anaknya.




" Udah diem deh, kalian tuh kenapa sih ngga pernah akur"terang mamah sambil terus menjewer kuping anaknya.



"Sakit, mah! "ucap keduanya.



" Pokonya Marsha berangkat besok, Rangga tetep sekolah titik"tegas mamah sambil melepaskan jeweranya.



Papah dan Alfan hanya tertawa melihat 3orang kesayangannya berantem kaya tadi.



"Maaf ya, keluarga om memang kaya gini selalu rame"ucap papah Rahadian tiba2.



"Ngga papa om justru Al bahagia liatnya soalnya Al dirumah anak tunggal. "jelas Alfan.



" Rasain lo... "ucap Rangga setelah memdengar keputusan mamah yang tak terbantahkan.



" Ya, de kalo lo ngga ikut gue berantem sama sapa besok"bales Marsha, yang langsung ditertawakan oleh semuanya.



"Sama aku aza, Sha berantemnya lebih seru"goda Alfan.



"idiiih ngarep lo"ucap Marsha.




Semua kejadian hari ini dan keputusan mamah membuat hati gue mulai merasa nyaman bareng Alfan walo gue masih tetep galak sih.





Bersambung.....


Mana dong komentar nya.... Biar tambah samungut ini nulisnya...