
Marsha yang menghempaskan tubuhnya di sofa tiba-tiba ada yang memanggilnya.
"Marsha Adelia! "suara bariton yang seminggu ini ia rindukan.
" Al.. Kamu bisa pulang? "ucap Marsha antusias. Tapi apa yang dilakukan Al jauh dari kata kangen. Ia terlihat marah dengan mata menatap tajam ke arah sang istri.
Al langsung mencengkram lengan sang istri dengan kuat, hingga membuat Marsha meringis, lalu menyeretnya ke lantai atas.
"Al sakit, kamu kenpa? "pekik Marsha sambil memegang tangannya yang dicengkram sang suami. Al menyeret sang istri ke kamarnya, lalu mendorongnya ke ranjang.
" Kamu kenapa sih, dateng-dateng kaya gini, Al, sakit! "ucap Marsha sambil memegangi tangannya yang memerah.
" Kamu tadi sama sapa, Sha? "bentak Al sambil memerangkap istrinya.
" Aku sama kak Mei, Al pembimbing aku di tempat magang, dia cewe Al! "pekik Marsha sambil menahan dada suaminya. Al malah mencium bibir Marsha dengan agak kasar sampai Marsha memukul dada suaminya.
Marsha seperti dejavu, saat Al dulu pernah cemburu pada bang Rafa. Marsha menangis saat perlakuan Al semakin tak terkendali.
"Yank, maafin aku! "ucap Al tiba-tiba saat melihat sang istri menangis. Al membaringkan tubuhnya disamping sang istri dan memeluknya erat lalu mencium kening Marsha dengan lembut.
" Kenapa kamu kaya gini lagi, Al.. Hiks.. Hiks..?"ucap Marsha sambil terisak.
"Maafin aku, yank, maaf aku kebawa emosi, tadi dia beneran kaya suara cowo. "jelas Al sambil mengelus rambut sang istri.
" Apapun alasannya, kamu ga boleh kaya gini, mau dia cowo ataw cewe mereka itu pembimbing aku, Al, ga mungkin aku khianatin pernikahan kita, Al! "jelas Marsha di tengah isaknya.
" Iya, yank, aku salah maafin aku! "lirih Al sambil mengeratkan pelukannya.
" Aku takut kehilangan kamu, aku ga mau yank! "lanjut Al. Marsha hanya diam tanpa membalas ucapan suaminya, isakannya mulai mereda, namun karena kelelahan akhirnya ia pun terlelap dalam pelukan sang suami.
Al menghela nafas berat, ia merutuki kebodohannya, kenapa selalu membuat sang istri menangis saat ia merasa cemburu.
"Bodoh kamu Al!! "gumamnya ftustasi. Ia tak melepaakan pelukannya pada sang istri sampai akhirnya ia ikut terlelap.
Mereka terlelap dengan Al tetap memeluk sang istri.
Sekitar jam 8 malam, Marsha terbangun dengan tubuh yang sedikt sakit. Al masih melingkarkan tangan kekarnya di perut Marsha. Marsha pun mengangkat tangan suaminya hati-hati agar tidak terbangun, ia hendak membersihkan tubuhnya yang terasa lengket dan sakit.
Al menyadari pergerakan istrinya saat mengangkat tangannya.
"Mau kemana yank? "tanya Al dengan suara serak khas bangun tidur, sambil tetap menutup matanya.
" Aku mau mandi. "jawab Marsha datar. Ia pun beranjak dari tidurnya. Ia langsung membawa handuk dan jubah mandinya ke bawah. Sementara Al hanya menatap kepergian sang istri dari kamar mereka.
Marsha membersihkan tubuhnya, ia juga merutuki banyak bekas kepemilikan di leher dan dadanya yang dibuat oleh sang suami.
"Kalo cemburu tuh suka nyebelin, gimana besok aku berangkat magang, dengan leher merah kaya gini! "ucapnya sambil menggosoknya dengan sabun, walau hal itu sia-sia saja.
Marsha mengakhiri ritual mandinya, dan keluar dengan muka segar, walau matanya sedikit terlihat sembab.
Saat keluar ia berpapasan dengan Rangga sang adik.
" Ciee yang baru ketemu, langsung tancap gas ni kayanya! "godanya sambil terkekeh.
" Berisik lo! "sewot Marsha sambil mendorong sang adik yang menghadang langkahnya.
" Setdah masih tetep aza galak lo! "gerutu Rangga.
Marsha berlalu ke kamarnya tanpa menghiraukan gerutuan sang adik.
Saat memasuki kamarnya terlihat sang suami sedang duduk di tepi ranjang sambil mengangkat telepon entah dari siapa. Hanya terdengar.
" Iya, paling besok gue balik"jawab Al terlihat malas. Lalu mematikan teleponnya. Marsha berlalu melewati sang suami dan mengambil bajunya di lemari. Al memperhatikan sang istri yang mengganti baju.
"Yank,,,! "panggil Al lembut. Tapi Marsha tidak menghiraukan panggilannya, ia masih kesal dengan sikap cemburu suaminya. Marsha bahkan sekarang beranjak hendak ke lantai bawah lagi setelah oa selesai memakai baju dan merapikan rambutnya.
Al langsung berlari dan memeluk sang istri dari belakang.
"Yank, jangan diemin aku kayak gini dong! "ucapnya sambil mengecup tengkuk sang istri.
" Maafin aku, yank! "bisiknya dengan lirih, ia ngga mau dicuekin sama sang istri.
" Iya, udah lah aku laper nih, Al! "jawab Marsha.
" Ya udah, ayo kita makan! "ucap Al sambil menggandeng sang istri yang masih tetap menekuk wajahnya.
Mereka disambut dengan kedua orangtuanya.
" Al kapan kamu dateng? "tanya sang Mamah.
" Tadi sore, mah bareng ko sama Marsha. "ucap Al sambil menggenggam tangan sang istri.
" Udah cepetan makan dulu sana! "ucap sang mamah sambil berlalu ke ruang keluarga.
Al mengambilkan makan untuk sang istri. Marsha hanya diam dan mulai memakan makanan di hadapannya. Perasaannya masih kesal terhadap Al.
Makan malam pun berlangsung tanpa percakapan sedikitpun.
" Yank, besok aku anterin kamu ya! "ucap Al saat mereka sampai di kamarnya.
Marsha hanya mengangguk tanpa membuka mulutnya. Ia melanjutkan membaca buku untuk bahasan besok.
" Aku tau, aku salah, yank, maafin aku karena aku belum bisa kontrol emosi aku kalo kamu deket sama cowo lain. "ungkap Al sambil memeluk perut sang istri, ia membenamkan wajahnya di perut sang istri.
" Apaan sama cowo, aku ga pernah ya kecuali sama Diki dan Arga itu pun bareng sama yang laen. "sewot Marsha jengah.
" Udah aku jelasin kemarin aku sama Kak Mei dia itu cewe, udah nikah punya anak satu, dia emang agak tomboi, bahkan suaranya juga agak ngebas, kemarin mungkin dia hanya ingin ngasih tau kamu kalo aku lagi ke toilet. "jelas Marsha.jengah.
"Iya aku tau, aku salah yank!" ucap Al pasrah.
"Sebenarnya kamu tuh percaya ga sih, sama aku, Al? "tanya Marsha sambil menyimpan bukunya di sampingnya dan menegakan tubuhnya yang melorot.
" Iya aku percaya sama kamu, yank! "ucap Al sambil mengecup bibir sang istri.
" Iiih ngapain sih, aku masih kesel sama kamu! "gerutu Marsha sambil menepuk bahi suaminya.
" Aku kangen sama kamu yank! "ucap Al manja sambil menjelajahi wajah sang istri.
" Iih,, Aaaal! "teriak Marsha sambil mendoronh tubuh suaminya. Al malah makin melancarkan aksinya hingga mereka berdua terjatuh ke bawah.
" Aaaaaaaaw,,, sakit Al! "pekik Marsha sambil menahan dada suaminya. Tapi bukannya beranjak, Al terus menciumi wajah istrinya dengan gemas.
" Aaal,,,! "pekik Marsha sambil memalingkan wajahnya menjauhkannya dari jangkauan Al.
" Yank,, aku kangen banget sama kamu! "bisik Al dengan suara parau.
Marsha tau apa yang diinginkan sang suami jika sudah begini.
" Aku cape, Al, aku mau istirahat! "ucap Marsha sambil mendorong dada suaminya.
" Besok aku bakal balik lagi ke tempat KKN yank, kita bakal lama lagi buat ketemu, yank! "rajuknya sambil menelusupkan wajahnya diceruk leher sang istri.
Perlawanan Marsha tidak sebanding dengan keinginan sang suami, sehingga Marsha akhirnya mengalah.
Malam itu pun terasa panas bagi mereka...
Bersambung.....
Eeeaaaa...
Kipasin ngapa bang Al...
Happy reading....
Jan lupa like ama komennya ya yang banyaak....