
Mereka bertiga sydah berada di taman, ternyata taman itu sudah sangat ramai. Banyak orang yang sedang berolahraga hari ini, banyak yang ke taman pagi ini. ENtah untuk berolahraga atau untuk sekedar jalan-jalan santai bersama teman atau orang yang disayang. Untuk Hana semua terlihat sama, mereka yang berolahraga atau hanya sekedar bersantai. Saat ini masih pagi dan udaranya juga masih dingin, mereka memakai jaket tebal dan kupluk.
"Nenek, apa nenek mau makan sesuatu?"
"Tidak Hana, aku cuma haus."
"Iya noona, aku juga haus."
"Kalau begitu aku akan membeli air minum dulu, ke mini market yang ada disebrang sana."
"Bawa uang ini Hana atau kartu. Lebih baik kau membawa uang cash saja."
"Iya nenek."
"Kau juga bisa membeli apapun yang kau butuhkan."
"Terima kasih nenek, tolobg tunggu sebentar disini!"
"Hati-hati Hana."
Hana sedikit berlari saat ini karena dia tidak mau nenek dan Baekhyeon menunggu terlalu lama. Tapi setelah dirasa tidak terlalu banyak orang yang ada dijalan yang dia lewati, Hana berlari agak kencang. Dan Brukkk, Hana menabrak seseorang. Hana terpental dan telapak tangan Hana yang sebelah samping terluka.
"Maaf, maafkan saya. Saya tidak sengaja menabrak anda." Menundukkan kepala tanpa menatap orang yang sudah dia tabrak. Disana terlihat sepi tidak ada orang berjalan disekitar sana.
"Agassi tanganmu terluka." Segera meraih tangan Hana, tapi Hana menampiknya.
"Maaf, maafkan saya tuan. Saya benar-benar minta maaf. Apa anda terluka?"
"Bagaimana bisa kau meminta maaf tanpa melihat orangnya?"
"Ah, iya maaf." Hana menatap orang itu. Lelaki itu terlihat tampan seperti seorang idol. Tanpa kedip Hana menatapnya dan...
"Hallo agassi, apa kaubaik-baik saja?"
"Ahh, iya saya baik. Saya benar-benar minta maaf karena sudah menabrak anda. Dan saya juga benar-benar tidak sengaja."
"Sudah berapa kali kau minta maaf, aku sudah bilang tanganmu terluka."
"Ahh, ini tidak apa-apa hanya luka kecil. Tapi kalau memang anda tidak terluka, bisakah anda membiarkan saya untuk pergi sekarang?"
"Hei, bagaimana kau bisa pergi begitu saja. Ikut aku!"
"Tapi tuan saya ha..."
"Kalau mau dimaafkan, kau harus ikut denganku!"
"Eh?" Dengan sangat terpaksa Hana mengikuti lelaki tersebut, Hana dibawa dia ke apotek yang dekat dengan taman itu. Hana disuruh menunggu di depan apotek dan lelaki tersebut masuk."Aish, kenapa aku mau menurut dengan dia sih? Bagaimana dengan nenek dan Baekhyeon ya?"
"Ini antiseptik dan plester, kau bisa pakai sendiri kan?"
"Iya?"
"Bukannya tadi kau menolak untuk aku sentuh, jadi kau bisa mengoleskan sendiri."
"Iya terima kasih tuan."
"Panggil saja aku Sunghoo."
"Ah, iya tuan eh maksud saya Sunghoo."
"Jangan terlalu sopan begitu,umur kita tidak beda jauh kok."
"Iya." Dari tadi Hana mengoleskan antiseptiknya sendiri dan saat akan memasang plesternya Hana kesulitan kemudian Sunghoo mengambil plesternya dan memasangkannya. Hana kaget dan hanya bisa diam saja melihat Sunghoo melakukan semua itu.
"Terima kasih tapi aku tidak bisa lama-lama disini. Sekali lagi aku minta maaf untuk yang tadi, karena tidak melihat dengan benar aku jadi menabrakmu."
"Ahh tidak, ini juga salahku berjalan sambil melihat hape."
"Hehe, baiklah kalau begitu aku pergi dulu. Terima kasih sekali lagi."
"Tunggu! Bagaimana kalau aku belum memaafkanmu?"
"Eh? Tapi tadi kau bilang ini bukan hanya salahku kan?"
"Aku akan memaafkanmu tapi kau harus memberikan aku nomor hapemu."
"Eh, ada syaratnya ternyata kalau mau memaafkan orang."
"Ahh, iya baiklah. Kemarikan hapemu biar aku tulis nomorku!"
"Ini," memberikan hapenya kepada Hana."Dan siap namamu? Bagaimana aku bisa menyimpan nomormu kalau tidak tau namamu."
"Sudah aku simpankan nomor dan namaku, kau bisa cari sendiri dikontak hapemu. Kalau begitu aku pergi dulu." Hana mencoba merogoh sakunya karena dari tadi hapenya bergetar tanda ada telepon masuk.
'Iya nenek, maaf lama aku akan segera kembali dengan membawa airnya. Iya tidak terjadi apa-apa nenek tidak usah khawatir....' Hana berlalu sedangkan Sunghoo masih ditempat tersebut dan memcari kontak baru yang disimpan gadis ini.
"Hana? Hana, kita pasti akan bertemu lagi. Cantik juga ya, aih apaan aku ini baru ketemu juga." Sunghoo pergi dengan senyum yang mengembang dibibirnya. Entah kenapa tapi dia merasa sangat senang bertemu dengan Hana saat ini. Seperti ada ruang dihatinya yang lama tertutup dan kini terbuka, meskipun belum ada nama yang masuk tapi sudah ada kandidatnya. Sunghoo berhasil mendapatkan nomornya dan dia bisa menelponnya kapanpun. Sedangkan Hana yang sudah kembali dengan Baekhyeon dan nenek, dicerca banyak sekali pertanyaan. Apa yang terjadi? Kenapa lama? Bagaimana dia bisa terluka? Dan masih banyak lagi.
"Nenek dan Baekhyeon, aku tidak apa-apa kalian tidak erlu khawatir begitu! I'm oke, alright!"
"Kau ini, sudah terluka begitu masih saja bisa berlagak."
"Hehe, aku tidak apa-apa kok nenek. Untung orang yang aku tabrak tidak terluka jadi aku tidak perlu membawanya ke rumah sakit dan masih bisa membelikan kalian minuman."
"Noona, tapi kau yang terluka."
"Ini cuma luka kecil sayang."
"Ya sudah kalai begitu, kita pulang sekarang saja. Hari juga sudah mulai siang."
"Iya nenek." Mereka bertiga berjalan beriringan, saling canda gurau tertawa bersama dan tak terasa sudah sampai rumah.
"Ibu, kenapa kalian baru pulang? Dan Hana, apa yang terjadi pada tanganmu itu?"
"Tidak apa-apa bibi, tadi terjatuh pas lari dan tanganku sedikit terluka."
"Apa sudah dibersihkan?"
"Iya bibi, ini sudah tidak apa-apa. Bibi tidak perlu khawatir."
"Baiklah kalau begitu. Oh iya ibu, tadi sudah ada berita tentang konferensi pers yang dilakukan agensinya Ara. Dan sepertinya tanggapannya juga tidak terlalu buruk. Tadi Ara telepon, dan dia bilang kalau beberapa hari ini dia akan mengambil cuti supaya aku dan ayahnya bisa pergi ke Paris."
"Bagus itu, akhirnya skandal ini tidak terlalu panjang. Kalau diperpanjang bisa-bisa keluarga kita juga terekspos."
"Iya ibu, Hana apa tadi Bawkhyeon kembali ke kamarnya?"
"Iya bibi dia bilang mau buang air."
"Hana, tolong bicaralah pada Baekhyeon soal Ara. Kasihan juga dengan Ara kalau Baekhyeon tidak mau berbicara dengan ibunya."
"Iya bibi, nanti aku coba berbicara lagi dengan Baekhyeon. Semoga dia bisa mengerti. Kalau begitu aku permisi dulu."
"Iya nak silahkan."
Saat sudah masuk kamarnya, hape Hana bergetar lagi dan ada nama Mr. Cha disana.
'Iya halo, ada apa Mr. Cha?'
'Apa kalian sudah pulang?'
'Iya, apa ada sesuatu yang penting?'
'Ehm, sebenarnya aku mau meminta bantuanmu.'
'Bantuan apa?'
'Nanti malam aku ada rencana untuk makan-makan dengan temanku, dan aku butuh teman untuk pergi kesana. Aku minta kau ikut, apa bisa?'
'Aku bisa asal tidak ikut makan.'
'Kau bisa makan disana, aku akan pesan tteobokki buatmu. Dan disana juga terkenal dengan eskrimnya yang enak.'
'Eskrim? Oke baiklah, apa kau akan menjemputku?'
'Aku akan menjemputmu jam 7.'
'Oke aku tunggu.'
Tuttuttut
Hana senanh sekali, entah senangnya karena dia bisa makan tteobokki lagi atau senang karena bisa jalan dengan Dongmin. Akh, aku jadi penasaran. Apa sudah mulai tumbuh benih-benih dihati Hana?