
"Tolong antar kue buat Dongmin!"
Hana mengantarkan kue buat Dongmin, sebenarnya dia malas bertemu Dongmin karena tadi dia sedikit kesal dengan Dongmin. Tapi mau gimana lagi, yang nyuruh kan bibi masa iya ditolak? Hana mengetuk pintu kamar Dongmin dan kemudian masuk, tentu saja Hana masuk juga atas izin Dongmin.
"Ada apa mencariku?"
"K, kenapa kau tidak berpakaian?" Menutupi mata dengan salah satu tangannya.
"Kenapa kau menutup matamu, padahal pas masuk tadi kau tidak menutup matamu?"
"I, itu karena aku tidak tau kalau kau tidak memakai pakaian. Aduh, mesum banget sih."
"Kenapa mesum, ini kamarku kan? Ngapain kesini?"
"Oh iya ini aku bawain kue buat kamu. Eits, gak usah diambil biar aku yang taruh dimeja aja." Hana meletakkan kuenya dimeja dan masih menutup matanya. Dengan sangat hati-hati Hana meletakkannya kemudian langsung pergi dengan sangat cepat.
Braakkk.
"Dasar agassi aneh."
Hosh, hosh, hosh.
"Noona, ngapain napasmu seperti itu? Habis lihat hantu ya?"
"Iya, hantu mesum."
"Apa itu?"
"Udah yuk pergi! Masih kecil nggak boleh banyak tanya!"
"Aku udah besar noona."
"Iya deh percaya. Masih mau kue ngga?"
"Kue noona? Mau dong, kue noona tuh enak banget tau? Bahkan eomma aja nggak bisa buat kue yang seperti kue noona."
"Aish, bisa aja merayunya."
Hana dan Baekhyeon kemudian ke meja makan untuk memakan kue bersama. Dan ketika bercanda ria bersama, Dongmin datang dengan membawa kue yang diantar Hana tadi.
"Kalau makan kue ajak-ajak dong!"Duduk disebelah Baekhyeon dengan wajah yang masih cemberut.
"Eh paman Dongmin, hati-hati kalau sedang dikamar sendirian."
"Kenapa?" Menyuapkan kue kemulutnya, sementara Hana masih terdiam tidak menghirauka Baekhyeon ataupun Dongmin.
"Noona tadi dari kamarmu dan katanya dia lihat hantu me... Hantu apa tadi noona?"
Ehegh,
"Eh, noona nggak apa-apa? Kenapa bisa tersedak sih? Ini minum dulu!"
"Iya terima kasih."
"Hati-hati dong! Maksud Baekhyeon sebenarnya apa? Hantu?"
"Hehe, bukan apa-apa kok. Lupain aja! Baekhyeon aku ke kamar dulu ya?"
"Iya noona." Hana meninggalkan mereka berdua dan kembali ke kamarnya. Dikamar, Hana langsung menutup rapat pintunya kemudian menutup wajahnya karena merasa sangat malu. Kalau saja Baekhyeon tadi benar-benar mengatakan 'Hantu Mesum'.
"Untung tadi Baekhyeon lupa harus berkata apa? Huh, bisa benar-benar malu nih."
Sementara itu di meja makan.
"Hei bocah, dia lihat hantu apa?"
"Nggak tau ah, lupa karena paman ganggu waktu makan aku sama noona." Baekhyeon pergi mengikuti Hana ke kamarnya.
"Dasar bocah." Sementara si Dongmin melanjutkan acara makan kuenya, dan memusian bibi datang membawa banyak sayuran dan buah.
"Wah, kebun ayah banyak menanam sayur ya?"
"Iya Dongmin, kebun itu sudah seperti rumah kedua buat ayahmu. Sejak ayahmu pensiun, dia lebih sering mengunjungi kebunnya hampir tiap hari. Dia juga memberikan stok sayur buat kedai yang diujung gang sana. Ayahmu tidak bisa meninggalkan kebunnya."
"Lalu acara liburan ibu?"
"Entahlah Dongmin, ayahmu masih berpikir untuk menyuruh orang merawat tanaman-tanamannya."
"Biar aku yanh merawat sayuran ayah dikebun. Kalian pergi berlibur saja."
"Apa kau mengerti tentang sayuran dan perkebunan."
"Ada internet ibu, semua bisa dicari diinternet."
"Iya ibu lupa, semua sekarang serba canggih. Apa-apa harus pakai smartphone."
"Sudahlah ibu, ibu bujuk saja ayah biar ayah mau pergi!"
"Tapi Dongmin kau kan harus pergi bekerja?"
"Aku kan bisa melakukannya pagi sebelum brangkat atau sore sepulang kerja."
"Entahlah, aku akan bertanya pada ayahmu dulu."
Bibi mulai memasak untuk makan malam, dan Hana pun sudah keluar kamar untuk membantu bibi. Sementara itu nenek dan Dongmin yang sedang berada di kamar Baekhyeon bermain bersama Baekhyeon. Ara masih belum pulang, dan mungkin juga tidak pulang lagi, karena sepertinya jadwalnya padat lagi. Dan paman yang seperti biasa dijam segini masih menonton berita televisi.
'Dikabarkan seorang model terkenal telah berkencan disebuah hotel xx dengan aktor tampan yang sedang naik daun. Mereka berdua terlihat sangat dekat saat memasuki hotel tersebut. Banyak fans dari keduanya yang menghujat, jarena tidak setuju.....blablabla...'
"Lagi-lagi Ara bikin ulah!" Sedikit berteriak sehingga membuat semua orang menuju ruang tamu untuk menghampiri si yang punya suara.
"Ada apa suamiku? Kenapa kau sampai berteriak seperti itu?"
"Tolong tenang dulu ayah, biar aku telpon noona dulu."
"Tidak perlu Dongmin, kau tidak perlu bertanya pada dia." Paman pergi ke kemarnya dengan keadaan yang emosi dan kemudian bibi menyusulnya.
"Nenek, kembalilah ke kamar Baekhyeon! Sepertinya dia tadi mendengar pembicaraan kita."
"Iya nak aku akan menyusulnya."
"Apa yang sebenarnya dilakukan noona? Hei agassi, apa kau masih memasak?"
"Ah, sudah selesai. Ada apa?"
"Kau ikut aku untuk mencari kabar tentang noona."
"Iya, tapi bagaimana dengan Baekhyeon?"
"Nenek sudah mengurunya."
"oh, oke."
Dongmin dan Hana langsung keluar untuk mencari Ara. Hana bingung, dimana mereka bisa mencari Ara? sedangkan Dongmin tidak menelpon noonanya itu.
"Heh, Mr. Cha, dimana kita mau mencari eonni Kalau kau tidak menelponnya dulu?"
"Kita ke agensinya."
"Iya kalau dia ada disana? Kalau dia tidak disana bagaimana?"
"Setidaknya kita bisa cari tau kebenaran beritanya."
"Baekhyeon pasti sangat terpukul memdengar berita buruk tentang ibunya. Dia pasti sangat khawatir."
"Lebih tepatnya marah, dia pasti sangat marah pada eommanya. Mereka baru saja berbaikan dan saling dekat tapi karena hal ini mungkin saja mereka akan berjauhan lagi."
"Usahaku akan sia-sia dan nyawaku juga terbuang sia-sia."
"Oi, ngomong apa sih?"
"Ahh, nggak apa-apa kok."
"Eh, ngomong-ngomong kau tahu dimana agensinya eonni."
"Taulah, sebentar lagi sampai kok."
30 menit kemudian mereka sampai, Dongmin mulai menelpon Ara, dan tidak ada jawaban dari Ara. Di depan kantor agensi Ara banyak sekali wartawan yang sedang mencari berita tentang Ara. Banyak juga fans Ara yang berdatangan. Dongmin merasa skandal Ara yang ini semakin buruk saja dari skandal sebelumnya.
"Sudahlah Mr. Cha, mungkin eonni sedang berdiam diri disuatu tempat. Semua ini akan cepat berlalu."
"Apa kau tau kalau eonni sangat rapuh? Dia tidak bisa berdiam diri saja kalau ada berita tentang dirinya."
"Apa kau serius kalau eonni itu sangat rapuh? Bukankah kau hidup dengannya sudah lama?"
"Apa maksudmu?"
"Eonni orang yang sangat kuat, bahkan berita inipun bukan apa-apa buat dia. Kalau dia rapuh tidak mungkin dia berada dititik ini sekarang."
"Bagaimana kau bisa tau? Baru beberaa hari ku mengenalnya, dan kau jadi sok tau seperti ini."
"Apa kau tau kalau dia pernah mau bunuh di....."
"Bunuh diri? Apa itu sudah dia lakukan? Apa dia langsung membunuh dirinya sendiri meskipun banyak yang melarang, meskipun dia punya Baekhyeon. Apakah dia sekarang sudah tidak bersama kita kalau dia sudah membunuh dirinya sendiri."
"Kau tidak tau keadaan saat dia sangat terpuruk. Kau tidak melihatnya sendiri."
"Aku mungkin tidak melihatnya sendiri, tapi aku tau kalau dia kuat. Demi Baekhyeon, demi anaknya, demi keluarganya. Aku juga tau kenapa apaman sampai marah seperti itu? Karena paman khawatir pada eonni. Kalian tidak percaya pada eonni."
"Mungkin kau benar."
Tririringtririring.....Hape Hana berbunyi dan ada panggilan dari Hyemin eonni.
'Halo, eonni. Assalami'alaikum.'
'Wa'alikum salam Hana.'
'Ada apa eonni? Ada yang bisa aku bantu.'
'Ara di butikku.'
Dongmin dan Hana langsung menuju butik Hyemin eonni untuk bertemu Ara. Sesampai disana kekhawatiran yang semula memenuhi hati Dongmin kini berganti menjadi senyuman yang penuh kelegaan.
"Noona, kenapa kau bersembunyi disini?"
"Bodoh, aku tidak bersembunyi. Aku hanya bermain dengan eonni, apa kau mencariku?"
"Tentu saja, bagaiman kau bisa terlibat skandal seperti ini?"
"Apa Baekhyeon tau? Bagaimana dengan ayah?"
"Mereka berdua sepertinya sangat marah padamu."
"Sudah aku duga, sepertinya aku harus berdiam diri dihotel dulu."
"Eonni harus pulang, menghadapi paman dan Baekhyeon."
"Kau memerintahku?"
"Aku hanya memberi saran eonni. Pulanglah!"