
Hana sudah benar-benar pulih dan ini waktunya untuk paman dan bibi pergi liburan. Semua merasa senang karena makhirnya mereka berdua bisa berlibur hanya berdua, melepas penat yang setiap hari harus mengurus keluarga mereka. Dan semua juga merasa sedih karena harus berpisah untuk sementara dengan ayah dan ibu, kakek dan nenek, dan juga anak. Hana merasa senang karena bibi juga terlihat sangat senang, meskipun raut wajah khawatir dari bibi pun masih jelas terlihat.
"Bibi, bibi tidak usah mengkhawatirkan kami. Disini juga sudah ada Bibi Jung, aku tidak mengurus rumah ini sendirian ada yang lain juga kan, kami akan saling membantu."
"Iya ibu, meskipun masakanku tidak enak tapi aku akan berusaha untuk membantu Bibi Jung dan Hana."
"Iya sayang, ternyata kau bisa bijak juga Ara."
"Ibu, ibu meledekku lagi?"
"Tidak sayang, kalau memang kalian mampu aku akan dengan sangat tenang untuk bisa melakukan perjalanan ini."
"Iya ibu, bersenang-senanglah bersama ayah! Jangan terlalu memikirkan kami!"
"Kakek nenek, jangan lupa oleh-olehnya ya!"
"Iya Baekhyeon kau tenang saja."
"Berhati-hatilah di negara orang!"
"Iya ibu kami pasti berhati-hati."
Mereka berdua berangkat, tidak ada yang akan mengantar mereka sampai bandara karena bibi akan sangat merasa berat bila harus meninggalkan keluarganya untuk berlibur. Paman dan bibi memang sudah sangat lama tidak melakukan perjalanan untuk berlibur, dan saat ini adalah kesempatan mereka berdua.
Sementara itu dirumah semua anggota keluarga mulai berkumpul untuk membagi tugas.
"Untuk apa kita berkumpul disini?" Tanya Hana sedikit penasaran.
"Kita akan membagi tugas mulai sekarang." Jawab Dongmin antusias.
"Buat apa membagi tugas? Disini sudah ada aku dan Bibi Jung, sementara untuk kebun paman kau sendiri bisa kan merawatnya?"
"Tapi aku tidak bisa setiap hari merawatnya."
"Kalau begitu, biar aku yang merawatnya saat ada waktu senggang bagaimana?" Hana memberikan usulannya.
"Kalau kau merawat kebuģnnya siapa yang bermain dengan Baekhyeon?"
"Eonni, bukankah Baekhyeon punya ibu? Baekhyeon bisa bermain dengan ibunya."
"Tapi jadwalku sangat padat."
"Noona, kamu cuti dulu sampai ayah dan ibu pulang."
"Eh? Wah, tidak bisa begitu dong. Masa langsung ambil cuti selama itu."
"Kalau gitu eonni harus lebih banyak menghabiskan waktu eonni bersama Baekhyeon dari pada bekerja, jadi eonni tetap bisa bekerja meskipun waktunya singkat. Gimana?"
"Entar dipikir lagi deh."
"Oke, kalau gitu pembagian tugas selesai. Aku akan menghubungimu kalau aku tidak bisa pergi ke kebun ayah."
"Oke."
"Baiklah kalau begitu aku berangkat kerja dulu. Noona, apa kau mau brangkat bersamaku?"
"Tidak perlu Dongmin, managerku akan menjemput seperti biasa."
"Oh oke, aku brangkat dulu."
Dongmin sudah berangkat dan tidak lama Ara juga brangkat, hanya ada nenek, Baekhyeon, Hana, dan Bibi Jung dirumah. Seperti yang sudah diketahui kalau tugas Hana adalah membantu Bibi Jung seperti Hana membantu bibi. Sementara nenek masih tetap sama bertugas untuk menemani Baekhyeon main. Semua berjalan seperti biasanya, hanya saja sekarang yang berbeda adalah kebun. Ya, kebun milik paman yang harus selalu dirawat. Dongmin memberitahu Hana alamatnya, tapi Hana tidak bisa kesana sendiri. Bukan nggak berani sih, mungkin lebih tepatnya takut tersesat. Karena Hana penghafal jalan yang buruk. Karena Hana juga sering sekali tersesat. Hana menunggu Dongmin pulang kerja, mungkin Dongmin akan pulang cepat hari ini. Dan bisa membawa Hana ke kebun paman dan merawat semua tanaman dan sayuran-sayuran yang ditanam paman.
Seharian ini Hana sibuk sekali membantu Bibi Jung dengan semua pekerjaan rumah, padahal Bibi Jung sudah meminta Hana untuk beristirahat tapi Hana tetap menolak.
"Nona, tolong beristirahatlah! Biarkan semua ini bibi yang membereskan."
"Tidak bibi, kalau aku tidak membantu bibi bagaiman aku bisa duduk dengan tenang. Dan kalau aku hanya duduk-duduk, pasti nanti bibi akan cepat kelelahan."
"Nona, ini adalah pekerjaan bibi. Bibi sudah terbiasaelakukannya, dan lelah bibi ini akan langsung hilang kalau bibi melihat wajah cucu bibi."
"Tidak nona, bibi yang sangat berterima kasih karena nona sudah sangat membantu bibi hari ini."
Tiba-tiba handphone Hana yang ada dalam sakunya bergetar, ada panggilan masuk dari Dongmin.
'Halo agassi, aku akan segera pulang jadi bersiaplah untuk pergi ke kebun ayah'
'Oh, jam segini sudah pulang?'
'Hei, aku minta pulang lebih dulu, karena kalau aku pulang terlambat kau tidak bisa merawat kebun ayah'
'Ahh, iya kau benar. Baiklah aku akan bersiap'
'Oke, aku pulang dulu"
'Ya'
Tut tut tut tut
Hana segera bersiap untk pergi, sementara itu Dongmin sudah hampir sampai. Lagi-lagi handphone Hana bergetar ada panggilan masuk dari Sunghoo, tapi panggilan itu tidak dihiraukan Hana karena dia lagi sibuk bersiap. Setelah panggilan itu berakhir, Hana mengirim chat kepada Sunghoo memberitahukan kalau dia sedang tidak bisa menerima panggilannya. Sopan bnget si Hana.
Dongmin sudah sampai di depan pagar rumah, dan Hana juga sudah menunggu di depan pagar rumah. Hana sudah berpamitan dengan orang rumah. Setelah masuk mobil dan memasang sabuk pengaman, mobil Dongmin segera melaju agak pelan.
"Mr. Cha, apa tempatnya jauh?"
"Tidak juga, kira-kira 15 menit kalau pakai mobil."
"Tapi paman kalau kesana tidak pernah pakai mobil?"
"Ayah lebih suka memakai sepeda karena dia bisa menyapa orang-orang sekitar. Bisa bercengkrama juga, ayah itu jiwa sosialnya tinggi."
"Kok nggak seperti anaknya ya?" Gumam Hana.
"Apa? Kau bicara apa?"
"Tidak, aku tidak mengatakan apa-apa."
"Aku ini juga jiwa sosialnya tinggi, hanya saja aku tidak pernah menunjukkannya."
"Oh, benarkah? Tapi paman hebat ya bisa punya perkebunan ditengah-tengah perumahan seperti ini."
"Ayah suka sekali bercocok tanam, jadi dia membeli lahan untuk ditanami. Disekitarnya pun belum banyak rumah, jadi tanamannya juga bisa aman dari tangan jahil atau polusi."
Saat sudah sampai Hana segera tueun dari mobil, dan mengikuti langkah Dongmin dibelakangnya. Dongmin segera membuka gembok pagar dan masuk ke dalam area perkebunan.
"Wah, apa ini semua paman yang menanamnya?"
"Iya, sebenarnya ada Paman Baek yang membantu ayah. Tapi beberapa bulan yang lalu Paman Baek meninggal dan ayah tidak menemukan lagi asisten seperti paman jadi semua ayah rawat sendiri."
"Ohh, paman hebat banget ya. Oh iya, kenapa pagarnya harus digembok, bukannya disini jarang orang lewat."
"Memang jarang ada orang orang atau kendaraan lewat, tapi disini masih banyak tikus berkliaran jadi takut tikus mengacak-acak tanamannya ayah membuat pagar mengelilingi seluruh luas tanah. Jadi tikus pun sulit kalau mau masuk."
"Tapi paman setiap hari kesini, memangnya apa yang paman lakukan?"
"Pastinya merawat semua tanamannya, juga terkadang hanya melihat-lihat saja."
"Kalau begitu ayo kita mulai menyirami semua!"
"Oke."
Assalamu'alaikum wr. wb.
Selamat menjalankan ibadah puasa buat yang menjalankan. Dan tetap semangat juga buat kita yang menjalani ibadah puasa ditengah pandemi corona ini. Sehat selalu buat kita. Semangat.
Wassalamu'alaikum wr. wb.