Mr. Cha, wait me!

Mr. Cha, wait me!
Ara dan Baekhyeon 2



Setelah semua kejadian yang terjadi di sebelah mini market tersebut, Hana dan Dongmin segera kembali ke taman. Dan ternyata Ara dan Baekhyeon sudah tidak ada di tempat tadi. Hana hanya terdiam saja sejak kejadian tersebut jadi Dongmin memutuskan untuk mengajak Hana pulang.


"Apa kau trauma dengan kejadian tadi?"


"Ah? Tidak. Aku tidak trauma, aku juga tidak takut dengan orang itu. Hanya saja aku sedikit sedih karena kau terluka karena aku, dan yang lebih menyedihkan lagi adalah dia akan membuka jilbabku. Aku sangat marah, tapi aku tidak bisa membuat masalah ditempat orang."


"Aku datang tepat waktu."


"Iya, terima kasih. Terima kasih banyak Mr. Cha."


"Kenapa kau masih sedih?"


"Ahh, aku tidak sedih hanya saja sepertinya luka ditanganmu itu sakit."


"Aku tidak apa-apa, kau tenang saja. Ini cuma luka kecil setelah dplester juga akan segera membaik."


"Aku akan mengobatinya nanti setelah sampai rumah."


"Iya."


Setelah percakapan singkat tersebut, Hana dan Dongmin hanya diam saja sampai rumah. Tiba-tiba hp Dongmin bergetar saat baru mau masuk rumah. Ternyata Ara menelpon.


'Halo, ada apa noona?'


'Apanya yang ada apa? Kau dimana, kenapa tidak kembali-kembali, aku sudah lelah menunggumu disini dengan Baekhyeon.'


'Ahh, iya maaf aku sekarang sudah dirumah. Tadi aku kembali ke taman dan aku tidak melihatmu dan Baekhyeon, jadi kupikir kalian sudah pulang.'


'Kenapa tidak telpon dulu? Aish, ya sudah aku pulang dulu.'


'I, iya.'


Tut, tut, tut**.


Panggilan sudah diakhiri oleh Ara, Dongmin sedikit tertawa kecil. Dia tidak tau kalau Hana masih disana menunggunya selesai telpon.


"Apa itu eonni?"


"Iya, ternyata dia belum pulang. Aku kira mereka yang meninggalkan kita tapi ternyata kita yang meninggalkan mereka."


"Apakah itu lucu?"


"Tentu saja, dengan begini dia bisa lebih lama dengan Baekhyeon dan dia akan terlambat untuk pergi pemotretan lagi. Akhirnya hari ini dia akan tinggal dirumah sehari lagi."


"Wah, benarkah begitu?"


"Tentu saja, bukankah ini tujuanmu?"


"Iya, rencanaku berhasil. Makasih sekali lagi Mr. Cha!"


"Iya."


"Kalau begitu aku masuk dulu."


Hana langsung menuju ke dapur, dan disana sudah ada bibi yang sedang memasak. Hana ingin mencrritakan semua kejadian yang terjadi hari. Tapi bibi sudah lebih dulu menanyainya.


"Hana, apakah Baekhyeon sudah pulang?"


"Beum bibi, hehe."


"Kenapa kau tertawa Hana, apa ada sesuatu diwajahku?"


"Ahh, tidak bibi. Hari ini bibi terlihat sangat cantik seperti biasanya."


"Lalu ada apa Hana, apa yang lucu?"


"Tidak ada bibi, hanya saja hari ini aku sangat bahagia untuk Baekhyeon."


"Ada apa Hana? Apa dia punya teman baru saat olahraga di taman?"


"Lebih dari itu bibi, eonni dan Baekhyeon sedang berolahraga berdua saat ini. Karena tidak sengaja aku dan M, em aku dan Dongmin pulang duluan dan Baekhyeon masih disana dengan ibunya."


"Wahh, sebuah awal yang bagus itu."


"Iya. Ohya bibi sedang masak apa?"


"Aku sedang membuat kimbab, kalau mau kau bisa membuatnya sendiri untuk kau makan aku akan mengajarimu."


"Iya bibi, aku mau mencoba membuatnya."


Benerapa saat kemudian Hana berhasil membuat kimbab yang bentuknya pun tudak bisa dikatakan bulat atau kotak atau apa. Karena memang bentuknya tidak beraturan. Hehe.


"Kau sedang membuat apa Hana," tanya nenek yang baru saja berada di dapur.


"Ahh, nenek aku sedang membuat kimbab. Tapi terlihat sangat buruk bentuknya," dengan wajah cemberut Hana memperlihatkan kimbab yang dia buat.


"Biar nenek coba bagaimana rasanya?"


"Jangan nenek, ini pasti tidak enak. Biar nanti aku sendiri yang memakannya."


"Vukankah kau membuat ini memang khusus untukmu?"


"Iya nenek, makanya itu biar aku sendiri nanti yang makan."


"Apa kau mau pelit kepadaku?"


"Eh? Tidak nenek, aku tidak bermaksud seperti itu."


"Ahh, iya nenek. Ini coba nenek rasakan. Tolong beri tau aku bagaimana rasanya?" Hana memejamkan matanya karena dia terlalu gugup, dia sedikit mengintip lewat mata kanannya yang dia buka sedikit. Dia melihat nenek mengunyah kimbab buatannya dengan ekspresi yang sulit diartikan. Tiba-tiba dari belakang nenek ada yang datang.


"Nenek sedang apa berdiri di dapur? Kenapa tidak duduk saja?"


"Diam Dongmin!" Bibi menyuruh Dongmin untuk melihat ekspresi nenek dan Hana.


"Kalian ini sedang main apa? Apa seperti acara chef?" Tidak ada satupun yang menjawab pertanyaan Dongmin.


"Ada apa ini, kenapa semua berkumpul di dapur?" Paman pun datang karena penasaran meja makan masih belum ada makanan. "Ada apa ini, Dongmin?"


"Entahlah ayah, aku sendiri juga tidak tau."


"Ehm, Hana."


"Iya nenek,"


"Kimbab buatanmu rasanya, gimana ya nenek jadi bingung mau jawab seperti apa?"


"Kimbab buatan Hana, mana? Apa itu yang sedang kau pegang itu?" Tanya Dongmin penasaran.


"I, iya."


"Kenapa bentuknya seperti itu?"


"Dongmin, biarkan nenekmu berbicara dulu!"


"Iya ibu."


"Ada apa ini Ibu Ara."


"Haish, diamlah dulu! Biar ibu menyelesaikan kalimatnya."


"Bagaimana nenek?" Tanya Hana antusias.


"Enak Hana," sambil mengacungkan jempolnya."Mungkin sekarang kau hanya perlu belajar memperbaiki bentuknya saja. Karena rasanya memang sudah enak."


"Wah, terima kasih nenek."


"Masa sih nenek bilang kimbabnya enak padahal bentuknya saja tidak enak dilihat. Sini aku mau mencobanya satu."


"Iya ini, tolong dirasakan yang benar ya. Jangan sampai berkata bohong!"


"Paman juga mau Hana."


"Iya paman coba ini!"


"Bagaimana ayah Ara, Dongmin apkah enak?"


"Iya ini enak, ternyata kau pintar memasak Hana."


"Ahh, terima kasih paman."


"Dongmin, bagaimana?"


"Ya, lumayan."


"Sekarang giliran kamu sendiri yang mencobanya Hana!"


"Iya nenek," memasukkan kimbab ke dalam mulutnya. Dan mulai merasakan bagaimana rasa kimban, apa lagi kimbab itu adalah buatannya sendiri.


"Bagaimana Hana, enak?"


"Iya bibi, aku baru tau rasa kimbab seperti ini."


"Kalau begitu bantu aku untuk menyiapkan sarapan."


"Baik bibi." Semuanya pergi ke meja makan dan akan segera mulai sarapan, tapi tiba-tiba Baekhyeon datang dengan wajah yang cemberut juga Ara.


"Kenapa kalian cberut begitu?" Tanya nenek yang belum tau apa-apa.


"Ini semua gara-gara si Dongmin dan Hana, nenek."


"Maaf, noona. Aku kan sudah minta maaf."


"Iya eonni, maaf tadi sudah meninggalkan kalian."


"Gara-gara kalian aku tidak bisa bekerja hari ini."


"Benarkah? Tapi tumben hari ini klian akur?"


"Aduh ibu, akur dari mana? Cucu ibu ini sangat marepotkan sekali tau, minta ke kamar kecil minta main ini main itu. Aku jadi lelah sekarang."


"Ara, jarang-jarang kan kau bermain dengan anakmu?"


"Tapi ayah dia sangat merepotkan."


"Kalau repot kenapa harus dilahirkan?" Kata Baekhyeon sebelum dia masuk ke dalam kamarnya. Ara hanya diam, seperti dia sedang bermain catur kemudian skakmat.


"Ahh, eonni biar aku bicara dengan Baekhyeon saat ini."


"Bawa makanan juga kesana Hana!"


"Iya nenek." Hana mengambilkan makanan untuk Baekhyeon dan segera membawa ke kamarnya. Tidak lupa juga, membawa kimbab buatannya.


Tok, tok, tok.....