
Beberapa haripun berlalu, semakin mendekati hari H. Event penting yang akan diadakan di hotel MAH, sebuah event yang membuat hampir seluruh orang menantikannya. Event yang benar-benar membuat semua karyawan butik dan hotel MAH menjadi sangat sibuk.
"Fisya, bagaimana persiapan kamu?"
"Alhamdulillah bu bos semua sudah beres, dari hotel hingga perjamuan untuk para tamu semua sudah saya persiapkan sebaik mungkin."
"Bagus, nggak salah saya pilih kamu buat menjamu tamu-tamu penting saya. Well, kalau Sari gimana persiapannya?"
"Sudah 95% bu bos, semua tata letak panggung dan kursi penonton juga persiapan buat musik semua sudah beres. Kursi untuk tamu-tamu ibu juga sudah kami persiapkan, semoga semuanya lancar saat hari H nanti."
"Amiin. Kalau Nela, gimana untuk semua gaun dan desain-desain baru yang mau ditampilkan besok?"
"Sudah siap bu, semuanya beres. Kita hanya perlu menunggu hari H dan melaksanakan acaranya, dan untuk MC saya juga sudah menghubungi beliau sesuai yang bu bos minta. MC favorit bu bos."
"Oke terima kasih, memang kalian adalah anak-anakku yang sangat membanggakan.Semoga semua berjalan dengan lancar ya! Amiin."
"Amiin." Semua mengamini doa bu bos.
Semakin sibuk dengan semua serba serbi acaranya, waktu yang tersisa hanya 3 hari. Meskipun semua persiapan sudah hampir selesai, tapi kekhawatiran mereka semakin memuncak. Takut kalau acara tidak berjalan sesuai rencana atau tamu yang tidak berkenan dengan konsep yang mereka ambil. Bu bos mengambil tema 'MUSIM PANAS', seperti desain yang pernah dibuat Fisya saat tes dulu. Mungkin orang berfikir bahwa desain musim panas pasti baju terbuka yang seperti kekurangan bahan. Tapi mungkin tidak seperti itu, mereka mengambil konsep dan membuat desain dengan penuh kehati-hatian dan pasti juga dengan mencocokkan kehidupan atau warna warni negara kita ini. Sopan dan lembut, itu pasti.
"Fisya, gimana persiapan buat penyambutan tamu luar kita? Mereka dari Korea lho, kamu udah persiapin sebaik mungkin kan?" Tanya Nela penasaran.
"Iya mbak, Mbak Nela tenang aja semuanya sudah beres kok. Saya sendiri yang akan menjemput mereka, dan saya juga sudah membaca buku panduan buat menyambut tamu dari luar negri."
"Sampai segitunya ih Fisya. Memang ada buku kayak gitu?"
"Ada dong Mbak Sari, aku udah muter-muter lho cari buku itu. Setiap malam aku selalu baca, jadi untuk menyambut tamu bu bos aku jadi semakin percaya diri. Dan dengan konsep yang kita usung kali ini mereka pasti akan sangat senang, dan mengapresiasi karya kita dengan senyum dan tepuk tangan yang sangat meriah."
"Wah, salut deh sama kepercayaan diri kamu Fisya." Sanjung Sari.
"Oh iya Mbak Nela aku mau tanya nih."
"Tanya aja Fisya, mumpung lagi istirahat nih kita masih punya waktu untuk ngobrol-ngobrol kok."
"Haha, iya mbak. Ehm, untuk gaun yang pernah aku desain saat ujian kelulusan kerja disini, apakah gaun itu juga akan diperagakan?"
"Tentu lah Fisya, kamu pasti akan merasa sangat bangga dengan hasil karyamu ini."
"Iya mbak, aku seneng banget lho. Lihat desain aku yang nyaman dipakai dan akan diperagakan oleh model-model cantik. Pasti akan sangat menawan. Oh iya mbak, denger-denger desain yng akan ditampilkan nanti adalah desain baru yang dibuat oleh para pegawai Butik MAH. Dan juga ada desain dari bu bos yang cetar banget. Aku jadi penasaran deh mbak nanti acaranya kayak gimana dan juga desain-desain kita yang akan diperagakan nanti."
"Iya donk, untuk acara lusa semua akan berjalan sesuai rencana dan akan menjadi ajang untuk memperlihatkan karya-karya hebat kita." Kata Mela tegas.
"Dan juga semangat yang kita punya saat sibuk seperti ini, jangan pernah minder atau berkecil hati karena kita semua sama. Sama-sama hebat. Sama-sama berprestasi."Tambah Sari.
"Iya semangat, semangat buat kita."
"Fighting buat diri kita sendiri."
Semakin mendekati hari H, dan persiapan sudah hampir mencapai 100%. Sedangkan tamu dari Koreapun akan segera datang, Fisya sudah menunggu mereka di bandara sejak tadi pagi. Fisya takut kalau-kalau tamu bu bos akan kebingungan saat mencari perwakilan dari pihak Butik MAH. Fisya menunggu di bandara bersama supir pribadi bu bos, dengan sangat gelisah dan kelelahan akhirnya pesawat tamu sudah turun dan membuat Fisya semakin gugup karena dia akan segera berbicara dengan Hyemin eonni.
"Mbak Fisya ngomong sama saya?" Tanya Pak doni supir yang bersama Fisya.
"Eh, nggak kok pak saya lagi bicara sendiri. Hehe, aneh ya pak?"
"Nggak kok mbak, saya ngerti kan mbak lagi nervous."
"Ih, Pak Doni bisa aja. Eh, bukannya itu mereka Hyemin eonni dan stafnya?"
"Iya mbak, tapi katanya yang datang ada sekitar 6 orang lho mbak. Rongmongan mereka cuma ada 5 orang? Apa saya salah informasi?"
"Nggak kok pak, saya juga taunya ada 6 orang. Nanti coba tanya aja deh. Oh iya pak, tolong angkat papan nama yang sudah saya buat. Biar mereka nggak bingung cari kita."
"Iya mbak." Pak Doni mengangkat tinggi papan nama yang bertuliskan 'Welcome eonni, Butik MAH'. Mbak Fisya, ini mbak sendiri yang buat?"
"Iyalah pak, mau siapa lgi coba? Kenapa pak apa ada yang salah?"
"Nggk kok mbak cuma tulisannya itu lho kaku banget, hehe."
"Saya nggak pandai buat yang kayak gitu pak, mohon dimaklumi aja ya pak."
"Iya mbak, beberapa hari ini kan kalian sibuk banget pasti capek kan sampai nggak konsen juga. Saya ngerti kok mbak, jadi mbak Fisya nyanti aja di belakang saya biar saya yang menunggu mereka."
"Makasih ya pak, maaf ngrepotin."
"Eh, Mbak Fisya mereka udah melihat papan saya dan sedang menuju kemari."
"Iya pak, wah mereka memang tamu penting bu bos ya. Dari jauh udah kelihatan cantik-cantik dan ganteng-ganteng banget dari dekat apalagi."
Tap tap tap.
"Annyeong, kalian dari sudah lama menunggu?"
"Tidak eonni, apakah semua sudah disini?"
"Ada satu orang lagi, tapi sepertinya dia mau jalan-jalan sendiri dulu menikmati kota ini."
"Apa tidak apa-apa eonni?"
"Tidak apa-apa dia sudah besar, nanti biar saya kasih tau alamta hotek kami."
"Ahh, baik eonni. Kalau begitu mari biar saya antar ke hotel agar kalian bisa segera istirahat."
"Terima kasih Fisha."
"Ehh, eonni tau nama saya?"
"Tau, saya suka desain musim panas yang pernah kamu buat."