
Sudah 2 minggu ini geng ambyar mengikuti kegiatan masyarakat setempat dalam Melaksanakan KKN.
"Ngga kerasa ya udah 2 minggu aza, tinggal 2 minggu lagi nih kita di mari. "ucap Hikmah sambil mengaduk bakso di depannya. Saat ini mereka sedang istirahat setelah seharian beraktifitas.
Marsha, Ayu, Sita, Resa, Isma hanya menanggapi dengan gumaman, karena mereka juga sambil sibuk membaca chat di hp masing-masing.
Sementara para cowo sedang asyik berbincang di teras depan.
"Eh iya, hari Minggu besok kita bisa pulang lo sehari, kalian mau pulang apa mau disini aza? "ucap Isma tiba-tiba. Sebelum mereka menjawab Arga, Diki dan Azril sudah masuk ikut gabung bersama mereka.
" Bahas apaan dah, rame bener? "timpal Diki sambil duduk di samping Resa.
" Ini lo katanya besok Minggu kita bisa pulang dulu sehari, kalian mau pulang apa ngga? "tanya Sita dengan antusias.
" Kalo kamu mau pulang ngga, yank? "tanya Diki pada Resa dengan lembut yang malah mendapat cebikan dari teman-temannya.
Resa hanya mengangguk tanpa berucap sepatah kata pun.
" Diih, Ki, ko gue geli ya liat lo ngomong aku kamu. "seloroh Marsha sambil terkekeh.
Mereka pun berbincang hangat diselingi tawa karena kekonyolan tingkah mereka. Sampai tiba-tiba Arga berbicara serius.
" Guys,,, gue mau ngomong bentar! "ucapnya yang membuat semua terdiam dan menoleh ke arahnya.
" Apaan sih, Ga, serius amad! "timpal Azril ga sabar.
" Iya, Ga, ngapa dah, besok lo mo pulang juga? "tanya Ayu.
" Iya, gue besok mau pulang karena,,, emm! "ucap Arga tak melanjutkan ucapannya yang membuat semuanya penasaran.
" Iih, lo mo ngomong apaan sih gemes gue lama-lama! "omel Hikmah.
" Iya karena istri gue baru melahirkan kemarin, gue besok mo pulang liat anak gue. "jawab Arga dengan sekali tarikan nafas yang membuat semuanya mematung dan berbarengan berucap.
" Hah! "
" Lo beneran udah nikah, Ga? "tanya Diki ga percaya karena selama ia sahabatan ternyata, ia ngga pernah tau kalo Arga udah nikah. Pentesan tiap kali Diki godain cewe atau nongkrong tak pernah sekali pun ia melihat Arga menggoda seorang cewe atau dekat dengan cewe kecuali yang 4 orang,Marsha,Ayu, Sita dan Resa.
Arga hanya mengangguk sebagai jawaban. Selama ini Arga memang tertutup tentang masalah pribadinya.
Setelah mereka mematung dengan keterkejutan mereka akhirnya Hikmah membuyarkan semuanya.
"Guys, gimana kalo besok kita nengok baby Arga aza dulu, sekalian gue penasaran sama istri dan anaknya. "ucapnya sambil menopang dagu.
" Oke,, aku sih yes! "ucap Marsha.
" Biar ga ribet ajakin aza, Al, Rendi sama Jak! "timpal Diki.
" Maksud lo? "tanya Ayu.
" Yaah biar kita nebeng lah, rumah Arga kan lumayan jauh dari sini, berat di ongkos cuy! "jawab Diki sambil tertawa renyah, dan sontak mendapat cubitan dari sang kekasih.
" Tapi bener juga sih! "timpal Hikmah. Akhirnya Marsha, Sita dan Ayu menghubungi pasangan mereka untuk menjemputnya besok pagi.
" Aduh gimana ya, Kak Rendi ngga bisa jemput besok katanya ada urusan penting. "ucap Ayu dengan nada menyesal.
" Udah ga papa mobil Al sama Jak juga cukup lah buat kita, tadinya sih biar lo bisa ketemu aza sama cowo lo! "ucap Sita dengan nada menggoda.
Tak terasa waktu sudah beranjak malam, mereka pun bersiap untuk istirahat karena, besok mereka bisa pulang dan bertemu bersama keluarganya.
🍑🍑🍑🍑
Al dan Jak baru saja sampai saat Marsha dan teman-temannya sedang sarapan.
"Yank! "panggil Al saat ia dan Jak masuk ke posko mereka.
" Aal! "pekik Marsha sambil berlari ke arah suaminya, ia sangat merindukan suaminya, entah kenapa rasanya akhir-akhir ini ia ingin bermanja ria pada sang suami.
Sita, Ayu, Resa dan Diki bahkan heran dengan sikap Marsha yang biasanya cuek, kok bisa manja kaya gitu.
"Inget, Sha disini masih ada yang jomblo! "seloroh Sita sambil menghampiri kekasihnya. Marsha hanya mencebikan bibirnya dan kembali memeluk suaminya manja.
"Kamu kangen banget sama aku ya, yank!" bisik Al karena ia juga heran dengan tingkah istrinya yang biasanya susah banget kalo diajak bermesraan. Marsha hanya mengangguk sambil tersenyum lebar.
"Oya, kamu udah sarapan belum, Yank? "tanya Marsha sambil mengajak Al duduk. Al hanya mengangguk mengiyakan.
Setelah mereka selesai sarapan, lalu mereka pun bersiap pergi ke rumah Arga. Mereka semua ikut dalam mobil Al dan Jak.
Arga terlihat bahagia saat akan pulang ke rumahnya, ia akan segera melihat malaikat kecil yang selama ini ia dambakan bersama sang istri. Arga memang menikah muda, karena semua permintaan sang ayah dari istri Arga yang saat itu sedang sakit keras. Ia inhin melihat anaknya menikah terlebih dahulu sebelum ia pergi untuk selama-lamanya.
Usia Arga pun memang 4 tahun di atas Marsha dan sahabatnya yang lain, sehingga ia selalu bersikap dewasa diantara sahabtnya yang notabene lebih muda dari nya.
"Ga, nama istri lo sapa sih, pasti cakep tuh, makanya lo ga pernah godain cewe lain. "tanya Diki.
" Nama istri gue Denita, dia wanita terbaik yang gue miliki setelah ibu gue. "ujarnya sambil menerawang mebayangkan wajah cantik sang istri, yang selalu membuatnya nyaman.
Obrolan pun berlangsung sampai tak terasa mobil mereka sudah sampai di halaman rumah dengan cat warna biru langit, dan ada pohon besar di kedua sisi nya.
" Ini rumah lo, Ga, sumpah adem banget! "ucap Resa saat mereka semua turun dari mobil. Arga hanya tersenyum dan bergegas masuk sambil mengajak semuanya.
Mereka disaambut oleh wanita paruh baya yang sangat ramah, dan memeiliki mata yang sama dengan Arga. Mereka yakin kalo itu ibunya Arga.
Saat memasuki ruang keluarga, ada kasur lantai yang ditempati oleh seorang wanita cantik berkulit putih, rambutnya yang panjang diikat dengan rapih, matanya bulat, hidungnya mancung, dan seorang bayi dengan wajah hampir mirip dengan Arga.
"Abaang, udah boleh pulang! "ucap wanita itu sambil tersenyum merekah, ada tatapan rindu dari sang istri.
" Anak kita udah lahir bang, dia sehat, anak kita laki-laki seperti yang abang mau. "lanjutnya sambil menggendong buah hatinya dan memberikannya pada Arga.
" Makasih sayang! "ucap Arga dengan mata berkaca-kaca, lalu menciumi wajah sang istri setelah itu ia mencium sang putra yang sudah ada di gendongannya. Ia bahkan lupa pada sahabatnya yang sedari tadi memandangi keduanya.
" Ekhem...! "Diki berdehem saat melihat Arga hanya fokus pada istri dan bayinya. Arga pun menoleh dan menepuk jidatnya.
" Sorry-sorry gue lupa, kalo gue kesini bareng kalian, kenalin ini istri gue, Denita! "ucap Arga sambil memperkenalkan istrinya.
Mereka pun menyalami istri Arga satu per satu, dan memberikan beberapa kado untuk si kecil.
" Makasih semuanya udah mau nengok bayi kami! "ucap Denita tulus dan ramah. Denita juga tau siapa saja temen kampus suaminya karena Arga selalu bercerita tentang mereka, sehingga saat mereka bertemu keakraban langsung tercipta diantara mereka.
Hingga siang menjelang mereka masih betah bersama baby Arga, karena Arga sendiri belum menemukan nama yang tepat untuk putranya. Ibunya Arga sudah menyiapkan makan siang untuk mereka.
Sekitar jam 3 sore akhirnya mereka pulang dari tempat Arga dan besok akan kembali ke tempat KKN.
Bersambung....
Hai... Ga bosen kan sama cerita aku...
Happy reading... 😘 😘 😘
Boleh dong kasih masukan buat nama baby nya Arga...